Home

Tanpa Cinta Segalanya Tak Bernilai

Leave a comment

Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti

Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari

Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.

Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan

Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar.
Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”

Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.

Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan:
“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”

*/ untuk kebersamaan sejak 26 April 1998, luapan karya dari Jalaluddin Rumi.

Taufiq Ismail – Kerendahan Hati

1 Comment

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput,
Tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

*/ Taufiq Ismail – Kerendahan Hati

At The Twilight

6 Comments

Surat waktu

Surat waktu

26 September 2007, sebelum berangkat sekolah pada jam 6:00 pagi, gadis ku yang mungil menyerahkan secarik kertas terlipat rapi. Hari itu dia terlihat semangat untuk pergi sekolah karena mungkin terbayang banyak rencana bersama teman-temannya di kelas 1.

Saat menyerahkan kertas kecil itu, dia berbisik meminta saya untuk membuka “surat”-nya setelah dia berangkat.

Sepeninggal si mungil ke sekolah, segera saya buka lipatan kertas tersebut. Isinya tentang waktu, tentang protesnya terhadap waktu, tentang kehilangan sesuatu pada dirinya. Si cantik sedang kehilangan waktu bermain dengan bapaknya.

Sejatinya, waktu akan selalu tetap berada disana (dan disini, dan dimana saja), sedangkan kita sebagai materi lah yang berjalan. Batas-batas waktu didefinisikan dengan segenap kemampuan manusia, hanya untuk memastikan bahwa ia tidak bergerak. Yang bergerak adalah materi didalamnya. Jika ada banyak orang yang sibuk dengan pengaturan waktu karena merasa terbelenggunya, maka lebih banyak lagi insan yang tidak mau menghargai dirinya sendiri saat mengarungi waktu. Waktu tidak perlu dihargai, karena diri sendiri dan sekeliling lah yang lebih memerlukan penghargaan itu, dengan bijak.

Ya, bijak, seperti bagaimana menghargai kepentingan gadis kecilku dalam dunianya, dalam waktu bermainnya bersama.

At the Twilight

At the twilight, a moon appeared in the sky;
Then it landed on earth to look at me.

Like a hawk stealing a bird at the time of prey;
That moon stole me and rushed back into the sky.

I looked at myself, I did not see me anymore;
For in that moon, my body turned as fine as soul.

The nine spheres disappeared in that moon;
The ship of my existence drowned in that sea.

(by Jalaluddin Rumi)

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriah.

Waktu akan selalu berakhir diawal dan berawal diakhir…

Kehidupan Sebuah Cinta

12 Comments

Field of Sunflower

Field of Sunflower

Kehidupan Sebuah Cinta, untuk pendampingku tercinta yang tengah berulang tahun dihari ini.

More

Idul Adha Festival 1429 H

6 Comments

Tujuh kali telah kucemoohkan jiwaku:
Pertama ketika kulihat dia menunduk, agar mendapat ketinggian.
Kali kedua, waktu kulihat dia berjalan timpang di muka si pincang.
Kali ketiga, waktu dia berkesempatan memilih
antara yang sukar dan yang mudah, dan memilih yang mudah.
Kali keempat, ketika dia berbuat salah, lalu menghibur diri
bahwa orang lain pun telah melakukan kesalahan.
Kali kelima, ketika dia bersabar demi kelemahan,
dan menghubungkan kesabaran itu dengan ketabahan.
Kali keenam, ketika ia mencemooh keburukan seraut wajah,
namun tidak menyadari bahwa itu salah satu topengnya sendiri.
Kali ketujuh, ketika dia menyanyikan lagu pujian,
dan merasa berbuat kebajikan.

(_Kahlil Gibran_)

Selamat Hari Qurban di tahun 1429 H

Mari kita bertakbir:


Untuk Bumiku dan Saudaraku

Leave a comment

Kemarau telah tiba
Wahai rusaku yang cepat kakinya
Kemana mesti kau larikan dahagamu?

Bulan-bulan kerontang telah datang
Wahai gajahku yang handal perkasa
Di mana akan kau ungsikan tubuhmu?

Telaga dan sungai telah mengering
Wahai ularku yang ampuh sakti
Apa arti bisamu yang mematikan?

Percuma semua kelebihan
Tanpa sumber air yang kekal
Yang hulunya di langit
Muaranya di samodra

(Adi Gang, Adi Gung, Adi Guna karya Muhammad Zuhri dalam Qasidah Cinta)

Selamat Hari Bumi 2008

Untuk 10 Desember

Leave a comment

Then a woman said, “Speak to us of Joy and Sorrow.”
And he answered:

Your joy is your sorrow unmasked.
And the selfsame well from which your laughter rises was oftentimes filled with your tears.
And how else can it be?
The deeper that sorrow carves into your being, the more joy you can contain.
Is not the cup that hold your wine the very cup that was burned in the potter’s oven?
And is not the lute that soothes your spirit, the very wood that was hollowed with knives?
When you are joyous, look deep into your heart and you shall find it is only that which has given you sorrow that is giving you joy.
When you are sorrowful look again in your heart, and you shall see that in truth you are weeping for that which has been your delight.
Some of you say, “Joy is greater than sorrow,” and others say, “Nay, sorrow is the greater.”
But I say unto you, they are inseparable.
Together they come, and when one sits alone with you at your board, remember that the other is asleep upon your bed.
Verily you are suspended like scales between your sorrow and your joy.
Only when you are empty are you at standstill and balanced.
When the treasure-keeper lifts you to weigh his gold and his silver, needs must your joy or your sorrow rise or fall.

Dari karya Gibran “Joy and Sorrow”. Untuk menghangatkan 10 Desember, tanggal dimana titik kehidupan terhitung tahun dan tahun dan tahun bagi pendamping tercinta. Met Ultah Ibaw

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers