Jelajah Nusantara Dengan Cerita

Featured

Tags

, , , , , , , ,


Berbagi dengan Jelajah Nusantara

Berbagi Cerita dengan Jelajah Nusantara

Mari menjelajah Nusantara dengan berbagi cerita. Laman ini adalah laman daftar situs daring komunitas dan kunjungan, sekaligus mengajak rekan blogger pembaca laman ini untuk ikut berkeliling Nusantara.

Untuk memahami penjelajahan ini silakan baca: Menjelajah Nusantara Dengan Tulisan.

Saya akan mencoba membuat daftar dari Barat ke Timur beberapa situs komunitas yang menerima tulisan dan pernah saya datangi dengan tulisan.

Daftar media daring lokal

web-lintasgayo.co

  • Media daring daerah Gayo, Aceh.
  • Cara mengirim tulisan: klik taut ini.

web-pojoksamber.com

  • Media daring daerah Metro, Lampung.
  • Cara mengirim tulisan: kirim tulisan pada redaksi di taut ini.

web-kulkulbali.co

  • Media daring daerah Bali.
  • Cara mengirim tulisan: klik taut ini.

Daftar kunjungan

Daftar kunjungan tulisan saya adalah sebagai berikut:

Isi laman ini akan selalu diperbarui.

Memantau Kebakaran Lahan dan Deforestasi dengan Peta Kepo Hutan

Tags

, , , , ,


Peta Kepo Hutan

Peta Kepo Hutan

Greenpeace Indonesia telah meluncurkan peta daring untuk memantau kebakaran lahan dan deforestasi di wilayah Indonesia. Melalui peta ini masyarakat dapat memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan serta deforestasi yang terjadi.

Peta ini mempunyai 14 layer yang dapat diatur penampilannya dilayar sesuai keinginan dan dapat diatur pewarnaannya.

14 layer yang ada adalah:

  1. Perkebunan Kelapa Sawit
  2. Konsesi Bubur Kertas dan Kayu (IUPHHK-HTI)
  3. Hak Perusahaan Hutan (IUPHHK-HA)
  4. Konsesi Batubara
  5. Habitat Orangutan
  6. Landskap Konservasi Harimau
  7. Tutupan Lahan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  8. Daerah Moratorium (IMM8)
  9. Peringatan GLAD
  10. Peringatan Pembukaan Lahan Bulanan
  11. Titik Kebakaran Aktif

Peta daring ini dapat diakses dengan klik disini.

Penggunaannya dapat dipelajari dari video berikut ini:

.

Semoga berguna bagi semua pemangku kepentingan, dan dapat diguanakan sebagaimana mestinya.

*/: )

Medium: Manajemen Bus Jemputan

Tags

, , , , ,


Saling menempatkan diri pada posisi yang sebenarnya, saling menghormati, menjalin komunikasi yang baik, dan selalu berusaha bertindak profesional, memang suatu keharusan dalam sistem manajemen. Hal ini terikat tidak hanya pada penyedia layanan tetapi juga pada yang dilayani. Saling memberi kepercayaan penuh tetapi tetap selalu mengoreksi dengan cara yang baik adalah keharmonisan yang berujung pada keuntungan disemua pihak.

Organisasi ala Rumah

Tags

,


Sumber gambar: 2011gs27.blogspot.com

Sumber gambar: 2011gs27.blogspot.com

Anggota organisasi layaknya anggota sebuah rumah. Mempunyai identitas yang sama, dan saling mengenal dengan baik. Memiliki pemimpin dan ada yang dipimpin.

Berdasarkan catatan diluar buku teks, dengan mengasosiasikan beberapa aktivitas di sekitar, ada beberapa tipe anggota sebuah organisasi. Antara lain adalah:

Tipe Satpam. Tipe ini nggak pernah di dalam rumah. Selalu sibuk ditempat lain dan pulang hanya saat perlu ambil minum kopi atau ambil korek bakal merokok. Ia mengaku anggota rumah yang tidak pernah tahu kegiatan di dalam rumah.

Tipe Ojek. Tipe ini bisa di rumah atau di pangkalan cari muatan. Ia bisa bantu kegiatan rumah, sekaligus memberitahu kalau ada kegiatan lain di luar rumah. Ia sekaligus bisa mengantarkan anggota rumah ke lokasi lain yang sedang ada kegiatan.

Tipe Sales MLM. Tipe ini punya kegiatan padat di luar tetapi cari mangsa ke dalam rumah. Rumahnya diajak berpartner dan berbisnis. Anggota rumah diprospek. Alih-alih menghidupi kegiatan rumah, ini malah menghidupi kelompoknya sendiri dengan memanfaatkan orang di rumah.

Tipe Tuan Rumah. Tipe ini tahu persis kondisi rumah dengan detil. Semua posisi perabot dan jumlah piring yang ada hafal diluar kepala. Ia tahu siapa saja anggota rumah yang mampu menjadikan rumah terang dengan lampunya, atau yang dapat membuat dinding cemerlang dengan catnya, atau yang mampu mengatur keuangan rumah sehingga kegiatan terus berjalan. Ia yang mampu menghidupkan suasana rumah dengan kegiatan internal maupun dengan mengundang tetangga untuk datang meramaikan.

Tipe-tipe diatas tidak ada dalam pelajaran di kelas. Ini hanya perumpamaan yang dihasilkan dari analisis iseng saja.

Percaya dengan analisis iseng?

:-)

Saya Adalah Apa Yang Saya Pikirkan

Tags

,


883075_10155006729597837_3246081152087244930_o

Perhatikan gambar diatas…

Kita adalah apa yang kita pikirkan, kamu adalah apa yang kamu pikirkan, you are what you think…

Tidak ada jawaban yang benar atau salah dari pilihan diatas, tetapi cukup mewakili apa yang ada dibenak kita.

:-)

Peta Cerita Memetakan Cerita pada Peta Dunia

Tags

, , , ,


Memetakan cerita pada peta dunia.

Memetakan cerita pada peta dunia.

Menceritakan perjalanan dalam bentuk tulisan di Blog sudah biasa. Menyebutkan lokasi dalam tulisan pun hampir selalu dilakukan. Membuat berbagai macam peta pun sudah nggak aneh. Yang semakin dibiasakan kini adalah menggabungkan keduanya, menempelkan cerita pada peta.

Kali ini kembali meng-update Peta Cerita yang sudah lama tak tersentuh. Setelah Peta Cerita versi 012.10, dan kemudian versi 014.03, maka kini muncul versi selanjutnya yaitu versi 015.08. Peta menggunakan bahan yang sama dengan versi sebelumnya, yaitu memanfaatkan fasilitas gratis dari Google Map API versi 3.

Tampilan minimalis Peta Cerita.

Tampilan minimalis Peta Cerita.

Perbedaan dengan versi sebelumnya:

  • Penggalian data. Jika versi sebelumnya memasukkan data secara manual, maka versi ini membangun data dengan jalan membaca secara otomatis dari feed. Berhubung blog yang diasosiasikan adalah di WordPress maka, sejak WordPress menggunakan Geolocation, dapat dengan mudah dibaca koordinat lokasi pada feed-nya. Untuk wordpress yang hosted, saya pakai plugin Geolocation-plus supaya koordinat bisa dibaca juga pada feednya. Jadi data bisa didapat dengan cepat, tentunya dari situs blog sendiri.
  • Tidak menggunakan database khusus (mySQL), hanya memanfaatkan data dari file text. Agak rentan sih, tapi kecepatannya bagus. Mungkin nantinya akan dipikirkan lagi, apakah kembali ke database atau cukup sekian saja.:-)
  • Tampilan info window yang berbeda. Jika versi lalu tampilan menggunakan fungsi mouseover, kini kembali ke tampilan standar yaitu menggunakan title (saat mouse diatas obyek maka ada info yang muncul) dan tampilan info window yang sedikit dimodifikasi (jendela yang muncul saat klik pada satu obyek lokasi).
  • Penggunaan tampilan klaster pada lokasi-lokasi titik yang berdekatan. Hal ini untuk menghindari keruwetan tampilan jika banyak titik (marker) pada lokasi yang berdekatan.
  • Tidak menyediakan (lagi) kemampuan untuk memasukkan data bagi yang ingin berpartisipasi dalam pemetaan cerita/blog-nya. Pertimbangan utama adalah waktu seleksi dan moderasi yang nggak ada. Karena itu cukuplah hanya menampilkan dari blog sendiri saja.

Beberapa kekurangan yang ditemui kemudian adalah:

  • Penumpukan koordinat pada satu titik untuk beberapa cerita/blog. Akibatnya adalah tidak ada taut blog pada titik itu yang bisa dibuka sama sekali😦 . Sedang dicari solusinya yang paling enak dan nggak ngerepotin…😀
  • Fungsi navigasi sangat minim. Tapi kayanya sih cukuplah…:-)
  • Banyak hal lain yang tidak bisa saya sebutkan disini… karena belum ketemu kasusnya…😀

Bagi anda yang ingin mencoba menikmatinya, silakan langsung klik PETA CERITA.

*/ : )

Ingin Rasanya #LebarandiPapua

Tags

, , ,


Masjid di Distrik Arso

Masjid di Distrik Arso

Semua berita tentang Papua akan selalu mengingatkan saya tentang saat berkunjung ke sana. Tahun 2007, pada bulan Agustus, saya dua kali menclok di tanah matahari terbit Indonesia. Semalaman perjalanan dari Jakarta, pagi turun di Sentani dan langsung ke Jayapura.

Banyak momen asik yang selalu saya ingat dengan jelas. Diawali dengan ini.

Percaya diri akan kemampuan “Jangkauan Luas” dari provider ponsel saya, maka saya tidak mengantisipasi apapun terkait hal ini. Turun di bandara Sentani, keluar bandara, sinyal ponsel nggak ada. Saya pikir, oh mungkin nanti juga ada, setelah dekat Jayapura. Saat mendekati Jayapura masih belum ada juga, saya tanya ke supir yang jemput: mas (dia pendatang dari Jawa) kenapa sinyal ponsel saya kok nggak ada ya? Dia balik tanya: pakai apa pak? Kata saya: yang ini mas, si “jangkauan luas”. Segera dia jawab: Ooo yang itu belum masuk Papua pak, kami juga baru liat di iklan TV aja… Saya langsung timpali: Oh kalau gitu tolong berhenti kalau ada warung pulsa ya mas, saya mau beli kartu perdana dulu…😀

Danau Sentani dilihat dari pesawat saat take-off atau landing.

Danau Sentani dilihat dari pesawat saat take-off atau landing.

Kuliner di Jayapura? Satu malam saya diajak makan di daerah Dok Dua Jayapura, tepatnya di warung tenda Duta Cafe. Hidangan yang kami santap adalah masakan khas Manado yaitu Woku Belanga dengan beberapa macam level sambel. Wuah manstapnya, sampai-sampai keringat keluar dari ubun-ubun saking mendidihnya…:-)

(Sila baca: Ikan Masak Woku di Jayapura.)

Masakan ala Manado di Jayapura...!

Masakan ala Manado di Jayapura…!

Pemandangan alam di sekitar Jayapura yang berkesan adalah saat menikmati keindahan Teluk Yotefa dari ketinggian. Teluk yang luas membiru dan asik punya deh.

Teluk Yotefa

Teluk Yotefa

Sambil menikmati air kelapa muda di pinggir tebing jalan raya, birunya air dan suasana yang nyaman semakin membuat asyik. Terlihat di tengah teluk ada perkampungan diatas air.

Menikmati air kelapa muda sambil menikmati pemandangan Teluk Yotefa.

Menikmati air kelapa muda sambil menikmati pemandangan Teluk Yotefa.

Saat ke Papua ini saya berkesempatan kenal dengan banyak rekan-rekan baru disana. Baik yang seperjalanan ataupun yang dikenal saat ngobrol di warung. Banyak pendatang di Jayapura, kebanyakan mereka berasal dari Jawa dan Sulawesi. Dan mereka lahir di bumi Papua ini. Banyak juga rekan baru saya yang berasal “asli” dari bumi Papua. Masing-masing mempunyai logat bicara yang berbeda. Satu hal yang sama adalah mereka mengakui bahwa mereka adalah orang Papua.

Bagaimana kehidupan sehari-hari di Jayapura? Dengan waktu kunjungan yang sangat singkat, tentunya saya tidak tahu detil. Walau sempat ngobrol banyak di warung ataupun pasar, saya tidak bisa menilai dengan lebih obyektif, selain bersimpulan bahwa masyarakat di Jayapura sangat membaur antara “asli” dan “pendatang” dan mereka tidak mempersoalkan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Semoga penilaian ini benar adanya.

Dari koran lokal yang saya baca pun, banyak peristiwa yang terliput, apakah itu hal yang baik atau buruk, selalu tercantum nama yang bisa diasumsikan berasal dari penduduk “asli” atau “pendatang”. Artinya adalah kehidupan di Jayapura dan sekitarnya sudah tidak dipisahkan lagi dengan SARA. Justru saat itu isu yang selalu sensitif adalah masalah OPM, yaitu hal yang lebih kental masalah politiknya daripada SARA.

Suasana perayaan Hari Kemerdekaan RI di Distrik Arso.

Suasana perayaan Hari Kemerdekaan RI di Distrik Arso.

Saat berjalan ke distrik Arso, saya sempat mampir di sebuah masjid besar disana. Arso adalah salah satu tempat transmigrasi jaman pemerintahan Orde Baru. Kehidupan masyarakatnya terlihat asik. Karena hari itu adalah tanggal 18 Agustus, masyarakat sedang menikmati perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Walaupun Arso adalah wilayah transmigrasi tapi tampak banyak sekali warga nontransmigrasi yang hadir dan bergembira bersama. Kondisi hampir serupa saya temui di distrik Waris sehari sebelumnya. Distrik Waris adalah distrik perbatasan dengan negara Papua Nugini, dan saat itu terkenal sebagai salah satu basis politik OPM.

(Baca: Ke Pekarangan Tetangga)

Di zona perbatasan Indonesia - Papua Nugini.

Di zona perbatasan Indonesia – Papua Nugini, distrik Skouw.

Selama di papua maka salah satu agenda yang tidak terlewat adalah mancing. Ini karena rekan-rekan tim saya memang para penggila mancing. Ya sudah, saya ikut aja deh jadi orang gila😀.

Dari belakang daerah Stadion Mandala, kami sewa kapal nelayan, dan meluncurlah ke tengah Teluk Yos Sudarso (atau Teluk Humbold). Sayang sekali waktu yang nggak pas dengan kehadiran ikan-ikan disana, jadi kami hanya dapat seadanya plus pemandangan gerombolan ikan yang tidak jauh dari perahu. Asik asik asik.

Tapi, dari keasyikan bermain di tengah teluk ini, kami jadi lupa untuk menyaksikan pertandingan Persipura di stadion Mandala sore itu. Sayang sekali…😀

Mancing di Teluk Yos Sudarso.

Mancing di Teluk Yos Sudarso.

Dua kali ke Papua dan mengenal rekan-rekan “grass root“, rasanya asik banget. Mereka sama dengan rekan-rekan yang saya temui di banyak Provinsi di bagian lain Indonesia. Mereka sama dengan teman-teman di Aceh, Kalimantan Timur, Lombok, Maluku Tenggara Barat, atau Banyuwangi misalnya. Sama-sama merasakan kesulitan hidup, iya. Sama-sama merasakan kebahagiaan hidup, juga iya. Sama-sama merasakan konflik horisontal, pasti adaaa… Tetapi yang pasti juga sama-sama membenci kehancuran ataupun perpecahan diantara mereka. Kehidupan yang asik-asik aja dan standar dimana-mana.

Kesamaan pendapat dari rekan-rekan saya disana adalah saat mengomentari para pemimpin wilayahnya, ataupun para priyayi yang lebih suka memikirkan diri sendiri. Kekurangpuasan akan kebijakan atau perbuatan mereka, para pimpinan, adalah keluhan yang sering muncul. Tetapi selebihnya ya mereka menerima kehidupan bersama apa adanya, tanpa banyak pusing mengenai perbedaan SARA yang ada diantara mereka. Toh mereka semua sudah mengaku berasal dari Papua yang sama.

Perjalanan dari distrik Keerom ke Waris.

Perjalanan dari distrik Keerom ke Waris.

Disitu saya merasa nyaman berteman, dan ingin sekali berjumpa dengan mereka lagi, satu saat nanti. Dalam suasana lebaran, mungkin? Kenapa tidak? Toh, lebaran bukan hal yang penting untuk diutak-atik dan dibuat santapan konflik masyarakat? Lebaran adalah salah satu momen persatuan.:-)

*/ : )

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,592 other followers