Home

Aplikasi Luring WebGIS Pemilu 2004

Leave a comment


Aplikasi WebGIS Pemilu Legislatif 2004

Cerita mengenai WebGIS Pemilu sudah pernah saya posting pada Maret 2009 dengan judul WebGIS Pemilu. Bagi yang tertarik dengan salah satu aplikasi luring (off-line) berbasis WebGIS tentang hasil Pemilu Legislatif 2004 tersebut silakan unduh melalui laman berikut: Aplikasi WebGIS Hasil Pemilu Legislatif 2004.

: )

Berbagi dengan Menggambar Hujan di Peta Nusantara

2 Comments


banjir sejenak

Banjir sejenak di depan rumah.

Berbagi informasi melalui media internet bukanlah hal yang luar biasa lagi. Banyak yang (mengaku) sebagai jurnalis lepas dan mewartakan segala hal melalui blognya, dan hal ini telah mengubah cara kita mengekspresikan banyak hal pada dunia. Segala hal dapat kita informasikan pada siapapun melalui internet. Bagaimana dengan informasi kondisi sekitar yang relatif sangat cepat berubah..?

Hujan pada umumnya terjadi tidaklah lama. Durasi hujan yang pernah saya alami hanya beberapa detik hingga beberapa jam saja. Tetapi yang relatif sebentar itu ternyata dapat berakibat yang luar biasa. Yang paling sederhana adalah terjadinya genangan akibat limpasan permukaan yang tidak bisa lagi ditampung oleh got depan rumah saya.

Dan yang paling rumit kemudian adalah meluapnya sungai (dimanapun) yang dapat menghancurkan karya budaya manusia, bahkan dapat mengakhiri hidup manusia juga. Hal ini, banjir maksudnya, tentunya dapat terjadi karena banyak hal. Saya tidak akan membahas masalah itu saat ini. Apalagi membahas banjir Jakarta, wah gak perlu sekarang deh… hehe…

Saya ingin membahas mengenai berbagi informasi mengenai kondisi hujan (dan banjir) yang terjadi di sekitar kita. Saya pernah menuliskannya dalam blog dengan tajuk Gundala membangunkan Sijampang dua tahun lalu. Itu adalah versi awal dari aplikasi Sijampang.

Apakah aplikasi Sijampang..? Sijampang mempunyai arti Sistem Informasi Hujan dan Genangan berbasis Keruangan. Merupakan sistem informasi dimana kita bisa berbagi informasi mengenai kondisi hujan dan genangan (banjir) yang terjadi di sekitar kita secara langsung dan berbasis lokasi.

Informasi publik di dalam jangkauan Radar Cuaca

Informasi publik di dalam jangkauan Radar Cuaca

Sijampang didukung oleh dua komponen penting yaitu komponen peralatan deteksi cuaca, dan komponen informasi dari publik.

Pada komponen pertama, Sijampang dilengkapi dengan radar cuaca yang terpasang di Puspitek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), Serpong. Radar ini beroperasi selama 24 jam dan selalu memperbarui datanya setiap enam menit. Cakupan wilayah yang dideteksi oleh radar di Puspitek ini mempunyai radius 105 km. Data yang direkam oleh radar cuaca ini (dikenal dengan nama Radar HarimauHydrometeorological ARray for Intraseasonal-variation Monsoon AUtomonitoring) kemudian diolah oleh NEOnet di BPPT Jakarta. Setelah didapat beberapa parameter kemudian ditampilkan dalam bentuk peta hujan terkini melalui internet.

Komponen kedua, yang tak kalah penting adalah informasi dari publik. Pelibatan publik disini adalah untuk memperkaya informasi yang ada sesuai dengan lokasi para pemberi informasi, atau dikenal dengan sebutan kontributor Sahabat Sijampang. Kontributor berasal dari masyarakat yang peduli dengan informasi cuaca, dan bersedia berbagi dengan yang lain. Cara keterlibatan adalah dengan mengirimkan informasi kondisi cuaca (cerah, berawan, hujan ringan, sedang, atau lebat) melalui perangkat HP-nya. Informasi bisa dikirimkan melalui SMS atau E-mail, dan mendukung berbagai jenis HP yang ada di masyarakat. Info yang dikirimkan akan otomatis masuk dalam peta daring interaktif Sijampang, yang berupa webGIS, tanpa perlu repot-repot lagi…

Gabungan dari kedua komponen ini adalah informasi mengenai kondisi cuaca setempat dan dapat diketahui oleh publik melalui petra hujan terkini dan juga melalui jejaring micro blogging twitter. Akun di twitter yang dapat di-follow oleh publik adalah @infohujan.

Partisipasi publik untuk wilayah Nusantara

Partisipasi publik untuk wilayah Nusantara

Informasi dari publik diharapkan membantu memperkaya informasi yang diperlukan oleh banyak pihak dengan banyak kepentingan. Misalnya adalah jika terjadi hujan dengan intensitas diatas rerata pada suatu wilayah yang rawan longsor atau banjir maka dengan saling menginformasikan kondisi hujan dapat diantisipasi kemungkinan yang bakal terjadi.

Pada suatu lokasi spesifik yang terancam oleh lahar dingin, misalnya, dengan menginformasikan titik/lokasi terjadinya hujan beserta intensitas dan keterangan kondisi sungai maka semua pihak terkait dapat mewaspadainya dengan segera.

Banyak lagi yang dapat dimanfaatkan dari informasi hujan yang datang langsung dari publik. Dan, sekali lagi, semuanya tergambar langsung di peta interaktif Sijampang.

Bagaimana menjadi kontributor informasi hujan/banjir ini..? Silakan kunjungi laman prosedur di blog Sijampang.

Bagaimana mudahnya mengirimkan informasi ke aplikasi Sijampang..? Silakan baca di laman cara mudah mengirimkan informasi.

Dengan terbukanya sistem ini untuk digunakan oleh pengguna (user) dalam berbagai keperluan diharapkan informasi hujan/genangan dapat mengalir dan segera digunakan dengan baik dan benar.

Mari kita menggambar hujan di Peta Nusantara… Dari kita untuk semua…

: )

Blog Keroyokan

15 Comments


Kalau ngeblog untuk diri sendiri itu biasa, kalo ngeblog untuk bareng-bareng..? Itu antik. Selama ini saya selalu ngeblog untuk diri sendiri, apa yang terlintas dan perlu dicatatkan ya langsung di-blog-kan (kalo sempet). Kalau ngeblog keroyokan tentunya beda lagi. Isi posting harus disesuaikan dengan tema keroyokan yang disepakati bersama, nggak bisa asal ngeblog saja.

Saat ini saya ngeblog keroyokan dibeberapa lokasi, bersifat tematik, dan sebagian besar adalah bersama dengan rekan-rekan di kantor. Jadi tentunya isinya ya nggak jauh dari urusan kantor yang (tidak mungkin) membosankan itu… hehe…

Blog keroyokan yang teringat antara lain:

  • Blog komunitas 89 ITB, blog tentang Alumni ITB 89 ngeblog bareng (sepertinya saat ini sedang mati suri).
  • Blog Komunitas Blogger Bogor (Blogor), wah yang ini belum pernah posting sampai dengan tulisan ini dibuat, punten kang admin/redaktur/pupuhu…
  • Blog WebGIS Pemilu 2009, tentang aplikasi WebGIS pada Pemilu Legislatif tahun 2009, blog ini sudah berakhir sesuai dengan momennya yang sudah lewat, tetapi masih diaktifkan untuk catatan perjalanan.
  • Blog NEOnet, blog keroyokan ini tentang kegiatan di NEOnet BPPT. Belum banyak kontribusinya nih, mohon maaf…
  • Blog Sijampang, merupakan blog kegiatan Sijampang yang menggabungkan berbagai data dan informasi untuk menjadi informasi mengenai hujan dan genangan.
  • Yang terhitung baru adalah blog Ulasan dan Pemaparan Teknologi Karakterisasi Inventarisasi Sumberdaya Alam. Merupakan catatan kegiatan dan ulasan teknologi populer di bidang karakterisasi SDA.

Membaca blog keroyokan pasti asik, karena tiap penulis mempunyai gaya menulis yang berbeda.

Membangun Blog Keroyokan adalah keasyikan tersendiri dalam dunia blogging. Keasyikannya antara lain adalah menjaga ritme ngeblog bersama, agar postingan lancar dan nggak tabrakan isinya…

: )

Pemetaan partisipatif bersama Sijampang

1 Comment


WebGIS Sijampang

WebGIS Sijampang

Pemetaan partisipatif (partisipatory mapping) adalah suatu kegiatan dalam pemetaan yang semakin banyak diterapkan diberbagai bidang saat ini.

Pemetaan ini adalah suatu aksi yang melibatkan pemangku kepentingan dalam membangun informasi keruangan.

Metoda pelaksanaan sangat beragam dan sangat situasional.

Contoh: saat akan diadakan pengembangan kawasan pantai maka para nelayan dilibatkan dalam  menentukan zona yang direncanakan sebelumnya oleh pengembang atau pelaksana (pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat). Ketidaktahuan nelayan dalam hal pemetaan dijembatani dengan mengajak mereka berdiskusi kemudian meminta mereka menggambarkan dengan coret-coretan pada kertas yang disediakan sesuai dengan keinginan atau pemikiran mereka. Apakah coretan itu berupa titik, garis, atau poligon, dalam praktiknya dapat mempunyai istilah beragam disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan istilah yang dimengerti masyarakat lokal tersebut.

More

Gundala membangunkan Sijampang

13 Comments


Bagi saya dan sekian juta orang yang berdesakan mendiami daerah Jakarta Bogor dan sekitarnya, pastilah mengalami hujan semakin sering akhir-akhir ini. Hal ini menandakan semakin jauh kita melangkah kedalam musim hujan 2009/2010. Musim hujan selalu ditunggu oleh banyak orang, tidak hanya dalam artian positif yaitu yang berarti tersedianya air untuk berbagai keperluan, tetapi juga dalam artian negatif yaitu munculnya efek yang merugikan kegiatan manusia, seperti banjir.

Kota Jakarta adalah kota banjir, dan memang demikianlah dari jaman dahulu kala. Ini karena memang tinggi permukaan rerata Jakarta relatif terhadap muka air laut yang sama, dan ditambah lagi sistem pengairan yang masih jauh dari sempurna. Kambing hitam selalu dilemparkan pada air yang datang dari daerah selatan nun jauh disana, dan dikenal sebagai “banjir kiriman”. Disadari atau tidak peduli, kenyataannya adalah banyak sekali daerah cekungan di seantero Jakarta yang menjadi tempat-tempat yang disukai oleh sang air tinggal berlama-lama di ibukota. Dan sang air bisa saja yang berasal dari udik jauh di selatan Jakarta, atau yang datang dari angkasa sebagai “hujan lokal”.

Saya dan rekan-rekan saat ini sedang melakukan aksi terkait dengan isu banjir. Aksi mengatasi banjir..? Wow… nggak lah. Bukan itu maksudnya. Yang akan dilakukan adalah membangun informasi penunjang terkait dengan isu banjir dan genangan di Jakarta dan sekitarnya.

Bukankah informasi banjir sudah ada dan buanyak sekali dapat ditemukan di belantara dunia maya? Juga di semua elemen yang sudah disiapkan oleh pemda DKI Jakarta..?

More

Info untuk WebGIS Pemilu 2009

3 Comments


WebGIS Pemilu 2009

WebGIS Pemilu 2009

Akses WebGIS di WebGIS.kpu.go.id

Berita-berita seputar WebGIS ini dapat diikuti di Blog WebGIS Pemilu 2009.

WebGIS lagi…? Bolehlah…

5 Comments


Lagi khusysuk di Sabtu

Sebagian Tim basisdata sedang khusyuk di hari Sabtu

Minggu ini adalah minggu yang melelahkan. Diawali dengan keberangkatan ke Banyuwangi pada hari Minggu lalu (29/03). Walau perjalanan dilalui 2/3-nya dengan kendaraan udara, tapi bagian 1/3 dari perjalanan itu harus dengan kendaraan darat selama 6 jam. Boyok lumayan puegel. Selasa malam akhirnya kembali bisa menikmati kasur empuk di Desa tercinta, Desa Ciparigi Bogor…

Rabu pagi, sesuai jadwal, maka berangkatlah dengan tim lapang ke Karawang. Kegiatan perekaman data lapang di Karawang dalam rangka Program Harimau BPPT sedang berlangsung. Stamina nyawah pun harus siap untuk kurun waktu hampir tiga bulan, walau hanya hari Rabu saja yang “harus” turun ke sawah.

Rabu lalu, bertepatan dengan tanggal 1 April, mendapat berita (seolah) serupa dengan kebiasaan tanggal 1 April, yaitu April Mop. Saat di sawah desa Lemahabang ditelepon untuk segera siap terlibat dalam kegiatan TI KPU. Bener nih..?

More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 906 other followers