Jumat, adalah hari yang menyenangkan bagi banyak orang kantoran di Jakarta, karena ini adalah hari terakhir dalam berkegiatan selama seminggu. Bagi gw, juga sekaligus hari dimana harus ada ide baru untuk mengisi kegiatan krucil selama dua hari libur, Sabtu dan Minggu. Jumat malam, ide muncul, dan segera panggil krucil.

Kita main jiplak-menjiplak..! Dan segera gw cari kertas transparan. Sayangnya yang ada di rumah cuma kertas minyak warna kuning. Ok lah, sementara gak papa. Apa yang mau dijiplak? Segera cari peta, dan kebetulan ada dua album peta di rumah. Klip kertas yang sudah digunting seluas halaman peta dengan penjepit kertas, sementara krucil sudah siap dengan pinsil. Setelah dikasih contoh, krucil langsung melanjutkan dan keliatan sekali menikmati hal baru malem ini. Sayang banget, kertas hanya ada dua lembar, dan setelah keduanya selesai, terpaksa kegiatan dihentikan, dengan janji besok akan cari kertas transparan.

Sabtu pagi, krucil langsung nagih janji untuk cari kertas. Rupanya mereka seneng dengan suasana kegiatan baru, jadi pagi-pagi gw sudah dapet tagihan janji semalem : ). Segera cabut bareng ke Plasa Ekalokasari, dengan pertimbangan disana ada dua toko buku, jadi ada alternatif jika salah satu gak nyediakan kertas transparan. Betul aja dugaan, hanya di Gramedia yang ada, dan kertas kalkir adalah pilihan terbaik. Mahal..? Ya, tapi ada jenis yang terjangkau. Mereknya Canson, satu gulung 9.000 perak untuk ukuran 80/85 g. Pulang, segera dipotong-potong sesuai besar halaman peta. Sip, jadi 12 lembar.

Hasil...Dan krucil pun segera meneruskan jiplak-menjiplak. Setelah selesai dengan pensil, dilanjutkan dengan pensil warna atau crayon. Dan untuk nambah semangat, tiap lembar yang sudah selesai langsung diberi nilai. Peta nampaknya gak asing lagi bagi mereka karena di dinding kamar sudah tertempel peta dunia, dimana tiap waktu sebelum tidur ada ritual bagi krucil untuk mencari negara tertentu dan menyebutkan ibukotanya.

Lumayan, untuk nambah pengetahuan keruangan… : ).