Update data Modul Jadul

15 03 2009

Baru sempat menyelam dalam kumpulan modul dan data, ternyata ada modul yang telah saya bagikan via blog ini yang disertai data, tetapi data tersebut tidak lengkap. Modul tersebut adalah: Analisis Keruangan Menggunakan Modul Spatial Analyst pada ArcView. Ini adalah modul jadul (th 2006) dengan memakai perangkat lunak yang telah tidak jamannya lagi: ArcView 3.x (hare gene masih pake AV… hehe…). Tetapi berhubung masih banyak juga yang masih bermain dengan ArcView maka modul ini saya tetap bagi dengan harapan bisa dimanfaatkan, setidaknya untuk mengenal logika analisis keruangan berbasis sel.

Modul beserta data latihan dapat diunduh melalui Halaman DOWNLOAD atau langsung klik disini.





Belajar menggunakan Spatial Analyst

16 02 2007

Spat-AnModul Spatial Analyst merupakan modul sederhana yang digunakan dalam menganalisis keruangan pada perangkat lunak ArcView. Modul ini ‘hanya’ mempunyai sedikit menu, hanya 2 (dua) buah yaitu Analysis dan Surface, yang dapat diaktifkan setelah kita ‘contreng’ dari daftar Extension ArcView. Walaupun mempunyai menu yang sedikit, tetapi kemampuannya cukup baik dan dapat dipelajari dengan ‘ringan’.

Pada menu Analysis terdapat fungsi: Find Distance, Assign Proximity, Calculate Density, dan beberapa fungsi perhitungan statistik, matematika, dan Query. Sedangkan fungsi pada menu Surface: Interpolate Grid, Contour, Aspect, Hillshade, dan Slope. Read the rest of this entry »





DEM SRTM pada Spatial Analyst

8 01 2007

DEM (Digital Elevation Model) yang dihasilkan oleh SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) cukup favorit dalam pemakaian untuk melihat secara cepat “bentuk permukaan” di seantero tanah air. Bagaimana kita bisa membaca data tersebut saat kita bermain di Spatial Analyst? Tentunya banyak cara yang bisa dilakukan, dan dua diantaranya akan dicoba dijelaskan langkah-langkahnya berikut ini. Read the rest of this entry »





Spatial Analyst: Pembuatan Hillshade

11 04 2006

Fungsi Compute Hillshade digunakan untuk menentukan hasil penyinaran secara hipotesis dari suatu bentuk permukaan yang merupakan bagian dari langkah analisis dan tampilan. Untuk keperluan analisis, fungsi Compute Hillshade dapat digunakan untuk menentukan lama waktu dan intensitas sinar matahari pada lokasi tertentu. Sedangkan untuk tampilan, dapat digunakan untuk mempertajam relief permukaan.

Ada dua masukna utama yang diperlukan pada proses ini yaitu Azimuth dan Altitude. Azimuth adalah angka positif yang berupa besar derajat yang mempunyai rentang dari 0 hingga 360, diukur dari arah utara. Sedangkan altitude adalah anhka positif yang berupa yang berupa besar derajat dengan rentang dari 0 derajat pada garis horizon hingga 90 derajat pada titik diatas kepala. Read the rest of this entry »





Spatial Analyst: Pembuatan Garis Kontur

11 04 2006

Proses pembuatan kontur akan menghasilkan luaran theme bertipe garis (line) dari suatu data input grid. Nilai dari tiap garis menggambarkan ketinggian yang sama, atau nilai yang sama tentang magnitudo, konsentrasi atau apapun sesuai dengan jenis data input. Theme hasil akan mempunyai field bernama Contour dalam atribut table-nya.

Untuk theme grid fungsi ini tidak menghubungkan titik tengah sel, interpolasi dilakukan yang menggambarkan kesamaan magnitudo. Kadang-kadang garis melalui titik tengah sel tersebut.

Hasil dari proses Create Contours… pada modul Spatial Analyst ini akan secara otomatis diberi nama Contour of [theme input]. Dan pada contoh proses, langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: Read the rest of this entry »





Spatial Analyst: Interpolasi Grid dari Data Titik

6 04 2006

Proses interpolasi adalah mengisi kekosongan data dengan metoda tertentu dari suatu kumpulan data untuk menghasilkan sebaran yang kontinyu. Pada modul Spatial Analyst proses ini dilakukan dengan menjalankan fungsi Interpolate Grid yang terdapat pada menu Surface.Aplikasi yang biasanya menggunakan fungsi ini antara lain adalah membuat DEM (Digital Elevation Model, Model Ketinggian Digital) dari titik-titik ketinggian yang dimiliki pada suatu area, membuat peta sebaran hujan dari titik-titik stasiun hujan yang merekam data meteorology.

Contoh yang akan dilakukan kali ini adalah interpolasi data ketinggian untuk dihasilkan data grid ketinggian yang kontinyu pada daerah studi kita. Contoh: data titik ketinggian tersimpan pada shape titik_tinggi.shp, sehingga langkah pertama adalah membuka file titik_tinggi.shp pada View. Kemudian ikuti langkah berikut: Read the rest of this entry »





Spatial Analyst: Menghitung Kerapatan

15 03 2006

Modul Spatial Analyst mempunyai fungsi untuk menghitung suatu kerapatan dengan membuat grid bersifat kontinyu dimana setiap selnya mengandung informasi jumlah per satuan luas. Fungsi ini bernama Calculate Density, dimana biasanya digunakan untuk menghitung kerapatan penduduk, bangunan, dan informasi lain yang nilainya diambil dari data atribut.

Pada proses yang dilakukan, fungsi akan meminta input berupa data shape yang bertipe titik. Luaran yang dihasilkan akan diberi nama secara otomatis sebagai Density from [theme input]. Proses yang terjadi adalah fungsi akan mengubah theme titik menjadi grid yang kontinyu dengan ukuran sel yang kita tentukan. Nilai pada tiap sel merupakan hasil perhitungan jumlah titik pada radius yang ditentukan. Nilai atribut kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan luas area pada radius tersebut. Read the rest of this entry »





Spatial Analyst: Pengaturan melalui Analysis Properties

14 03 2006

Pengaturan Properti Analisis penting dilakukan sebelum kita melakukan proses lebih lanjut, karena pengaturan ini menyangkut luaran yang akan dihasilkan.

Untuk pengaturan ini lakukan dengan memilih menu Analysis, kemudian Properties…, kemudian akan muncul kotak dialog Analysis Properties.

Analysis PropertiesHal-hal yang perlu diatur adalah:

  1. Analysis Extent, ini merupakan seting ukuran dari luaran yang akan dihasilkan. Beberapa pilihan yang dapat dipilih adalah: Same as View yang berarti ukuran luaran sesuai dengan ukuran View yang sedang aktif; Same as Display, dimana luaran akan mempunyai ukuran sama dengan tampilan pasa saat ini; Intersection of Inputs, menggunakan daerah yang overlap dari input theme; Union of Inputs, menggunakan sebagian atau seluruh daerah input; Current Value, menggunakan nilai semula; Same as [Theme], sesuai dengan ukuran salah satu theme yang ada; dan As Specified Below, dimana kita dapat menentukan sendiri koordinat dan nilai koordinat tepi. Read the rest of this entry »




Spatial Analyst: Raster dan Grid

13 03 2006

Modul lama yang masih dinikmati: Spatial Analyst, biasa menclok di ArcView 3.x sebagai extension.

Raster..?

Suatu data raster adalah data yang berupa pixel dan tersusun dalam baris dan kolom, menyimpan informasi spasial dalam sebuah grid atau matrik. Tiap pixel mempunyai nilai, dan nilai ini dapat merepresentasikan sesuatu, seperti ketinggian (dalam DEM, digital elevation model), jenis tanah, penggunaan lahan, kemiringan dalam suatu nilai greyscale (dalam sebuah citra/image).

Data raster biasanya digunakan untuk menyimpan informasi mengenai feature geografis yang kontinyu pada suatu permukaan, seperti ketinggian, nilai reflektan, kedalaman air tanah, dan lain-lain. Data citra adalah satu bentuk data raster dimana pada tiap sel atau pixel menyimpan nilai yang direkam oleh peralatan optic atau elektronik. Grid pada pembahasan ini adalah data raster. Read the rest of this entry »