Hingga saat ini dikenal beberapa jenis citra satelit sumberdaya alam yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, memonitoring sumberdaya alam, diantaranya adalah satelit Landsat (dengan sensor TM dan ETM+), SPOT, IKONOS, NOAA (dengan sensor AVHRR), JERS, RADARSAT dan lain-lain. Data ASTER merupakan data satelit sumberdaya yang memiliki resolusi spasial yang tinggi yaitu 15X15 meter pada kanal visual.

ASTER adalah sensor yang dihasilkan oleh proyek bersama antara Amerika Serikat dan Jepang, dalam berkontribusi memecahkan persoalan sumberdaya alam dan lingkungan. Seri pertama dari sensor ini telah diluncurkan pada tahun 1999 dengan menggunakan wahana satelit TERRA. Distribusi data untuk keperluan public mulai dilaksanakan pada bulan Desember 2000. ASTER Science Project didukung sepenuhnya oleh para ilmuwan dari Amerika Serikat dan Jepang dalam beragam keilmuan yang antara lain meliputi geologi, meteorology, pertanian, kehutanan, kelautan, dan studi lingkungan.

ASTER adalah sensor optik yang memiliki 14 kanal spektral, dari daerah visible (sinar tampak) ke daerah thermal-infrared. Karakteristik utama dari sensor ini adalah:

  • Merekam data citra permukaan bumi dari panjang gelombang daerah visible (sinar tampak) ke daerah thermal infrared.
  • Sensor optik dengan resolusi geometrik dan radiometrik yang tinggi pada semua frekuensi kanal.
  • Data citra tiga-dimensi dapat dibuat pada orbit tunggal menggunakan kanal near infrared.
  • Terdapat fungsi gerak yang dapat menunjuk suatu daerah yang akan diakuisisi dengan sudut +/-8.55 derajat dalam arah lintasan untuk SWIR (Short Wave Infra Red) dan TIR (Thermal Infra Red), dan +/-24 derajat lintasan untuk VNIR (Visible and Near Infra Red).

Karakteristik diatas akan memenuhi kebutuhan pada pengguna data dalam bidang sumberdaya alam dan lingkungan.