25 January 2010
httsan
Patee del rincón, Periodo de servicio
banjir, BMKG, BPPT, Hujan, mapping, NEOnet, participatory, partisipatory mapping, ptisda, SIG, Sijampang, WebGIS

WebGIS Sijampang
Pemetaan partisipatif (partisipatory mapping) adalah suatu kegiatan dalam pemetaan yang semakin banyak diterapkan diberbagai bidang saat ini.
Pemetaan ini adalah suatu aksi yang melibatkan pemangku kepentingan dalam membangun informasi keruangan.
Metoda pelaksanaan sangat beragam dan sangat situasional.
Contoh: saat akan diadakan pengembangan kawasan pantai maka para nelayan dilibatkan dalam menentukan zona yang direncanakan sebelumnya oleh pengembang atau pelaksana (pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat). Ketidaktahuan nelayan dalam hal pemetaan dijembatani dengan mengajak mereka berdiskusi kemudian meminta mereka menggambarkan dengan coret-coretan pada kertas yang disediakan sesuai dengan keinginan atau pemikiran mereka. Apakah coretan itu berupa titik, garis, atau poligon, dalam praktiknya dapat mempunyai istilah beragam disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan istilah yang dimengerti masyarakat lokal tersebut.
More
-6.589166
106.792999
Like this:
Be the first to like this post.
2 May 2009
httsan
Acquisition, Mijn reizen, Notas rápidas, Periodo de servicio, Photomoregana, Tanah-Air
BBPOPT, BPPT, hiperspektral, hyperspectral, indramayu, Karawang, OPT, padi, ptisda, spectrometer, spektral, spektrometer

Mengintip daun padi
Seminggu di hamparan sawah sangat mengasyikkan. Apalagi sembari menyaksikan pemandangan kesibukan para petani dan buruh tani dalam memanen hasil padinya. Saatnya panen raya tampaknya…
Kegiatan kali ini adalah lanjutan dari kegiatan tahun lalu, yaitu perekaman spektral tanaman padi (baca di: Matahari, nggak pake awan). Tetapi tentunya mempunyai target yang berbeda. Target kali ini adalah perekaman kondisi daun padi dengan membagi dalam kondisi: daun sehat dan daun “sakit”. Pengertian sakit disini adalah daun bergejala terserang oleh OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan), dengan diutamakan yang terserang oleh BLB (Bacterial Leaf Blight, atau Hawar Daun Bakteri atau penyakit kresek) dan BRS (Bacterial Red Stripe).
Lokasi perekaman adalah di Karawang (Kecamatan Cilamaya Wetan dan Tempuran) dan di Indramayu (Kecamatan Krangkeng). Cerita perjalanan dan hasil akan ditulis kemudian (semoga gak lupa… hehe…), sedangkan foto-foto di lapang, saat mengintip daun padi, dapat dilihat berikut ini:
More
Like this:
Be the first to like this post.
11 April 2009
httsan
Periodo de servicio, Vlugge schakels, WebGIS
GIS, legislatif, Pemilu, Spasial, WebGIS

WebGIS Pemilu 2009
Akses WebGIS di WebGIS.kpu.go.id
Berita-berita seputar WebGIS ini dapat diikuti di Blog WebGIS Pemilu 2009.
Like this:
Be the first to like this post.
4 April 2009
httsan
Periodo de servicio, WebGIS
2009, BPPT, KPU, Pemilu, ptisda, WebGIS

Sebagian Tim basisdata sedang khusyuk di hari Sabtu
Minggu ini adalah minggu yang melelahkan. Diawali dengan keberangkatan ke Banyuwangi pada hari Minggu lalu (29/03). Walau perjalanan dilalui 2/3-nya dengan kendaraan udara, tapi bagian 1/3 dari perjalanan itu harus dengan kendaraan darat selama 6 jam. Boyok lumayan puegel. Selasa malam akhirnya kembali bisa menikmati kasur empuk di Desa tercinta, Desa Ciparigi Bogor…
Rabu pagi, sesuai jadwal, maka berangkatlah dengan tim lapang ke Karawang. Kegiatan perekaman data lapang di Karawang dalam rangka Program Harimau BPPT sedang berlangsung. Stamina nyawah pun harus siap untuk kurun waktu hampir tiga bulan, walau hanya hari Rabu saja yang “harus” turun ke sawah.
Rabu lalu, bertepatan dengan tanggal 1 April, mendapat berita (seolah) serupa dengan kebiasaan tanggal 1 April, yaitu April Mop. Saat di sawah desa Lemahabang ditelepon untuk segera siap terlibat dalam kegiatan TI KPU. Bener nih..?
More
Like this:
Be the first to like this post.
29 March 2009
httsan
Acquisition, Notas rápidas, Periodo de servicio
BBPOPT, BPPT, hyperspectral, indramayu, Karawang, OPT, padi, ptisda, pustaka spektral, Radar Cuaca, spectral library, spectrometer, spektral, spektrometer, subang, tisda

Lokasi Pengamatan
Kegiatan tahun 2009 telah dimulai. Tahun ini mempunyai kewajiban “turun ke sawah” untuk dua kegiatan dalam dua Program di tempat tugas. Dan keduanya adalah lanjutan dari yang sudah dimulai pada tahun lalu, 2008.
Tugas pertama adalah melanjutkan pembangunan pustaka spektral untuk tanaman padi. Daerah kajian adalah hamparan sawah di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Kegiatan tahun 2008 adalah perekaman spektral tanaman padi per kelompok umur (sila baca di: “Matahari, nggak pake awan“). Tahun ini akan di-”tajam”-kan lagi dengan membedakan daun sehat dan sakit (terserang OPT tertentu). Kerjasama dengan rekan-rekan di Dinas Pertanian pada masing-masing Kabupaten adalah sangat penting. Juga rekan-rekan dari Balai Besar Peramalan OPT, yang bermarkas di Jatisari, Karawang, karena merekalah ahlinya dalam identifikasi OPT.
Tugas kedua adalah melanjutkan pembumian Teknologi Radar Cuaca dalam rangka peramalan sebaran OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). Untuk masalah yang satu ini, kerjasama dengan BBPOPT Jatisari dilanjutkan dan memasuki tahun ke-2 (sila baca di: “Lokakarya memadukan makro dan mikro“). Kajian tahun lalu masihlah global, sedangkan tahun ini lebih detil dan hanya melihat beberapa titik pengamatan (18 lokasi hamparan di Kabupaten Karawang).
Belum banyak cerita dari kedua tugas tersebut, karena semua masih dalam tahap awal.
Untuk kegiatan lapang tugas kedua, yang hanya meliput beberapa kecamatan di Kabupaten Karawang, saya membuat situs web kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas dari Google Sites, Google Docs, dan Google Maps.
Sila mampir ke situs web kegiatan “radar-opt“…
: )
Like this:
Be the first to like this post.
9 March 2009
httsan
Mi Comunidad, Patee del rincón, Periodo de servicio, WebGIS
BPPT, Buana Katulistiwa, ESRI South East Asia, GIS, GISER, Jurusan Geografi, KPU, MAPIN, NEOnet, Pemilihan Umum, Pemilu, Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Polling Center, ptisda, Spasial, tisda, Universitas Indonesia, WebGIS

WebGIS Pemilu, the untold stories
Konon, satu dekade yang lalu, orang selalu ingat akan penyelenggaraan Pemilu dengan mendengar “inga… inga…“, iklan sosialisasi Pemilu yang sangat populer seiring dengan panasnya kebebasan berpolitik di negeri ini. Dan kini, tanpa (atau malah “sangat”) terasa Pemilu 2009 sudah diambang pintu. Tinggal sebulan lagi pesta “demokrasi” akan dilaksanakan di negeri yang mempunyai area luas membentang (lautnya) dengan ribuan pulaunya. Suatu “super-hajat” bagi kita semua, baik yang tergila-gila dengan ke-caleg-annya ataupun bagi yang menenteng ringan ke-golput-annya.
Pemilu 2009 adalah pemilu yang ke-6 bagi saya sejak saya mempunyai hak memilih, dan merupakan yang ke-… dalam penggunaan hak tersebut (rahasia, katanya…). Kali ini saya mencoba mengenang dua Pemilu terakhir, yaitu Pemilu 1999 dan Pemilu 2004, dari sisi keterlibatan sebagai “Pekerja Spasial“.
More
Like this:
Be the first to like this post.
26 February 2009
httsan
Patee del rincón, Periodo de servicio
100%, Badan Kepegawaian Negara, BKN, NIP, Nomor Induk Pegawai, Pegawai Negeri Sipil, PNS
Tahun 2009 ini PNS (Pegawai Negeri Sipil) mendapat “hadiah” kenaikan 100%. Apa yang naik..? Jumlah angka NIP-nya…
Keputusan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara, yang ditetapkan tanggal 6 Oktober 2008, mengubah NIP “lama” yang berjumlah 9 angka (dijit) menjadi NIP “baru” yang berjumlah 18 angka.
Tidak ada hubungan antara NIP lama dengan NIP yang baru, jadi artinya total berubah. Jika NIP lama bisa teridentifikasi asal instansi si PNS, maka pada NIP baru tidak terlihat berasal dari mana.
Misalnya si Fulan punya NIP baru: 19700131 199703 1 002
Maka penjelasannya:
- 8 angka pertama “19700131” adalah tanggal lahir (berarti si Fulan lahir 31 Januari 1970)
- 6 angka berikutnya “199703” adalah bulan masuk menjadi CPNS/PNS (TMT si Fulan adalah Maret 1997)
- 1 angka berikutnya “1” adalah jenis kelamin
- 3 angka terakhir “002” adalah urutan dari yang mempunyai tanggal lahir dan masuk PNS yang sama (si Fulan urutan kedua)
Tidak sulit untuk menghapalnya, karena 17 angka pertama adalah penjelasan personal si PNS (yang seharusnya sudah hapal luar kepala).
Tapi 18 angka cukup lumayan juga ya… Maka NIP dapat menjadi singkatan dari Nomor Induk Panjaaaaang…
: )
Like this:
Be the first to like this post.
Older Entries
Last Comments