Bertamu ke Rumah Pangeran

21 10 2009
Clarence House (Wikipedia)

Clarence House (Wikipedia)

Rumah Pangeran itu mempunyai nama, dan namanya adalah Clarence House.

Ini adalah cerita saat mana memenuhi undangan dari The Prince’s Rainforest Project, pada bulan Oktober tahun 2008 lalu.

Pagi itu, Senin 20 Oktober 2008, setelah mandi pagi dan masih kacau dengan waktu akibat perbedaan sekitar 7 jam dengan waktu di kampung halaman, bersiaplah segera untuk keluar kamar dan menuju lobi Hotel Rubens, hotel berbintang empat yang cukup strategis di tengah kota London dan terletak berseberangan dengan kandang kuda istana Buckingham.

Pakai jas biru dongker oleh-oleh dari tim TISDA saat ke Amerika pertengahan 90-an, bersepatu sotik hitam Sin Lie Seng yang merupakan sepatu yang dipakai saat pernikahan (sayang sekali toko Sin Lie Seng di Pasar Baru Jakarta terbakar belum lama ini), dan berdasi rapi, duh jarang banget pake “seragam” kaya gini…

Read the rest of this entry »





Kumandang adzan yang tak pernah putus

23 08 2009
Garis fajar di ufuk timur kota London

Garis fajar di ufuk timur kota London, pemandangan dari jendela Boeing 747-400

Berapa kali kita mendengar adzan, seruan/ajakan menunaikan sholat, dalam sehari..? Dalam kondisi normal, kita hanya mendengar lima kali, sesuai dengan kewajiban harian sholat wajib. Dalam kondisi lain kita bisa mendengar lebih dari itu, misalnya saat adanya gerhana matahari atau bulan, atau saat beberapa kasus khusus lainnya terjadi. Tetapi sadarkah kita bahwa adzan dikumandangkan umat muslim dengan tak pernah putus selama sehari penuh..?

Saat meniti perjalanan ke belahan dunia lain, Oktober tahun 2008 lalu, kesadaran ini kembali muncul dan mengingatkan bahwa adzan selalu berkumandang setiap saat, dan tak pernah berhenti. Yang mengingatkan adalah perjalanan yang seolah berpacu dengan kehadiran sinar matahari.

Start saat matahari telah terbenam di Bandara Soekarno-Hatta, kemudian mampir sebentar di Kuala Lumpur International Airport, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara Heathrow London. Sesaat sebelum mendarat terlihatlah garis fajar yang telah nampak di arah timur.

Read the rest of this entry »





Menikmati Nusantara

5 07 2009

Keindahan Nusantara, subhanallah, luar biasa. Saya merasa sangat beruntung bisa mendapat kesempatan untuk menikmati beberapa diantaranya di sela-sela tugas. Semakin banyak mengetahui lokasi-lokasi indah semakin bersyukur pada Sang Pencipta akan karunia Nya ini, dan… semakin sedih melihat negeri ini yang belum bisa memelihara dan memanfaatkan dengan baik segala yang ada tersebut.

Masih banyak tempat yang belum sempat disinggahi, sementara masih tersimpan rapi dalam mimpi…

Dengan memanfaatkan fasilitas album foto di Facebook, dan layanan slide pada Slide.com, maka saya coba menampilkan beberapa foto yang sempat diunggah di Album Nusa Antara, dalam format slide seperti terdapat dibawah ini:





Mengintip daun padi

2 05 2009
Mengintip daun padi

Mengintip daun padi

Seminggu di hamparan sawah sangat mengasyikkan. Apalagi sembari menyaksikan pemandangan kesibukan para petani dan buruh tani dalam memanen hasil padinya. Saatnya panen raya tampaknya…

Kegiatan kali ini adalah lanjutan dari kegiatan tahun lalu, yaitu perekaman spektral tanaman padi (baca di: Matahari, nggak pake awan). Tetapi tentunya mempunyai target yang berbeda. Target kali ini adalah perekaman kondisi daun padi dengan membagi dalam kondisi: daun sehat dan daun “sakit”. Pengertian sakit disini adalah daun bergejala terserang oleh OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan), dengan diutamakan yang terserang oleh BLB (Bacterial Leaf Blight, atau Hawar Daun Bakteri atau penyakit kresek) dan BRS (Bacterial Red Stripe).

Lokasi perekaman adalah di Karawang (Kecamatan Cilamaya Wetan dan Tempuran) dan di Indramayu (Kecamatan Krangkeng). Cerita perjalanan dan hasil akan ditulis kemudian (semoga gak lupa… hehe…), sedangkan foto-foto di lapang, saat mengintip daun padi, dapat dilihat berikut ini:

Read the rest of this entry »





Salah lihat salah tempat salah baca

11 03 2009
Berita Koran Tempo

Berita Koran Tempo

Suatu pagi di bulan Maret, matahari belum menggeliat dari tidurnya. Saya dan rekan, mbak Namiko, sedang menunggu pengumuman keterlambatan waktu boarding di Gate 5, untuk penerbangan GA160. Terdapat tiga TV di satu sisi ruang itu, dan dua diantaranya sedang menyiarkan berita… Kecelakaan Pesawat Terbang di CGK…

Mbak Namiko, asal Yokosuka, yang baru datang 12 jam sebelumnya dari Narita, Jepang, juga menyimak. Dengan pengetahuan Bahasa yang cukupan, dia paham bahwa sesuatu tengah terjadi di bandara CGK, tempat dimana dia saat ini berada. Mbak Namiko tanya, bagaimana nanti kita kembali ke Jakarta tiga hari lagi..? Maskapai apa yang akan kita pakai…? Segera cek tiket yang sudah dibelikan oleh mbak Nana…

Read the rest of this entry »





Menikmati sajian Pasar Malam Ruen Rom

27 01 2009
Sajian pasar malam

Sajian pasar malam

Makanan. Dimana ada makanan, di sana ada keramaian. Eh, dimana ada keramaian, di sana ada makanan… Entahlah yang mana yang benar.

Saat menikmati malam-malam yang dingin di berbagai jalan kota Khon Kaen, akhirnya didapat juga tempat teramai, yaitu tempat makan, yang terletak di jalan Ruen Rom.

Jalan Ruen Rom terpotong sebagian, tepatnya dari persilangan dengan Jalan Na Mueang sampai ujung pertigaan dengan jalan Klang Mueang. Sepenggal jalan ini sengaja ditutup sebagai tempat berjualan berbagai macam barang. Disini bisa kita temui dari buah-buahan segar hingga siput, eh, seafood maksudnya, dari sepatu hingga beragam tas, dari CD musik hingga pakaian dalam. Semua tertata rapi dan menarik, tidak ada keseragaman bentuk tenda ataupun gerobak, yang seragam cuma satu: rapi. Kerapian ini cukup “menakjubkan” karena ini adalah pasar. Pasar yang buka hanya pada malam hari. Pasar yang tidak ada polisi pengawas yang akan berteriak jika ada ketidakrapian. Semua berjalan dengan seperti biasa dan tetap rapi. Kerapian ini menjadi luar biasa saat diperhatikan… ternyata lingkungan sepanjang pasar malam ini juga: bersih..!

Tidak ada sampah berserakan dan tidak ada becek mengganggu sepatu.

Read the rest of this entry »





Khon Kaen yang menyenangkan

26 01 2009
Kota Khon Kaen

Kota Khon Kaen

Khon Kaen, sebuah kota menyenangkan di region Timur Laut Thailand. Walau ketinggian lokasi dpl (di atas permukaan laut) hampir sama dengan Kota Bogor di Jawa Barat (yaitu sekitar 100 meter), musim dingin disini jauh lebih dingin. Ini kemungkinan karena kota Khon Kaen terletak pada lintang yang cukup besar dibandingkan Bogor, yaitu sekitar 16 derajat Utara (Bogor pada lintang 6,5 derajat Selatan). Saat mengunjungi kota ini pada pertengahan Januari 2009, suhu berkisar 12 – 18 Celcius. Kota Khon Kaen adalah juga sebagai ibukota Provinsi Khon Kaen dan juga Distrik Khon Kaen. Kota ini juga dikenal sebagai kota penting dalam perdagangan sutera Thailand.

Apa yang menarik dari kota ini..?

Read the rest of this entry »





You are not alone

22 01 2009
You are not alone

You are not alone





LCLUC Meeting @ Khon Kaen

13 01 2009
Workshop Participants

Workshop Participants

NASA-LCLUC Science Team Joint Meeting with MAIRS, GOFC/GOLD and SEA START Programs on Land-Cover/Land-Use Change Processes in Monsoon Asia Region
Khon Kaen, Thailand, January 12-17, 2009

GPS address: N 16 25 46.5 – E 102 49 49.7

Official Website, click here.

Local host: Mekong Intitute, Khon Kaen University, Thailand.

Photo album:

About Khon Kaen city, click here.

See movies:

Read the rest of this entry »





Greenwich si Pembatas Dunia

26 12 2008
Prime Meridian of The World

Prime Meridian of The World, pembagi East dan West Longitude

The City Cruiser akan berlabuh di dermaga Greenwich selama 20 menit. Waktu yang sangat singkat untuk suatu kunjungan di kota “sekelas” Greenwich. Setelah turun dari boat, yang memakan waktu sekitar 5 menit karena harus antri dengan penumpang lain yang cukup banyak, segera mencari peta lokal yang selalu ada di lokasi-lokasi wisata. Saya berjalan dengan Suvit, sementara dua rekan lain, Do Xuan Lan dan Sithong, memisahkan diri entah kemana.

Kami berdua mempunyai tujuan yang sama yaitu Greenwich Park.

Tulisan ini masih lanjutan dari The Series – London 2008.

Read the rest of this entry »





Cruise The Thames in Style

7 12 2008
Penumpang City Cruises di dek

Penumpang City Cruises di dek

Berlayar di sungai Thames dengan bergaya, kira-kira itulah artinya judul leaflet yang saya terima dari petugas loket City Cruises.  Tepat sesuai jadwal, kapal merapat di dermaga Waterloo Millenium. Para calon peserta pelayaran segera berbaris rapi dan bergerak naik ke kapal. Hampir semua penumpang naik ke dek di bagian atap.

Cuaca lumayanlah. Agak berawan dengan suhu sekitar 12 derajat Celcius. Sinar matahari sesekali menembus barikade awan-awan yang setia menutup kota London sejak pagi. Yang kurang bersahabat adalah angin, sesekali terpaannya begitu kencang yang mampu menembus baju hangat atau jaket dan terasa tajam di kulit.

Oya, tulisan ini masih bagian dari The Series – London 2008.

Read the rest of this entry »





Made in China

5 12 2008
Campillos @ Spain

Campillos @ Spain

Juni 2003, saatnya musim panas di Eropa Selatan. Saya sedang berada di Desa Campillos, Spanyol bagian Selatan, yang mempunyai suhu harian berkisar 35 – 40 Celcius.

Banyak yang “antik” disini. Antara lain tiap siang hari semua kegiatan di daerah terpencil ini berhenti sekitar pukul 13. Inilah saatnya siesta yaitu saatnya semua kegiatan berhenti untuk istirahat siang. Semua toko segera menutup pintu dan… berbaringlah. Siesta memang berarti baringan, berbaring untuk istirahat. Desa segera senyap, semua aktivitas hilang dari pandangan. Semua orang menyelinap di rumah masing-masing.

Siesta berakhir pada pukul 16. Perlahan semua kegiatan terlihat kembali semarak. Jalan-jalan mulai terisi dengan berbagai kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil kecil (sekelas jip dan sedan), sesekali traktor pun melintas di tengah kota. Maklumlah desa pertanian, banyak traktor disini. Toko-toko pun segera membuka pintu, jendela dan korden mereka. Toko di Campillos mirip dengan toko di pedalaman tanah air tercinta. Kemiripan antara lain: lokasi yang tersebar di seluruh kota, toko sekaligus menjadi hunian pemiliknya, dan isinya sangat beragam kecuali untuk beberapa toko khusus yang menjual buku, sepatu atau pakaian, yang tidak tercampur dengan barang lain.

Read the rest of this entry »





Buckingham dan The London Eye

11 11 2008
Buckingham Palace

Buckingham Palace

Melangkahkan kaki keluar dari Hotel Rubens, menembus suhu yang tidak normal bagi penghuni katulistiwa, sekitar 10 derajat Celcius, adalah tantangan yang mengasyikkan. Peta kota sudah siap di tangan, dan sasaran pertama adalah obyek terdekat: Buckingham Palace.

Dari hotel segera menyusuri Buckingham Palace Road ke arah Utara, dan sekitar 450 meter sampailah di muka istana yang megah. Pagar tinggi yang berdiri kokoh memisahkan pengunjung dengan dinding istana sejauh 40 meter.

Halaman istana ini kosong melompong tidak ada benda atau tetumbuhan apapun. Bangunan yang digunakan pimpinan Kerajaan Inggris Raya sejak tahun 1837 ini terdiri dari 775 ruang, merupakan tempat tinggal Ratu Inggris saat ini. Dari pinggir pagar para turis hanya bisa menyaksikan goyangan penjaga berjambul (atau topi?) hitam, bentuk khas penjaga istana kerajaan. Di depan istana terdapat tugu peringatan Victoria.

Read the rest of this entry »





Kaos identitas lokal

30 10 2008
Pempek Kapalselem

Pempek Kapalselem

Saat keluyuran diberbagai pelosok bumi nusantara, salah satu cendera mata yang selalu dicari adalah kaos. Kaos yang dipilih tentunya adalah yang memuat tulisan atau gambar yang menandai lokasi atau daerah dimana saat itu berada. Saat di Kalimantan Timur, maka gambar ataupun tulisan “yang berbau” Kalimantan Timur lah yang dicari. Begitu juga saat di Papua, Bali, Pulau Weh, ataupun daerah lain.

Jika gambar atau celoteh yang tertoreh di kaos adalah hal yang lucu ataupun plesetan maka akan menjadi daya tarik yang lebih. Tentu tiap kali memakainya akan selalu senang karena pastilah akan dibaca orang lain dan orang tersebut pun akan tersenyum. Dan jika gambar yang ada melukiskan landmark maka tentunya akan mengingatkan banyak orang tentang keindahan yang ada disana.

Beberapa “koleksi” yang ada sudah mulai difoto dan dimasukkan dalam album Picasa. Masih belum semua, baru beberapa saja (and counting…). Karena Picasa menyediakan fasilitas “map” untuk tiap foto, maka lebih asik lagi karena bisa melihat “peta sebaran” kaos yang telah dimiliki.

Kaos bisa menjadi identitas lokal. Dan dapat terlihat daerah mana saja yang telah mempunyai “rasa bangga” memamerkan diri melalui media kaos…

Sila lihat di Album Picasa (klik disini).

: )





Hijrah ke London

29 10 2008
Dikejar fajar

Dikejar fajar

Meminjam judul salah satu karya the Changcuters dalam album Mencoba Sukses Kembali, Hijrah ke London, cerita Kondangan di Perbatasan Dunia dilanjutkan. Ini karena cuplikan lagu tersebut disinggung oleh beberapa rekan dalam merespon di berbagai kesempatan terkait acara kondangan ini, baik di blog maupun di plurk

Boeing 747-400 dengan kode penerbangan MH002 yang tertunda keberangkatannya dari KLIA segera mengudara. Perjalanan berdurasi sekitar 13 jam pun dimulai. Kali ini terasa layanan “antarbangsa” yang (memang seharusnya) disuguhkan oleh awak kabin. Fasilitas pesawat juga ok. Tiap penumpang dapat menikmati layar kecil di depannya, yang berisi belasan film (dan juga games) dimana masing-masing film rerata mempunyai 4 bahasa yang berbeda disertai subtitle bahasa arab.

Yang menarik salah satunya adalah Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (sila lihat situsnya). Film produksi Lucas FIlm ini penuh dengan adegan mengasyikkan dari Harrison Ford sebagai Indiana Jones yang bertualang (dan bertemu) dengan anak dan istrinya di hutan Amazon…

Read the rest of this entry »