Spatial Analyst: Pembuatan Hillshade

11 04 2006

Fungsi Compute Hillshade digunakan untuk menentukan hasil penyinaran secara hipotesis dari suatu bentuk permukaan yang merupakan bagian dari langkah analisis dan tampilan. Untuk keperluan analisis, fungsi Compute Hillshade dapat digunakan untuk menentukan lama waktu dan intensitas sinar matahari pada lokasi tertentu. Sedangkan untuk tampilan, dapat digunakan untuk mempertajam relief permukaan.

Ada dua masukna utama yang diperlukan pada proses ini yaitu Azimuth dan Altitude. Azimuth adalah angka positif yang berupa besar derajat yang mempunyai rentang dari 0 hingga 360, diukur dari arah utara. Sedangkan altitude adalah anhka positif yang berupa yang berupa besar derajat dengan rentang dari 0 derajat pada garis horizon hingga 90 derajat pada titik diatas kepala.

Luaran theme grid dari fungsi Compute Hillshade otomatis diberi nama Hillshade of [nama theme]. Data grid hasil proses secara temporer disimpan pada folder kerja dengan nama “hlshd” diikuti angka yang bersifat unik. Karena itu jangan lupa untuk menyimpan theme grid ini dengan nama tertentu pada folder data setelah proses selesai.

Pada contoh proses kali ini kita masih menggunakan data grid ketinggian sebagai input dari fungsi Compute Hillshade. Langkah yang dilakukan adalah:

  1. Aktifkan theme ketinggian (dem_grd) dan pastikan penunjuk pada posisi theme tersebut.
  2. Jalankan fungsi Compute Hillshade dari menu Surface. Lalu akan muncul kotak dialog:
  3. Kotak dialog pada proses Compute Hillshade

  4. Masukkan nilai default, yaitu 315 untuk Azimuth dan 45 untuk Altitude. Ini berarti kondisi matahari pada posisi arah barat laut dan pada ketinggian 45 derajat relative terhadap lokasi.

Actions

Information

7 responses

9 02 2007
Joy Kumaat

Bagaimana saya bisa mendapatkan softwarenya samapai saat ini saya sulit mendaptkan plugin Spatial analysis dan Model Builder. Bisa bantu saya mas..??

6 03 2007
httsan

Pak Joy Kumaat, modul Spatial Analyst memang kurang populer, jadi agak sulit mendapatkannya. Kalau untuk latihan, saya coba buatkan langkah demi langkah dalam pengenalan pemakaiannya (beserta data contoh). sila lihat di tag ‘mi arsenal’.

12 02 2008
I Gede Suryantara

Saya ingin mengestimasi ketinggian bangunan dalam suatu area. Bisakah dilakukan menggunakan arcview ? Bisakah analisis tersebut menggunakan citra IKONOS ? Jika bisa, menu apa dalam arcview yang bisa saya gunakan ?

14 02 2008
httsan

Bli Gede, kalo estimasi ketinggian, saya gak tau caranya. tapi kalau nilai ketinggian sudah didapat, bisa kita masukkan dalam 3D analis (ada di modul ArcView dan juga di ArcGIS) untuk dilihat dalam modus 3D.

24 09 2008
pixelcooker

pak, algoritma yg dipake untuk menurunkan hillshade itu gimana ya?
apa sama dengan algoritma yg dipake pada perhitungan “incidence angle” yang melibatkan sudut elevasi matahari, sudut azimuth matahari, sudut kemiringan lereng dan aspek/azimuth lereng?. yang biasa dipake untuk koreksi topografis citra satelit itu lho pak

rumus incidence angle saya ga apal hihihi

26 09 2008
httsan

pixelcooker, saya nggak tau algoritma yg dipakai si Spatial Analyst-nya ArcView.
: )

12 06 2009
nova adi

mas, mo tanya nih…
klo nilai yang ada pada hillshade itu menunjukkan apa?
tolong dijelaskan.. tengkyu…

Leave a comment