Tags

, , , ,


Paspor RIMengurus Paspor Hijau…? Untuk suatu keperluan personal, Paspor Hijau kudu ada, untuk itu segera urus di Kantor Imigrasi Bogor, yang beralamat di Jl. Jendral A. Yani 65 Bogor. Tahapan yang dilakukan:

  • Senin, tanggal 1 Mei 2006, alih-alih menghindari demo di Jakarta, segera ke Kantor Imigrasi Bogor. Serahkan formulir yang sudah diisi plus disertakan salinan dokumen penyerta (Kartu Keluarga, Surat Nikah, Akte Kelahiran, KTP). Hasil: ditolak, karena ada yang kurang: Surat Rekomendasi dari Kantor… okd, balik ke rumah.
    _
  • Rabu, 3 Mei, dengan membawa kekurangan dokumen penyerta, datang lagi ke Kantor Imigrasi, sekitar jam 10-11 an. Berkas komplit, tunggu bentar, dapet resi penerimaan berkas (Tanda Terima Permintaan), isinya: Kembali pada tanggal 08/05/2006, Menghadap Kasi Lantuskim untuk pembayaran Bea Imigrasi, Wawancara, Foto dan Sidik Jari. Bertanggal 03/05/1999 dan tertera jam 9:28:00. Ups… bener… tanggalnya seperti itu…
    _
  • Senin, 8 Mei, bolos kantor lagi, dateng pagi-pagi. Sampai pintu gerbang sekitar jam 7.45, tertahan, para staf sedang upacara. Selesai menyaksikan”bubar jalan”, segera masukin form panggilan, kemudian tunggu panggilan wawancara di ruang tunggu. Dan sayup-sayup terdengar laju “pelaju” jalan tol dengan kecepatan tinggi menyalip dalam kesempatan wawancara ini. Beberapa protes dilayangkan oleh pengantri lainnya (terutama ibu-ibu), tapi apa mau dikata, sabar adalah langkah terbaik… haha…
    _
  • Agak lama, sekitar jam 9an, akhirnya dipanggil juga. Oleh ibu petugas ditanya: Nama sendiri, nama Bapak, nama Ibu, nama istri, tempat lahir, keperluan permohonan, alamat tinggal. Alhamdulillah, semua inget, jadi bisa terjawab dengan lancar… (kalo lupa kebangetan dah…). Dan sudah tertera pada resi bahwa dokumen selesai pada tanggal 11 Mei 2006, dapat diambil di Loket Pengambilan.
    _
  • Selesai wawancara, tunggu bentar, gak lama kemudian ada panggilan untuk pembayaran di kasir. Biaya yang dikeluarkan dirinci pada kwintansi:
    – Paspor RI Peroerangan 48 Halaman Rp. 200.000
    – Pembuatan Foto Terpadu Pada SPRI Rp. 55.000
    – Biaya Pengambilan Sidik Jari Rp. 5.000
    Jadi Total Biaya Rp. 260.000. Semuanya clear..!
    _
  • Urusan uang selesai, kemudian isi blangko untuk keperluan sidik jari. Dan gak lama, dipanggil bagian foto. Di ruang ini, kegiatan pertama adalah penyocokan data hasil wawancara dengan isian elektronik pada komputer. Setelah dikonfirmasi kebenarannya, klik Save, pindah ke bagian foto. Segera duduk rapi dengan latar belakang warna biru, ambil posisi, dan klik, foto dengan kamera digital jadi. Segera mendekat mas petugas, dan melihat kegiatan beliau memasukkan data titik dan mengunci titik tengah mata (kiri dan kanan) plus titik tengah bibir pada hasil foto. Ini mengingatkan pada proses Referensi Geometrik. Klik Save.
    _
  • Terus, perekaman sidik jari melalui pemindai. Masing-masing jari mendapat kesempatan dipindai sekali, secara berurutan, dimulai jari kelingking kiri hingga kelingking kanan. Pemindaian ok. Save. Dan diarahkan ke meja lain lagi, masih di dalam ruang itu, untuk tanda tangan Paspor. Selesai. Kali ini gak klik Save, karena memang manual yaitu tanda tangan di kertas. Dari meja tanda tangan Paspor, diarahkan ke perekaman sidik jari secara manual, letaknya di luar ruangan.
    _
  • Segera jari dipegang, dan perekaman dioperasikan oleh pak petugas. Colat-colet tinta, kemudian diterakan pada kertas formulir, selesai, cuci tangan. Selesailah prosesi hari ini. Segera meninggalkan Kantor Imigrasi, dengan harap bahwa tanggal 11 Mei (Kamis) Paspor dapat segera diperoleh…

“Perjalanan” sederhana yang mengasyikkan, terasa lebih menjiwai daripada melalui jalur tol yang sangat cepat itu… : )