Benteng alam di bawah permukaan laut

30 12 2005

Profil P WehKenapa kota Sabang selamat dari hantaman tsunami akibat gempa 26 Desember 2004 ? Pertanyaan yang selalu menggoda, setelah mengetahui dari cerita rekan-rekan di Sabang sendiri via telepon tentang kondisi keselamatan kota Sabang secara umum. Sekitar 4-5 hari setelah kejadian, gw baru sedikit mahfum apa yang menyebabkan kota Sabang selamat. Ini berawal dari diskusi dengan beberapa rekan yang jago Oseanografi n Geologi , mbak Nani n pak Iyung (setidaknya para beliau ini jauuuuh lebih ngerti dari gw).

Pertanyaan gw: kenapa kota Sabang selamat, sedangkan posisinya relatif berhadapan langsung dengan sumber tsunami di Kepulauan Nikobar..?
Jawaban yang gw terima berupa pertanyaan: berapa kedalaman laut di dekat pantai kota Sabang..? Read the rest of this entry »





Sekitar 26 Desember 2004

26 12 2005

Kamis, 23 Desember 2004, tenggat kerjaan didepan mata. Kesepakatan dengan tim (Lajung, Winarno, n Dadan): tancap gas, lewati batasan waktu kantor…, dan perjuangan pun dilanjutkan.… more





.id: Pulau Weh – 1

21 12 2005

Teluk SabangBulan Mei lalu, masih di 2005, gw kembali menginjakkan kaki di pelabuhan Balohan, pintu gerbang memasuki wilayah administrasi Kota Sabang. Wilayah ini, semua juga tau, adalah wilayah paling pojok barat negara Indonesia. Suasana masih serupa saat awal Desember 2004, saat gw juga kesini. Keluar dari Kapal Cepat, semua penumpang diwajibkan memperlihatkan tanda pengenal, dan jika bukan KTP Merah Putih maka akan banyak pertanyaan menyusul. KTP Merah Putih adalah KTP khusus yang saat itu berlaku di daerah Provinsi NAD, ukurannya dua kali KTP biasa, dengan warna merah-putih. Lepas dari para pengawal negeri berbaju hijau, gw mulai menikmati keindahan perjalanan dari Balohan menuju Sabang. Read the rest of this entry »





10 th lalu di parahyangan

20 12 2005
Seloroh pagi tiga

embun kabut sejuk selimut
gairahkan jiwa pagi, bangunkan jiwa emosi
hangatkan hati, buaian bunda sehati
pesona kalbu dalam kelabu
dingin nan halus, dingin nan lembut, dingin nan tenang
nan sepi...

dan kabut hilang sirna, bila mentari senyum terkulum
sadarkan dari lamun, buah pagi elok nan ranum
paksa jiwa, sentuh asa
terjang ribuan rintang, kan hadang dimuka padang

embun kabut sejuk selimut
rebut jiwa pagi, rebut jiwa emosi
sirna tanpa paling, hilang dalam hening
nan sepi...

pagilah pagi, sari dari seri
seloroh tiga dalam bahagia, dalam suka, dalam asa
nan sepi...

untuk kabut, nan lembut, nan sejuk
sepur parahyangan, 30 juli 95