Tags

, , , , , , , ,


La Mezquita CatedralAlhamdulillah, akhirnya sampai juga. Bangunan berbentuk kotak persegi, dengan arsitektur meditaranean yang kental, itulah Masjid Cordoba, yang kini bernama La Mezquita-Catedral, atau Katedral Masjid Cordoba. Rasa rada gemetar juga, menyaksikan bangunan megah di tepi Rio Guadalquifir ini, yang saat ini berfungsi sebagai katedral, dan masih aktif digunakan untuk acara keagamaan.

Tahun 711 M kota Cordoba diduduki oleh bangsa Moor yang membawa agama Islam ke daratan Eropa. Sejak itu Cordoba menjadi ibukota Al-Andalus yang dipimpin oleh kekalifahan Damascus, dimana tahun 756 M pemerintah Abdurrahman memutuskan hubungan dengan Damascus kecuali masalah yang terkait dengan keagamaan.

Citra Satelit @ Google MapsDua abad kemudian Abudurrahman III mendeklarasikan Kekalifahan Cordoba yang berarti independen penuh. Era pemerintahan Abdurrahman III dan anaknya, Al Hakim II, inilah masa kejayaan Cordoba. Salah satu model pemerintahan ideal dimana bisa mengakomodir semua kepentingan dalam keragaman agama dan keyakinan. Pada jaman itu, kota Cordoba menjadi pusat budaya Eropa Barat, dengan universitas terkenal dan perpustakaan yang menakjubkan, juga bangunan yang sangat megah seperti Masjid Cordoba dan istana Medina Azahara. Berpenduduk lebih dari satu juta jiwa dengan jumlah masjid 1600 buah.

Puente de la DonadasKarena pada saat gw datang adalah saat misa, maka pengunjung dilarang memasuki katedral. Kesempatan ini gw pakai untuk berjalan sekitar bangunan Masjid. Di depan Masjid, yang merupakan sungai Guadalquivir, terdapat Puente Romano atau Roman Bridge yang dibangun dimasa kekuasaan Augustus. Dengan panjang sekitar 230 meter, jembatan ini terdiri dari 16 busur penahan (kaki jembatan).

Di sekitar jembatan sepanjang lintasan sungai, terdapat beberapa bangunan semacam benteng kecil, beberapa diantaranya sudah rusak berat. Bangunan ini dulunya digunakan untuk melindungi dan menjaga jembatan dari serangan musuh.Tidak jauh dari jembatan Roman terdapat La Albolafia Mill, ini adalah kincir air yang digunakan untuk mengalirkan air ke istana Emir. Saat ini di istana tersebut berdiri Istana Bishop. Kincir air ini sudah tidak berfungsi lagi karena telah dimatikan sejak perintah dari Isabel the Catolic yang merasa terganggu oleh suara bising kincir tersebut saat ia tinggal di Alcazar.

Torre de AlminarMemasuki halaman masjid, terdapat Patio de los Naranjos (Courtyard of the Oranges). Tempat ini dikenal sebagai tempat yang sangat indah karena ditanami oleh jeruk dimana saat berbunga wanginya memenuhi halaman. Sebelumnya, pada saat kekalifahan Cordoba berkuasa, di tempat inilah pengujung harus membasuh kaki dan wudhu sebelum memasuki masjid. Ada juga tempat untuk perempuan sholat, yang memang harus terpisah dengan tempat sholat laki-laki.

Di sisi dinding belakang dari halaman ini terdapat menara, Torre de Alminar, yang dibangun pada abad X, dan merupakan menara masjid terbesar pertama yang dibangun di Spanyol. Restorasi dilakukan pada abad ke-16 dan ke-17 dan diubah fungsi menjadi menara katedral dengan beberapa lonceng di puncaknya. Tinggi menara ini sekitar 93 meter.

Untuk masuk ke masjid sebenarnya dapat dilakukan dari halaman ini melalui banyak lorong atau gapura/pintu masjid, tapi sejak abad ke-17 banyak kapel didirikan di sisi dalam dari dinding utama masjid sehingga hampir seluruh pintu di sisi masjid tertutup dan jalan masuk menjadi sangat terbatas.

Tulisan ke-3 dari 5, tentang perjalanan Campillos – Cordoba.
Sebelum: Mencari Masjid Cordoba (2#5)
Berikut: Kerinduan yang tersisa (4#5)