Akses WebGIS di WebGIS.kpu.go.id
Berita-berita seputar WebGIS ini dapat diikuti di Blog WebGIS Pemilu 2009.
Akses WebGIS di WebGIS.kpu.go.id
Berita-berita seputar WebGIS ini dapat diikuti di Blog WebGIS Pemilu 2009.

Sebagian Tim basisdata sedang khusyuk di hari Sabtu
Minggu ini adalah minggu yang melelahkan. Diawali dengan keberangkatan ke Banyuwangi pada hari Minggu lalu (29/03). Walau perjalanan dilalui 2/3-nya dengan kendaraan udara, tapi bagian 1/3 dari perjalanan itu harus dengan kendaraan darat selama 6 jam. Boyok lumayan puegel. Selasa malam akhirnya kembali bisa menikmati kasur empuk di Desa tercinta, Desa Ciparigi Bogor…
Rabu pagi, sesuai jadwal, maka berangkatlah dengan tim lapang ke Karawang. Kegiatan perekaman data lapang di Karawang dalam rangka Program Harimau BPPT sedang berlangsung. Stamina nyawah pun harus siap untuk kurun waktu hampir tiga bulan, walau hanya hari Rabu saja yang “harus” turun ke sawah.
Rabu lalu, bertepatan dengan tanggal 1 April, mendapat berita (seolah) serupa dengan kebiasaan tanggal 1 April, yaitu April Mop. Saat di sawah desa Lemahabang ditelepon untuk segera siap terlibat dalam kegiatan TI KPU. Bener nih..?

WebGIS Pemilu, the untold stories
Konon, satu dekade yang lalu, orang selalu ingat akan penyelenggaraan Pemilu dengan mendengar “inga… inga…“, iklan sosialisasi Pemilu yang sangat populer seiring dengan panasnya kebebasan berpolitik di negeri ini. Dan kini, tanpa (atau malah “sangat”) terasa Pemilu 2009 sudah diambang pintu. Tinggal sebulan lagi pesta “demokrasi” akan dilaksanakan di negeri yang mempunyai area luas membentang (lautnya) dengan ribuan pulaunya. Suatu “super-hajat” bagi kita semua, baik yang tergila-gila dengan ke-caleg-annya ataupun bagi yang menenteng ringan ke-golput-annya.
Pemilu 2009 adalah pemilu yang ke-6 bagi saya sejak saya mempunyai hak memilih, dan merupakan yang ke-… dalam penggunaan hak tersebut (rahasia, katanya…). Kali ini saya mencoba mengenang dua Pemilu terakhir, yaitu Pemilu 1999 dan Pemilu 2004, dari sisi keterlibatan sebagai “Pekerja Spasial“.
WebGIS, sudah banyak yang tahu “binatang” apakah ini… (baca: GIS dan WebGIS). Membuatnyapun sudah bukan masalah lagi dengan semakin banyaknya pengembang perangkat lunak khusus pendukung. Modal yang diperlukan untuk membangun ini dari puluhan juta sampai yang hanya modal warnet dan rajin berselancar di web dalam rangka mendapatkan versi opensource-nya…
Data yang dapat dibaca oleh ALOV tidak hanya berupa data vektor tetapi juga raster, dengan format yang gampang dan populer ditemui di Indonesia.
Untuk data vektor:
Sedangkan untuk data raster:
*/ Modul/buku + Data praktik dapat diunduh dengan klik disini (1.7 MB).
Ada dua pendekatan dalam aplikasi ALOV yaitu standalone dan client/server.
Versi standalone merupakan versi dengan cara yang termudah dalam mempublikasi data ke internet. Tidak ada sistem khusus ataupun tuntutan pengalaman pemrograman untuk membangun WebGIS. Tidak diperlukan server khusus untuk menjalankan aplikasi ini. Hanya dengan mempunyai data berformat shapefile atau file MIF MapInfo maka kita bisa langsung memulai Web Mapping. Kedua jenis format ini sangat populer digunakan di Indonesia.
A Shapefile is a digital vector (non-topological) storage format for storing geometric location and associated attribute information. The Shapefile format is created by ArcView and can be used by ArcView, ARC/INFO, ArcGIS and other widely used GIS software. (USGS CMG “Shapefile” Definition)
Versi client/server lebih fleksibel. Server akan mengirimkan data vektor ke client dengan cara yang sangat efisien dan menggunakan cache untuk mengurangi kepadatan jalur jaringan. Fitur-fitur peta disimpan dalam sebuah database SQL sesuai dengan OpenGIS SFS. Sebagai sumber data citra (raster) dapat menggunakan server citra MrSID (Multi-resolution Seamless Image Database) dan bermacam OpenGIS World Map Service.
OpenGIS, an international consortium of GIS companies dedicated to the establishment of common GIS standards such as WMS (Web Mapping Service). (California Spatial Information Library)
Versi standalone bisa digunakan langsung dalam versi client/server tanpa perubahan berarti.
*/ Modul/buku + Data praktik dapat diunduh dengan klik disini (1.7 MB).
ALOV Map (berikutnya disebut ALOV) adalah aplikasi WebGIS portabel berbasis Java® yang digunakan untuk publikasi data vektor dan raster di Internet. Juga untuk penampilan interaktif pada web browser. ALOV mendukung arsitektur penyajian yang cukup kompleks, navigasi yang baik dan dapat bekerja dengan multi layer, peta-peta tematik, mendukung taut (hyperlink) dan juga data atribut.
ALOV adalah hasil dari proyek kerjasama antara ALOV Software dan Archeological Computing Laboratory, University of Sydney, Australia.
Paket ALOV dapat di-download melalui situs www.alov.org.
ALOV dibangun dengan bahasa Java dan dikemas dalam Applet. Sebagai penghubung antara HTML (Hypertext Markup Language, bahasa pembangun halaman web) dan proses di dalam Applets digunakan bahasa XML (Extensible Markup Language).
*/ Modul/buku + Data praktik dapat diunduh dengan klik disini (1.7 MB).
XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa pemrograman untuk dokumen yang mempunyai informasi terstruktur. Dokumen disini tidak hanya berarti teks tetapi juga gambar, grafik vektor, obyek meta-data dan banyak lagi.
XML tidak sama dengan HTML. Pada HTML (Hypertext Markup Language, bahasa pembangun halaman web), tag adalah tetap. Misalnya, <h1> selalu berarti heading level pertama. Tetapi jika <ati.product.code> maka tidak akan dikenali atau tidak akan mempunya arti apa-apa. W3C bekerjasama dengan vendor Browser dan komunitas WWW berusaha memperluas definisi HTML untuk dapat mengenali atau mendefinisikan tag baru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dan dapat memperkaya variasi tampilan pada Web. Tetapi perubahan masih sulit terjadi karena sangat terkait dengan teknologi web browser dan kompatibilitas dengan versi terdahulu.
XML merupakan meta-bahasa yang mendeskripsikan bahasa pemrograman. Dengan kata lain, XML dapat memfasilitasi pendefinisian tag dan hubungan struktur antar-tag tersebut. Semua semantik pada dokumen XML didefinisikan oleh aplikasi yang memprosesnya.
*/ Modul/buku + Data praktik dapat diunduh dengan klik disini (1.7 MB).
Sistem Informasi Geografis sering diartikan sebagai suatu integrasi dari perangkat keras dan lunak berserta manusianya yang dapat membantu dalam merepresentasikan dan menganalisis data berbasis geografi.
Sistem ini mereferensi sistem koordinat dunia-nyata. Suatu SIG dapat juga untuk menyimpan data atribut yang mengandung informasi yang menjelaskan fitur pada peta. Informasi ini biasanya diletakkan terpisah dari data grafis, dalam suatu file database, tetapi tetap terkait dengan data grafis yang ada.
SIG dapat juga didefinisikan sebagai suatu sistem komputer yang dapat membuat, menyimpan, memanipulasi, dan menampilkan informasi yang bereferensi geografis.
Untuk mendefinisikan WebGIS kita dapat menggunakan definisi yang sama tetapi kita harus menambahkan komponen web kedalamnya.
Sebagian pihak mendefinisikan sebagai suatu sistem yang kompleks yang dapat diakses melalui internet, untuk mengakuisisi, menyimpan, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan data tanpa memerlukan perangkat lunak SIG.
*/ Modul/buku + Data praktik dapat diunduh dengan klik disini (1.7 MB).
Last Comments