Home

Menandai Titik Perhatian Sepanjang Garis Perjalanan

Leave a comment

Menandai perjalanan dengan beragam cara

Menandai perjalanan dengan beragam cara.

Perjalanan bukanlah mewakili satu titik, ia adalah garis yang panjang. Tetapi perhatian akan suatu obyek pastilah berupa titik. Demikianlah pendapat saya.

Dari semua perjalanan yang pernah dilakukan, sebagian besar terekam dalam gambar dan juga coretan di kertas. Gambar direkam sejak menggunakan kamera analog (maksudnya pakai film negatif) hingga saat ini yang hanya memakai kamera versi dijital.

Belum semua hasil rekaman perjalanan tersebut telah berhasil dituliskan dalam blog, bahkan mungkin sebagian buesaar belum tertuangkan di media daring ini.

Tetapi sering terpikirkan menampilkan cerita hanya dalam bentuk gambar, satu gambar, yang mewakili lokasi tertentu. Walau bukan jenis photoblogging tetapi cukup mewakili saat mana kerinduan akan melihat banyak titik perhatian selama perjalanan pada waktu yang telah lalu muncul kembali.

Bagi anda yang mempunyai waktu dan mempunyai kesenangan dalam melihat keindahan di banyak lokasi perjalanan, silakan mampir ke:

http://hartantosanjaya.name/travel

Tidak ada cerita panjang disana, hanya foto dan keterangannya disertai peta lokasi.

Hanya sebuah catatan sebagai penanda titik perhatian sepanjang garis perjalanan.

: )

Lokasi Tujuan Wisata Alam untuk Menikmati Liburan bersama Keluarga

Leave a comment

Km Nol Indonesia di Sabang, Pulau Weh.

Tugu Km Nol Indonesia di Sabang, Pulau Weh.

Waktu libur keluarga akan selalu tiba dan setidaknya dua kali setahun. Kemana sajakah tujuan anda dalam berlibur bersama keluarga..?

Bagi yang berkesempatan untuk melewati liburan ke luar kota, tentunya banyak sekali tujuan menarik yang bisa dinikmati. Tapi bukan berarti liburan di seputaran rumah tidak menarik. Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama keluarga untuk menikmati liburan dengan positif.

Saya mempunyai beberapa usulan lokasi yang dapat dipertimbangkan untuk keluarga anda kunjungi. Lokasi-lokasi yang saya usulkan adalah lokasi dimana saya dan keluarga pernah menikmatinya. Jauh dekatnya dengan tempat anda tentunya sangat relatif, tergantung dimana anda tinggal saat membaca tulisan ini… *senyum*

Sabang

Sabang adalah kota yang sangat tenar sebagai wilayah terbarat negeri kita. Terletak di pulau Weh, Provinsi Aceh. Terdapat monumen Kilometer Nol Indonesia di sana. Sangatlah mudah untuk menjangkau Sabang walau anda tinggal di luar pulau Sumatera. Untuk lebih detilnya, silakan baca: Cara mudah mencapai Sabang dan apa saja yang dapat dilihat dan dinikmati disana. Beberapa artikel tentang Sabang dapat dibaca pada blog ini. Keindahan Sabang adalah keindahan alami yang sangat menakjubkan. Wisata alam dari puncak gunung, pantai yang indah, hingga salah satu taman laut terindah di dunia ada di Sabang.

Pagaralam

Kota Pagaralam terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Kota yang sejuk dan mempunyai banyak sekali lokasi wisata alam. Sangat nikmat untuk pencinta alam pegunungan karena memang wilayah ini terletak di lereng gunung Dempo. Pagaralam terkenal juga sebagai wilayah seribu cugub atau air terjun. Saya telah menuliskannya beberapa artikel pada blog ini mengenai keindahan Pagaralam, silakan klik disini untuk membacanya.

Taman Nasional Gunung Halimun

Gunung Halimun menjadi salah satu tujuan yang tertera dalam buku Lonely Planet. Buku acuan para penikmat keindahan alam dunia. Lokasinya adalah di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di lokasi wisata stasiun Cikaniki kita berada di tengah-tengah hutan belantara dan hadir banyak binatang liar di sekeliling kita. Owa Jawa (sejenis monyet) yang berkelompok, burung-burung hutan yang indah, elang yang selalu hadir di angkasa, dan jika beruntung dapat melihat macan kumbang. Cerita menarik tentang Halimun dapat dibaca di: Berlibur ke TNGH (by defidi), dan Perjalanan ke TNGH (by altair).

Sumedang

Kota Sumedang terletak di Jawa Barat, terkenal akan kuliner tahu Sumedang sejak dahulu kala. Tetapi bukan hanya tahu yang mengundang kunjungan ke sana, juga dikarenakan pemandangan alamnya. Salah satu lokasinya adalah di desa Nangorak, sebelah Selatan kota Sumedang. Sekilas mengenai lokasi wisata agro disana dapat dibaca di: Wisata Agro di Nangorak Sumedang, dan banyak lagi cerita, foto, dan film, silakan klik disini. Jangan lewatkan alam Sumedang nan indah ini.

Danau Beratan

Danau yang sangat terkenal sebagai tujuan wisata, terletak di Bedugul, Bali. Banyak sekali referensi mengenai lokasi yang satu ini, dan saya sempat menuliskannya: Kabut Kaldera Gunung Api Purba di Beratan. Wisata di Bali memang selalu terbayang akan kemahalannya, tetapi jika kita mau maka banyak juga harga yang terjangkau disana. Dan jika anda ke Uluwatu, sayang sekali, lokasi menikmati sunset di karang pinggir laut nan indah ini memerlukan nyali yang tinggi. Tidak percaya? Silakan baca pengalaman saya dan keluarga saat di Uluwatu.

Banyak lagi lokasi yang dapat diusulkan pada anda, dan semua tentunya tentang keindahan lokasi wisata di negeri tercinta ini. Akan saya tuliskan pada waktu lain agar anda fokus dulu pada pilihan di atas…

Utamakan keselamatan anda dan keluarga sambil menikmati dan mensyukuri keindahan alam negeri kita.

: )

Pencukuran

Leave a comment

Cak Agus sedang beraksi.

Cak Agus, pencukur dari Madura, sedang beraksi.

Cukur adalah salah satu kata yang saya kenal sejak kecil. Bercukur adalah kata kerja, sedangkan “cukurlah kamu sekarang” adalah kalimat perintah yang paling tidak disuka.

Yah demikianlah, salah satu yang tidak saya suka adalah saat mana Bapak atau Ibu sudah menyuruh saya segera merapikan rambut. Artinya adalah harus segera ke tukang pangkas rambut dan itu artinya adalah siap dengan segala risiko.

Risiko yang paling menyebalkan adalah saat alat cukur si pemangkas, yang berbunyi kres kres kres dan jelas bukan elektrik seperti masa kini,  tidaklah licin pada pisau potongnya. Akibat dari hal ini adalah tercerabutnya rambut, bukan terpotong. Dan hal ini adalah gatal dan menyakitkan, saudara-saudara…

Kegiatan cukur mencukur terjadi hampir di seluruh dunia. Eh, mungkin di seluruh dunia. Karena, sepertinya, tidak ada satu kelompok manusiapun yang tidak berambut. Selama ada rambutnya pasti perlu pencukuran kan..?

Saat bertugas di Yogyakarta, dan tinggal di dekat kali Code, maka saya pun memerlukan jasa pencukur. Sore, sepulang kerja seharian (ehm), maka saya segera menyusuri kali Code. Setelah bertanya dengan beberapa orang maka sampailah saya di ruang kerja Cak Agus.

Antri sebentar, kemudian giliran saya. Masuk ruang dengan melepas sendal, agaknya begitulah peraturannya. Duduk di kursi dan segera Cak Agus memulai tugasnya.

Cak Agus berasal dari Madura. Sudah beberapa tahun bertahan di Yogyakarta dan menekuni profesi dengan hebat. Ia bisa mempunyai kantor di salah satu jalan utama di kota Yogyakarta, dan sepertinya menjadi satu-satunya pencukur di seputaran kali Code. Menurut Cak Agus, rekan seperjuangan seperantauan dari Madura banyak yang mempunyai profesi yang sama dengan dirinya di kota Yogyakarta ini.

Cak Agus sangat rapi kerjanya, dan hasilnya memang oke punya. Model apapun cukurannya, tarifnya hanya satu… Rp. 5.000 saja.

Saat bertugas di Banyuwangi, saya juga memanfaatkan jasa pencukur profesional. Mas Effendy merupakan pencukur handal yang melanjutkan profesi utama dari ayahnya. Mas Effendy adalah asli Lare Osing (Banyuwangi asli). Ia mempunyai tiga saudara lelaki dan semuanya berprofesi sama, pencukur profesional. Saat saya datang ke kantornya di kelurahan Singotrunan (daerah belakang kantor BAPPEDA), ia sebenarnya tidak sedang bertugas. Tapi karena “panggilan tugas” maka ia segera membuka kembali jam kerjanya. Hasilnya… rapi..!!! Terimakasih untuk Pak Bibit yang memperkenalkan saya pada kemampuan mas Effendy.

Cak Agus dan mas Effendy adalah sosok penentu ke-PD-an kita. Dengan keterampilan mereka mengolah panjang rambut kita maka kita segera bisa tampil beda.

: )

Dalam Perjalanan Bersama – Tanggung Jawab Tim

Leave a comment

Keutuhan tim ditentukan oleh kemampuan menghargai rekan satu tim.

Keutuhan tim ditentukan oleh kemampuan menghargai rekan satu tim.

Mengikuti aktivitas krucil dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolahnya mengingatkan masa lalu. Masa saat seusia krucil dan melakukan hal yang serupa. Pramuka, kegiatan yang kini semakin langka, ini yang menyambungkan masa.

Saya pernah ikut kegiatan Pramuka saat di Sekolah Dasar dan di Sekolah Menengah Pertama. Itu adalah peristiwa sekian puluh tahun lalu, awal tahun 80-an. Kegiatan yang hanya dilalui intensif saat di SMP, dan tidak sampai 3 tahun tersebut, sangat terpateri dalam banyak hal. Tidak hanya dalam ingatan tetapi juga dalam tindakan.

Tindakan secara pribadi maupun secara tim mempunyai landasan yang sama dan sangat kuat. Semua terdapat dalam kode etik “sakti”, yaitu Dasa Darma Pramuka.

Kerja dalam tim tidaklah susah tetapi juga tidaklah gampang. Pembagian tugas dan tanggung jawab dalam pelaksaanaan kewajiban tim (atau regu, dan juga pasukan) memudahkan semua dalam berkonsentrasi. Ada yang lebih mendalami penguasaan semaphore, ada juga yang lebih menguasai kode morse. Juga ada yang ditugaskan untuk lebih canggih dalam tali-temali.

Tak dilupakan juga adalah yang jago meramu bahan makanan untuk menjadi penyaji masakan yang top punya, hehe. Semua terbagi sesuai kapasitas yang ada, dan semua merupakan penugasan yang bersifat “harus bisa” serta saling mengisi untuk kesempurnaan regu.

Saat kegiatan lomba adalah yang paling mengasyikkan. Semua anggota regu harus bisa melakukan apa saja, tetapi tetap mempunyai kekhususan. Beberapa hal yang tercatat sebagai penguat suatu perjuangan regu adalah:

  • Tiada keluhan selama kegiatan berlangsung. Mengeluh berarti sudah menghancurkan semangat diri sendiri dan membuat regu melemah. Tiap individu mempunyai kewajiban tak tertulis untuk terus menggairahkan semangat regunya.
  • Tiada anggota regu yang salah. Dengan kata lain: tidak ada perbuatan yang saling menyalahkan siapapun. Semua risiko ditanggung bersama. Jika harus menerima hukuman tim maka semua harus rela melaksanakan, demikian juga jika hukuman pribadi maka segera laksanakan dengan gembira, tanpa prasangka apalagi sakit hati.
  • Kerjasama diutamakan, karena tanpa adanya kerjasama maka saat itu regu sudah dinyatakan hancur. Semua melaksanakan tugas dan melengkapi tugas yang lainnya.
  • Kehormatan regu adalah segalanya. Tidak ada perbuatan menjelekkan regu, rekan regu, atau perbuatan lain yang merendahkan regu sendiri. Kehormatan disini tidak berarti membela hal negatif, tetapi justru mengutamakan semua hal positif.

Jika dilihat kasus per kasus maka masih banyak lagi hal yang bisa dituliskan. Tetapi secara umum maka hal-hal tersebut diatas itulah yang sangat berkesan dan terbawa hingga kini.

Hingga kini saya belum pernah mengikuti pelatihan kepemimpinan apapun atau membaca buku pedoman kepemimpinan manapun. Saya cukup mengandalkan pengalaman singkat saat di kepramukaan, dan alhamdulillah sangat berguna dalam berkarya dengan tim kerja.

Apakah anda (mantan) Pramuka dan sependapat dengan saya..? Salam Pramuka..!

: )

*/ Salam Trisula Pamungkas untuk semua yang pernah/sedang membela Trisula Pamungkas, SMP Negeri 1 Metro, Lampung.

Tanpa Cinta Segalanya Tak Bernilai

Leave a comment

Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti

Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari

Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.

Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan

Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar.
Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”

Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.

Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan:
“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”

*/ untuk kebersamaan sejak 26 April 1998, luapan karya dari Jalaluddin Rumi.

HP dari masa ke masa: Ericsson, Sony Ericsson, Sony…

3 Comments

sony-ericsson

Ericsson menjadi Sony Ericsson dan menjadi Sony...

Hp atau telepon selular adalah teman terdekat hampir semua orang, saat ini. Dimanapun terlihat ada sekumpulan orang maka dapat dipastikan ada yang sedang memegang hp. Komunikasi melalui hp dalam bentuk suara, gambar, atau data adalah salah satu kebutuhan hidup primer masyarakat.

Saya pun termasuk kelompok pemegang hp kemanapun pergi.
Pertama kali memiliki hp tahun berapa ya? Pastinya sudah lupa, tapi yang teringat adalah mereknya. Hp pertama bermerek Ericsson. Tipenya adalah Ericsson r520m. Bentuknya sangat tidak menarik dibanding hp lainnya saat itu. Agak tebal, berat, dan berantena. Warnanya silver.

Hp Ericsson tipe ini menjadi pilihan bukan karena bentuknya, tapi kekuatan body-nya. Ini menjadi pertimbangan utama karena seringnya saya ke lapangan untuk antisipasi jika terjatuh. Body yang kuat lebih menjamin keberlangsungan umur hp.

Tampilannya masih dengan layar monokrom warna hitam putih. Sudah mendukung bluetooth, lumayanlah. Dengan koneksi Bluetooth maka hp dapat dikendalikan langsung dari komputer pakai perangkat lunak free FloAts Mobile Agent.

Hp Ericsson ini bertahan cukup lama, walau beberapa kali terjadi masalah dengan data di phonebook-nya, tetapi bisa di-recovery dengan data yang sudah tersinkronisasi di komputer.

Saat akan pergantian generasi hp, maka merek Ericsson sudah tidak ada karena sudah ada perusahaan baru yang dibuat bersama antara Ericsson dan Sony, bernama Sony Ericsson.

Hp generasi kedua ini adalah Sony Ericsson K510i, bentuknya mungil dan lebih indah dipandang dibandingkan hp pertama tadi. Tidak ada pentolan antena dan lebih ringkes. Tapi tetap seperti model yang dikeluarkan oleh Ericsson sebelum-sebelumnya, tampakan luar sangat sederhana. Beda dengan merek lain yang berlomba ditampakan body dan warna. Bentuk yang biasa saja inilah yang mungkin menjadikan produk Sony Ericsson saat itu kurang diminati.

Tapi bagi saya yang lebih penting adalah fungsionalitasnya. K510i cukup oke untuk keperluan saya. Bluetooth ada, kamera ada (foto dan video), speaker pun bagus untuk dengar musik. Selain itu internet juga sudah bisa dimainkan. Sangat cukup.

K510i inipun bisa dikendalikan dari perangkat lunak FloAts Mobile Agent dari komputer melalui bluetooth. Jadi saat di rumah atau kantor maka mudah sekali memaksimalkan penggunaannya, terutama untuk organisasi alamat di phonebook dan pengoperasian fungsi SMS. Sehingga saat lebaran tiba, pengiriman SMS ke ratusan nomor dapat dilakukan dalam sekejap melalui pengendalian ini.

Generasi berikutnya dari hp saya adalah Sony Ericsson tipe K618i. Tipe ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan hp sebelumnya. Bentuknya kotak dengan dimensi lebih besar, layar lebih luas juga. Kemampuan koneksi bluetooth cukup bagus, dan juga ada peningkatan dari kemampuan kameranya. Ada perubahan dari sisi struktur phonebook, dimana satu nama bisa mempunyai lebih dari satu nomor telepon. Hal ini disatu sisi memudahkan dalam pengorganisasian alamat/telepon, tetapi sayang sekali disisi lain tidak didukung penuh oleh perangkat lunak andalan saya selama ini, FloAts Mobile Agent, walau sudah terbarui ke versi terakhir. Akibatnya ada fungsi dalam pengendalian tidak sempurna.

Setelah beberapa tahun bertugas, saatnya berganti generasi. Generasi hp saya berikutnya adalah… Sony Ericsson lagi. Kali ini pilihan jatuh pada seri Xperia tipe mini pro versi 2. Hp ini sudah bersistem operasi Android versi 2.3.4 (Gingerbread), dan tentunya punya banyak sekali perbedaan dibanding hp sebelumnya. Xperia sudah memasuki kelas smart phone.

Bentuknya? Hehe, tetap aja kotak dan “tidak menarik” bagi banyak orang, walau memang ada beberapa bentuk kurva pemanis, sedikiiit…

Untuk pengendalian Xperia mini pro ini saya menggunakan perangkat lunak free MyPhoneExplorer, yang cukup dapat diandalkan. Tidak hanya pengendalian fungsi hp tetapi juga kemampuan untuk unggah/unduh file, pengaturan kalender kegiatan, dll, dengan sangat mudah dalam lingkungan android. Koneksi bisa melalui bluetooth, kabel data (USB), ataupun wi-fi. Hp juga bisa menjadi sumber wi-fi yang bisa dipakai oleh perangkat lain.

Sejak Pebruari 2012 Sony dan Ericsson resmi berpisah, dan hp Sony Ericsson menjadi sepenuhnya dikendalikan oleh Sony Mobile. Di era pergantian pemilik yang begitu likuid saat ini, suatu produk bisa saja berganti pemilik dengan sangat cepat. Semoga saja dukungan layanan yang diberikan semakin baik, terutama bagi penggemar setianya.

: )

Jendela kecil yang besar

2 Comments

Siapa yang tidak mengenal internet saat membaca tulisan ini? 99% kemungkinan pembaca tulisan ini telah mengenalnya. Sadarkah kita saat membaca ini seolah melihat dari jendela kecil yang besar..?

Jendela kecil yang dimaksud adalah layar monitor atau hape atau tablet anda. Dari jendela ini kita bisa melihat banyak hal dalam beragam bentuk. Kita bisa melihatnya dalam format teks, gambar, ataupun film. Semua bisa dinikmati sesuai dengan keinginan.

Kehadiran aplikasi media sosial semacam Friendster, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan lain-lain menambah kekayaan konten jendela kita tadi.

Dan mulailah kita menaruh banyak properti pribadi menjadi bagian dari konten jendela. Pertama-tama adalah nama kita atau sebutan keren atau sebutan diri supaya keren yang kita tampilkan. Lalu sejarah singkat kita dimulai dari kelahiran hingga pendidikan terakhir. Juga kesukaan kita akan buku, film, dan lain-lain kita tampilkan semua.

Dalam perjalanannya, kita dengan suka hati menyatakan pada “dunia” mengenai status kita. Status dapat berisi pendapat, uneg-uneg, berita bahagia, kemarahan, bahkan makian. Tidak jarang juga hanya diisi dengan satu kata yang tidak bisa dimengerti artinya.

Kitapun dengan sukahati ikutserta memperkaya jendela orang lain. Kita memberikan kata-kata berupa ucapan, pendapat, atau kadang respon yang “gak jelas”. Sering juga kita memberikan tautan film atau laman yang kita anggap (tidak) perlu tampil di jendela teman.

Semua itu kita lakukan tanpa lagi dibatasi waktu yang berjatah 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kapanpun kita sempat “membuka jendela” maka segeralah kita menambahkan kontennya. Begitu perhatiannya kita akan perubahan dan penambahan konten jendela kita.

Lalu, bagaimana sebenarnya yang kita lakukan saat kita tidak sedang “membuka jendela” alias berada dalam dunia nyata..? Apakah yang kita lakukan serupa dengan saat menatap “dunia lain” di seberang “jendela” tadi..?

Apakah kita dengan sukarela memberitahukan pada teman dan tetangga tentang aktivitas yang sedang kita lakukan..?

Saat ada tetangga lewat depan rumah, apakah kita memberitahu: “gw lagi nunggu kereta”, pasti yang lewat tadi bingung: emangnya lu di stasiun..?

Saat ada teman datang, langsung ngomong: “gw lg ng*pil nih…”, pasti si teman langsung menjauh.

Saat ada orang yang belum dikenal tanya nama kita, bukannya langsung jawab tapi pasti kita langsung berpikir: siapa lu nanya2 nama gw..?

Kalau dia langsung tanya tanggal lahir, maka kita pasti akan cuekin sambil ngedumel: emangnye lagi ada sensus penduduk.. pake nanya nama ama tanggal lahir segala.

Saat ada tetangga yang intip dalam rumah kita, pasti kita langsung usir sambil nyentak: ngapain lu intip rumah gw..

Begitulah…

Semua yang kita lakukan pada kehidupan nyata banyak sekali yang berbanding terbalik dengan kehidupan di balik jendela monitor kita.

Semua yang kita tutupi dengan rapi dan rapat, dapat seketika kita umbar lewat jendela “media sosial” dengan harapan semua friends dan followers kita tahu segera. Bahkan mengharap mereka merespon dengan segera. Semakin heboh semakin membuat kita senang.

Yang kita lakukan adalah ibarat sedang duduk dalam ruang yang gelap sambil melihat bola dunia yang terang di depan kita. Kita tidak ingin dilihat oleh orang lain di sekitar kita, tetapi kita ingin tampil di dunia dengan wujud yang kita inginkan.

Sudah terlepaskah kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri..?

Jawabannya ada pada perilaku kita masing-masing tentunya.
: )

*/ belajar nulis di dalam bis saat kemacetan pagi memasuki ibukota Jakarta.

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers