Home

Kabut Kaldera Gunung Api Purba di Beratan

1 Comment

Danau di kaldera gunung api purba (Google Maps).

Negeri ini kaya akan gunung api dan juga gunung api purba. Salah satu gunung api purba terdapat di pulau Bali, dan kalderanya menjadi salah satu bentuk keindahan alam yang luar biasa. Kaldera gunung api purba itu menjadi tempat dari tiga buah danau, yaitu danau Beratan, danau Tamblingan, dan danau Buyan.

Akhir tahun 2011 saya berkesempatan menikmati keindahan danau di kaldera purba ini. Danau Tamblingan dan danau Buyan hanya sempat dinikmati dari jauh pada ketinggian view point dengan ditemani oleh banyak kera liar yang bersahabat. Sedangkan danau Beratan (sebagian lagi menuliskannya dengan: Bratan, tanpa huruf “e”) sempat menikmati dalam jarak dekat.

Tiap pencinta wisata nusantara pastilah sudah pernah mendengar tentang “Pura Bedugul”, dan dengan gampangnya dapat kita cari melalui images.google.com untuk mendapatkan gambarnya yang indah. Pura ini mempunyai nama “sebenarnya” adalah Pura Ulun Danu. Sebagian dari bangunan pura terletak terpisah dari daratan, pada dua buah daratan kecil, dan inilah yang selalu hadir dalam foto tentang pura ini. Dipisahkan beberapa meter dari daratan oleh air danau Beratan menjadikannya indah untuk dilihat wisatawan.

Tidak hanya keunikan itu tentunya, kondisi alam sekitar sangat membantu memperindah tampakan dari bangunan pura ini. Danau Beratan yang selalu dihadiri oleh kabut menjadikan nuansa yang sangat indah. Apalagi jika sinar matahari menerobos kabut pada waktu menjelang sore hari, keindahan tampakan pada lokasi tersebut sangat dinantikan.

Dengan ketinggian sekitar 1240-an meter dari rerata muka air laut, temperatur sekitar tentunya cukup dingin, dalam rentang belasan derajat Celcius. Kehadiran kabut yang tak henti-henti cukup mendinginkan sekaligus menghangatkan badan. Saat angin bertiup tentunya badan akan merasa dingin, sebaliknya saat tiada angin bertiup maka kabut justru menghangatkan.

Kehadiran kabut di permukaan danau menjadikannya obyek fotografi menarik sebagai “teman” dari pura yang memang sudah cantik.

Pura Ulun Danu di danau Beratan, Bedugul, Bali.

Menurut cerita penduduk sekitar, yang berjualan di pinggir jalan, Bedugul memang tidak seramai tempat wisata lainnya di Bali. Wilayah ini cenderung hanya sebagai daerah lintasan dari kota Singaraja di pantai Utara Bali, ke daerah lainnya di Selatan (atau sebaliknya). Penikmat biasanya hanya hadir dalam hitungan jam kemudian pergi. Atau bahkan hanya sekedar istirahat dan menghangatkan badan dengan makan bakso sambil menikmati pemandangan danau yang indah.

Di desa Candikuning, yang berdekatan dengan danau Beratan, banyak terdapat penginapan. Dari Hotel kelas tinggi hingga penginapan kelas melati yang cukup baik. Salah satunya adalah Ashram yang mempunyai rate sangat terjangkau dan berposisi sangat strategis dalam menikmati keindahan danau. Pun tak jauh dari pura Ulun Danu, dan juga dari lokasi penduduk atau tempat makan (restoran ataupun warung makan).

Bagi wisatawan yang beragama Islam, di desa Candikuning banyak terdapat masjid, dan tentunya tempat makan halal. Ini karena di tempat tersebut salah satu yang mempunyai komunitas muslim cukup besar. Adanya tempat makan berlabel halal ini tentunya memudahkan kaum muslim dalam menikmati makanan lokal sambil menikmati indahnya suasana dan dinginnya udara.

Menikmati suasana Bedugul...

Akhir tahun merupakan salah satu waktu yang menyenangkan bagi pencinta durian. Durian lokal (katanya sebagian besar dari daerah Singaraja), apalagi yang jatuhan, sangatlah nikmat. Beberapa menyerupai durian monthong impor dari sisi kecilnya biji dan tebalnya daging serta manisnya rasa. Walau dari segi dimensi durian lokal cenderung lebih kecil dari pada durian monthong. Tetapi untuk di desa Candikuning ini, kehadiran durian hanya bisa ditemui disiang hingga sore hari.

Menikmati durian di tengah kabut asik juga tampaknya… : )

*/—–

Terimakasih untuk Isal dan gerombolannya (hehe…) yang telah mengundang ke Bedugul.
Ohya, bagi yang akan travelling di Bali, bisa kontak mas Budi (08155744683) yang bisa antar kemana saja dengan aman dan nyaman… (iklan-dot-com).

Peta Kuliner Nusantara

8 Comments

Peta Kuliner

Peta Kuliner Nusantara

Membuka album foto hasil jepret sana-sini selama dalam perjalanan dibelakang, mengingatkan banyak hal. Perjalanan panjang ke berbagai tempat kembali teringat. Dan satu hal yang selalu dilakukan saat ngeluyur tersebut adalah menikmati sajian nusantara. Bahasa kerennya saat ini adalah “wisata kuliner”.

Lokasi “bahan bakar” yang sangat berharga ini, berharga dari sisi keperluan perut saat di lapangan, dan juga dari sisi berbagi pada rekan yang akan menuju lokasi yang sama, tentunya asik juga kalau diletakkan dalam satu lembar peta dijital. Berbekal beberapa foto yang telah ditemukan, dan juga berusaha keras mengingat banyak hal tentang lokasi-lokasi “kenikmatan” tadi maka diberanikan untuk meletakkan foto-foto tersebut di lokasi “sebenarnya”, dengan memanfaatkan Google Maps dan Album dijital Picasa.

Pada kenyataannya, tidak semua lokasi kuliner ini mengingatkan persis posisinya pada peta, karena yang lebih teringat adalah kelezatannya… hehe…

Dan juga, ternyata ada juga yang lokasinya sudah tidak ada lagi karena digusur oleh yang punya traktor berwenang…

Akhirnya modus “Phone-A-Friend” terpaksa dilakukan untuk beberapa kasus… Tentunya friend yang dikontak adalah yang berada di lokasi atau yang pernah mengantar atau pergi bersama menikmati kuliner tersebut.

Baru beberapa lokasi yang diingat dan berhasil dikumpulkan foto-fotonya, and counting

Untuk waktu saat ini dan kedepan peta ini akan diisi gabungan pengalaman saya dan istri (dan saat bersama keluarga) dalam menikmati sajian nusantara.

Sila mampir ke Peta Kuliner Nusantara

Salam kuliner… : )

Menikmati sajian Pasar Malam Ruen Rom

Leave a comment

Sajian pasar malam

Sajian pasar malam

Makanan. Dimana ada makanan, di sana ada keramaian. Eh, dimana ada keramaian, di sana ada makanan… Entahlah yang mana yang benar.

Saat menikmati malam-malam yang dingin di berbagai jalan kota Khon Kaen, akhirnya didapat juga tempat teramai, yaitu tempat makan, yang terletak di jalan Ruen Rom.

Jalan Ruen Rom terpotong sebagian, tepatnya dari persilangan dengan Jalan Na Mueang sampai ujung pertigaan dengan jalan Klang Mueang. Sepenggal jalan ini sengaja ditutup sebagai tempat berjualan berbagai macam barang. Disini bisa kita temui dari buah-buahan segar hingga siput, eh, seafood maksudnya, dari sepatu hingga beragam tas, dari CD musik hingga pakaian dalam. Semua tertata rapi dan menarik, tidak ada keseragaman bentuk tenda ataupun gerobak, yang seragam cuma satu: rapi. Kerapian ini cukup “menakjubkan” karena ini adalah pasar. Pasar yang buka hanya pada malam hari. Pasar yang tidak ada polisi pengawas yang akan berteriak jika ada ketidakrapian. Semua berjalan dengan seperti biasa dan tetap rapi. Kerapian ini menjadi luar biasa saat diperhatikan… ternyata lingkungan sepanjang pasar malam ini juga: bersih..!

Tidak ada sampah berserakan dan tidak ada becek mengganggu sepatu.

More

Memburu Dren Tengku Chik

6 Comments

Durian Tengku Chik

Durian Tengku Chik

Akhir Juli 2008 dihiasi dengan warna merah pada satu hari kalender, yaitu pada tanggal 30 Juli yang bertepatan dengan 27 Rajab 1429 H, libur nasional dalam rangka isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW. Libur sehari kali ini dimanfaatkan untuk… cari duren..!!! Kebetulan kali ini di Sabang sedang musim duren. Selain impor dari daratan, banyak juga duren produk lokal yang bisa ditemui. Tapi rasanya gak ada yg berani jamin. Maklumlah, dimanapun ada jual durian, sulit untuk menemukan yg te-o-pe yang mana.

Untuk wilayah Sabang, atau Pulau Weh, ada satu duren unik yang, katanya, mempunyai rasa yang khas dan dijamin mutunya. Durian ini dikenal dengan sebutan Durian Tengku, dan hanya tumbuh di daerah “gunung” di Kelurahan Iboih, Pulau Weh bagian barat. Siang, sekitar jam 12an, segera berangkat menuju lokasi. Kali ini berangkat bareng bang Udi, Irwan, dan Fahmi. Kami naik tiga kereta, saya dan Udi sendiri sedangkan Irwan dengan Fahmi sekereta. Ini bukanlah “naik kereta api tut tut tut…”, tapi kereta yang berarti “sepeda motor”.

More

PulauWehSabang dot com

1 Comment

PulauWehSabang.com

PulauWehSabang.com

Beberapa waktu/bulan lalu, sempat bermain ke Pulau Weh dan bertemu dengan rekan-rekan disana. Salah satu hasil ngobrol ngalor ngidul adalah tentang penggalakan promosi pariwisata. Pulau Weh adalah pulau yang indah, semua orang (yang pernah mampir) pasti setuju. Tapi keindahan lokasi wisata tanpa adanya promosi yang baik tentunya kurang meningkatkan percepatan industri pariwisata di pulau ini.

Selain dengan media cetak (brosur/leaflet/dll), maka media internet juga menjadi sasaran rambahan. Akhirnya jadilah simpulan untuk membuat situs web. Dan berdasar diskusi panjang (masih ngalor ngidul juga) akhirnya tampillah situs web wisata. Nama domain yang dipilih adalah pulauwehsabang.com.

Situs ini dibangun dengan aplikasi Joomla yang berbasis CMS itu. Jika ada waktu silakan mampir yah. Klik aja PulauWehSabang.com

Siapa tau (saya/anda) berkesempatan (lagi) ke sana dalam liburan tahun ini…

: )

Hiruk pikuk diakhir minggu

4 Comments

Police AcademyBerawal dari ajakan seorang rekan dalam pertemanan di Flickr (jejaring sosial dan tempat fotoblog) untuk “motret acara Police Academy Stuntman Show” di Ancol. Pesan yang mampir di inbox Flickr ini adalah dari masdm alias mas Deddy. Beliau ajak moto bareng diacara atraksi stuntman yang sedang manggung di Ancol sejak Mei lalu, dan katanya hingga Agustus nanti.

Apa sih Police Academy itu..? Salah satu Sekolah Kepolisian..? Kali ini, walaupun bernama “academy” tapi bukanlah sekolah melainkan kelompok stuntman untuk atraksi-atraksi menarik di atas kendaraan roda dua, tiga, dan empat.

Email dari masdm segera aja disambut gembira, karena ini ajakan yang menarik. Pertunjukan Police Academy di Pantai Carnaval Ancol adalah pertunjukan yang tidak membolehkan penontonnya untuk merekam dalam bentuk foto atau film. Jadi ajakan moto bareng dengan resmi, tanpa curi-curi kesempatan, tentunya menarik juga, selain atraksinya yang katanya heboh.

More

Entog Bang Combet

11 Comments

Warung Bang CombetSaat melintas di Indramayu, Jawa Barat, siapa yang nggak nengok ke warung Bang Combet di kawasan Sport Center maka akan kehilangan “rasa” Indramayu. Warung Bang Combet terletak di seberang Sport Center di tengah kota Indramayu.

Apa istimewanya warung sederhana ini..? Warung yang semi permanen ini punya suguhan istimewa, yang kini menjadi salah satu suguhan khas kota Indramayu. Suguhan ini diberi merek dagang “Pedesan Entog”. Entog disini bukanlah kepanjangan dari European Network of Trainees in Obstetrics and Gynaecology, sama sekali bukan.

Entog disini adalah nama lain dari bebek, yang berbadan gemuk dan jalannya egol-egol.

Apa istimewanya masakan ini..?

More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 554 other followers