Home

Berbagi dengan Menggambar Hujan di Peta Nusantara

1 Comment

banjir sejenak

Banjir sejenak di depan rumah.

Berbagi informasi melalui media internet bukanlah hal yang luar biasa lagi. Banyak yang (mengaku) sebagai jurnalis lepas dan mewartakan segala hal melalui blognya, dan hal ini telah mengubah cara kita mengekspresikan banyak hal pada dunia. Segala hal dapat kita informasikan pada siapapun melalui internet. Bagaimana dengan informasi kondisi sekitar yang relatif sangat cepat berubah..?

Hujan pada umumnya terjadi tidaklah lama. Durasi hujan yang pernah saya alami hanya beberapa detik hingga beberapa jam saja. Tetapi yang relatif sebentar itu ternyata dapat berakibat yang luar biasa. Yang paling sederhana adalah terjadinya genangan akibat limpasan permukaan yang tidak bisa lagi ditampung oleh got depan rumah saya.

Dan yang paling rumit kemudian adalah meluapnya sungai (dimanapun) yang dapat menghancurkan karya budaya manusia, bahkan dapat mengakhiri hidup manusia juga. Hal ini, banjir maksudnya, tentunya dapat terjadi karena banyak hal. Saya tidak akan membahas masalah itu saat ini. Apalagi membahas banjir Jakarta, wah gak perlu sekarang deh… hehe…

Saya ingin membahas mengenai berbagi informasi mengenai kondisi hujan (dan banjir) yang terjadi di sekitar kita. Saya pernah menuliskannya dalam blog dengan tajuk Gundala membangunkan Sijampang dua tahun lalu. Itu adalah versi awal dari aplikasi Sijampang.

Apakah aplikasi Sijampang..? Sijampang mempunyai arti Sistem Informasi Hujan dan Genangan berbasis Keruangan. Merupakan sistem informasi dimana kita bisa berbagi informasi mengenai kondisi hujan dan genangan (banjir) yang terjadi di sekitar kita secara langsung dan berbasis lokasi.

Informasi publik di dalam jangkauan Radar Cuaca

Informasi publik di dalam jangkauan Radar Cuaca

Sijampang didukung oleh dua komponen penting yaitu komponen peralatan deteksi cuaca, dan komponen informasi dari publik.

Pada komponen pertama, Sijampang dilengkapi dengan radar cuaca yang terpasang di Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), Serpong. Radar ini beroperasi selama 24 jam dan selalu memperbarui datanya setiap enam menit. Cakupan wilayah yang dideteksi oleh radar di Puspitek ini mempunyai radius 105 km. Data yang direkam oleh radar cuaca ini (dikenal dengan nama Radar HarimauHydrometeorological ARray for Intraseasonal-variation Monsoon AUtomonitoring) kemudian diolah oleh NEOnet di BPPT Jakarta. Setelah didapat beberapa parameter kemudian ditampilkan dalam bentuk peta hujan terkini melalui internet.

Komponen kedua, yang tak kalah penting adalah informasi dari publik. Pelibatan publik disini adalah untuk memperkaya informasi yang ada sesuai dengan lokasi para pemberi informasi, atau dikenal dengan sebutan kontributor Sahabat Sijampang. Kontributor berasal dari masyarakat yang peduli dengan informasi cuaca, dan bersedia berbagi dengan yang lain. Cara keterlibatan adalah dengan mengirimkan informasi kondisi cuaca (cerah, berawan, hujan ringan, sedang, atau lebat) melalui perangkat HP-nya. Informasi bisa dikirimkan melalui SMS atau E-mail, dan mendukung berbagai jenis HP yang ada di masyarakat. Info yang dikirimkan akan otomatis masuk dalam peta daring interaktif Sijampang, yang berupa webGIS, tanpa perlu repot-repot lagi…

Gabungan dari kedua komponen ini adalah informasi mengenai kondisi cuaca setempat dan dapat diketahui oleh publik melalui petra hujan terkini dan juga melalui jejaring micro blogging twitter. Akun di twitter yang dapat di-follow oleh publik adalah @infohujan.

Partisipasi publik untuk wilayah Nusantara

Partisipasi publik untuk wilayah Nusantara

Informasi dari publik diharapkan membantu memperkaya informasi yang diperlukan oleh banyak pihak dengan banyak kepentingan. Misalnya adalah jika terjadi hujan dengan intensitas diatas rerata pada suatu wilayah yang rawan longsor atau banjir maka dengan saling menginformasikan kondisi hujan dapat diantisipasi kemungkinan yang bakal terjadi.

Pada suatu lokasi spesifik yang terancam oleh lahar dingin, misalnya, dengan menginformasikan titik/lokasi terjadinya hujan beserta intensitas dan keterangan kondisi sungai maka semua pihak terkait dapat mewaspadainya dengan segera.

Banyak lagi yang dapat dimanfaatkan dari informasi hujan yang datang langsung dari publik. Dan, sekali lagi, semuanya tergambar langsung di peta interaktif Sijampang.

Bagaimana menjadi kontributor informasi hujan/banjir ini..? Silakan kunjungi laman prosedur di blog Sijampang.

Bagaimana mudahnya mengirimkan informasi ke aplikasi Sijampang..? Silakan baca di laman cara mudah mengirimkan informasi.

Dengan terbukanya sistem ini untuk digunakan oleh pengguna (user) dalam berbagai keperluan diharapkan informasi hujan/genangan dapat mengalir dan segera digunakan dengan baik dan benar.

Mari kita menggambar hujan di Peta Nusantara… Dari kita untuk semua…

: )

Membaca vektor di alam

Leave a comment

vektor alam

membaca vektor di alam

Melihat gambar alam maka sebagai orang spasial sewajarnya dapat langsung mendefinisikan fitur yang ada. Tiga fitur dasar adalah titik, garis, dan poligon. Apakah yang terpikir saat melihat gambar diatas dan dalam waktu singkat menuangkan pendapatnya tentang fitur yang ada..?

Beberapa rekan mahasiswa menjawab seperti di bawah ini:

Pendapat-1:

Dari gambar estuari yang ditampilkan bila ditinjau secara GIS berupa titik, garis dan polygon adalah sebagai berikut:
a) garis: tepi jalan, tepi sungai, jalan dan sungai bila diperbesar juga akan tampak sebagai garis.
b) titik: pohon (tunggal, bukan kumpulan pohon), batu, rumah (sebagai titik karena tampak kecil), perpotongan antara 2 jalan (perempatan) dan
c) poligon: tambak, blok-blok tambak (1 blok bisa terdiri dari lebih dari 1 tambak), lahan kosong yang tampak jelas batas-batasnya, hutan mangrove, bangunan yang besar (tampak atapnya sebagai persegi panjang).

Pendapat-2:

Pada gambar lokasi riset magrove di estuari perancak terdapat point yang berupa lokasi survey, nama sungai, dan untuk polygon terdapat beberapa objek yaitu vegetasi (mangrove), tambak, pemukiman (kantor dan rumah) dan sungai besar, sedangkan untuk line hanya jalan umum dan setapak.

Pendapat-3:

pada gambar yang ada terlihat,1, Polygon terdiri dari pematang tambak kering maupun terisi , daerah kawasan mangrove, terlihat juga polygon untuk kawasan pemukiman, 2. Garis terdiri dari aliran sungai besar, sungai kecil atau kali,dan jalan,3. point atau titik terdiri dari kantor riset. daerah titik sampel untuk kategori jenis mangrove.

Pendapat-4:

Dari image tersebut, yang berupa garis atau line adalah sungai besar (Sowan perancak), sungai kecil yang melewati daerah hutan bakau (Tukad Loloan, Tukad Perahu), sungai kecil yang melewati daerah tambak (Tukad Loloantelegi), jalan. Poligon pada image tersebut berupa daerah tambak, hutan bakau (yang terlihat batas area nya). Titik atau point pada image tersebut berupa rumah dan pohon bakau yang terlihat single.

Pendapat-5:

Dari hasil analisis saya benda atau objek yang berupa titik adalah: titik sample riset, kantor, serta semua titik-titik penghubung yang membuat sebuah garis atau polygon. Yang berupa garis adalah : jalan raya, sungai, serta garis-garis penghubung yang membentuk sebuah polygon. Sedangkan objek yang berupa polygon adalah : tambak, area hutan mangrove, dan perkampungan.

Tidak ada yang salah dari pendapat diatas, karena masing-masing dapat mendefinisikan sendiri bentukan dan fitur yang dilihat pada gambar tersebut.

Bagaimana dengan pendapat anda sendiri..?

: )

Koran Jakarta: Lebih Akurat dengan Radar dan Satelit

7 Comments

Reportase oleh Koran Jakarta tentang aplikasi Radar Cuaca Harimau terkait dengan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), suatu penelitian bersama antara Program Harimau BPPT dengan Balai Besar Peramalan OPT Departemen Pertanian:

Kegiatan kajian ini sendiri dapat diikuti pada Situs Kegiatan.

 

Sudut pandang spasial

18 Comments

Windows XP "Azul" peaceful island wallpaper

Windows XP "Azul" peaceful island wallpaper

Ketika kita dihadapkan pada suatu tampakan, apakah itu suatu lukisan, foto ataupun lanskap alami, maka sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia keilmuan terkait dengan spasial, apa yang dapat kita pikirkan..?

Dengan melihat gambar diatas, yang merupakan gambar “wallpaper” yang sering kita lihat pada Windows XP, beberapa rekan melukiskan dalam beragam sudut pandang. Semua pendapat ini dikeluarkan hanya dalam waktu kurang dari 10 menit… ho ho ho…

Hasilnya antara lain adalah:

Pendapat-1:

somewhere existed three units point, that reside in in a beautiful polygon in the middle of wide place, and have segment that arranged

More

Pentingnya memahami PIL

6 Comments

Serangan BLB dan OPT lain

Serangan BLB dan OPT lain pada daun tanaman padi

Kali ini mencoba menuliskan sesuatu yang didapat dari “dunia lain”. Dan hal ini didapat langsung dari pemaparan ahlinya, sehingga sayang sekali kalau tidak direkam dalam kertas dijital ini.

Kali ini memang hal yang didapat dari dunia keilmuan yang sangat berbeda dari yang selama ini dijalani. Tepatnya adalah dunia tumbuhan sekaligus dunia mahluk hidup yang (oleh manusia) digolongkan dalam OPT, Organisme Pengganggu Tumbuhan. Sejatinya, para mahluk hidup yang telah menjadi “musuh” manusia itu adalah mahluk hidup biasa, yang hidu dimana mereka biasa hidup, sejak diciptakan oleh Nya.

Yang kemudian “dipermasalahkan” oleh para manusia adalah akibat dari aktivitas mereka yang “dianggap” telah mengancam kepentingan kehidupan manusia. Sebagai “penguasa” di muka bumi, mahluk hidup yang bernama manusia, boleh-boleh saja menghakimi mahluk hidup lainnya sesuai asumsi yang diyakini. Dan pada tahun 2008 ini saya memasuki salah satu bidang “hukum manusia” terhadap mahluk hidup lainnya, yaitu yang “bernasib” telah digolongkan dalam OPT.

More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers