Tags

,


Fungsi Compute Hillshade digunakan untuk menentukan hasil penyinaran secara hipotesis dari suatu bentuk permukaan yang merupakan bagian dari langkah analisis dan tampilan. Untuk keperluan analisis, fungsi Compute Hillshade dapat digunakan untuk menentukan lama waktu dan intensitas sinar matahari pada lokasi tertentu. Sedangkan untuk tampilan, dapat digunakan untuk mempertajam relief permukaan.

Ada dua masukna utama yang diperlukan pada proses ini yaitu Azimuth dan Altitude. Azimuth adalah angka positif yang berupa besar derajat yang mempunyai rentang dari 0 hingga 360, diukur dari arah utara. Sedangkan altitude adalah anhka positif yang berupa yang berupa besar derajat dengan rentang dari 0 derajat pada garis horizon hingga 90 derajat pada titik diatas kepala.

Luaran theme grid dari fungsi Compute Hillshade otomatis diberi nama Hillshade of [nama theme]. Data grid hasil proses secara temporer disimpan pada folder kerja dengan nama “hlshd” diikuti angka yang bersifat unik. Karena itu jangan lupa untuk menyimpan theme grid ini dengan nama tertentu pada folder data setelah proses selesai.

Pada contoh proses kali ini kita masih menggunakan data grid ketinggian sebagai input dari fungsi Compute Hillshade. Langkah yang dilakukan adalah:

  1. Aktifkan theme ketinggian (dem_grd) dan pastikan penunjuk pada posisi theme tersebut.
  2. Jalankan fungsi Compute Hillshade dari menu Surface. Lalu akan muncul kotak dialog:
  3. Kotak dialog pada proses Compute Hillshade

  4. Masukkan nilai default, yaitu 315 untuk Azimuth dan 45 untuk Altitude. Ini berarti kondisi matahari pada posisi arah barat laut dan pada ketinggian 45 derajat relative terhadap lokasi.