Tags

, , , , , , ,


Profil Pulau Weh

Profil Pulau Weh

Kenapa kota Sabang selamat dari hantaman tsunami akibat gempa 26 Desember 2004 ? Pertanyaan yang selalu menggoda, setelah mengetahui dari cerita rekan-rekan di Sabang sendiri via telepon tentang kondisi keselamatan kota Sabang secara umum. Sekitar 4-5 hari setelah kejadian, gw baru sedikit mahfum apa yang menyebabkan kota Sabang selamat. Ini berawal dari diskusi dengan beberapa rekan yang jago Oseanografi n Geologi , mbak Nani n pak Iyung (setidaknya para beliau ini jauuuuh lebih ngerti dari gw).

Pertanyaan gw: kenapa kota Sabang selamat, sedangkan posisinya relatif berhadapan langsung dengan sumber tsunami di Kepulauan Nikobar..?
Jawaban yang gw terima berupa pertanyaan: berapa kedalaman laut di dekat pantai kota Sabang..?

Teluk Sabang yang terletak di sisi barat kota Sabang mempunyai kedalaman laut yang… eee… (sambil liat data) sekitar 800 meter…! Yup, disinilah kuncinya, kata para kolega tadi. Data yang merupakan hasil proses gw n tim sepanjang tahun 2004, salah satunya adalah tentang kedalaman laut sekitar pulau Weh. N then para kolega ahli tadi sedikit me-refresh ingatan gw sekian taun lalu saat ngoprek-ngoprek gelombang laut, di laboratotium deket bonbin bandung.

Saat gelombang memasuki perairan dangkal, kecepatannya menurun, bentuk dan tingginya berubah. Pada kedalaman setengah dari panjang gelombang, permukaan gelombang mulai terbentuk dan semakin tinggi. Dan saat kedalaman kurang dari 1.3 kali tinggi gelombang, maka gelombang akan pecah. Jadi, terhadap kedalaman dasar laut, perubahan bentuk permukaan gelombang terkait dengan panjang gelombang sedangkan pecahnya gelombang terkait dengan tinggi gelombang. (sumber antara lain: Seafriends )

Begitulah yang terjadi, dengan kedalaman laut yang sangat dalam (palung) itulah kota Sabang terselamatkan dari hantaman (pecahan) gelombang tsunami. Terbukti di sisi barat kota semua selamat, yang terjadi hanyalah naiknya permukaan air, dan bukan hantaman pecahan ombak. Sedangkan di utara kota, yaitu di Pantai Kasih, pantainya relatif dangkal, sehingga hantaman pecahan ombak mengakibatkan hancurnya beberapa rumah di pantai, hal serupa dengan yang terjadi di Banda Aceh dan banyak tempat di pantai barat Aceh.

Benteng yang tidak terlihat, menyelamatkan banyak saudara gw di Sabang…

Disalin ulang dari judul yang sama pada 360.yahoo.com.