Mengintip daun padi

2 05 2009
Mengintip daun padi

Mengintip daun padi

Seminggu di hamparan sawah sangat mengasyikkan. Apalagi sembari menyaksikan pemandangan kesibukan para petani dan buruh tani dalam memanen hasil padinya. Saatnya panen raya tampaknya…

Kegiatan kali ini adalah lanjutan dari kegiatan tahun lalu, yaitu perekaman spektral tanaman padi (baca di: Matahari, nggak pake awan). Tetapi tentunya mempunyai target yang berbeda. Target kali ini adalah perekaman kondisi daun padi dengan membagi dalam kondisi: daun sehat dan daun “sakit”. Pengertian sakit disini adalah daun bergejala terserang oleh OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan), dengan diutamakan yang terserang oleh BLB (Bacterial Leaf Blight, atau Hawar Daun Bakteri atau penyakit kresek) dan BRS (Bacterial Red Stripe).

Lokasi perekaman adalah di Karawang (Kecamatan Cilamaya Wetan dan Tempuran) dan di Indramayu (Kecamatan Krangkeng). Cerita perjalanan dan hasil akan ditulis kemudian (semoga gak lupa… hehe…), sedangkan foto-foto di lapang, saat mengintip daun padi, dapat dilihat berikut ini:

Read the rest of this entry »





Menikmati hamparan sawah

29 03 2009
Lokasi Pengamatan

Lokasi Pengamatan

Kegiatan tahun 2009 telah dimulai. Tahun ini mempunyai kewajiban “turun ke sawah” untuk dua kegiatan dalam dua Program di tempat tugas. Dan keduanya adalah lanjutan dari yang sudah dimulai pada tahun lalu, 2008.

Tugas pertama adalah melanjutkan pembangunan pustaka spektral untuk tanaman padi. Daerah kajian adalah hamparan sawah di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Kegiatan tahun 2008 adalah perekaman spektral tanaman padi per kelompok umur (sila baca di: “Matahari, nggak pake awan“). Tahun ini akan di-”tajam”-kan lagi dengan membedakan daun sehat dan sakit (terserang OPT tertentu). Kerjasama dengan rekan-rekan di Dinas Pertanian pada masing-masing Kabupaten adalah sangat penting. Juga rekan-rekan dari Balai Besar Peramalan OPT, yang bermarkas di Jatisari, Karawang, karena merekalah ahlinya dalam identifikasi OPT.

Tugas kedua adalah melanjutkan pembumian Teknologi Radar Cuaca dalam rangka peramalan sebaran OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). Untuk masalah yang satu ini, kerjasama dengan BBPOPT Jatisari dilanjutkan dan memasuki tahun ke-2 (sila baca di: “Lokakarya memadukan makro dan mikro“). Kajian tahun lalu masihlah global, sedangkan tahun ini lebih detil dan hanya melihat beberapa titik pengamatan (18 lokasi hamparan di Kabupaten Karawang).

Belum banyak cerita dari kedua tugas tersebut, karena semua masih dalam tahap awal.

Untuk kegiatan lapang tugas kedua, yang hanya meliput beberapa kecamatan di Kabupaten Karawang, saya membuat situs web kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas dari Google Sites, Google Docs, dan Google Maps.

Sila mampir ke situs web kegiatan “radar-opt“…

: )





Matahari, nggak pake awan

25 09 2008
Indramayu 2008

Indramayu 2008

Tahun ini adalah tahun kunjungan ke sawah. Dari beberapa kegiatan di kantor, ada dua yang utama, dan keduanya adalah bermain di sawah. Salah satu dari kedua kegiatan ini mengambil lokasi di daerah persawahan Indramayu dan Subang, Jawa Barat.

Main di sawah saat kecil pada jaman dahulu kala adalah kesenangan. Dan setelah sekian (puluh) tahun gak pernah main di sawah, akhirnya “terpaksa” juga mengarungi sawah di bentang sawah nan luas dan… panas…!!!

Kali ini yang dilakukan adalah mencari padi yang mempunyai umur berbeda-beda. Perbedaan umur tentunya terjadi karena perbedaan waktu tanam. Dan untuk daerah lumbung padi seperti Indramayu dan Subang, pada beberapa daerah terdapat bentang sawah yang mempunyai keberagaman usia padi. Hal ini terjadi karena di daerah tersebut terdapat irigasi teknis yang airnya tersedia sepanjang tahun. Sehingga saat musim kemarau pun tetap dapat dialiri dengan baik. Padi masih dapat tumbuh sesuai harapan.

Apa yang dilakukan setelah rombongan padi yang dicari ditemukan? Yang kemudian dilakukan adalah merekam nilai spektralnya. Untuk keperluan ini, sebelum berangkat ke bentang sawah maka sudah disiapkan berbagai alat bantu rekam.

Read the rest of this entry »





Merekam sidik mangrove

12 08 2008
Masa depan

Masa depan pantai Tuwed, Bali

Sidik jari (fingerprints) adalah unik, hingga saat ini diketahui bahwa tidak ada sidik jari yang benar-benar sama. Keunikan ini dijadikan salah satu tanda pengenal manusia sebagai satu individu. Saat pengurusan di kepolisian atau imigrasi, untuk keperluan tertentu, kita harus merekamkan sidik jari kita pada dokumen. Kesepuluh jari diwarnai tinta kemudian dicapkan pada kertas.

Bagaimana dengan “individu” yang nonmanusia seperti bebatuan, air atau juga tumbuhan..? Metoda untuk identifikasi unik dari semua bahan yang ada yang digunakan saat ini antara lain adalah dengan merekam nilai spektralnya.

Read the rest of this entry »





Penunggu Hanggar

2 07 2008

hanggar separuhHanggar… mmm… bukan sih. Cuma ini memang tempat mbetulin pesawat yang nggak gitu besar. Disini ada berbagai alat perbaikan (ringan) untuk pesawat. Di tempat ini bisa disaksikan para ahli (montir?) ngoprek beberapa bagian pesawat. Dari yang kecil sekelas CESSNA 402 (atau bahkan ada pesawat yg lebih kecil lagi, gak tau namanya apa) sampai yang sekelas ATR 42 (pesawat buatan bareng Perancis dan Italia th 80an). Tempat ini ada di sisi barat Bandara Halim Perdana Kusuma.

Tugas kali ini memang mengawasi kesiapan tim udara dalam rangka perekaman data hyperspectral dengan menggunakan sensor HyMap. Pelaksanaan survey ini sendiri dapat diikuti catatan hariannya di-blog kegiatan: Lapstogo.

Kegiatan nongkrong di hanggar dimulai pukul 6:30 pagi. Saat semua tim sudah siap, dan kemudian tim perekaman berangkat dengan CESSNA 402B menuju lokasi, maka kemudian kelayapanlah sisanya, sambil nunggu pesawat kembali 3-4 jam kemudian.

Read the rest of this entry »





Jadi Keeper

24 06 2008

Kali menjadi keeper, jaga gawang untuk kepentingan HyperSRI. Yang dijaga adalah informasi dari tim yang sedang berada di lapang. Tim memberikan laporan semua yang terjadi di lapang melalui sms, dan secara manual kemudian di-posting di web. Ini untuk antisipasi semua rencana yang ada, sehingga diharapkan jika terjadi perubahan rencana maka dapat dilakukan dengan sebaik mungkin dan secepatnya.

Kenapa keputusan mesti diambil cepat-cepat? Karena kegiatan kali ini serupa dengan kegiatan pada tahun 2005 lalu, yaitu perekaman data Hyperspectral (sila baca cerita yg tak kunjung selesai, Operation Tanimbar).

Laporan dari tim di lapang direkam dan bisa dibaca di LapstoGO (klik disini).

Kegiatan HyperSRI dapat ditemukan kejelasannya di Situs BPPT (klik disini).





[OT] Operasi segera dimulai (bag.6)

10 12 2007

Bandara OlilitLebih dari 3 bulan berselang, cerita jalan-jalan di Tanimbar (Operation Tanimbar) akhirnya baru bisa ditulis dan diketik lagi. Dengan membolak-balik catetan perjalanan plus melihat foto-foto dan film rekaman, akhirnya muncul lagi titik cerita yang harus diteruskan.

Saumlaki, Minggu 28 Agustus 2005, siang menjelang sore yang terik.

Suasana udara siang yang panas menyengat menambah suasana tim agak gerah dan semakin berdebar saat mengetahui berita dari bandara Olilit bahwa pesawat CESNA 402B masih “tertahan di udara” Kupang. Menurut perhitungan pilot yang disampaikan ke pengontrol di bandara mereka akan sampai (ETA) di Saumlaki pada 18.30. Kuatnya angin arah Barat akan menghambat penerbangan pesawat ringan tersebut saat mengarungi angkasa dari Kupang ke Saumlaki. Kepanikan agak terasa mengingat pada 18.30 matahari segera terbenam dan bandara tidak mempunyai lampu pada landasan sebagai panduan visual saat mendarat. Read the rest of this entry »





[OT] Kota yang hidup (bag.5)

27 08 2007

SaumlakiTahun 1999, kota Saumlaki memulai babak baru sebagai ibukota Kabupaten, ini sesuai dengan berdirinya Kabupaten Maluku Tenggara Barat (weleh, Tenggara Barat nyebutnya dalam bahasa Inggris apa ya?) berdasar UU no.46 th 1999. Kota ini menjadi pusat pemerintahan wilayah kabupaten yang cukup luas (sekitar 125.442 km2). Dimana daratannya hanya 10% dari luas wilayah…

Kali ini mau nulis dikit tentang kehidupan yang terlihat di Saumlaki, kota yang menjadi bacecamp dari OT ini, sebelum kesaat-saat yang mendebarkan dalam OT hari-hari berikutnya. Penggambaran yang terlihat langsung hanya beberapa hari, jadi sangat mungkin belum bisa melukiskan kondisi sebenarnya dari tempat yang cukup asik ini…
Read the rest of this entry »





[OT] Denpasar – Saumlaki dalam gerak dan lagu (bag.4)

13 08 2007

OT Part-1Perjalanan dalam Operation Tanimbar tahap pertama telah usai. Denpasar – Saumlaki telah dilewati.

Banyak peristiwa yang terekam dalam beberapa kamera dijital personal. Gambar-gambar dijital ini kemudian dirangkum dalam sebuah rangkaian cerita, dalam format film, dengan dibubuhi narasi santai, dan tak lupa diberikan latar belakang berbagai aliran musik.

Untuk menyaksikannya browser web harus mempunyai plugin pendukung flash. Read the rest of this entry »





[OT] Destination Saumlaki (bag.3)

29 07 2007

Menunggu di Bandara PatimuraPersiapan di Denpasar sudah harus selesai. Jadwal sudah mengharuskan tim segera berangkat ke Saumlaki. Tim Udara harus segera berangkat, Sabtu, 27 Agustus 2005. Semua kekurangan harus diselesaikan sebelum operasi udara dimulai, dan ini bisa terjadi pada detik-detik sebelum penerbangan dimulai, saat D-1.

Perjalanan diawali dari Denpasar menuju Ambon. Penerbangan sipil yang dilakukan melewati Makassar (landing 10.10 WITA), transit sejenak, baru kemudian dilanjutkan ke Ambon. Tim Udara ini terdiri dari pak John, mas Marius, mas Adriyanto, mas Agus, pak Joost, dan saya. Sementara mas Kapten Yahno dan pak Wimpi baru hari Minggu (28 Agustus) berangkat dengan CESSNA, dari Denpasar langsung ke Saumlaki.

Read the rest of this entry »





HyperTeach dan Seminar Hyperspectral

16 10 2006

Bagi pemerhati, pengguna, dan pengembang dalam dunia Remote Sensing (Penginderaan Jarak Jauh/Inderaja), kata-kata Hyperspectral pastilah gak asing lagi.

Satu dekade terakhir hyperspectral, yang memang masih merambat jalannya, semakin memantapkan diri sebagai “masa depan inderaja” dengan potensi hasil analisis yang jauh lebih ok dibandingkan dengan “multispectral”.

Sila baca sedikit tentang Hyperspectral di Hyperspectral/Imaging Spectroscopy, untuk inget-inget.

Setelah beberapa saat ikutan mendalami hyperspectral, November 2006 ini rekan-rekan di BPPT (Pusat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam/PTISDA) mau ikutan berbagi pengalaman dalam dua acara terpisah, yaitu pelatihan dan seminar internasional: Read the rest of this entry »





Hyperspectral / Imaging Spectroscopy

24 02 2006

Imaging spectroscopy adalah suatu teknik yang relatif baru untuk mendapatkan satu spektrum pada tiap posisi dari suatu array yang besar, dari suatu posisi-posisi spasial sehingga suatu panjang gelombang spektral dapat digunakan untuk membuat citra yang koheren (datacube).

Imaging spectroscopy for remote sensing involves the acquisition of image data in many contiguous spectral bands with an ultimate goal of producing laboratory quality reflectance spectra for each pixel in an image (Goetz, 1992)

Dalam komunitas Remote Sensing (Penginderaan Jauh), Imaging spectroscopy mempunyai banyak nama antara lain termasuk imaging spectrometry, hyperspectral imaging dan ultraspectral imaging. Spectroscopy adalah studi tentang radiasi elektromagnet. Spectrometry berasal dari spectro-photometry, pengukuran photon sebagai fungsi dari panjang gelombang, suatu terminologi yang digunakan dalam astronomi (Clarke, 1998).

“Hyper” berarti sangat banyak. Data Hyperspectral biasanya mengandung sekurangnya 16 kanal yang kontinyu dari resolusi spektral tinggi yang melingkup satu daerah spektrum elektromagnet.

Ultraspectral (beyond hyperspectral) digunakan untuk menerangkan data yang mengandung ribuan kanal. Belum ada sensor yang didisain untuk ini tetapi hal ini merupakan masa depan imaging spectroscopy.