Tags

, , ,


Juni 2003, musim panas di daratan eropa, gw dateng ke tempat yang puanas… Tepatnya di desa Campillos . Desa ini terdapat pada wilayah Provinsi Malaga di bagian selatan Spanyol . Kedatengan bersama rombongan KKN (sekitar 20 orang) dan diinapkan di hotel (apa ya…, lupa, cari catetan dulu. Hostal San Francisco) yang letaknya relatif di tengah kota… mmm… bukan kota tapi desa Campillos. Dari pendengaran ucapan orang-orang desa disini, kata Campillos diucapkan: cam-pil-yos.

Untuk mencapai desa ini, akses utama adalah dari kota Malaga, yang merupakan ibukota Provinsi. Kota Malaga mempunyai bandara yang besar dan kota ini merupakan kota pantai dan salah satu pusat turis di daerah pantai mediterania. Perjalanan dari Malaga ke Campillos sekitar 2,5 jam dengan jalur jalan yang buagus. Pemandangan selepas kota Malaga adalah… perbukitan batu, perbukitan batu dan perbukitan batu. Tanaman yang keliatan didominasi tanaman perdu. Gak ada pohon besar… pohon yang ada hanyalah pohon zaitun (olive). Tepatnya: padang zaitun… karena emang berupa padang yang luas-luas banget.

Balik lagi ke hotel. Satu halangan langsung terasa, sang penjaga hotel sangat-sangat terbatas komunikasinya dalam bahasa inggris. Kacau. Pengalaman ngeluyur pertama, cari restoran atau rumah makan untuk makan. Carinya gampang banget, dimana-mana restoran. Cuma yang sesuai (harga makanannya) agak susah dicari… ehm… juga, dimana-mana masakan daging babi. Dari survey, dapet juga beberapa restoran ok, maksudnya sesuai batasan yang ada. Dan, dapet info dari Yan Qu (asal China), ada restoran dengan menu masakan China…! Segera kesono, dan betul, restoran itu punya menu masakan china karena mereka punya koki orang china. Koki ini adalah orang China satu-satunya di desa Campillos..! Sip. Jadi saat itu hanya ada 2 orang China di Campillos, si koki dan Yan Qu!😐

Sambil tarik-tarik Yan Qu, (minta dia terjemahin menu, yang tertulis dalam bahasa China dan Spain), langsung nyoba deh restoran ini. Ada macem-macem nasi goreng (ups, nasgor…?). Yang bisa masuk mulut cuma satu, menu nomor 7, yaitu Nasi Goreng Seafood. Harganya satu porsi 6 Euro. Puih… ok deh, cari selamet, setidaknya makan makanan “halal” dan ketemu nasi lagiii… (setelah sekian hari diisi roti muluuu). Pesanan dateng, makan pake sumpit, wah rasanya uenak. Persis makan Nasgor Seafood di… mmm… pokoknya di tempat yang enak di Jakarta😉. Porsinya sih porsi orang Spain, jadi cukup mbludag di perut. Tapi ok. Restoran ini jadi restoran paporit, karena itu tiap malem selalu dateng kesini untuk makan Nasgor Seafood. Ya, tiap malem selama hampir sebulan di desa ini.

Gimana makan siang? Berhubung restoran kebanyakan siang gak buka, maka terpaksa siang cari tempat paporit lain. Ada resto (lebih tepatnya: bar kecil) yang jual aneka roti isi. Begitu duduk, dikasih cemilan gratis buah zaitun. Nyoba, asin tapi asik. Cari daftar makanan di menu, ketemu roti isi ikan. Ada isi tuna, ada isi salem. Lumayan… Satu porsi juga sudah cukup… cukup mahal maksudnya… Harganya 3,5 Euro tapi porsinya untuk ukuran lambung gw masih gak pas… Untunglah kalo malem ada kompensasinya, makan Nasgor Seafood.

Makan di CampillosSatu kali, bareng Isaac (Isaac Sichivula, asli dari Zambia ), makan di resto paporit. Sekali lagi, problem utama di sini adalah gak ada yang bisa bahasa inggris! Jadi kalo mau pesen makanan, cukup nunjuk aja menu yang dipesen. Gw selalu nunjuk menu masakan China nomor 7, sambil nyebut: siete! Artinya: gw pesen nomor Tujuh aje…! Plus minum jus orange atau coca cola. “Orange juice” atau “Coke” adalah bahasa dunia, jadi pelayan akan tau arti dari kata-kata itu. Gimana dengan Isaac? Malem ini dia pingin makan dengan daging sapi, apapun jenis masakannya. Dia panggil si pelayan, sambil ngomong: “I’d like to eat meat…”, pelayan bengong. Isaac ngomong lagi: Cow…! Si pelayan gak mudeng. Dengan berbagai cara Isaac menjelaskan, dalam bahasa Inggris sederhana. Kacau… si pelayan gak mudeng juga. Akhirnya, ambil kertas, gambar sapi… abis itu kasih liat ke pelayan sambil tangannya ke atas kepala (niruin tanduk sapi) dan ngeluarin suara: moo… moo… moo… Uh, akhirnya si pelayan senyum n ngerti… semua hepiii, n gw ngakak abisssssss…😀
Keterangan foto: Suasana di resto, kebagian diluar karna penuh, dengan (ki-ka) Georgia-guy, Bacardi-man, Isaac, and Yan Qu, pada 21 juni 2003.

Disalin ulang dari .ES: Cari makan di Campillos @ 360.yahoo.com.