Penyajian data dalam format raster, dalam konteks Sistem Informasi Geografis, biasanya adalah data satelit baik yang belum atau sudah menjadi produk akhir. Citra sebagai salah satu masukan dalam SIG dapat disajikan antara lain dalam format TIF dan JPG.

Agar dapat diintegrasikan dalam penyajian data dalam format vektor, data citra harus mempunyai informasi yang akan digunakan oleh sistem sebagai referensi koordinat. Pengguna pengolah data citra ataupun data vektor tidak asing dengan istilah header, yaitu bagian dari data (dalam bagian dari data tersebut atau dalam file terpisah) yang memuat informasi citra termasuk referensi koordinatnya. Dalam sistem pengolah data produk ESRI biasanya file ini disebut ESRI world file. Isi file ini terdiri dari koordinat pixel terkiri dan teratas, dan juga referensi dimensi dari pixel tersebut untuk arah x dan y. Format penulisan adalah:

a : dimensi pixel terhadap arah x positif
b : rotasi terhadap sumbu x
c : rotasi terhadap sumbu y
d : dimensi pixel terhadap arah y negatif
e : koordinat-x pixel pada posisi kiri atas
f : koordinat-y pixel pada posisi kiri atas

Contoh file ini, yang dalam peyimpanannya bertipe teks, adalah sebagai berikut:

50.00
0.00
0.00
-50.00
744838.791
654328.907

Ini berarti pixel pada data image tersebut mempunyai dimensi 50 x 50 (meter, jika penyimpanan dalam proyeksi UTM), dan tanpa rotasi terhadap x maupun y. Koordinat pada pixel posisi kanan kiri atas adalah (x:744838.791, y:654328.907).
Penamaan file world-file tersebut biasanya sesuai dengan nama file data dengan perbedaan pada ekstensinya, contoh:

Nama file data (image) : citra2000.JPG
Nama file world-file nya: citra2000.JGW atau bisa juga .JPGW

Untuk data berformat TIF, ada yang mempunyai format GeoTIFF dimana didalam header file TIFF tersebut telah tersimpan informasi koordinat. Tetapi jika software yang digunakan belum dapat menyimpan dalam format GeoTIFF, maka penggunaan world-file juga bisa menjadi solusi dimana world-file tersebut akan berekstensi .TFW atau .TIFW.