Tags

,


Jam 12 siang, tujuh taun lalu, gw dapet panggilan dari suster melalui telpon yang tergantung di ruang tunggu Rumah Sakit Mitra Keluarga , Kampung Melayu. “Bapak diijinkan masuk”, begitu kira-kira suara si mbak suster. Langsung buka pintu ruang (bangsal) dan langsung ada yang nganter ke box mungil…

Ya Allah, titipan Nya udah dateng! Paketnya sungguh indah, seorang bayi laki-laki, normal, kulit nya halus putih, tapi masih agak kotor. Belum sempet dibersihin banget ama mbak suster, dan gw sudah boleh menggendongnya… dan tugas utama sekaligus pertama adalah mendengarkan panggilan sang Pengirim di telinga mungilnya…

Selesai tugas pertama, gw diharuskan segera keluar ruangan karena akan ada titipan-titipan lain yang sudah ngantri untuk para pendambanya. Gak lama, dari ruang tunggu, gw liat kereta mungil berkelambu keluar dari pintu bangsal. Segera pengawalan dilakukan atas tamu agung sampai masuk ke kamar istirahatnya, suatu ruang yang luas dan berjendela kaca lebar, dimana teman-temannya sudah banyak disana, bangsal bayi… Gw gak boleh ikutan masuk, dan hanya mbak suster aja yang mbawa masuk, untuk segera memandikan dan ndandani. Gw langsung ngeloyor ke kamar 2xx (lupa nomor kamarnya, kalo inget ntar bagian ini diedit), disana sang Ibu baru sudah menunggu, tampak bahagia banget, walau menahan sakit pasca operasi caesar.

Berdua, diskusi pendek, tentang nama. Gak harus berdebat, karena alternatif nama sudah ada jauh hari sebelumnya.

Sang tamu agung segera punya label: Altair Boonraksa.

Altair berasal dari nama bintang yang paling terang (alpha) di rasi Aquila . Kata Altair berasal dari bahasa Arab al-nasr al-ta’ir yang berarti ‘flying eagle’ or ‘vulture’, sekaligus berarti Elang seperti yang ditorehkan keindahannya oleh Muhammad Iqbal dalam Nasehat Elang pada anaknya .
Sedangkan Boonraksa adalah nama yang diusulkan ama rekan di Thailand, yang berarti kira-kira “dilindungi dan diberkahi oleh yang Maha Kuasa”.

Nama antik ini didisain khusus dengan alasan kecintaan gw dengan dunia bintang (astronomi , ehm, bukan astrologi ) dan ini diwakili oleh nama depan. Sedangkan nama belakang adalah nama yang didapat dari negara terakhir yang dikunjungi sebelum sang titipan tiba.

Hari ini, 26 Oktober, sayang banget, saat berangkat ngantor tadi pagi, jam 5.30, Alta masih asik dengan mimpinya di kursi ruang tamu (ini kebiasaan barunya setelah bersama ikutan saur dan gak mau lagi masuk kamar sampe pagi), gw belum sempet kasih ucapan selamat ultah untuk dia.

Met ultah ya Alta, met nikmati keindahan dari Nya dalam pengembaraan bumi, dalam pengembaraan Bima Sakti.

Jakarta, Rabu 26 Oktober 2005

Salam hormat dan kangen untuk Paman Nathapong Titawigran dan juga Grandma Jariya Boonjavat yang memberikan asupan keindahan nama.

Disalin ulang dari Harinya Alta di 360.yahoo.com.