sony-ericsson

Ericsson menjadi Sony Ericsson dan menjadi Sony...

Hp atau telepon selular adalah teman terdekat hampir semua orang, saat ini. Dimanapun terlihat ada sekumpulan orang maka dapat dipastikan ada yang sedang memegang hp. Komunikasi melalui hp dalam bentuk suara, gambar, atau data adalah salah satu kebutuhan hidup primer masyarakat.

Saya pun termasuk kelompok pemegang hp kemanapun pergi.
Pertama kali memiliki hp tahun berapa ya? Pastinya sudah lupa, tapi yang teringat adalah mereknya. Hp pertama bermerek Ericsson. Tipenya adalah Ericsson r520m. Bentuknya sangat tidak menarik dibanding hp lainnya saat itu. Agak tebal, berat, dan berantena. Warnanya silver.

Hp Ericsson tipe ini menjadi pilihan bukan karena bentuknya, tapi kekuatan body-nya. Ini menjadi pertimbangan utama karena seringnya saya ke lapangan untuk antisipasi jika terjatuh. Body yang kuat lebih menjamin keberlangsungan umur hp.

Tampilannya masih dengan layar monokrom warna hitam putih. Sudah mendukung bluetooth, lumayanlah. Dengan koneksi Bluetooth maka hp dapat dikendalikan langsung dari komputer pakai perangkat lunak free FloAts Mobile Agent.

Hp Ericsson ini bertahan cukup lama, walau beberapa kali terjadi masalah dengan data di phonebook-nya, tetapi bisa di-recovery dengan data yang sudah tersinkronisasi di komputer.

Saat akan pergantian generasi hp, maka merek Ericsson sudah tidak ada karena sudah ada perusahaan baru yang dibuat bersama antara Ericsson dan Sony, bernama Sony Ericsson.

Hp generasi kedua ini adalah Sony Ericsson K510i, bentuknya mungil dan lebih indah dipandang dibandingkan hp pertama tadi. Tidak ada pentolan antena dan lebih ringkes. Tapi tetap seperti model yang dikeluarkan oleh Ericsson sebelum-sebelumnya, tampakan luar sangat sederhana. Beda dengan merek lain yang berlomba ditampakan body dan warna. Bentuk yang biasa saja inilah yang mungkin menjadikan produk Sony Ericsson saat itu kurang diminati.

Tapi bagi saya yang lebih penting adalah fungsionalitasnya. K510i cukup oke untuk keperluan saya. Bluetooth ada, kamera ada (foto dan video), speaker pun bagus untuk dengar musik. Selain itu internet juga sudah bisa dimainkan. Sangat cukup.

K510i inipun bisa dikendalikan dari perangkat lunak FloAts Mobile Agent dari komputer melalui bluetooth. Jadi saat di rumah atau kantor maka mudah sekali memaksimalkan penggunaannya, terutama untuk organisasi alamat di phonebook dan pengoperasian fungsi SMS. Sehingga saat lebaran tiba, pengiriman SMS ke ratusan nomor dapat dilakukan dalam sekejap melalui pengendalian ini.

Generasi berikutnya dari hp saya adalah Sony Ericsson tipe K618i. Tipe ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan hp sebelumnya. Bentuknya kotak dengan dimensi lebih besar, layar lebih luas juga. Kemampuan koneksi bluetooth cukup bagus, dan juga ada peningkatan dari kemampuan kameranya. Ada perubahan dari sisi struktur phonebook, dimana satu nama bisa mempunyai lebih dari satu nomor telepon. Hal ini disatu sisi memudahkan dalam pengorganisasian alamat/telepon, tetapi sayang sekali disisi lain tidak didukung penuh oleh perangkat lunak andalan saya selama ini, FloAts Mobile Agent, walau sudah terbarui ke versi terakhir. Akibatnya ada fungsi dalam pengendalian tidak sempurna.

Setelah beberapa tahun bertugas, saatnya berganti generasi. Generasi hp saya berikutnya adalah… Sony Ericsson lagi. Kali ini pilihan jatuh pada seri Xperia tipe mini pro versi 2. Hp ini sudah bersistem operasi Android versi 2.3.4 (Gingerbread), dan tentunya punya banyak sekali perbedaan dibanding hp sebelumnya. Xperia sudah memasuki kelas smart phone.

Bentuknya? Hehe, tetap aja kotak dan “tidak menarik” bagi banyak orang, walau memang ada beberapa bentuk kurva pemanis, sedikiiit…

Untuk pengendalian Xperia mini pro ini saya menggunakan perangkat lunak free MyPhoneExplorer, yang cukup dapat diandalkan. Tidak hanya pengendalian fungsi hp tetapi juga kemampuan untuk unggah/unduh file, pengaturan kalender kegiatan, dll, dengan sangat mudah dalam lingkungan android. Koneksi bisa melalui bluetooth, kabel data (USB), ataupun wi-fi. Hp juga bisa menjadi sumber wi-fi yang bisa dipakai oleh perangkat lain.

Sejak Pebruari 2012 Sony dan Ericsson resmi berpisah, dan hp Sony Ericsson menjadi sepenuhnya dikendalikan oleh Sony Mobile. Di era pergantian pemilik yang begitu likuid saat ini, suatu produk bisa saja berganti pemilik dengan sangat cepat. Semoga saja dukungan layanan yang diberikan semakin baik, terutama bagi penggemar setianya.

: )

About these ads