Made in China

5 12 2008
Campillos @ Spain

Campillos @ Spain

Juni 2003, saatnya musim panas di Eropa Selatan. Saya sedang berada di Desa Campillos, Spanyol bagian Selatan, yang mempunyai suhu harian berkisar 35 – 40 Celcius.

Banyak yang “antik” disini. Antara lain tiap siang hari semua kegiatan di daerah terpencil ini berhenti sekitar pukul 13. Inilah saatnya siesta yaitu saatnya semua kegiatan berhenti untuk istirahat siang. Semua toko segera menutup pintu dan… berbaringlah. Siesta memang berarti baringan, berbaring untuk istirahat. Desa segera senyap, semua aktivitas hilang dari pandangan. Semua orang menyelinap di rumah masing-masing.

Siesta berakhir pada pukul 16. Perlahan semua kegiatan terlihat kembali semarak. Jalan-jalan mulai terisi dengan berbagai kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil kecil (sekelas jip dan sedan), sesekali traktor pun melintas di tengah kota. Maklumlah desa pertanian, banyak traktor disini. Toko-toko pun segera membuka pintu, jendela dan korden mereka. Toko di Campillos mirip dengan toko di pedalaman tanah air tercinta. Kemiripan antara lain: lokasi yang tersebar di seluruh kota, toko sekaligus menjadi hunian pemiliknya, dan isinya sangat beragam kecuali untuk beberapa toko khusus yang menjual buku, sepatu atau pakaian, yang tidak tercampur dengan barang lain.

Read the rest of this entry »





Dunia es krim Wall’s

6 06 2008

wall\'sSaat kecil, merek es krim yang paling diingat karena ngetopnya adalah es krim Woody, kemudian juga ada es krim Campina. Saat “bisa mendapatkan” es krim tersebut, wow, rasanya kenikmatan dan kesombongan ada dipuncaknya. Ini karena saat itu saya tinggal di pedalaman, dan es krim tergolong makanan yang masih mewah. Lha wong listrik aja belom ada, gimana mau ada yang jualan es krim..? Es krim hanya beredar di ibukota Provinsi..!

Saat ini, walaupun listrik tetep aja susah stabil, tapi sudah beragam merek es krim beredar di pelosok dan semua menjanjikan kenikmatan sesaat. Terutama saat krim dingin itu mampir sejenak dalam mulut, sesaat sebelum tergelincir kedalam tenggorokan.

Wall’s, siapa yang gak kenal dengan merek ini..? Dengan sistem penjualan yang menusuk ke pedalaman dan dengan suara “penarik perhatian” yang khas, semua anak-anak, dan juga yang sudah bukan anak-anak lagi, hampir pasti pernah mencoba es krim yang satu ini. Saya juga pernah doong…

Gimana dengan Wall’s di luar negeri tercinta ini..? Ada gak ya..?

Read the rest of this entry »





.es: Perjalanan Pulang (CC 5/5)

25 01 2007

Gerbang AlmodovarMelalui lorong-lorong sempit dan panjang adalah kenikmatan sendiri saat mencari gerbang keluar “komplek Cordoba”. Setelah melalui beberapa kelokan meragukan, akhirnya berhasil keluar dari komplek ini, dan mulai menyusuri jalan raya. Terik matahari siang memang luar biasa, display temperatur yang terpasang dibeberapa tempat menunjukkan angka 40 derajat Celcius. Tanpa perlu liat kanan-kiri, perjalanan dipercepat dengan satu tujuan: Stasiun Cordoba yang tentunya sejuk karena ber-AC… Read the rest of this entry »





.es: Dan Kerinduan yang Tersisa (CC-4/5)

28 08 2006

La Mezquita CatedralMemasuki bangunan indah ini dari pintu di sisi barat daya, segera terasa aroma masjid yang sangat kental, terlihat dari bentuk tiang dan lengkung yang menghubungkan tiang-tiang tersebut. Bebatuan yang berasal dari jaman Romawi dan Gothic dari berbagai daerah di Eropa, dan juga yang berasal dari daratan Afrika utara masih tegak dengan indahnya membentuk tiang dan menjadi dasar banyak ornamen di dinding.

Dinding pada sisi baratdaya dan timurlaut dari bangunan ini adalah sisi yang telah diubah menjadi banyak kapel. Sedangkan bagian tengah dan sisi baratdaya masih dipakai untuk keperluan kegiatan gereja hingga kini. Read the rest of this entry »





.es: La Mezquita-Catedral (CC-3/5)

26 04 2006

La Mezquita CatedralAlhamdulillah, akhirnya sampai juga. Bangunan berbentuk kotak persegi, dengan arsitektur meditaranean yang kental, itulah Masjid Cordoba, yang kini bernama La Mezquita-Catedral, atau Katedral Masjid Cordoba. Rasa rada gemetar juga, menyaksikan bangunan megah di tepi Rio Guadalquifir ini, yang saat ini berfungsi sebagai katedral, dan masih aktif digunakan untuk acara keagamaan.

Tahun 711 M kota Cordoba diduduki oleh bangsa Moor yang membawa agama Islam ke daratan Eropa. Sejak itu Cordoba menjadi ibukota Al-Andalus yang dipimpin oleh kekalifahan Damascus, dimana tahun 756 M pemerintah Abdurrahman memutuskan hubungan dengan Damascus kecuali masalah yang terkait dengan keagamaan. Read the rest of this entry »





.es: Mencari Masjid Cordoba (CC-2/5)

19 04 2006

CordobaKota Cordoba, kota penuh sejarah sejak sebelum penanggalan Masehi hadir, kini di depan mata…! Suatu yang tidak pernah terimpikan bisa menginjakkan kaki disini. Keluar dari stasiun, tujuan utama tentunya adalah Masjid Cordoba, bangunan yang sangat terkenal sejak abad ke-7 Masehi.

Tanpa bantuan peta kota atau peta turis, karena males cari counter informasi, kaki diayun hanya mengikuti petunjuk arah di jalan raya. Sambil menikmati arsitektur kota yang indah, juga taman kota yang tertata rapi, perjalanan mencari bangunan termasyhur tersebut dimulai. Diawali dari ruang terbuka luas di depan stasiun, dimana di ujung-utara-nya terdapat simpang lima yang memajang nama Cordoba dengan slogan Patrimonio de la Humanidad yang berarti World Heritage. Dari simpang lima ini, mengikuti jalan Paseo de las Margaritas, segera angkat kaki ke arah tenggara. Read the rest of this entry »





.es: Tujuan Cordoba (CC-1/5)

18 04 2006

CordobaJuni 2003, berbekal sebotol air mineral, sebungkus roti berlapis cokelat, dan dua-tiga patah kata dalam bahasa Spanyol, hari minggu pagi gw memulai perjalanan dengan tujuan Cordoba. Diantar oleh pak Emil (satu-satunya dosen yang dapat berbahasa Spanyol di rombongan sirkus) dari desa Campillos, desa dimana gw tinggal, ke kota stasiun terdekat yang berjarak sekitar 13 km, Bobadilla.

Olive field - by DavepatersonStasiun Bobadilla, yang merupakan stasiun interkoneksi kereta api, (posisi geografis sekitar 37°02′12″ LU dan 4°43′40″ BB) masih terlihat sepi pada jam 9 pagi. Setelah pak Emil menolong membelikan karcis di loket dengan menanyakan beberapa informasi kereta, dia segera memberi briefing singkat. Terutama tentang kata-kata dalam bahasa Spanyol yang sering terlihat di stasiun, seperti salida yang berarti keberangkatan dan lain-lain. Sepeninggal pak Emil yang segera kembali ke Campillos, gw dengan susah payah menghapal kata-kata baru tersebut, sambil mengamati dimana letak kata-kata yang baru dijelaskan tadi di tempat publik, juga di stasiun ini. Terutama mengenai kedatangan dan keberangkatan kereta. Tepat jam 9.35 kereta T200, yang merupakan kereta antarkota sekelas Argobromo, datang. Untunglah, walaupun Bobadilla terletak di tempat sangat terpencil, tapi berhubung ini adalah stasiun besar maka pengumuman oleh petugas stasiun dilakukan dalam dua bahasa yaitu Spanyol dan Inggris. Read the rest of this entry »