<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catetan kecil httsan &#187; sabang</title>
	<atom:link href="http://hartanto.wordpress.com/tag/sabang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hartanto.wordpress.com</link>
	<description>coretan kertas buram sepanjang jalan terlewat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Dec 2009 08:00:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hartanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8772d315f61c2cd3c03e2ae0a16f4f62?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catetan kecil httsan &#187; sabang</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hartanto.wordpress.com/osd.xml" title="Catetan kecil httsan" />
		<item>
		<title>Mengenang 26 Desember 2004</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2008/12/26/mengenang-26-desember-2004/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2008/12/26/mengenang-26-desember-2004/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 23:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patee del rincón]]></category>
		<category><![CDATA[26 Desember]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu, 26 Desember 2004, adalah hari yang tidak akan terlupakan bagi sebagian besar penduduk Indonesia pada umumnya, dan bagi semua insan manusia yang mempunyai hubungan khusus dengan Aceh pada khususnya.
Tanggal 1-4 Desember 2004 saya dan keluarga berada di Pulau Weh. Keluarga begitu menikmati keindahan pantai-pantai di Pulau Weh dan dunia bawah air di sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=988&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_992" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-992" title="Jangan Lupakan Tsunami" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/12/dsc001371.jpg?w=180&#038;h=240" alt="Jangan Lupakan Tsunami, tulisan pada Masjid di Lampuuk, Satu-satunya bangunan di desa Lampuuk yang tersisa sesaat setelah Tsunami." width="180" height="240" /><p class="wp-caption-text">Jangan Lupakan Tsunami, tulisan pada Masjid di Lampuuk. Masjid ini satu-satunya bangunan di desa Lampuuk yang tersisa sesaat setelah Tsunami.</p></div>
<p>Hari Minggu, 26 Desember 2004, adalah hari yang tidak akan terlupakan bagi sebagian besar penduduk Indonesia pada umumnya, dan bagi semua insan manusia yang mempunyai hubungan khusus dengan Aceh pada khususnya.</p>
<p>Tanggal 1-4 Desember 2004 saya dan keluarga berada di <a title="Pulau Weh" href="http://www.pulauwehsabang.com/" target="_blank">Pulau Weh</a>. Keluarga begitu menikmati keindahan pantai-pantai di Pulau Weh dan dunia bawah air di sekitar Pantai Iboih. Masih sangat segar dalam ingatan di kepala kami masing-masing kondisi alam yang menyenangkan itu, sehingga saat mana kejadian pada hari Minggu, 26 Desember, terdengar maka sangatlah mengejutkan.</p>
<p>Sepanjang waktu yang mencekam, saat mana belum ada kabar apapun dari Aceh, anak-anak saya selalu menanyakan kondisi pulau Weh. Saya pun sangat bertanya mengenai kondisi semua rekan yang berdomisili di Banda Aceh dan kota Sabang di Pulau Weh.</p>
<p>Beberapa tulisan saya terkait dengan kejadian ini, yang dilihat dari salah satu sudut sempit, yaitu:</p>
<ul>
<li><a title="Sekitar 26 Desember 2004" href="http://blog.360.yahoo.com/blog-xBz3mtY5erSVhupsjZOEUWTnQp6Fkn4-?p=18" target="_blank">Sekitar 26 Desember 2004</a></li>
<li><a title="Benteng Alam" href="http://hartanto.wordpress.com/2005/12/30/benteng-alam-di-bawah-permukaan-laut/">Benteng alam di bawah permukaan laut</a></li>
</ul>
<p>Semoga kita semua diberi kekuatan dalam menerima Maha Karya dari Sang Pencipta, yaitu alam semesta yang sempurna, sebagai khalifah yang bijak. Bencana alam akan selalu ada, kesiapan kita bersama lebih dituntut daripada kita saling menuntut&#8230;</p>
<p>Sang Khalik telah memerintahkan kita: <strong>Bacalah</strong>&#8230;</p>
Posted in Patee del rincón Tagged: 26 Desember, aceh, gempa, sabang, tsunami, weh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/988/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=988&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2008/12/26/mengenang-26-desember-2004/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/12/dsc001371.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jangan Lupakan Tsunami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memburu Dren Tengku Chik</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2008/08/03/memburu-dren-tengku-chik/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2008/08/03/memburu-dren-tengku-chik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 05:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Stayeatandcool]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[alam indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[dren]]></category>
		<category><![CDATA[duren]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[durian keramat]]></category>
		<category><![CDATA[gapang]]></category>
		<category><![CDATA[iboih]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau weh]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tengku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Akhir Juli 2008 dihiasi dengan warna merah pada satu hari kalender, yaitu pada tanggal 30 Juli yang bertepatan dengan 27 Rajab 1429 H, libur nasional dalam rangka isra&#8217; mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW. Libur sehari kali ini dimanfaatkan untuk&#8230; cari duren..!!! Kebetulan kali ini di Sabang sedang musim duren. Selain impor dari daratan, banyak juga duren [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=464&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_481" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-481" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2495.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Durian Tengku Chik" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Durian Tengku Chik</p></div>
<p>Akhir Juli 2008 dihiasi dengan warna merah pada satu hari kalender, yaitu pada tanggal 30 Juli yang bertepatan dengan 27 Rajab 1429 H, libur nasional dalam rangka isra&#8217; mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW. Libur sehari kali ini dimanfaatkan untuk&#8230; cari duren..!!! Kebetulan kali ini di Sabang sedang musim duren. Selain impor dari daratan, banyak juga duren produk lokal yang bisa ditemui. Tapi rasanya gak ada yg berani jamin. Maklumlah, dimanapun ada jual durian, sulit untuk menemukan yg te-o-pe yang mana.</p>
<p>Untuk wilayah Sabang, atau Pulau Weh, ada satu duren unik yang, katanya, mempunyai rasa yang khas dan dijamin mutunya. Durian ini dikenal dengan sebutan Durian Tengku, dan hanya tumbuh di daerah &#8220;gunung&#8221; di Kelurahan Iboih, Pulau Weh bagian barat. Siang, sekitar jam 12an, segera berangkat menuju lokasi. Kali ini berangkat bareng bang Udi, Irwan, dan Fahmi. Kami naik tiga kereta, saya dan Udi sendiri sedangkan Irwan dengan Fahmi sekereta. Ini bukanlah &#8220;naik kereta api tut tut tut&#8230;&#8221;, tapi kereta yang berarti &#8220;sepeda motor&#8221;.</p>
<p><span id="more-464"></span></p>
<div id="attachment_468" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-468" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2445.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Ngopi dulu ahhh" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Ngopi dulu ahhh</p></div>
<p>Tujuan pertama adalah desa Iboih, karena disana harus bertemu dengan &#8220;guide&#8221; yaitu pak Ibrahim. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit yang penuh dengan pemandangan indah, dan juga tanjakan terjal, serta hampir setengah jarak dilalui dengan melompat-lompat karena banyaknya lubang di jalan, sampailah di desa Iboih. Pak Ibrahim sudah menunggu di kedai kopi di pinggir jalan utama. Berhubung cukup lelah, maka sebelum lanjut harus diisi dulu dengan si hitam pahit yang nikmat.</p>
<p>Untuk bahan bakar diperjalanan, Irwan segera mempersiapkan beberapa bahan bakar dari air dan dikemas dalam botol dengan isi 600ml. Dengan bergabungnya pak Ibrahim, maka tim menjadi 5 orang. Masing-masing orang menerima bahan bakar dari air. Juga ada beberapa roti sebagai pengganjal lebih jauh.</p>
<p>Sekitar jam 1, tanpa didului dengan makan siang, tim berangkat lagi melanjutkan perjalanan. Pak Ibrahim naik keretanya bang Udi. Perjalanan diteruskan ke arah barat, pada jalan yang mengarah ke Tugu Km Nol. Lepas dari desa Iboih, maka sudah sulit ditemui rumah penduduk. Untunglah, saat dekat dengan jalan &#8220;masuk&#8221; ke lokasi durian Tengku, ada rumah penduduk di sisi kanan jalan, sisi yg dekat pantai. Segera titip kereta, dan siap melanjutkan dengan berjalan kaki.</p>
<div id="attachment_485" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-485" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2451.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Tim mengawali pendakian" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Tim mengawali pendakian</p></div>
<p>Menuju lokasi memang harus ditempuh dengan berjalan kaki, karena jalannya adalah jalan setapak, dan, kata Pak Ibrahim, sangat terjal&#8230; Suatu berita yang tidak nyaman didengar apalagi saat tengah hari terik panas dan lain sebagainya&#8230; hehe&#8230;</p>
<p>Dari rumah penduduk tempat parkir kereta, segera nyeberang jalan dan mulailah tanjakan dengan kemiringan sekitar 20 derajat, dengan kondisi kanan-kiri semak belukar tinggi, jadi seakan jalan di dalam lorong panjang. Tim Pemburu Durian (TPD) berjalan dengan semangat tinggi, penuh dengan gurauan. Ini terjadi sekitar 50 meter pertama. Setelah melewati batas 50 meter pertama, suara yang terdengar dari tim sudah berubah, dan juga volumenya semakin kecil. Pada etape 50 meter kedua inilah, kemiringan meningkat tajam menjadi sekitar 40 &#8211; 50 derajat. Jalan setapak bukan lagi sekedar tanah dan rumput atau belukar, tapi juga sudah bercampur bebatuan besar dan beberapa harus melewati tumbangan kayu. Pepohonan juga sudah mulai tak terukur tingginya. Ini berarti mulai masuk yang namanya &#8220;hutan beneran&#8221;.</p>
<div id="attachment_470" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-470" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2469.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Saatnya mengisi bahan bakar" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Saatnya mengisi bahan bakar</p></div>
<p>Pak Ibrahim dengan mantap berjalan di depan dengan kecepatan yang semakin lama &#8220;terasa&#8221; semakin cepat. Cepatnya luar biasa seperti artis Komeng saat tampil diiklan motor di TV. Dalam hitungan detik sudah gak tampak lagi dimana dia berada. Disini terlihat kecepatan relatif yang terjadi antara Pak Ibrahim dan sisa tim yang bukan orang gunung.</p>
<p>4 manusia yang tercecer di belakang hanya mampu meneriakkan Dji-Sam-Soe dalam melangkahkan dengkulnya, inipun dalam adegan <em>slow motion</em>. Begitu terlihat ada gerumpul batu besar di kerindangan kanopi hutan, segera 4 manusia tadi parkir untuk memanfaatkan bahan bakar dari air mineral yang telah disiapkan.</p>
<p>Bang Udi, yang biasa bermain di bawah permukaan laut sebagai <em>diver</em>, segera buka baju yang gak mampu lagi menyerap keringatnya. Saya sendiri merasa pedih sekali di bagian mata. Ini karena sang keringat yang muncul dari seantero ubun-ubun menyerbu daerah yang lebih rendah dan menerobos alis dan bulu mata, sehingga membanjir di mata&#8230; pedih&#8230; Sebagian lagi ngucur melalu bagian lain muka seperti mandi digerujuk air segayung. Sementara kondisi gak beda jauh juga dialami Irwan dan Fahmi&#8230; Bagaimana dengan Pak Ibrahim..? Mmm&#8230; gak ada bedanya seperti saat ketemu pertama di desa tadi&#8230; Edhian tenan&#8230;!</p>
<div id="attachment_482" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-482" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2484.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Lokasi Dren Tengku" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Lokasi Dren Tengku</p></div>
<p>Satu dua kali pak Ibrahim berhenti untuk cari durian jatuhan dari beberapa pohon durian yang dilewati sambil memberi kesempatan kepada rekan timnya mengatur napas. Tapi durian gagal ditemui, beberapa sudut yang ditengarai ada, ditandai dengan baunya, nihil. Mungkin sudah keduluan oleh babi hutan yang memang berpopulasi luar biasa di daerah ini.</p>
<p>Sekitar 45 jam kemudian, eh maksudnya 45 menit perjalanan yang terasa 45 jam lamanya, sampailah TPD alias Tim Pemburu Durian di satu lahan terbuka. Sesuatu yang &#8220;menakjubkan&#8221; karena dari curamnya medan dan lebatnya pepohonan tiba-tiba muncul di suatu area terbuka, bersih dari belukar, dan yang tampak hanya pepohonan durian yang maha tinggi.</p>
<p>Mau tau kira-kira seperti apa..? Sila lihat video berikut:</p>
<p><span style='text-align:center;display:block;'><object width='400' height='330' type='application/x-shockwave-flash' data='http://video.google.com/googleplayer.swf?docId=-7728604990946865281'><param name='allowScriptAccess' value='never' /><param name='movie' value='http://video.google.com/googleplayer.swf?docId=-7728604990946865281'/><param name='quality' value='best'/><param name='bgcolor' value='#ffffff' /><param name='scale' value='noScale' /><param name='wmode' value='window'/></object></span></p>
<p>Dan akhirnya&#8230; sampailah kami di lokasi yang tersohor itu, lokasi dari Durian Tengku, atau lengkapnya adalah Durian Tengku Chik. Lokasi ini berketinggian sekitar 140 dpl.</p>
<div id="attachment_472" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-472" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2493.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Posko petugas dren Tengku" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Posko petugas dren Tengku</p></div>
<p>Konon, Tengku Chik adalah salah satu dari 44 Tengku yang pernah ada di Pulau Weh dan belaiulah yang pertama menanam durian di lokasi ini. Pesannya kemudian adalah untuk membolehkan semua orang memakan buah durian ini, tetapi tidak boleh memperjualbelikannya. Jika larangan dilanggar maka akan mengalami sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Pesan ini dijaga turun-temurun hingga kini.</p>
<p>Dan karena kekhususannya itulah maka Durian Tengku juga dikenal dengan nama Durian Keramat. Durian dikenal dengan sebutan dren oleh orang lokal.</p>
<p>Di tengah lokasi pepohonan durian yang berjumlah sekitar 25 &#8211; 30 pohon buesssarrr, ada dua buah gubuk kecil yang berguna untuk tempat menunggu para petugas. Petugas apa..?</p>
<p>Ya, mereka petugas khusus, bertugas untuk menjaga durian agar tidak dimangsa binatang seperti monyet dan babi. Durian yang boleh diambil adalah yang jatuhan. Sehingga saat ada suara berdebum, maka petugas tadi akan segera mengambil dan mengumpulkannya di dekat gubuk. Sistem penugasan diatur oleh petinggi desa, dalam hal ini ketua LKMD Kelurahan Iboih.</p>
<div id="attachment_483" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-483" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2520.jpg?w=240&#038;h=171" alt="Yang masih di atas" width="240" height="171" /><p class="wp-caption-text">Yang masih di atas</p></div>
<p>Tiap regu jaga terdiri dari 5-6 orang dewasa, dan dalam sehari dibagi dalam dua shift, yaitu shift malam dan shift pagi-siang. Durian yang dikumpulkan wajib dibagikan ke masyarakat desa Iboih, secara bergiliran, sehingga semua dapat merasakan kenikmatan sang Dren Tengku ini.</p>
<p>Dan bagi &#8220;pengunjung&#8221; yang nekat nanjak gunung untuk sampe di lokasi ini, boleh meminta durian yang ada untuk dimakan di lokasi saja. Salah satu pesan dari Tengku Chik, katanya, jika ada yang meminta maka wajib diberikan.</p>
<p>Mengikuti pesan Tengku itulah, tim PDT yang sedang mengatur napas dan berbahagia dengan pencapaian pendakian yang berhasil ini pun, sebenarnya, boleh-boleh aja minta durian yang sudah dikumpulkan para petugas itu. Tapi perasaan di hati lebih sreg kalo menunggu matang jatuhan aja.</p>
<p>Dan, alhamdulillah, gak lama kemudian terdengar beberapa suara berdebam.</p>
<p><span style='text-align:center;display:block;'><object width='400' height='330' type='application/x-shockwave-flash' data='http://video.google.com/googleplayer.swf?docId=4500503165316617456'><param name='allowScriptAccess' value='never' /><param name='movie' value='http://video.google.com/googleplayer.swf?docId=4500503165316617456'/><param name='quality' value='best'/><param name='bgcolor' value='#ffffff' /><param name='scale' value='noScale' /><param name='wmode' value='window'/></object></span></p>
<div id="attachment_474" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-474" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2503.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Foto dengan durian jatuhan" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Foto dengan durian jatuhan</p></div>
<p>Suara jatuh yang indah itu segera memacu para petugas penjaga, plus TPD tentunya, menuju asal suara. Benar saja, ada beberapa yang jatuh. Segera diambil dan dibawa ke gubuk penjaga. Satu yang dipungut oleh Fahmi dan Irwan segera menjadi primadona sebagai teman berfoto. Foto ini penting, karena sebagai bukti otentik bahwa tim sudah mencapai lokasi nan tersohor ini, hehehe&#8230;</p>
<p>Selesai acara foto-foto, lalu Irwan mencoba buka dengan pisau yang dipinjamkan petugas jaga durian. Karena memang sudah matang pohon, maka gak susah lagi untuk membukanya. Mmm&#8230; terlihat menarik bentuknya. Gak besar sih, tapi&#8230; segera berbagi isi dan menyantap.</p>
<div id="attachment_475" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-475" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2529.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Durian Tengku" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Durian Tengku</p></div>
<p>Subhanallah, rasanya, ruarrr biasa&#8230; Sebagai salah satu penggemar durian, baru kali ini merasakan rasa yang khas sekali. Manis dan legit dan apa lagi ya&#8230; gak bisa diungkapkan. Lengkaplah kebahagiaan TPD, perjuangan dengan guyuran keringat dalam semangat &#8220;Dji-Sam-Soe <em>slow motion</em>&#8221; selama pendakian tadi langsung terbayar lunas. Ini durian jatuhan booo..! Dan bukan sembarang durian&#8230;!</p>
<p>Aksi makan durian tidak lupa diselingi dengan foto-foto untuk dokumentasi otentik. Karena, sekali lagi, ini bukan sembarang durian, ini durian keramat..! He he he&#8230;</p>
<p>Jika diperhatikan beberapa durian yang relatif kecil pohonnya, ada lapisan seng yang melilit di batang. Seng ini diikatkan memutari batang dengan ketinggian tertentu. Ini adalah salah satu cara mencegah monyet memanjat. Hmm&#8230; Monyet merupakan salah satu penggemar durian juga, rupanya&#8230;</p>
<div id="attachment_479" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-479" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2549.jpg?w=240&#038;h=171" alt="Burung sedang berkicau" width="240" height="171" /><p class="wp-caption-text">Burung sedang berkicau</p></div>
<p>Kebanyakan mengonsumsi durian saat badan letih dan sesiang ini belum terisi nasi mungkin akan bisa berakibat buruk. Jadi selesai memakan dua buah durian, TPD sudah merasa cukup puas. Selanjutnya adalah menikmati sejenak lingkungan lokasi durian keramat ini. Saat dirasa cukup, tim segera pamit pada para petugas dan segera turun dikecuraman jalan setapak. Kali ini kondisinya sangat berbeda dibandingkan saat berangkat. Kecepatan meluncur bisa mengimbangi pak Ibrahim&#8230;</p>
<p>Dalam perjalanan turun ini ditemui banyak binatang indah. Antara lain jenis unggas yang tidak bisa terbang berbulu hitam biru mengkilat dan berdada putih, bersarang disemak-semak, dan banyak lagi burung-burung yang lagi kongkow di pucuk-pucuk pohon. Entahlah namanya apa, tapi indah pasti.</p>
<p><span style='text-align:center;display:block;'><object width='400' height='330' type='application/x-shockwave-flash' data='http://video.google.com/googleplayer.swf?docId=4559638742225450833'><param name='allowScriptAccess' value='never' /><param name='movie' value='http://video.google.com/googleplayer.swf?docId=4559638742225450833'/><param name='quality' value='best'/><param name='bgcolor' value='#ffffff' /><param name='scale' value='noScale' /><param name='wmode' value='window'/></object></span></p>
<div id="attachment_477" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-477" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2600.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Menikmati makan siang kesorean" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Menikmati makan siang kesorean</p></div>
<p>Sesampai parkiran kereta, segera pamit dan berterimakasih dengan tuan rumah tempat penitipan. Sempat disangsikan oleh tuan rumah bahwa tim gak sampe lokasi durian, tentunya dengan becanda. Tapi tim menjawab dengan sigap dan disertai bukti-bukti otentik berupa foto&#8230; ho ho ho&#8230;</p>
<p>Sore yang indah ini diakhiri sebagian waktu di pantai Iboih nan indah, dan juga disempatkan &#8220;makan siang&#8221; yang kesorean di pantai Gapang. Sekitar jam 6:30, tim pulang kembali ke kota Sabang dengan kecepatan santai. Ini karena hari sudah gelap, plus sebagian jalan curam dan kondisi rusak berlubang, jadi diperlukan kehati-hatian ekstra.</p>
<p>Sayang sekali perjalanan kali ini tidak disertai oleh GPS, jadi gak tau lokasi tepatnya pepohon dren Tengku tadi. Tapi mungkin kira-kira bisa diraba pada Google Maps (<a title="Dugaan lokasi dren Tengku" href="http://maps.google.com/?ie=UTF8&amp;ll=5.876902,95.244051&amp;spn=0.005069,0.006909&amp;t=h&amp;z=17" target="_blank">sila klik disini</a>).</p>
<p>Alhamdulilah, perburuan durian keramat telah berhasil, dengan kepuasan yang memuncak.</p>
<p>Terimakasih untuk bang Udi, Irwan, Fahmi, dan juga Pak Ibrahim yang telah menemani menikmati salah satu keindahan karunia Nya berupa durian keramat di Iboih.</p>
<div id="attachment_478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><img class="size-full wp-image-478" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2535.jpg?w=240&#038;h=172" alt="Tim Pemburu Durian di lokasi Dren Tengku Chik, Iboih." width="240" height="172" /><p class="wp-caption-text">Tim Pemburu Durian di lokasi Dren Tengku Chik, Iboih. Ki-ka: Htt, Fahmi, Udi, Irwan, Ibrahim.</p></div>
<p>Beberapa foto dapat dilihat di <a title="Album foto di Facebook" href="http://www.new.facebook.com/album.php?aid=49427&amp;l=4bd90&amp;id=569212836" target="_blank">FaceBook</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/464/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/464/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=464&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2008/08/03/memburu-dren-tengku-chik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2495.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Durian Tengku Chik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2445.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ngopi dulu ahhh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2451.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tim mengawali pendakian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2469.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Saatnya mengisi bahan bakar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2484.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lokasi Dren Tengku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2493.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Posko petugas dren Tengku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2520.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Yang masih di atas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2503.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto dengan durian jatuhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2529.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Durian Tengku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2549.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Burung sedang berkicau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2600.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menikmati makan siang kesorean</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/08/img_2535.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tim Pemburu Durian di lokasi Dren Tengku Chik, Iboih.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PulauWehSabang dot com</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2008/07/10/pulauwehsabang-dot-com/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2008/07/10/pulauwehsabang-dot-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 06:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stayeatandcool]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[Vlugge schakels]]></category>
		<category><![CDATA[joomla]]></category>
		<category><![CDATA[pulau weh]]></category>
		<category><![CDATA[pulauwehsabang.com]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu/bulan lalu, sempat bermain ke Pulau Weh dan bertemu dengan rekan-rekan disana. Salah satu hasil ngobrol ngalor ngidul adalah tentang penggalakan promosi pariwisata. Pulau Weh adalah pulau yang indah, semua orang (yang pernah mampir) pasti setuju. Tapi keindahan lokasi wisata tanpa adanya promosi yang baik tentunya kurang meningkatkan percepatan industri pariwisata di pulau ini.
Selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=457&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_458" class="wp-caption alignright" style="width: 250px"><a href="http://www.pulauwehsabang.com"><img class="size-full wp-image-458" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/07/pwehsabang.jpg?w=240&#038;h=171" alt="PulauWehSabang.com" width="240" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">PulauWehSabang.com</p></div>
<p>Beberapa waktu/bulan lalu, sempat bermain ke <a title="Pulau Weh di Wiki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Weh" target="_blank">Pulau Weh</a> dan bertemu dengan rekan-rekan disana. Salah satu hasil ngobrol ngalor ngidul adalah tentang penggalakan promosi pariwisata. Pulau Weh adalah pulau yang indah, semua orang (yang pernah mampir) pasti setuju. Tapi keindahan lokasi wisata tanpa adanya promosi yang baik tentunya kurang meningkatkan percepatan industri pariwisata di pulau ini.</p>
<p>Selain dengan media cetak (brosur/leaflet/dll), maka media internet juga menjadi sasaran rambahan. Akhirnya jadilah simpulan untuk membuat situs web. Dan berdasar diskusi panjang (masih ngalor ngidul juga) akhirnya tampillah situs web wisata. Nama domain yang dipilih adalah <strong>pulauwehsabang.com</strong>.</p>
<p>Situs ini dibangun dengan aplikasi <a title="Joomla" href="http://www.joomla.org" target="_blank">Joomla</a> yang berbasis CMS itu. Jika ada waktu silakan mampir yah. Klik aja <a title="PulauWehSabang.com" href="http://www.pulauwehsabang.com/id/" target="_blank">PulauWehSabang.com</a>&#8230;</p>
<p>Siapa tau (saya/anda) berkesempatan (lagi) ke sana dalam liburan tahun ini&#8230;</p>
<p>: )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/457/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/457/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=457&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2008/07/10/pulauwehsabang-dot-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/07/pwehsabang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PulauWehSabang.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Belerang Jaboi</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2008/04/14/wisata-belerang-jaboi/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2008/04/14/wisata-belerang-jaboi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 16:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[balohan]]></category>
		<category><![CDATA[belerang]]></category>
		<category><![CDATA[jaboi]]></category>
		<category><![CDATA[pulau weh]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Posisi Indonesia pada sabuk api dunia menjadikan kita, penduduknya, tidak asing lagi dengan pemandangan gunung, baik gunung yang masih aktif ataupun yang telah &#8220;mati&#8221;. Banyaknya gunung berapi menjadikan kita mempunyai banyak sekali tempat &#8220;wisata belerang&#8221;. Salah satu tempat wisata belerang yang menarik adalah di Jaboi. Jaboi adalah kota kecil yang telah terekam sejak lama pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=395&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright alignnone size-full wp-image-396" style="border:0;float:right;margin:9px;" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02614.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Wisata Jaboi" width="240" height="180" />Posisi Indonesia pada sabuk api dunia menjadikan kita, penduduknya, tidak asing lagi dengan pemandangan gunung, baik gunung yang masih aktif ataupun yang telah &#8220;mati&#8221;. Banyaknya gunung berapi menjadikan kita mempunyai banyak sekali tempat &#8220;wisata belerang&#8221;. Salah satu tempat wisata belerang yang menarik adalah di Jaboi. Jaboi adalah kota kecil yang telah terekam sejak lama pada peta &#8220;dunia barat&#8221;.</p>
<p>Pada saat alat penerima GPS mulai menyajikan <em>map</em> dalam layarnya beberapa tahun lalu, kota Jaboi hampir pasti sudah ada disana, disaat yang sama banyak kota lain di Indonesia, yang lebih besar dan ramai, belum terdapat pada peta dijital keluaran &#8220;perekam posisi&#8221; ini. Hal ini kemungkinan disebabkan karena Pulau Weh, dimana kota Jaboi berada, telah dikenal dunia pelayaran sejak jaman dulu, terutama saat Sabang menjadi salah satu pelabuhan laut terbesar dunia, yang dikuasai oleh Belanda. Jaboi sendiri terletak di bagian Selatan pulau Weh.</p>
<p><span id="more-395"></span>Untuk menuju ke Jaboi bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Jalur yang bisa ditempuh adalah melalui Balohan, kota pelabuhan di Selatan pulau Weh. Untuk menuju ke Balohan sendiri bisa digunakan kapal cepat dari Pelabuhan Ule Lheu di Banda Aceh.</p>
<p><img class="alignright alignnone size-full wp-image-397" style="float:right;border:0;margin:9px;" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02627.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Uap Belerang" width="240" height="180" />Dari Balohan kita menyusuri jalan aspal ke arah selatan, dan jalur ini adalah termasuk jalur lingkar pulau Weh. Jalan aspal berkontur rapat dengan satu dua lokasi yang &#8220;agak rusak&#8221; (setidaknya ini adalah kondisi pada awal tahun 2008) masih layak dilalui dengan kendaraan ringan sekelas 1300 &#8211; 1800 cc.</p>
<p>Kota Jaboi sendiri terletak sekitar 6 km dari Balohan. Kota kecil ini berpenduduk relatif campuran dari berbagai suku di Indonesia, dan ini adalah kondisi &#8220;pada umumnya&#8221; untuk kota-kota di Pulau ini. Keberagaman penduduk menyebabkan kemudahan kita berkomunikasi, jika kita memerlukan petunjuk tentang sesuatu selama dalam perjalanan ini.</p>
<p>Saat jarak tempuh mencapai sekitar 6,5 km dari Balohan, kita dapati sebuah simpangan arah kanan (arah Barat). Inilah arah lokasi &#8220;wisata belerang&#8221; Jaboi. Mengikuti jalan ini, yang semakin menanjak, disuguhi pemandangan kebun rakyat di kanan-kiri jalan. Dan sekitar 1-1,5 km kemudian kita akan mencapai &#8220;pintu gerbang&#8221; di sisi kanan jalan. Belum ada tempat parkir yang representatif, jadi cukup parkirkan kendaraan di bahu jalan. Tidak perlu khawatir akan kendaraan lain yang bersimpangan, karena memang relatif tidak banyak mobil yang melewati jalan ini.</p>
<p><img class="alignright alignnone size-full wp-image-398" style="float:right;border:0;margin:9px;" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02629.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Air Panas" width="240" height="180" />Di gerbang bisa kita baca keterangan mengenai lokasi wisata alam ini. Keterangan lokasi ini tercetak pada lembar plastik (atau fiberglass?) yang terlihat masih baru. Melalui gerbang kita segera disambut pepohonan rimbun, dan dengan jalan setapak yang terbuat dari semen perjalanan ke lokasi praktis tidak ada halangan.</p>
<p>Padang belerang yang pertama ditemui tidak terlalu luas. Bau menyengat sudah sangat terasa sejak di gerbang lokasi tadi. Kepulan uap belerang terlihat di beberapa bagian lokasi. Berjalan agak dalam, sedikit menanjak, kemudian akan ditemui semacam parit besar.</p>
<p>Pada ujung parit ini terdapat air yang cukup panas. Mungkin bisa untuk merebus telur, sebagaimana lokasi wisata belerang lainnya. Sayangnya saat kesini tidak membawa telur, dan tidak ada juga yang menjual telur di sekitar tempat ini&#8230;</p>
<p><img class="alignright alignnone size-full wp-image-400" style="float:right;border:0;margin:9px;" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02641.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Di tengah padang belerang" width="240" height="180" />Melewati parit, kemudian menanjak tebing yang cukup curam dengan ketinggian sekitar 2 meter. Sesampai disini, setelah melewati beberapa pepohon yang mulai meranggas, kita baru memasuki &#8216;padang&#8217; yang kedua, yang jauh lebih luas dibandingkan yang pertama.</p>
<p>Bongkahan-bongkahan bebatuan berwarna putih ada dimana-mana. Dan untuk melintasi bebatuan ini cukup menantang karena tidak ada medan yang rata, semua berbatu tidak beraturan, dan bebatuan yang kecil tidak terekat dengan yang lain (cepat gugur jika diinjak).</p>
<p>Dari tengah lokasi ini terlihat banyak sudut pandang yang menarik. Arah Timur Laut, dari sela-sela pucuk pepohonan rimbun yang terletak lebih rendah dari padang ini terlihat teluk Balohan yang membiru. Cantik.</p>
<p><img class="alignright alignnone size-full wp-image-401" style="float:right;border:0;margin:9px;" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02650.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Pepohonan meranggas" width="240" height="180" />Sementara itu arah pandang ke Barat terlihat batas yang sangat jelas antara padang belerang ini dengan rerimbunan pohon pada hutan yang yang masih asri di bagian yang lebih tinggi dari lokasi ini. Hutan disini masih te-o-pe, jadi masih nikmat untuk dipandang&#8230;</p>
<p>Di tengah padang ini sendiri terdapat beberapa batang pohon yang meranggas, kering karena suhu pada titik tertentu terkadang menjadi sangat panas untuk suatu kehidupan tetumbuhan. Sehingga terlihat pemadangan yang sangat kontras, dimana disatu lokasi terlihat batang pohon yang telah mengering, sementara tidak jauh darinya, di luar batas padang, terlhat kehijauan pepohonan yang masih sangat segar.</p>
<p>Masih ada satu lagi padang serupa dengan jarak sekitar 300 meter arah Barat Laut dari lokasi ini. Lokasi yang tidak terlalu jauh tetapi karena medannya lebih berat, dengan kemiringan yang lebih tajam, membuat kesimpulan: cukup kiranya sampai di sini saja&#8230;</p>
<p><img class="alignright alignnone size-full wp-image-399" style="float:right;border:0;margin:9px;" src="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02666.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Turis lokal dan mancanegara" width="240" height="180" />Lokasi wisata yang masih jauh dari kelengkapan suatu tempat wisata ini ternyata cukup diminati pula oleh banyak kalangan. Pendatang tidak hanya dari kota Banda Aceh, yang rela melintas laut sejauh sekitar 30 km dari pelabuhan Ule Lheu ke Balohan, tetapi juga menjadi salah satu tujuan turis mancanegara. Beberapa penikmat lokasi alam yang berkunjung terlihat dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa untuk berbagai keperluan.</p>
<p>Wisata Gunung Berapi Jaboi, demikian nama yang tertera pada pintu gerbang, terletak di ketinggian antara 100 m (dpl) hingga mendekati 200 m (dpl). Posisi geografis pada sekitar   5°47&#8242;57.51&#8243;N dan  95°19&#8242;36.01&#8243;E.</p>
<p>Untuk melihat di Google Maps, <a title="Lokasi Wisata @ Google Maps" href="http://maps.google.com/maps?t=h&amp;hl=en&amp;ie=UTF8&amp;ll=5.80126,95.326195&amp;spn=0.009948,0.014591&amp;z=16" target="_blank">sila klik disini</a>.</p>
<p>Jika berkesempatan ke lokasi ini, jangan lupa bawa bekal yang cukup, karena tidak akan kita temui pedagang minuman ataupun <em>warteg</em> di sini&#8230; Siapa juga yang mau jualan di hutan&#8230;?</p>
<p>: )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/395/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/395/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=395&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2008/04/14/wisata-belerang-jaboi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02614.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wisata Jaboi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02627.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Uap Belerang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02629.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Air Panas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02641.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Di tengah padang belerang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02650.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pepohonan meranggas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2008/04/dsc02666.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Turis lokal dan mancanegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Weh dalam rekaman</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2007 03:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Mis películas]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Weh, terletak di &#8220;seberang&#8221; kota Banda Aceh, berkota Sabang, dan merupakan wilayah administrasi paling barat dan utara Indonesia&#8230; semua orang juga sudah tau&#8230; Beberapa rekan sudah berulangkali menginjakkan kaki di pulau ini, tetapi tentunya masih banyak yang belum pernah ke sana. Ada yang bertanya melalui email ataupun dalam obrolan mengenai bagaimana menuju ke sana, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=220&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pulau Weh, terletak di &#8220;seberang&#8221; kota Banda Aceh, berkota Sabang, dan merupakan wilayah administrasi paling barat dan utara Indonesia&#8230; semua orang juga sudah tau&#8230; Beberapa rekan sudah berulangkali menginjakkan kaki di pulau ini, tetapi tentunya masih banyak yang belum pernah ke sana. Ada yang bertanya melalui email ataupun dalam obrolan mengenai bagaimana menuju ke sana, bagaimana dengan transportasinya, akomodasinya, de-el-el. Ada seratus macam pertanyaan, yang bisa dijawab dengan seribu macam jawaban&#8230; (lho&#8230;).</p>
<p>Kali ini saya ingin berbagi hasil pandangan berupa rekaman perjalanan. Rekaman ini tidak hanya dari satu perjalanan saja tetapi dari beberapa kali ke pulau ini, dan hanya dengan peralatan minimalis berupa kamera dijital Sony DSC-P73, yang mempunyai fasilitas MpegMovie. Untuk bisa menikmatinya, browser harus mempunyai plugin <em>flashplayer</em>.</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/pRDSIfVtsjw/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Perjalanan dimulai dari pelabuhan laut Ulee Lheu di kota Banda Aceh. Dalam sehari terdapat 2x penyeberangan dengan menggunakan Kapal Cepat. Kalau tidak salah, jam keberangkatan adalah jam 10.00 (Kapal Pulo Rondo) dan jam 15.00 (Kapal Baruna Duta) dengan tarif VIP Rp. 75.000 (per Maret 2007).</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/w8bBfKlzZ34/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Sampailah di Balohan. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit. Jika pada kondisi ombak yang &#8220;lumayan mengganggu&#8221; maka bisa lebih lama&#8230; sedikit&#8230; Kapal akan merapat di pelabuhan laut Balohan yang terletak di bagian Selatan Pulau Weh.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ubC54pfmDN0/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Pusat keramaian di kota Sabang adalah di Jalan Perdagangan. Disinilah pusatnya pertokoan, dan juga terdapat pasar tradisional. Sore dan malam hari banyak sekali kedai yang menjajakan berbagai makanan khas lokal maupun makanan nasional.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ngXS2pGTBV4/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Di bagian Barat Laut kota Sabang terdapat pantai yang cukup bersih dan menjadi tempat berjalan-jalan sore sebagian penduduk kota. Pantai ini bernama Pantai Kasih. Di sepanjang pantai ini terdapat tempat duduk ataupun parkir mobil untuk penikmat yang merindukan suara debur ombak dan hembusan angin laut. Terdapat pula beberapa kedai yang menyajikan beragam makanan, dimana menu yang top antara lain adalah <a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/04/16/bakpia-spasial-dan-mi-kepiting/" title="Bakpia Spasial dan Mi Kepiting" target="_blank">Mi Kepiting</a>.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/HDrIWx2_aFI/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Jika berkesempatan naik ke Sabang Hill, yaitu bukit dimana terdapat Hotel Sabang Hill (bangunan sejak jaman penjajahan Belanda), maka akan terlihat pemandangan Teluk Sabang yang begitu indah. Dari sini juga bisa terlihat sisi lain dari Pulau Weh yang merupakan salah satu tempat wisata bawah laut terindah, Pantai Iboih.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/BjU6D46gHWo/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Jika banyak waktu tersisa (ini gak mungkin, karena begitu banyak obyek keindahan di Pulau Weh), sempatkan main ke hutan di Jaboi yang terletak di Selatan pulau Weh, relatif dekat dengan Balohan. Hutan ini terletak di lereng gunung yang masih aktif, sesampai di puncak maka bau belerang akan terasa cukup menyengat.</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/3asCaDHUO_Q/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Mengeksplorasi pulau kecil nan indah ini tidak akan ada waktu yang cukup. Sekalipun saatnya sampai untuk meninggalkan pelabuhan Balohan menuju ke Ulee Lheu&#8230; maka rasa ingin kembali akan terus terdengar&#8230;</p>
<p>Banyak lagi rekaman beberapa spot di pulau ini, mungkin lain kali akan disajikan juga&#8230;<br />
: )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/220/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/220/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=220&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2007/05/07/pulau-weh-dalam-rekaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/pRDSIfVtsjw/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/w8bBfKlzZ34/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/ubC54pfmDN0/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/ngXS2pGTBV4/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/HDrIWx2_aFI/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/BjU6D46gHWo/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/3asCaDHUO_Q/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bakpia Spasial dan Mi Kepiting</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2007/04/16/bakpia-spasial-dan-mi-kepiting/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2007/04/16/bakpia-spasial-dan-mi-kepiting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2007 08:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stayeatandcool]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2007/04/16/bakpia-spasial-dan-mi-kepiting/</guid>
		<description><![CDATA[Satu daerah akan selalu mempunyai satu kekhasan, apakah itu berupa tempat, atau dalam bentuk lain. Banyak juga yang mempunyai kekhasan dalam hal makanan. Nah, ngomong soal makanan, makanan apa yang bisa dinikmati dan tentunya layak diingat saat kita berkunjung ke Pulau Weh&#8230;?
Pulau Weh, pulau yang berpenduduk dan berlokasi terbarat dan terutara di Indonesia (kalo nggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=198&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07264.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Bakpia Spasial" align="right" border="0" height="180" hspace="9" vspace="9" width="240" />Satu daerah akan selalu mempunyai satu kekhasan, apakah itu berupa tempat, atau dalam bentuk lain. Banyak juga yang mempunyai kekhasan dalam hal makanan. Nah, ngomong soal makanan, makanan apa yang bisa dinikmati dan tentunya layak diingat saat kita berkunjung ke Pulau Weh&#8230;?</p>
<p>Pulau Weh, pulau yang berpenduduk dan berlokasi terbarat dan terutara di Indonesia (kalo nggak salah), selain menyajikan keindahan alamnya yang luar biasa juga mempunyai sajian makanan yang layak santap. Jika ke Pulau ini, kurang lengkap rasanya kalau nggak menikmati <strong>Mi Kepiting</strong> dan juga membawa <strong>Bakpia Spasial</strong> untuk oleh-oleh. Mi Kepiting..? Bakpia Spasial&#8230;? Macam apa pula ini&#8230;?<span id="more-198"></span></p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07127.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Sajian Mi Kepiting" align="right" border="0" height="180" hspace="9" vspace="9" width="240" />Mi Kepiting adalah mi goreng plus kepiting, dan merupakan salah satu sajian istimewa yang menjadi favorit. Ada beberapa tempat yang bisa menyajikan sajian ini. Antara lain adalah di seberang Masjid Raya Sabang. Tempat lain yang juga menyajikan Mi Kepiting adalah di Pantai Kasih. Di Pantai Kasih, selain  nikmatnya Mi Kepiting bisa kita dapatkan disini, juga lokasinya yang menarik karena berhadapan langsung dengan pemandangan laut yang indah. Suara deburan ombak dan juga angin laut yang menderu menjadikan kenikmatan bersantap mi bertambah&#8230; Satu porsi pastilah akan terasa kurang&#8230;</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>Bakpia Spasial</strong>..? Spasial atau Spesial sih&#8230;? <em>Spasial</em>&#8230; tapi sekaligus menjadikannya <em>spesial </em>bagi penikmatnya. Sebenarnya nama asli produk ini adalah <strong>Kue Kacang Hijau AG Sabang</strong>. Bentuknya mirip dengan Bakpia Pathok <em>made in</em> Yogyakarta. Yang membedakan adalah warna dan rasanya. Bakpia ini warnanya kecoklat-hitaman dan rasanya lebih gurih.</p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07270.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Bakpia Spasial Sabang" align="right" border="0" height="180" hspace="9" vspace="9" width="240" />Saya lebih suka menyebutnya sebagai Bakpia Spasial karena pada kemasannya yang berupa kotak berwarna kuning tercantum peta Pulau Weh dengan batas pantai dan jejaring jalan utamanya. Juga gak ketinggalan pencantuman beberapa nama lokasi penting. Pembuat disainnya <em>mungkin</em> sudah mengenal data spasial atau kegunaan data spasial bagi pembeli yang datang ke Sabang. Jadi, sambil menikmati kelezatan Bakpia, diharapkan sekaligus mengetahui lokasi-lokasi penting yang wajib dikunjungi di Pulau Weh&#8230;</p>
<p>Bakpia ini bisa kita dapatkan di toko-toko makanan di sepanjang Jalan Perdagangan kota Sabang. Juga bisa kita dapatkan di pelabuhan laut Balohan. Bahkan ada yang dijual sambil &#8220;berjalan&#8221;. Gak percaya&#8230;? Kalo gak percaya <a href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/459422050/" title="Mobile Service di Balohan" target="_blank">sila klik disini</a>.</p>
<p>Bagaimana jika belum sempat ke Sabang tetapi mau icip-icip Bakpia Spasial ini..? Di Banda Aceh pun bisa didapat. Sila kunjungi toko Simbun Sibreh (kalo gak salah nama tokonya demikian), toko ini adalah toko makanan berlokasi di dekat Masjid Baiturrahman. Kalau pagi biasanya belum ada, karena Bakpia Spasial ini diantar dari Sabang melalui Kapal Cepat yang pertama, sehingga baru masuk toko mungkin sekitar jam 11an. Jadi dijamin <em>fresh from the oven</em> tiap hari&#8230;</p>
<p>Tapi kalau mau cicip Mi Kepiting ya harus berkunjung ke Sabang&#8230; Gak bisa dengan cara lain&#8230;<br />
: )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/198/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/198/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=198&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2007/04/16/bakpia-spasial-dan-mi-kepiting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07264.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bakpia Spasial</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07127.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sajian Mi Kepiting</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07270.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bakpia Spasial Sabang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ke Ujung Barat lagi&#8230;</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2007/04/15/ke-ujung-barat-lagi/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2007/04/15/ke-ujung-barat-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 10:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2007/04/15/ke-ujung-barat-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[April 2007, ada nasib yang sangat baik, ketika dilibatkan menjadi anggota tim penggembira dalam rangka pemaparan suatu kegiatan. Apa &#8220;nasib baik&#8221;-nya..? Tim akan ke tempat studi yang berlokasi di ujung barat Indonesia, Sabang, Pulau Weh&#8230;!
Selasa pagi, perjalanan dimulai dari CGK sekitar jam 6.30. Dengan diantar Lion dan sempat mampir ke Medan sejenak, akhirnya sampai di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=192&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/14453480/" title="Bay Sabang @ Flickr" target="_blank"><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/bay-sabang.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Bay Sabang" align="right" border="0" height="180" hspace="9" vspace="9" width="240" /></a>April 2007, ada nasib yang sangat baik, ketika dilibatkan menjadi anggota tim penggembira dalam rangka <a href="http://www.sabangkota.go.id/cgi-bin/index.cgi?action=viewnews&amp;id=132" title="Pemaparan hasil kegiatan" target="_blank">pemaparan suatu kegiatan</a>. Apa &#8220;nasib baik&#8221;-nya..? Tim akan ke tempat studi yang berlokasi di ujung barat Indonesia, Sabang, Pulau Weh&#8230;!</p>
<p>Selasa pagi, perjalanan dimulai dari CGK sekitar jam 6.30. Dengan diantar Lion dan sempat mampir ke Medan sejenak, akhirnya sampai di Sultan Iskandar Muda, bandara di Aceh, sekitar jam 11.00. Dijemput oleh pak Imran dengan taksi putihnya, sesiangan ini sempat mampir di beberapa tempat di Kota Banda Aceh, dimana rekan yang dicari, alhamdulillah, ketemu semua.</p>
<p>Jarak ke Pulau Weh masih jauh, untuk mencapainya, sore ini, digunakan Kapal Cepat dari pelabuhan Ulele (nulis nama pelabuhan ini sebenarnya bukan seperti itu, hanya untuk memudahkan membaca dan mengingat aja). Kapal Cepat Baruna Duta dari Ulele menuju ke pelabuhan Balohan (di Pulau Weh), berangkat jam 15.30. Tiket (masih) bertarif Rp. 75.000 untuk VIP (plus makanan ringan dan segelas air mineral yang dibagikan saat perjalanan dimulai).<span id="more-192"></span></p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07111.jpg?w=240&#038;h=171" alt="Online on the boat" align="right" border="0" height="171" hspace="9" vspace="9" width="240" />Mas Joko, pimpinan perjalanan, terlihat segera ambil tempat duduk di bagian depan dan segera terlelap. Saya tetep duduk di bagian belakang, sambil baca berita tentang rencana pertempuran antara Manchester United dan AS Roma dalam babak perdelapan final <em>Champions League</em> besok (pertandingan Rabu dini hari) di Koran Tempo. Iseng, buka HP dan menjalankan aplikasi <a href="http://www.reporo.com" title="Aplikasi Java untuk Ngobrol via HP" target="_blank">reporo</a> siapa tau ada yang sedang online. Wah ternyata banyak yang <em>online</em>, baik di Y!M ataupun GTalk. Sambil <em>ngganyem </em>roti bekal dari Bogor (roti ini antisipasi karena gak ada jatah makanan selama dalam penerbangan CGK-BTJ di Lion), ngobrol dengan satu-dua rekan, sambil baca Koran Tempo&#8230; Asik juga ngobrol di tengah perjalanan laut antara Pulau Sumatera dan Pulau Weh.</p>
<p>Sore ini angin sepoi sekali, hingga gejolak ombak gak kerasa. Waktu tempuh yang hanya sekitar 40 menit terasa sangat singkat. Balohan segera didepan mata. Berbeda sekali saat ombak bergejolak, waktu tempuh akan bertambah dan tentunya perut akan diaduk-aduk lumayan.</p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07212.jpg?w=240&#038;h=172" alt="Balohan" align="right" border="0" height="172" hspace="9" vspace="9" width="240" />Di Balohan, sohib sudah menjemput, bang <a href="http://360.yahoo.com/profile-L9yKF6Awd689oVch110qzFqgYg--?cq=1" title="Blog Ali Taufik" target="_blank">Ali Taufik</a>. Segera diantar bang Ali menuju Sabang. Gak berapa lama Danau Aneuk Laot segera terlihat di depan, bersebelahan dengan bandara Maimun Saleh. Sayang sekali bandara belum mempunyai jadwal yang berfrekuensi tinggi untuk layanan Sabang &#8211; Banda Aceh. Yang lebih dominan menggunakan bandara ini adalah pesawat-pesawat angkut militer, walau saat pasca tsunami 2004, bandara ini sempat menjadi basis pesawat kecil dan helikopter sukarelawan asing. Dari danau langsung diantar ke Hotel Holiday di Jalan Perdagangan. Hotel ini bener-bener awet. Sejak pertama kali diinapi sepuluh tahun lalu (Agustus 1997, saat bersama mas Laju ke Sabang dalam rangka Jambore Iptek), semua tataletak dan fasilitas gak keliatan berubah&#8230;</p>
<p>Setelah letakkan koper, segera ajak bang Ali keliling kota sebentar, mengenang banyak tempat yang pernah disinggahi pada perjalanan terdahulu. Hitung-hitung, kali ini adalah perjalanan ke-7 mengujungi pulau Weh. Malam hari ajak bang Ali dan keluarga, juga beberapa rekan lain, menikmati santap malam di daerah Pantai Kasih. Terdapat beberapa warung atau kedai yang menghadap ke laut, Teluk Sabang. Menu utama adalah Mi Kepiting..!!!</p>
<p>Rabu pagi menjelang, setumpuk jadwal segera menghadang. Setelah melihat berita pembantaian MU terhadap AS Roma di berita RCTI (7-1 booo), persiapan kegiatan segera dimulai. Belum sempat sarapan, langsung dijemput rekan dan segera menuju ke kantor Bappeda, dan langsung dilanjutkan dengan pertemuan di kantor Walikota, ke Bappeda lagi, ke BRR distrik Sabang mengunjungi salah satu sesepuh Sabang (Pak Zulkifli), dan siang bincang-bincang <em>off-air</em> dengan bang Ferdi dari Pro Radio Sabang (99.9FM) tentang Danau Aneuk Laot. Selesai ngobrol, langsung ke sekolah MIN (Madrasah Ibtida&#8217;iyah Negeri) untuk ngobrol dengan beberapa rekan guru disana. Kali ini obrolan ringan tentang fenomena alam yaitu gempa, tsunami, <em>red-tide</em>, bahkan sampai astronomi&#8230; Senang rasanya bisa diskusi dengan rekan-rekan guru, yang juga diikuti oleh beberapa muridnya (murid kelas 6 tetapi antusias dan aktif dalam mengikuti obrolan ini).</p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07193.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Kapal Pulo Rondo" align="right" border="0" height="180" hspace="9" vspace="9" width="240" />Sore hari ini beberapa rekan dari Jakarta ada yang baru sampai di Sabang. Bergabung bersama &#8220;tim sirkus&#8221; ini di hotel, lalu segera pergi lagi untuk sholat maghrib di Masjid di suatu perumahan dekat bandara arah ke Balohan (wah lupa nama tempatnya), kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama bertema fenomena alam, yang &#8220;khotbah&#8221; adalah pak Iyung. Ba&#8217;da Isya, segera meluncur ke Cafe Tuna yang berlokasi di dekat Anoi Itam, pantai sisi barat Pulau Weh, dengan menembus jalan berbukit di Cot Ba&#8217;U. Acara kali ini adalah santap malam bersama beberapa &#8220;pemilik&#8221; Sabang, dengan sajian makanan yang sederhana tapi wuah nikmatnya&#8230; (terimakasih bang Ipol, yang sudah mengatur semua&#8230;).</p>
<p>Kamis siang workshop di Bappeda, berupa pemaparan kegiatan tentang <a href="http://www.sabangkota.go.id/cgi-bin/index.cgi?action=viewnews&amp;id=132" title="Tentang Danau Aneuk Laot" target="_blank">isu penurunan muka air</a> Danau Aneuk Laot, dan sore sudah berada kembali di Balohan untuk segera menyeberang ke Ulele di Banda Aceh. Kapal cepat yang melayani perjalanan sore ini adalah kapal Pulo Rondo. Kali ini, tiket VIP hanya Rp. 70.000 (beda dengan saat arah berlawanan), tanpa mendapat makanan ringan dan air.</p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07192.jpg?w=180&#038;h=240" alt="Tugu Gurita" align="right" border="0" height="240" hspace="9" vspace="9" width="180" />Di Balohan ini terdapat tugu antik yang menggambarkan Kapal Ferry. Tugu ini untuk memperingati peristiwa tenggelamnya Kapal Ferry Gurita yang terjadi pada tanggal 19 Januari 1996. Saat itu KMP Gurita membawa penumpang dari pelabuhan Malahayati di Banda Aceh menuju Balohan, dimana sebagian besar penumpang adalah penduduk Sabang yang akan merayakan Idul Fitri di kampung halamannya. Hampir semua penumpang tidak terselamatkan, dan hal ini menjadi salah satu kenangan pahit dalam sejarah Sabang. Tugu ini sumbangan dari Wang Sung Tee, seorang warga negara Taiwan.</p>
<p>Ada yang antik lain lagi di Balohan, coba aja <a href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/459422050/" title="Mobile Service di Balohan..!" target="_blank">klik disini</a>.</p>
<p>Kapal Pulo Rondo segera angkat sauh sekitar pukul 16.00. Sore ini laut juga tenang, gak ada gejolak ombak yang berarti. Sekitar 16.40 Ulele sudah dijejak dan kali ini yang menjemput saya adalah bang Sofyan, juga dengan taksi putihnya (bang Sofyan adalah rekan sejawat pak Imran yang jemput saat dari bandara SIM beberapa hari lalu). Malam Jumat temu dengan banyak teman &#8220;dunia spasial&#8221; di Banda Aceh. Jumat kembali ke CGK&#8230;</p>
<p>Ini perjalanan yang melelahkan, tapi sekaligus menyenangkan. Melelahkan, karena baru kali ini berkunjung ke Sabang tanpa sempat menikmat keindahan alamnya. Gak sempet keluyuran sebagaimana &#8220;biasanya&#8221;.</p>
<p>Menyenangkan, karena yang namanya keluyuran dikeindahan alam akan selalu membuat hati senang&#8230;</p>
<p>: )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=192&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2007/04/15/ke-ujung-barat-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/bay-sabang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bay Sabang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Online on the boat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07212.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Balohan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07193.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kapal Pulo Rondo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/04/dsc07192.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tugu Gurita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>.id: Pantai Iboih</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2006/02/16/iboih/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2006/02/16/iboih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2006 07:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mi familia]]></category>
		<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Stayeatandcool]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[gapang]]></category>
		<category><![CDATA[iboih]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau weh]]></category>
		<category><![CDATA[rubiah]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2006/02/16/iboih/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca Kompas rubrik Sosok terbitan hari ini, tentang pak Dodent, jadi inget Pantai Iboih di Pulau Weh. Pantai yang terletak gak jauh dari Pantai Gapang, dan mempunyai keindahan plus, yaitu taman laut yang ruarrr biasa indahnya.
Pantai Iboih terletak pada posisi 5°52&#8242;33.42&#8243; LU dan 95°15&#8242;22.55&#8243; BT, berhadapan dengan Pulau Rubiah, pulau kecil tempat persinggahan jemaah haji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=40&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/24392976/"><img src="http://static.flickr.com/21/24392976_6d018e4c44_m.jpg" border="0" alt="Pantai Iboih" hspace="9" vspace="9" width="240" height="180" align="right" /></a>Membaca <a title="Sosok, Kompas" href="http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0602/16/Sosok/2436515.htm" target="_blank">Kompas rubrik Sosok</a> terbitan hari ini, tentang pak Dodent, jadi inget Pantai Iboih di Pulau Weh. Pantai yang terletak gak jauh dari <a title="Cerita Pulau Weh - 2" href="http://hartanto.wordpress.com/2006/01/02/jalanid-pulau-weh-2/">Pantai Gapang</a>, dan mempunyai keindahan plus, yaitu taman laut yang ruarrr biasa indahnya.</p>
<p>Pantai Iboih terletak pada posisi 5°52&#8242;33.42&#8243; LU dan 95°15&#8242;22.55&#8243; BT, berhadapan dengan Pulau Rubiah, pulau kecil tempat persinggahan jemaah haji nusantara sebelum dan setelah ke Mekah pada jaman dahulu, saat kendaraan utama ke tanah suci adalah kapal laut.<span id="more-40"></span></p>
<p>Kondisi sekitar pulau Rubiah dipenuhi oleh coral-reef yang beragam jenis, dan tentunya menjadi rumah bagi beragam ikan. Saat sebelum bencana tsunami pada 26 Desember 2004, keindahannya bisa dinikmati dengan kapal kecil yang mempunyai kaca dibagian bawah, sehingga kita bisa saksikan kehidupan laut dari atas kapal dengan nyaman. Tapi bagi penyinta selam atau senorkel, tentunya lebih asik lagi kalo langsung nyemplung kedalam air.</p>
<p><img src="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/03/pweh_rubiah.jpg?w=300&#038;h=219" border="0" alt="Rubiah" hspace="9" vspace="9" width="300" height="219" align="right" />Arus laut dan juga ombak di sisi &#8220;luar&#8221; pulau Rubiah agak besar, sedangkan di sisi &#8220;dalam&#8221; (yang menghadap lengsung ke pantai Iboih) sangat tenang. Cocok sekali untuk ber-senorkel-ria. Tapi asik juga bagi yang gak bisa berenang, dan menikmatinya dari atas perahu. Kejernihan air sangat menunjang dalam menikmati berlama-lama kehidupan bawah laut dari permukaan.</p>
<p>September 1997, saat tugas ke Sabang bareng rekan-rekan BPPT dalam rangka Jambore IPTEK di Pantai Gapang, sempat bermalam di rumah penginapan di lereng tebing pantai Iboih. Berbaur dengan turis mancanegara, dan menikmati kondisi alami yang ada. Lebatnya hutan disekitar pantai Iboih yang merupakan daerah tangkapan air, menyebabkan kayanya air tanah sehingga penetrasi air laut ke darat gak terlalu besar, terbukti sumur yang terletak di pantai airnya gak terasa payau, tapi terasa air tawar biasa.</p>
<p><img src="http://static.flickr.com/14/19244077_db01476c21_m.jpg" border="0" alt="Pantai Iboih" hspace="9" vspace="9" width="240" height="180" align="right" />Awal Desember 2004, saat main ke Iboih dengan keluarga, sangat menyenangkan. Dengan naik kapal berkaca, anak-anak menikmati kehidupan laut dari kapal. Goyangan kapal akibat ombak gak terasa karena asiknya dengan pemandangan kehidupan yang ada dibawah sana&#8230; wow&#8230; Akibatnya jelas, tiap memasuki masa libur pasukan krucil selalu menuntut jalan ke Sabang lagiii&#8230; : )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=40&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2006/02/16/iboih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/21/24392976_6d018e4c44_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Iboih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hartanto.files.wordpress.com/2007/03/pweh_rubiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rubiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/14/19244077_db01476c21_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pantai Iboih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>.id: Pulau Weh &#8211; 2</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2006/01/02/jalanid-pulau-weh-2/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2006/01/02/jalanid-pulau-weh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2006 04:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Stayeatandcool]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[Vlugge schakels]]></category>
		<category><![CDATA[aneuk laot]]></category>
		<category><![CDATA[balohan]]></category>
		<category><![CDATA[gapang]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[ujong gurutong]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2006/01/02/jalanid-pulau-weh-2/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;mo ke Gapang thn baru?&#8221;, petikan sms yang gw terima tanggal 30 desember 2005, sekitar jam 18.00 dari Ali Taufik. Gapang? Dimana Gapang? Apa Gapang? Njawabnya jelas gapang-gapang susah&#8230; Gara-gara sms itu gw jadi nerusin cerita perjalanan di Pulau Weh.
Masih tentang rentetan pantai indah di Pulau Weh, Gapang adalah salah satunya. Pantai Gapang lokasinya cuma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=11&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;mo ke Gapang thn baru?&#8221;, petikan sms yang gw terima tanggal 30 desember 2005, sekitar jam 18.00 dari <a title="Ali Taufik" href="http://360.yahoo.com/alitaufik72" target="_blank">Ali Taufik</a>. Gapang? Dimana Gapang? Apa Gapang? Njawabnya jelas gapang-gapang susah&#8230; Gara-gara sms itu gw jadi nerusin cerita perjalanan di Pulau Weh.</p>
<p><a title="Pulau Klah" href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/21046876/" target="_blank"><img src="http://static.flickr.com/16/21046876_b3be2f3d94_m.jpg" border="0" alt="Pulau Klah" hspace="9" vspace="9" width="240" height="180" align="right" /></a>Masih tentang rentetan pantai indah di Pulau Weh, Gapang adalah salah satunya. Pantai Gapang lokasinya cuma sekitar 7 km dari kota Sabang, ini kalo mau ambil jalan terdekat yaitu lewat laut alias naik boat, dengan jalur lurus&#8230; Tapi kalo lewat darat sekitar 23 km, dengan jalan beraspal yang cukup nyaman dilalui. Perjalanan diawali dari Kota Atas ke arah Kota Bawah Timur (?), terus nelusuri jalan samping pantai, setelah melewati danau Aneuk Laot segera sampai ke tanjakan agak terjal. Pada posisi tanjakan ini, jika sempet, berenti sebentar, liat arah kanan. Wow, pulau Klah keliatan asik punya. Pulau Klah adalah pulau kecil di teluk Sabang. Dari titik ini juga bisa diliat Ujong Lho&#8217; Me (tempat tangki milik Pertamina), dan pemandangan sebagian kota Sabang.<span id="more-11"></span></p>
<p>Terus ke arah Selatan, kita masuki wilayah Paya Seunara, daerah penghasil sayuran yang cukup subur. Dan sesampai di Lho Ba Jumpa, ada pertigaan, segera ambil arah ke Barat. Di Ujong Gurutong, daerah Seurui, ada juga pantai pasir putih, walaupun pasirnya tidak terlalu banyak. Di sini (katanya) ada air terjun. Sayang gw belom sempet main ke air terjun. Nah, perjalanan diteruskan, en jangan lupa beli pisang. Untuk makan di jalan? Ya, tapi bukan untuk makan kita, ini untuk makan monyet liar yang mulai ditemui setelah kita sampai di hutan bertanjakan terjal, gak jauh dari Ujong Gurutong tadi. Para kawanan monyet akan segera menyambut, tiap kali mereka denger ada mobil melintas. Dari salah satu tempat, tikungan tajam, ada titik pandang yang cukup indah. Dari titik ini bisa dinikmati salah satu teluk yang asik punya (sayang gw lupa namanya).</p>
<p><a title="Pantai Gapang" href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/27739112/" target="_blank"><img src="http://static.flickr.com/22/27739112_3f09bd259f_m.jpg" border="0" alt="Gapang Beach" hspace="5" vspace="5" width="240" height="180" align="right" /></a>Selepas dari hutan yang punya kanopi cukup lebat ini, segera ditemui beberapa rumah penduduk, dan gak jauh, di sebelah kanan, kita temui jalan masuk Pantai Gapang. Dengan tulisan yang cukup besar dan gerbang yang mencolok, Pantai Gapang menyambut kita. Bagian depan lokasi wisata ini terdapat beberapa bengunan dan juga dermaga kecil yang didirikan pada tahun 1997 saat di lokasi ini diselenggarakan Jambore IPTEK. Masuk lebih kedalam, pantai dengan pasir putih yang luas dan panjang segera ditemui. Pantai yang relatif landai, dengan dibentengi pepohonan sebagai peneduh jalan dan sekaligus sebagai tempat istirahat yang nyaman sambil memandang laut. Di sepanjang pantai ini juga terdapat beberapa rumah yang menawarkan jasa penginapan, dan juga tempat penyewaan peralatan diving dan snorkeling.</p>
<p>Pantai pasir putih yang indah, dan berbentuk seperti teluk, diapit oleh dermaga di sebelah barat dan bebatuan hitam di sebelah timur. Wow, sangat nyaman untuk menikmati suasana pagi, siang, sore, dan tentunya malam tahun baru&#8230; seperti ajakan Ali Taufik melalui sms&#8230; Sayang, gw gak bisa hadir dikeindahan pantai gapang dipergantian tahun kali ini&#8230;</p>
<blockquote><p><em>Disalin ulang dari <a title="Pulau Weh - 2" href="http://blog.360.yahoo.com/blog-xBz3mtY5erSVhupsjZOEUWTnQp6Fkn4-?p=23" target="_blank">jalan.ID: Pulau Weh &#8211; 2</a> di <a title="360!Yahoo" href="http://360.yahoo.com/enschedesan" target="_blank">360.yahoo.com</a>.</em></p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=11&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2006/01/02/jalanid-pulau-weh-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/16/21046876_b3be2f3d94_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Klah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/22/27739112_3f09bd259f_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gapang Beach</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benteng alam di bawah permukaan laut</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/30/benteng-alam-di-bawah-permukaan-laut/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/30/benteng-alam-di-bawah-permukaan-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2005 07:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Periodo de servicio]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[Vlugge schakels]]></category>
		<category><![CDATA[earth quake]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[palung]]></category>
		<category><![CDATA[pulau weh]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2005/12/30/benteng-alam-di-bawah-permukaan-laut/</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa kota Sabang selamat dari hantaman tsunami akibat gempa 26 Desember 2004 ? Pertanyaan yang selalu menggoda, setelah mengetahui dari cerita rekan-rekan di Sabang sendiri via telepon tentang kondisi keselamatan kota Sabang secara umum. Sekitar 4-5 hari setelah kejadian, gw baru sedikit mahfum apa yang menyebabkan kota Sabang selamat. Ini berawal dari diskusi dengan beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=8&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://inet.web.id/imgs/wblog/pweh_profil.jpg" border="0" alt="Profil P Weh" hspace="9" vspace="9" width="333" height="246" align="right" />Kenapa <a href="http://blog.360.yahoo.com/blog-xBz3mtY5erSVhupsjZOEUWTnQp6Fkn4-?p=18">kota Sabang selamat dari hantaman tsunami</a> akibat <a href="http://earthquake.usgs.gov/eqinthenews/2004/usslav/">gempa 26 Desember 2004</a> ? Pertanyaan yang selalu menggoda, setelah mengetahui dari cerita rekan-rekan di Sabang sendiri via telepon tentang kondisi keselamatan kota Sabang secara umum. Sekitar 4-5 hari setelah kejadian, gw baru <em>sedikit mahfum</em> apa yang menyebabkan kota Sabang selamat. Ini berawal dari diskusi dengan beberapa rekan yang jago <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oceanography">Oseanografi  n Geologi</a> , mbak Nani n pak Iyung (setidaknya para beliau ini jauuuuh lebih ngerti dari gw).</p>
<p>Pertanyaan gw: kenapa kota Sabang selamat, sedangkan posisinya relatif berhadapan langsung dengan sumber tsunami di Kepulauan Nikobar..?<br />
Jawaban yang gw terima berupa pertanyaan: berapa kedalaman laut di dekat pantai kota Sabang..?<span id="more-8"></span></p>
<p>Teluk Sabang yang terletak di sisi barat kota Sabang mempunyai kedalaman laut yang&#8230; eee&#8230; (sambil liat data) sekitar 800 meter&#8230;! Yup, disinilah kuncinya, kata para kolega tadi. Data yang merupakan hasil proses gw n tim sepanjang tahun 2004, salah satunya adalah tentang kedalaman laut sekitar pulau Weh. N then para kolega ahli tadi sedikit me-refresh ingatan gw sekian taun lalu saat ngoprek-ngoprek gelombang laut, di laboratotium deket bonbin bandung.</p>
<blockquote><p><em>Saat gelombang memasuki perairan dangkal, kecepatannya menurun, bentuk dan tingginya berubah. Pada kedalaman setengah dari panjang gelombang, permukaan gelombang mulai terbentuk dan semakin tinggi. Dan saat kedalaman kurang dari 1.3 kali tinggi gelombang, maka gelombang akan pecah. Jadi, terhadap kedalaman dasar laut, perubahan bentuk permukaan gelombang terkait dengan panjang gelombang sedangkan pecahnya gelombang terkait dengan tinggi gelombang. (sumber antara lain: </em><a href="http://www.seafriends.org.nz/oceano/waves.htm#shallow">Seafriends</a> <em>)</em></p></blockquote>
<p>Begitulah yang terjadi, dengan kedalaman laut yang sangat dalam (palung) itulah kota Sabang terselamatkan dari hantaman (pecahan) gelombang tsunami. Terbukti di sisi barat kota semua selamat, yang terjadi hanyalah naiknya permukaan air, dan bukan hantaman pecahan ombak. Sedangkan di utara kota, yaitu di Pantai Kasih, pantainya relatif dangkal, sehingga hantaman pecahan ombak mengakibatkan hancurnya beberapa rumah di pantai, hal serupa dengan yang terjadi di Banda Aceh dan banyak tempat di pantai barat Aceh.</p>
<p>Benteng yang tidak terlihat, menyelamatkan banyak saudara gw di Sabang&#8230;</p>
<blockquote><p><em>Disalin ulang dari judul yang sama pada <a title="tulisan pada 360.yahoo" href="http://blog.360.yahoo.com/blog-xBz3mtY5erSVhupsjZOEUWTnQp6Fkn4-?cq=1&amp;p=21" target="_blank">360.yahoo.com</a>. </em></p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=8&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/30/benteng-alam-di-bawah-permukaan-laut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inet.web.id/imgs/wblog/pweh_profil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Profil P Weh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekitar 26 Desember 2004</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/26/sekitar-26-desember-2004/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/26/sekitar-26-desember-2004/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2005 06:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Vlugge schakels]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2005/12/26/sekitar-26-desember-2004/</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 23 Desember 2004, tenggat kerjaan didepan mata. Kesepakatan dengan tim (Lajung, Winarno, n Dadan): tancap gas, lewati batasan waktu kantor&#8230;, dan perjuangan pun dilanjutkan.… more
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=7&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kamis, 23 Desember 2004, tenggat kerjaan didepan mata. Kesepakatan dengan tim (Lajung, Winarno, n Dadan): tancap gas, lewati batasan waktu kantor&#8230;, dan perjuangan pun dilanjutkan.… <a href="http://blog.360.yahoo.com/blog-xBz3mtY5erSVhupsjZOEUWTnQp6Fkn4-">more</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=7&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/26/sekitar-26-desember-2004/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>.id: Pulau Weh &#8211; 1</title>
		<link>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/21/jalanid-pulau-weh-1/</link>
		<comments>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/21/jalanid-pulau-weh-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2005 01:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>httsan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mijn reizen]]></category>
		<category><![CDATA[Stayeatandcool]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah-Air]]></category>
		<category><![CDATA[Vlugge schakels]]></category>
		<category><![CDATA[aneuk laot]]></category>
		<category><![CDATA[anoi itam]]></category>
		<category><![CDATA[balohan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sabang]]></category>
		<category><![CDATA[sumur tiga]]></category>
		<category><![CDATA[tapak gajah]]></category>
		<category><![CDATA[weh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hartanto.wordpress.com/2005/12/21/jalanid-pulau-weh-1/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei lalu, masih di 2005, gw kembali menginjakkan kaki di pelabuhan Balohan, pintu gerbang memasuki wilayah administrasi Kota Sabang. Wilayah ini, semua juga tau, adalah wilayah paling pojok barat negara Indonesia. Suasana masih serupa saat awal Desember 2004, saat gw juga kesini. Keluar dari Kapal Cepat, semua penumpang diwajibkan memperlihatkan tanda pengenal, dan jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=4&subd=hartanto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://flickr.com/photos/hartanto/14453480/" target="_blank"><img src="http://static.flickr.com/13/14453480_fcb4184dfe_m.jpg" border="0" alt="Teluk Sabang" hspace="9" vspace="9" width="240" height="180" align="right" /></a>Bulan Mei lalu, masih di 2005, gw kembali menginjakkan kaki di pelabuhan Balohan, pintu gerbang memasuki wilayah administrasi Kota Sabang. Wilayah ini, semua juga tau, adalah wilayah paling pojok barat negara Indonesia. Suasana masih serupa saat awal Desember 2004, saat gw juga kesini. Keluar dari Kapal Cepat, semua penumpang diwajibkan memperlihatkan tanda pengenal, dan jika bukan KTP Merah Putih maka akan banyak pertanyaan menyusul. KTP Merah Putih adalah KTP khusus yang saat itu berlaku di daerah Provinsi NAD, ukurannya dua kali KTP biasa, dengan warna merah-putih. Lepas dari para pengawal negeri berbaju hijau, gw mulai menikmati keindahan perjalanan dari Balohan menuju Sabang.<span id="more-4"></span></p>
<p>Balohan &#8211; Sabang, ini perjalanan kelima yang gw alami. Pertama, <a href="http://kepulauan.inet.web.id/sabang/">Agustus 1997</a> , saat itu bareng dengan Laju dan dijemput oleh rekan disini, bang Iwan dan bang Amin, pake Kijang kapsul. Kedua, tahun yang sama tapi dibulan September, dan kali ini (juga dengan Laju) naik kendaraan umum, Mitsubishi L300 dengan tempat penumpang di bak belakang. Ketiga, bulan Agustus 2004, juga dengan Laju dan dijemput oleh bang Taufik dan Azwardi (T-A). Keempat, awal Desember 2004, kali dengan Micky dan juga keluarga gw, dijemput bang T-A dengan Avanza dan sedan Toyota eks Singapur. Kali ini, Mei 2005, dijemput oleh bang T-A dan beberapa rekan dengan bis mini.</p>
<p>Perjalanan dari Balohan ke kota Sabang melalui jalan yang agak berliku dan penuh dengan tanjakan dan turunan. Di daerah Mata Ie, tanjakan sudah lebar dan di Cot Ba&#8217;u ada turunan tajam yang sudah dialihkan jadi sudah agak landai. Dibeberapa tempat masih cukup curam. Kanan kiri jalan relatif sepi dari rumah penduduk, karena kiri jalan relatif curam sedangkan kanan jalan sebagian adalah tebing. Jalan ini rupanya ada tepat di daerah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geologic_fault">fault/patahan</a> . Memasuki kota Sabang, yang berada di bagian Utara Pulau Weh, keramaian langsung terasa.</p>
<blockquote><p><em> Ingat Sabang, ingat Merauke, setidaknya itu adalah rangkaian kata dalam lagu </em><a href="http://www.geocities.com/SoHo/1823/national/wajib/sabang.htm">Dari Sabang sampai Merauke</a><em> , hasil karya </em><span>R. Surarjo</span><em>, yang sudah huapal banget sejak SD. Rangkaian kata ini juga masih marak dalam pidato, pengantar laporan, juga iklan-iklan.</em></p></blockquote>
<p>Pulau Weh, pulau serba ada. Mau gunung api? Ada yang masih ngebul, bisa ditemui di daerah Jaboi. Mau Danau, ada juga, namanya Danau Aneuk Laot, yang merupakan salah satu sumber utama air tawar kota Sabang. Mau <a href="http://www.flickr.com/photos/hartanto/tags/wehisland">keindahan pantai</a> ? Wah ini banyak banget.</p>
<p align="center"><img src="http://static.flickr.com/17/22264184_eeb7716640.jpg?v=0" alt="Danau Aneuk Laot" /></p>
<p>Kunjungan ke pantai bisa dimulai dari kota Sabang ke arah Timur kemudian sisir ke Selatan. Ada Pantai Kasih (sayang sekali terkena dampak yang cukup parah dari Tsunami Desember 2004), ada Pantai Tapak Gajah dan Pantai Sumur Tiga dengan pasir putih nya. 3 kilometer ke Selatan ada Pantai Ujung Kareung, tempat mancing yang ideal, ikan buanyak dalam jarak 25 meter dari pantai dan dengan kejernihan airnya&#8230; Jauh ke Selatan lagi, ada pantai Anoi Itam, pasir disini telihat berwarna hitam. Sebelum sampai Anoi Itam, ada benteng Buvark di Ujong Meutigo. Benteng ini di pinggir pantai dan cukup tinggi dari permukaan laut, menghadap ke Timur. Masih ada meriam yang tertinggal. Pemandangan dari ketinggian ini sangat indah. Air laut yang jernih menyibak keindahan bebatuan didasarnya&#8230;</p>
<blockquote><p><em>Disalin ulang dari <a title="Pulau Weh-1 @ 360.Yahoo" href="http://blog.360.yahoo.com/blog-xBz3mtY5erSVhupsjZOEUWTnQp6Fkn4-?p=5" target="_blank">jalan.ID: Pulau Weh &#8211; 1</a> di <a title="360!Yahoo" href="http://360.yahoo.com/enschedesan" target="_blank">360.yahoo.com</a>.</em></p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hartanto.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hartanto.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hartanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hartanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hartanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hartanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hartanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hartanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hartanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hartanto.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hartanto.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hartanto.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hartanto.wordpress.com&blog=42486&post=4&subd=hartanto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hartanto.wordpress.com/2005/12/21/jalanid-pulau-weh-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49979fc5209b1ca18e4e478bf367fd21?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hartanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/13/14453480_fcb4184dfe_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Teluk Sabang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.flickr.com/17/22264184_eeb7716640.jpg?v=0" medium="image">
			<media:title type="html">Danau Aneuk Laot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>