31 December 2011
httsan
GISProc, ImageProc, Mi arsenal, Notas rápidas
3 Dimensi, 3d, Anaglyph, dem, DTM, freeware, google earth, Ilwis, open source, srtm

Melihat tampakan 3-D pada citra anaglyph menggunakan "kacamata" 3-D biru-merah.
Tampakan 3-Dimensi adalah hal yang menarik dalam dunia spasial. Citra anaglyph dapat menghasilkan tampakan 3-D dan membuatnya pun ternyata tidak sulit. Mau mencoba..?
Bahan yang diperlukan semua “gratis” dan dengan mudah kita dapatkan. Apa yang harus disiapkan..?
Data:
- Data citra (satelit) ter-georeferensi, didapatkan dari citra pada Google Earth, dapat di-capture menggunakan perlun SIG free.
- Data DEM/DTM, untuk data ini bisa didapatkan dari data DEM SRTM.
Perangkat lunak dan peralatan:
- Gunakan perangkat lunak ILWIS, yang merupakan keluarga open source dan juga free, dapat diunduh dari situs ilwis.org atau di laman unduh.
- Kacamata 3-Dimensi, digunakan untuk melihat hasil akhir dari proses ini. Kacamata ini dapat diperoleh di Toko Buku atau dapat dibuat sendiri dengan menggunakan mika sampul berwarna (merah-biru).
Proses secara umum adalah sebagai berikut:
- Pilih lokasi yang mempunyai kondisi topografi menarik, ada dataran tinggi dan rendah.
- Gunakan Google Earth untuk mendapatkan citra satelit lokasi tersebut. Manfaatkan perlun free untuk meng-capture-nya dan mendapatkan koordinatnya langsung, seperti perlun SIG Elshayal.
- DEM SRTM di-crop sesuai dengan luasan citra.
- Simpan citra dan SRTM dalam GeoTIFF dengan dimensi spasial yang sama.
- Import dalam format ILWIS dengan menggunakan GDAL.
- Setelah berhasil, pastikan data citra mempunyai domain “image”
- Jika citra masih dalam composite, lakukan “Color Sparation” (Operations -> Image Processing -> Color Sparation). Simpan kanal merah menjadi file citra baru.
- Jalankan fungsi “Stereo Pair from DTM” untuk menghasilkan citra stereo (Operations -> Image Processing -> Stereo Pair from DTM)
- Hasil dari proses ini berupa file data baru, tampilkan dalam citra anaglyph (Operations -> Visualization -> Stereo pair -> as Anaglyph).
- Nikmati tampakan 3-Dimensi pada citra anaglyph dengan menggunakan kacamata 3-D anda.
Gambaran proses dapat dilihat melalui slide berikut ini:
Slide (pdf) dapat diunduh melalui laman unduh.
Contoh citra anaglyph:

Citra Anaglyph Gunung Rinjani (klik untuk memperbesar)
Selamat menikmati… : )
-6.589166
106.792999
Like this:
Like Loading...
11 January 2010
httsan
Notas rápidas, Patee del rincón
3d, 3D analyst, GIS, peta, SIG, Wilayah
Tahukah kita seberapa luas wilayah Indonesia ini..? Mmm… kalau terlalu luas, kita kecilkan, bagaimana dengan luas wilayah kabupaten atau kota tempat kita tinggal..? Seandainya saya diminta menjawab, saya sendiri tidak tahu berapa luas wilayah Kota Bogor dimana saya tinggal saat ini. Jika saya kemudian dapatkan angkanya, melalui versi resmi Pemerintah Kota sekalipun, saya masih belum percaya itu adalah angka sebenarnya. Mengapa demikian..?
Dari pengalaman saat membangun data spasial dibeberapa daerah, saya mengalami beragam masalah dengan angka luas wilayah ini. Di satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat misalnya, angka luas yang saya dapatkan melalui data dijital peta rupabumi Indonesia sekala 1:25.000, hasilnya sangat berbeda dengan angka luas yang diakui selama ini oleh pemerintah daerah setempat. Hal ini menimbulkan diskusi menarik dan panjang saat presentasi hasil akhir pemetaan tersebut karena adanya perbedaan angka yang menimbulkan pertanyaan beberapa hadirin. More
-6.589166
106.792999
Like this:
Like Loading...
20 May 2008
httsan
GISProc, Notas rápidas
3d, 3D analyst, ArcGIS, ArcView, danau, volume
Bagaimana menghitung volume air danau..? Keluarkan air danau ke suatu wadah baru kemudian dihitung volumenya… he he…
Danau, baik itu buatan ataupun hasil dari suatu bendung dapat dihitung volume air yang terdapat dengan menggunakan modul sederhana pada perangkat lunak ArcView. ArcView adalah pendahulu dari perangkat lunak ArcGIS yang saat ini populer digunakan oleh pemain SIG di Indonesia.
Kembali ke pertanyaan: Bagaimana menghitung volume air danau? Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan dan ini tergantung dari data dan atau proses terjadinya danau itu sendiri.
Kasus pertama adalah kelengkapan data kedalaman atau batimetri dari danau tersebut. Jika data ini ada maka persoalan akan menjadi lebih mudah.
More
Like this:
Like Loading...
16 June 2007
httsan
GISProc, Notas rápidas
3d, GIS
Kemarau panjang selalu menghantui banyak daerah di Indonesia. Kebutuhan akan air, selain sebagai kebutuhan hidup sehari-hari, juga sebagai air tanah dan pengaliran untuk tetumbuhan. Danau dan waduk adalah andalan untuk menampung air untuk kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di sekitarnya.
Seberapa besar daya tampung sebuah danau bisa kita ketahui dari pengukuran volume basin danau tersebut. Pengukurannya sangat sederhana. Yang repot adalah mendapatkan data kedalaman danau tersebut sebagai masukan dari perhitungan kita.
Rekan saya, Erwin, mencoba menjelaskan proses perhitungan volume air danau dengan menggunakan modul 3D Analyst ArcView dan Wenwen menggunakan GRASS. More
Like this:
Like Loading...
11 June 2007
httsan
GISProc, Notas rápidas
3d, GIS
Banyak aplikasi dapat dimainkan dengan 3D Analyst. Salah satunya adalah “mencari” batas daerah Aliran Sungai (DAS). Selain batas DAS juga dapat dilakukan pendugaan aliran sungai utama dan juga “anak-anak”-nya. Penggunaan data SRTM yang “murah-meriah” dapat menjadi bahan latihan menarik dalam penggunaan perangkat bantu ini.
Beberapa rekan mencoba menggunakan aplikasi 3D Analyst dalam menentukan batas DAS dan juga pendugaan aliran sungainya. Dengan mengambil daerah studi kasus yang beragam, ternyata cukup mengasyikkan juga untuk disimak.
More
Like this:
Like Loading...
30 May 2007
httsan
GISProc, Notas rápidas
3d, GIS
Dengan modul jadul nan sederhana bernama 3D Analyst kita bisa menghitung material loss. Perhitungan ini biasanya menyangkut pengambilan dan pemindahan material untuk kepentingan penambangan (jenis open pit).
Rekan saya, Delon, membuat beberapa langkah proses untuk bermain dengan proses cut and fill ini menggunakan data SRTM. Daerah mainannya adalah di Grasberg Papua.
Delon membandingkan data “sebelum” dan “sesudah” (atau kondisi saat ini) sehingga diperoleh jumlah material yang telah dipindahkan. More
Like this:
Like Loading...
23 May 2007
httsan
GISProc, Notas rápidas
3d, GIS
Selain modul Spatial Analyst, modul 3D Analyst merupakan modul menarik untuk dimainkan. Modul ini termasuk modul lama, yang terpisah, dalam perangkat lunak ArcView 3.x. Modul ini mendukung 3D shape, pemodelan permukaan, dan penampilan perspektif suatu data pada ArcView (Bagi pengguna ArcGIS, kemampuan ini sudah tersedia).
Tidak hanya sekedar menampilkan bentuk 3 dimensi, tetapi juga mendukung perhitungan yang ada, seperti luasan suatu permukaan yang tidak berbentuk datar dan menghitung volumenya. Misalnya: menghitung luasan permukaan dasar danau dan juga menghitung panjang keliling, serta volume air danau tersebut.
More
Like this:
Like Loading...
Last Comments