Banyak aplikasi dapat dimainkan dengan 3D Analyst. Salah satunya adalah “mencari” batas daerah Aliran Sungai (DAS). Selain batas DAS juga dapat dilakukan pendugaan aliran sungai utama dan juga “anak-anak”-nya. Penggunaan data SRTM yang “murah-meriah” dapat menjadi bahan latihan menarik dalam penggunaan perangkat bantu ini.
Beberapa rekan mencoba menggunakan aplikasi 3D Analyst dalam menentukan batas DAS dan juga pendugaan aliran sungainya. Dengan mengambil daerah studi kasus yang beragam, ternyata cukup mengasyikkan juga untuk disimak.
Dengan menggunakan modul 3D Analyst pada ArcView 3.3 Hapsari dan Candra Dewi bermain 3D. Hapsari mencoba melihat batas-batas DAS yang ada di Pulau Lombok. Data ketinggian yang digunakan adalah SRTM.
Sedangkan Candra Dewi mencoba bermain di Malang dengan menggunakan data SRTM (S08-E111).
Pada ArcGIS, perangkat bantu yang ada lebih memudahkan lagi dalam menganalisis data untuk keperluan semacam DAS ini. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan beberapa rekan dalam menggunakan ArcGIS untuk analisis 3D pada aplikasi DAS.
Inda Merliana mengambil lokasi daerah Sumatera Barat dan menggunakan data SRTM (S01-E099, S01-E100, S02-E100). Inda memakai 3DEM Terrain Visualization, ArcGIS 9.2, dan Cosmo Player (untuk menampilkan VRML di browser). Langkah-langkah yang dilakukan seperti pada slide berikut:
Ariani “mbak Aya” mencoba untuk daerah Banten. Data SRTM yang digunakan adalah S07-E105 dan S07-E106. Mbak Aya juga mendapingkan hasil pendugaan aliran sungai dengan data vektor sungai bersumber pada peta RBI sekala 1:25.000. Didapat hasil menarik: untuk daerah pegunungan hasilnya mendekati data sungai (RBI), sedangkan untuk daerah datar hasilnya tidak baik.
Untuk daerah Lore Lindu, mas Broto mencoba bermain disini. Dengan menggunakan data SRTM S02-E119 dan S02-E120 dan perangkat bantu 3DEM dan ArcGIS, DAS di Taman Nasional ini dicoba dikenali batasnya dan diduga aliran sungainya. Perbandingan dengan data topografi (RBI) juga dilakukan.
Mas Muklis juga melakukan hal serupa untuk lokasi di Sulawesi Tengah ini. Perangkat bantu yang digunakan yaitu 3DEM, ArcMap, ArcScene, dan ArcHydro Tools.
Mbak Niken mencoba ArcGIS untuk lokasi Pulau Lombok. Lokasi yang cukup luas. Dalam percobaannya, 3DEM juga digunakan.
Sulawesi Tengah menjadi lokasi percobaan mas Arief juga. Disini mas Arief mencoba mencari batas DAS dan juga pendugaan aliran sungai dari dataran tinggi dan pegunungan disekitar kota Palu. Tujuh langkah utama yang dilakukan mas Arief yaitu: Create DEM from SRTM data; Remove Error Sink in the DEM; Generate Flow Direction; Generate Flow Accumulation; Generating Channel; Generating Stream Link; and Generating Watershed.
Sementara itu daerah Agropolitan Tomohon, Sulawesi Utara, menjadi daerah studi bagi broer Deo. Perangkat bantu yang digunakan selain ArcGIS adalah Global Mapper dan juga 3DEM.
Banyak ragam cara untuk menentukan batas DAS…
Masih mau coba 3D Analyst..? Puas… Puas… ! (pake gaya Thukul…)
: )
























wah banyak banget ya yang bisa dilakukan dengan DEM…mau dong…pak hartanto pokoknya harus demo live tentang DEM ini….janji ya…saya cari ke kantor. hehehehehe…..
Bli Coki, ayo kita mainkan bersama…
: )
salam…
kok pada saat saya mencoba mmasukkan data asc srtm ke arc view melalui export data hasilx eror terus……tertulis segmentation failed etc…………
bsa bantu bang ?
thanks tuk pencerahannya………..
ikko, coba cek saat eksport (dari gm?).
saya mahasiswi lagi skripsi, sekarang saya punya kesulitan. pertanyaan saya: gimana cara menghitung luas dan volume genangan potensi embung dengan menggunakan arcviw GIS 3.3? langkah-langkahnya apa saja.
Terimakasih atas perhatiannya
mas,
kalo kita punya bahannya berupa garis kontur, apa yang musti dilakukan agar datanya siap diolah? bagaimana melakukannya dalam arcview untuk membuatnya menjadi batas das, mengingat saya tidak punya arcgis.
terima kasih mas ya
mbak princess maaf sekali baru kebaca. untuk menghitung volume dan luas bisa menggunakan 3D Analyst di ArcView. saat DEM sudah terbentuk, maka penghitungan volume dan luas dapat dilakukan (ada menunya).
mas nurman, garis kontur “biasanya” mempunyai nilai ketinggian. ini bisa digunakan saat kita membuat DEM (interpolasi). jika interpolasi harus dalam data titik, maka konversikan dulu garis ke titik. slide rekan Hapsari diatas bisa menjadi contoh proses dalam ArcView (secara umum).
pak, bisa ga peta jpeg dicari konturnya trus dicari dasnya dari software ini?atau, download mapnya yang kompatibel dengan software ini?seluruh daerah di Indonesia ada tuh mapnya?buat kuliah PIK nih…
wach..bagus juga Pak…salut buat yang senang “bermain-main” dengan data DEM…
salam kenal Pak :)
Saya ingin melakukan digitasi menggunakan ArcScan cuman selalu gagal, mohon bantuan bagi yang expert, terutama raster dalam format apa sehingga dapat dibuka dengan menggunakan ArcScan. Terima kasih
it’s very good