Membendung Jakarta..?

1 12 2008
Kompas Sabtu 29 Nov 2008

Kompas Sabtu 29 Nov 2008

Membaca harian Kompas yang terbit hari Sabtu lalu, yang terdapat pada lembar Teropong, sangat menarik. Artikel utama berjudul “Belanda Pun Membendung Laut”. (Sila baca selengkapnya di situs Kompas.com, klik disini).

Usaha yang luar biasa dalam mempertahankan kehidupan bangsa, mempertahankan “tanah air” milik nenek moyang dan anak cucu… dengan berbagai cara…

Mengingatkan mimpi yang pernah tertulis di: Jakarta Underwater.





Dimana hujan saat ini

30 09 2008
Peta Hujan

Peta Hujan

Dimana hujan saat ini…? Untuk lokasi Jakarta dan radius 100 Km dari Jakarta (tepatnya: dari Serpong) sila lihat di situs data Radar Cuaca Serpong (klik disini). Cara membacanya: perhatikan legenda, titik/kotak berwarna biru tua (tertulis 10-15), atau lebih, adalah di lokasi mana hujan sedang turun.

Area mencakup Jakarta, sebagian besar Prov Banten, dan sebagian Jawa Barat. Data diperbarui setiap 6 atau 12 detik sekali. Mungkin berguna untuk melihat jalur mudik anda…

Info lebih banyak sila baca: Mengamati Hujan dengan Radar Cuaca.





MVIP

18 09 2008
Kejurnas Bola Voli

Kejurnas Bola Voli

Dalam perjalanan harian, Bogor – Jakarta – Bogor, banyak papan iklan raksasa yang dapat dinikmati. Isinya selalu berganti sesuai dengan pemesan dan momen yang mereka ambil tentunya. Salah satu yang menarik mata adalah iklan tentang Kejurnas Bola Voli Piala Presiden 2008. Papan iklan ini terdapat di Jalan MT. Haryono, Jakarta Selatan. Jika kita dari arah Cawang ke Semanggi, maka terdapat di sisi kanan jalan.

Menariknya dimana..?

Tentunya pada bintang iklan yang ditampilkan. Pada iklan ini dilukiskan seorang pemain bola voli sedang konsentrasi penuh hendak menerima bola. Pemain tersebut adalah “si pemilik piala”, yaitu Tuan Presiden (setidaknya demikian yang tampak). Baru kali ini saya melihat iklan olahraga “biasa”, olahraga “rakyat”, yang diperankan langsung oleh Presiden.

Kalau di sebagian cabang olahraga dikenal istilah MVP (the Most Valuable Player) dan di protokoler dikenal istilah VVIP (Very Very Important Person), maka dalam kasus (iklan) ini saya gabungkan saja menjadi MVIP – the Most Valuable and Important Player… hehehe…

Apakah gambar pada iklan ini hanya hasil dari rekayasa dijital, itu lain soal.

Asik juga melihat iklan ini… (and please…, no politics today…).

: )





Gempa dan gempa

10 09 2008
Gempa 10 Sep 08 di NAD

Gempa 10 Sep 08 di NAD

Gempa bumi sudah menjadi “barang ngepop” dikehidupan kita saat ini. Hampir semua orang di negeri ini pernah mendengar kata “gempa”. Para ahli yang berkutat pada masalah gempa pun menjadi narasumber yang sangat diperhatikan saat ini. Semua ini karena terkait dengan nyawa manusia dan hasil karya manusia yang dapat hilang karena akibat dari peristiwa gempa itu sendiri.

Hampir di seluruh muka bumi nusantara ini pernah digoyang oleh gempa, baik yang disebabkan oleh proses vulkanik ataupun tektonik. Hal yang “lumrah” mengingat posisi negeri tercinta ini pada jalur gempa dunia. Begitu juga yang dialami di sebagian wilayah Prov NAD pagi ini sekitar jam 7:18 (yang berpusat di Lat 2.470 dan long 96.029, magnitude 5.2) (sumber: bmg.go.id)

Bagaimana rasanya gempa, hampir semua orang bisa melukiskan. Bagaimana rasanya gempa di ketinggian gedung..? Ini yang pernah saya rasakan beberapa kali. Jakarta telah seringkali digoyang oleh si gempa sejak satu dekade terakhir, dan saya mengalami 3 kali diantaranya saat saya masih berada di ruang kerja, di lantai 20. Mmm… cukup tinggi juga…

Read the rest of this entry »





Sepanjang Jalan Bogor Jakarta

1 09 2008
Bis harapan 41

Bis harapan 41

Demi bla bla bla dan bla bla bla, maka saat ini saya tinggal di Bogor, sedangkan kantor berada di Jakarta. Perjalanan yang menempuh jarak sekitar 60 km pergi dan pulang (dengan jarak yang relatif sama juga tentunya) sudah menjadi santapan sehari-hari.

Dari rumah biasa start jam 5:50 dan berlabuh di halte “Delima” untuk menunggu bis hantaran kantor. Halte ini terletak di pertigaan Jalan “Baru” dan Jalan Pajajaran. Dinamakan “Delima” karena di salah satu pojok pertigaan terdapat perusahaan karoseri Delima Jaya, pembuat bermacam bodi kendaraan, dari kendaraan angkut biasa sampai kendaraan khusus penyemprot air.

Bis datang dari arah Yasmin, kemudian menuju ke arah Baranangsiang. Beberapa halte sebagai titik tunggu terdapat sepanjang lintasan ini.

Bis hantaran ini bernomor badan 41. Sebagian “penggemarnya” menyebutnya dengan Mercy 345. Mobil Mercy yang berpintu 3 dan berkapasitas 45 penumpang duduk. Suasana di dalamnya selalu hangat, karena memang bis tak ber-AC…

Waktu tempuh dari rumah hingga kantor cukup beragam. Semua tergantung kondisi di jalan. Hari Senin, bis sampai kantor sekitar jam 8:30 hingga 8:45. Hari Selasa – Jumat lain lagi. Relatif lebih cepat 15 menit saja. Waktu tempuh pulang juga beragam. Bis diijinkan keluar pintu pagar kantor pada jam 16:15, pas sekali dengan saatnya “macet bersama” di Ibu Kota. Saya sampai di rumah sekitar jam 18:00 hingga 18:30.

Banyak sekali kisah menarik selama dalam perjalanan dan juga dalam berinteraksi dengan penumpang setia bis hantaran ini. Saya coba menuliskan sejauh saya bisa dalam cerita-cerita di Sepanjang Jalan Bogor Jakarta.





Selamat Datang Tahun Baru

21 06 2008

Selamat Datang

Selamat Ulang Tahun yang ke 451 untuk mu, Kota Jakarta…
Jangan lupa untuk lengkapi puzzle mu…





Mengamati hujan dengan Radar Cuaca

2 06 2008
Radar Cuaca Serpong - by Ardhi108

Stasiun Radar Cuaca Serpong

Sudah mulai memasuki bulan-bulan “kering” kok bicara hujan..? Itulah yang “terpaksa” dilakukan saat mendapat tugas untuk bermain dengan aplikasi radar cuaca.. he he..

Apa yang dimaksud dengan radar cuaca itu sendiri..?

Dari Wikipedia didapat keterangan:

A weather radar is a type of radar used to locate precipitation, calculate its motion, estimate its type (rain, snow, hail, etc.), and forecast its future position and intensity. (selengkapnya di Wikipedia)

Banyak sekali radar cuaca yang ada di muka bumi ini. Salah satunya ada di selatan Jakarta, yaitu di Serpong. Di sini terinstal Radar Cuaca berjenis Radar Doppler dengan sistem Band C pada frekuensi 5.32 GHz.

Read the rest of this entry »





Penerbangan 304: Lost and Found

23 01 2008

Lost and FoundKeluyuran melalui berbagai bandara sebelum atau sesudah mengudara adalah biasa. Dan di setiap bandara sipil, walaupun yang sekelas “pondok siskamling”, selalu kita dapati tulisan “Lost and Found”. Tiga belas tahun selalu melihat tulisan ini dimana-mana, tetapi baru kali kemarin berurusan langsung dengannya.

Ini terjadi saat menggunakan penerbangan 304 yang melayani rute Jakarta – Banda Aceh. Waktu check-in adalah sejam sebelum boarding, ini adalah jamak atau biasa dimanapun kecuali penerbangan internasional. Pagi itu, sekitar jam 6:00, bandara Soekarno-Hatta padat. Segera setelah memasuki ruang check-in, cari loket (counter) nomor A20. Kenapa..? Karena disanalah nomor loket yang ditampilkan di TV untuk penerbangan 304. Sesampainya di loket, ternyata ditolak, dengan alasan: penerbangan 304 terdapat di loket sekian sampe sekian (tidak spesifik di satu loket saja). Pokoknya yang ada tulisan Sumatera, disana bisa dilayani keperluan check-in untuk jurusan bandara mana aja di Sumatera.

Read the rest of this entry »





Jakarta Underwater

22 06 2007

UnderwaterNovel kontroversial Jakarta Undercover karya Moammar Emka, tentang kehidupan malam kota Jakarta sudah difilmkan. Film yang dibintangi Luna Maya mencoba mem-visualisasi apa yang telah diretas oleh Emka. Ini adalah “lembaran hitam” yang telah lama ada, dan mungkin akan selalu ada, di ibukota tercinta.

Sementara itu dosen IPDN Bapak Inu Kencana menuliskan “lembaran hitam” yang lain. Karyanya berjudul IPDN Undercover, adalah cerita-cerita tentang ritual kampus, yang hitam kelam, dimana ia mengajar…

Jakarta Undercoverwater hanyalah turunan dari hal sejenis. Istilah kerennya: plesetan. Juga masih tentang lembaran hitam Jakarta, tapi gak serem-serem amat… Read the rest of this entry »





Banjir Jakarta

7 02 2007

 

Banjir di Semanggi, Jakarta, Jumat 2 Februari 2007.