
Perjalanan Mencari Masjid Cordoba di Andalusia
Suatu catatan perjalanan dalam bentuk apapun, termasuk e-Book, tentunya mencoba mengungkapkan hal yang dialami atau diduga berdasarkan apa yang ditemui. Bagaimana jika yang diungkapkan tersebut menyangkut SARA..?
e-Book yang berjudul Perjalanan mencari Masjid Cordoba di Andalusia ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis dan… jelas-jelas mengungkapkan SARA.
Sebenarnya ini hanyalah rangkaian cerita perjalanan yang dirangkum dalam e-Book. Cerita perjalanannya sendiri sudah pernah dituliskan di blog ini pada kategori serial Perjalanan Campillos Cordoba. Dan e-Book dibuat untuk mempermudah berbagi pengalaman tanpa harus terkoneksi ke internet saat menikmatinya.
Lalu SARA-nya dimana..?
SARA adalah Suku, Agama, Ras, Antargolongan. Jika salah satu, salah dua, salah tiga, atau salah semua tersingggung dalam tulisan, tentunya e-Book ini dapat dikategorikan SARA. Rincian adalah sebagai berikut:
SUKU, di dalam tulisan e-Book ini ditemukan pengungkapan mengenai suku Moor, yang memasuki daratan Eropa dengan membawa keyakinan “baru” pada abad ke delapan Masehi.
AGAMA, jelas-jelas disebutkan mengenai agama Islam dan Katolik dalam e-Book ini.
RAS, mmm sepertinya nggak ada disinggung masalah ras, apalagi ayam ras…
ANTARGOLONGAN, mmm nggak ada.
Jadi setidaknya ada dua hal yang terekspose dalam e-Book ini, yaitu masalah SUKU dan AGAMA, jelas ini masuk dalam unsur SARA. Untuk jelasnya silakan unduh dari laman buku/eBook ini.
Jangan khawatir, tidak ada jebakan Batman berupa iklan atau yang lainnya.
: )


Saat kecil, merek es krim yang paling diingat karena ngetopnya adalah es krim Woody, kemudian juga ada es krim Campina. Saat “bisa mendapatkan” es krim tersebut, wow, rasanya kenikmatan dan kesombongan ada dipuncaknya. Ini karena saat itu saya tinggal di pedalaman, dan es krim tergolong makanan yang masih mewah. Lha wong listrik aja belom ada, gimana mau ada yang jualan es krim..? Es krim hanya beredar di ibukota Provinsi..!
Memasuki bangunan indah ini dari pintu di sisi barat daya, segera terasa aroma masjid yang sangat kental, terlihat dari bentuk tiang dan lengkung yang menghubungkan tiang-tiang tersebut. Bebatuan yang berasal dari jaman Romawi dan Gothic dari berbagai daerah di Eropa, dan juga yang berasal dari daratan Afrika utara masih tegak dengan indahnya membentuk tiang dan menjadi dasar banyak ornamen di dinding.


























Last Comments