Arsenal, Mijn reizen, Tanah-Air

Info untuk penangkap ikan


Peta Prakiraan Daerah Potensi IkanIkan, salah satu sumber makanan kita yang berlimpah di laut(an), sekarang sudah semakin mudah diketahui keberadaannya. Mengetahui keberadaan gerombolan ikan ini penting, mengingat banyak hal yang bisa dihemat (bahan bakar kapal, jumlah hari layar, dll) ataupun ditingkatkan (hasil yang didapat, dll).

Banyak teknologi yang saat ini bisa digunakan, selain yang konvensional (seperti pemakaian fish-master, echo-sounder, dll). Sejak 1996, teknologi penginderaan jauh sudah menyentuh sektor perikanan ini juga. Beberapa rekan yang tergabung dalam peminat mencari ikan lewat satelit di TISDA BPPT telah mengembangkan dan menyempurnakan beragam metoda. Dari bahan dasar hanya citra satelit NOAA, hingga sekarang memakain data sebaran chlorofil-a, pola arus, dan beragam citra satelit pendukung (mis. sensor MODIS dari satelit Terra dan Aqua). Hal serupa juga dilakukan oleh banyak instansi lain. Departemen Kelautan, khususnya Badan Riset Kelautan dan Perikanan, sudah mengaplikasikan teknologi ini dalam bentuk luaran berupa Peta Prakiraan Daerah Potensi Ikan (PDPI), dan informasi ini disebarkan melalui beberapa mode.

1. Internet
Peta PDPI dan informasi terkait didistribusikan melalui situs di internet, menggunakan situs web Departemen Kelautan dan Perikanan, yaitu melalui alamat internet http://dataonline.dkp.go.id. Peta PDPI dibuat dalam format gambar JPEG (file gambar berekstensi “.jpg”).

2. Faksimili
Penggunaan mesin faksimili adalah salah satu moda dalam pengiriman peta dan informasi yang dapat digunakan. Pada moda ini dikenal dua macam jenis pengiriman, yaitu Fax on Demand dan Interactive Voice Respond.

Fax on Demand, merupakan pengiriman secara otomatis dari mesin Fax yang dikendalikan oleh perangkat lunak khusus pada komputer. Pengiriman ini dilakukan ke alamat (nomor fax) tertentu yang terdapat pada daftar pengguna khusus. Saat ini daftar pengguna khusus terdiri dari 5 (lima) PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera) dan 11 (sebelas) PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara). Lima buah PPS berlokasi di Belawan Sumatera Utara, Bungus di Sumatera Barat, Jakarta, Cilacap di Jawa Tengah, dan Kendari (Sulawesi Tenggara). Sebelas PPN yang masuk dalam daftar pengguna yaitu di Sibolga (Sumatera Utara), Tanjung Pandan (Bangka Belitung), Pelabuhan Ratu dan Kejawanan Cirebon (Jawa Barat), Pekalongan (Jawa Tengah), Brondong Lamongan dan Prigi Trenggalek (Jawa Timur), Pemangkat (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Ambon dan Tual (Maluku).

Interactive Voice Respond, merupakan sistem pengiriman via fax yang memerlukan interaksi langsung dari pengguna. Cara ini mengharuskan pengguna menggunakan fax untuk menghubungi fax pada pusat data (Balai Riset dan Observasi Kelautan – SEACORM, Perancak, Bali). Fax pada pusat data akan mengirimkan informasi peta sesuai dengan keinginan pengguna yang ditentukan oleh masukan langsung melalui jawaban pertanyaan pilihan yang diberikan pengguna, kemudian fax pada pusat data akan secara otomatis mengirimkan ke fax pengguna peta yang diinginkan.

Untuk menggunakan layanan Interactive Voice Respond, pengguna menggunakan fax dengan menghubungi nomor fax 0365-44270/71/72/73. Setelah terhubung, maka pengguna diminta memilih pilihan yang disebutkan dengan menekan salah satu digit pada fax. Pilihan wilayah yang disediakan adalah: Sekitar Sumatera, Sekitar Jawa, Sekitar Kalimantan, Sekitar Sulawesi, Sekitar Bali dan Nusa Tenggara, Sekitar Maluku-Papua. Segera setelah menentukan pilihan wilayah, maka pengguna diminta menekan tombol terima (start) yang terdapat pada faksimilinya, dan Peta PDPI akan segera terkirim.

3. Radio
SEACORM Media massa elektronik merupakan salah satu moda yang dimanfaatkan untuk distribusi informasi. Salah satu yang digunakan dalam penyebaran Peta PDPI adalah melalui siaran Radio. Pada moda ini operator harus menerjemahkan informasi pada Peta PDPI dalam sebuah narasi yang kemudian dibacakan dan disiarkan melalui radio.

Saat ini radio yang digunakan adalah melalui Radio Republik Indonesia (RRI – Pro3FM), dimana dapat didengarkan diseluruh wilayah Indonesia. Siaran ini dilakukan pada jadwal tertentu, seperti hari Rabu dan Sabtu pada jam 11.30 – 12.00 WIB. Tapi layanan ini baru bisa dinikmati mulai bulan Juli 2006 ini.

Oleh-oleh dari main ke SEACORM, Perancak, Bali, akhir Juni 2006. Mudah-mudahan berguna kalo lagi mau mancing di laut : ).

About these ads
Standard

59 thoughts on “Info untuk penangkap ikan

  1. Lino says:

    Dear Htt,

    Thanks atas informasi yg disampaikan melalui Situs Pribadi Hartanto.
    Mudah2an infomasi ini bermanfaat buat para Pencari Ikan.
    Kapan main lagi ke Perancak dan nginep?
    Ditunggu lho.

    Regards
    PLN

  2. masalahnya: di Indonesia itu internet mahal, fax mahal, kapal nelayan juga masih kurang canggih. jadinya ya informasi berbasis seperti yg dijelaskan di atas kurang bisa atau susah untuk diakses oleh nelayan biasa. padahal, jumlah nelayan biasa adalah mayoritas di Indonesia.

    tapi, bagus juga idenya, apalagi kalau bisa dikaji dan dibandingkan dengan hasil penangkapan sebenarnya. lebih bagus lagi kalau DKP juga punya kapal penangkap ikan dan pergi ke lokasi yg diprediksikan itu utk membuktikan apakah benar atau tidak hasil analisisnya itu. kalau semakin banyak data ilmiah yang mendukung, kayaknya bakalan banyak juga yg tertarik dengan peta penangkapan ini.

  3. #2:
    sejak tahun 98an, sudah banyak koperasi nelayan di pantai utara jawa yg pakai GPS untuk armada nelayannya. sulit dipercaya..? bahkan mereka berminat beli 1 set penerima data NOAA (small ground station) yg saat itu harganya hanya 70 juta-an. kata mereka (saat kunjungan ke lab saya) itu mah cuma sekali layar juga dapet : ).

    #3:
    Gus, proses verifikasi dan validasi sudah beberapa kali dilakukan, setahu saya oleh TISDA juga oleh BRKP. dan dari sanalah algoritma berkembang. siapa bilang fax mahal untuk nelayan? banyak lho nelayan yang berhasil (baca: kaya). walau jangan liat dulu prosentase jumlah _nelayan_biasa_ lawan _nelayan_sejahtera_… hehe…

    sentuhan teknologi harus segera dirasakan publik nelayan kita, jadi _ikan_segar_ di wilayah kita bisa juga dinikmati orang indonesia, (tentunya bersama dgn nelayan dari jepang, taiwan, dan thailand yg sdh optimal memakai teknologi satelit/inderaja ini).
    th 99, seorang rekan yg workshop inderaja kelautan di AIT (Asian Institute of Technology, Thailand), mendapatkan bahwa studi kasus yg dilakukan di workshop tsb adalah perairan indonesia, tentang para ikan ber-KTP indonesia : )

  4. kebetulan saya orang yang pernah mengkoordinir penyebaran peta topex, hasilnya hanya 3 orang dari 100an pemilik kapal yang betul2 berminat pada peta tersebut, tragisnya pemilik kapal tidak ikut kelaut dan nahkoda / tekong tidak bisa membaca peta, dari 300an kapal yang selalu membutuhkan peta rata-rata hanya 5 kapal per minggu komentarnya peta diterima tanggal 1 dan mereka sampai di fishing ground tanggal 3 kemudian ikan sudah hilang/ pindah lokasi maka peta pun terlempar dibawa angin dan gelombang laut selatan. kesimpulannya hanya nyai loro kidul yang baca peta tersebut, he….he…..he…..he…..

  5. #5. Begitulah mas Imam, masih banyak yang harus dikerjakan untuk memanfaatkan sumber makanan kita di laut nan berlimpah. Selain kesadaran masyarakat nelayan dalam memulai pemakaian teknologi, juga keyakinan dan usaha keras dari semua pihak yang berkecimpung dalam bidang perikanan laut. Luasnya wilayah, rendahnya kemampuan masyarakat nelayan (ehm, sebagian?) dan keterbatasan SDM (pusat, sekalipun) dalam penguasaan teknologi masih jadi kendala… Anda semakin tertantang atau “mulai patah hati”..? : )

  6. endi polnep says:

    saya juga orang perikanan, tapi untuk daerah Kalimantan barat penggunaan citra satelit untuk menentukan Fishing Ground masih awam, selain keterbatasan nelayan, juga pengetahuan nelayan yang minim. tetapi sewaktu saya bekerja di kapal penangkap udang di daerah Papua tepatnya di laut arafura dan perairan pantai digul (selatan papua) kapal Australia sudah menggunakan citra satelit untuk menangkap ikan, hal tersebut saya rasakan pada saat saya naik ke ruang kemudi peralatan seperti internet, Fax, dan telepon satelit sedang digunakan untuk mengUpload data PDPI, kenapa di Indonesi belum begitu mewabah ?
    apalagi di Kal-bar.

    BTW saya adalah salah seorang staff pengajar di politeknik Negeri pontianank Jurusan Ilmu Kalutan dan Perikanan (POLNEP) dan saya sangat tertarik sekali dengan pemetaan wilayah perikanan dan ingin mencoba mengkombinasikan citra satelit tersebut dengan tingkah laku ikan (fish Behaviour) mungkin akan sangat berguna, dan dapat menjembantani penerapan teknologi perikanan kapada nelayan. saya juga masih sangat membutuhkan bahan dan data-data untuk kelengkapan saya.
    saya juga merasa bangga dengan bapak yang sudah menyempatkan diri menulis artikel ini, semoga dengan kekayaan perikanan kita mampu meningkatkan taraf hidup bangsa. amin

  7. #7. Pak Endi, pengalaman lapangan dan semangat anda ok punya.
    Untuk memperdalam teknis pelaksanaan pembuatan dan penyebaran informasi, sila kontak pak Lino (brealinos-at-yahoo.com). Beliau tugas di BRKP “cabang” SEACORM, Bali… : )
    Sedangkan untuk memperdalam pengembangan algoritmanya sila kontak bu Nani (hendiarti-at-yahoo.com).

  8. Nanang says:

    mungkin secara sederhana bisa digunakan cara memakai SMS dimana dengan menggunakan telepon satelite seperti Byru atau Marine dari PSN (bukan promosi lo..) Nelayan tinggal meminta koordinat daerah fishing ground sehingga mereka tidak telat untuk sampai lokasi. Untuk pemakaian GPS saya yakin hampir semua nelayan besar sudah menggunakan kecuali nelayan tradisional tetapi mungkin dengan sosialisasi penggunaan GPS untuk nelayan tradsional maka penyampaian informasi tidak terhambat. sekarang khan harga untuk GPS tidak terlalu mahal. Kalaupun itu dirasa mahal mungkin baiknya menggunakan secara berkelompok

  9. saleh says:

    To, gw mau ke Teluk Bone minggu depan, survei perikanan juga, namun kali ini pengen gw bandingin dengan model upwelling dan data lapangan, serta sekalian bawa fish finder, kita lihat apakah bagus atau tidak korelasinya. Idenya agus untuk sekalian ngambil ikannya mau dicoba juga, tapi belum punya jaringnya, yang ada masih sarung. Kayaknya yang ketangkep bukan ikannya, tapi Arif temen gw.

  10. Teman2 yang suka mancing…..
    coba anda nyempatkan diri ke aceh,tuk rasain permainan ikan yang sangat menakjubkan….
    apa lagi kalo mancing di suatu tempat yang bernama batu 1 atau lampu merah…wahhhhhhhhh…..keren abis deh…
    banyak lagi tempat2 yang mengasikkan di sana…..
    salah satu nya di pantai lhok seudu….
    ikan nya berfariasi…
    salah satu ikan yang pernah gw pancing, KAKAP MERAP, IAKN TENGAR, GABHU ATAU GT ATAU JUGA ORANG ACEH MENYEBUT NYA DGN NAMA IKAN RAMBHEU MANDOR, IKAN KRAPU……..MASIH BANYAK LAGI YANG LAIN NYA…
    Aku mengundang temen2 smua yang gemar mancing,tuk nyobain mancing di sana…….
    kalo teman2 mau nanya atau ingin informasi,atau juga ingin memberi informasi nya…
    silahkan kirim ke email ke ” visipro_ndr@yahoo.com” atau bisa juga sms ke no 08126924616 atau 085221386301
    DI TUNGGU YA INFORMASI NYA

  11. hanif santoso says:

    tidak bisa dipungkuri perkembangan teknologi salah satunya membawa dampak positif bagi kehidupan sehari2,salah satunya dengan aplikasi GPS,nelayan bisa semakin mudah untuk menangkap ikan dan memilki tujuan yang jelas daerah mana yang berpotensi terdapat banyak ikan

    kebetulan saat ini saya bersama teman2 mau ngadain program sosialisasi & pelatihan penggunaan GPS bagi nelayan2 tradisional,cuman yang saya gak tau kira2 nelayan daerah mana yg pengetahuannya msh awam ttg teknologi dam kira2 pendekatannya dengan metode gimana…program ini bisa dikatan pengabdian masyrakat,jadi intinya bertujuan membantu para nelayan untuk meningkatkan taraf hidup
    saran sangat kami tunggu…
    trima kasih

  12. hanif santoso says:

    oia kalo hubungi saya bisa lewat email:hanif_san@yahoo.com
    ato hp:08562538039

    skali lagi saran anda benar2 kami butuhkan
    trima kasih

  13. Assalamulaikum,
    saya lulusan fakultas pertanian jurusan sosil ekonomi
    kebetulan saya tinggal di daerah nelayan makanya saya ambil skripsi tentang nelayan, dengan menggunakan kuisioner namun tidak ada satupun nelayan yang mengetahui tentang peralatan tersebut khusunya gps dll
    akan tetapi saya sekarang berminat kembali untuk terjun ke dunia nelayan karena salah satu hobbi saya sampai saat ini adalah memancing jadi siap memperkenalkan alat tersebut untuk mereka.
    sekaligus memberikan penjelasan tentang kerusakan yang sudah terjadi sampai saat ini karena jangkar yang selalu sering dilempar ke terumbu karang.
    malah say sangat senag kalau masa tua asay bisa terus di laut atau memelihara/merawat sebuah pulau.mungkin kah ….?

  14. reni situmorang says:

    assalamu’alaikum wr. wb
    saya mahasiswa perikanan jurusan pemanfaatan sumberdaya perairan, ingin meneliti tentang daerah penangkapan ikan di perairan timur sumatera utara, tetapi saya kekurangan literatur atau informasi tentang daerah penangkapan pada perairan tersebut. atas kesediannya saya ucapkan banyak terima kasih.

  15. Ikko bale says:

    informasi mengenai karakteristik perairan yang potensial tuk dijadikan fishing ground memang sudah dikembang oleh pemerintah melalui instansi dkp. yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah nelayan kecil kita (mayoritas) mampu dan memiliki akses terhadap informasi tersebut !

    saya mahasiswa perikanan UNHAS, sekarang lagi mau konsen ke aplikasi penginderaan jarak jauh tuk penangkapan ikan, rencananya sih mau pKl di Balai Riset dan Observasi Kelautan – SEACORM, Perancak, Bali !
    bsa minta deskripsi mengenai Balai Riset dan Observasi Kelautan – SEACORM ! thanks b4 !

  16. #12. bang Andry, thx untuk info yang menarik. semoga nanti saya sempet main ke lhok seudu. : )

    #13, 15, 16. semoga sukses dengan program dan rencana kedepan anda2 sekalian. saya tidak “bermain” di laut, tapi semoga ada pembaca halaman ini yang bisa urun pendapat. : )

    #18. informasi SeaCORM bisa lihat di http://www.dkp.go.id.

  17. fatah says:

    Dimana saya bisa mendapatkan data jalur migrasi ikan pelagis atau musim2 ikan di suatu tempat khususnya di jawa dan sumatera.

  18. Raditya says:

    Pak, saya mahasiswa oseanografi tertarik dengan peta fishing ground untuk pembuatan laporan tugas mata kuliah. bisakah saya mendapatkan dalam bentuk soft copy. terima kasih

  19. Saya kerja di Sea Sports di Kawasan Trikora Bintan, Mohon Infonya untuk alat2 Satelit untuk detektor ikan tersebut agar saya bisa memuaskan para angler yg berkunjung di Bumi Segantang Lada ini (Pulau Bintan). Berapaan kira2 Harganya apakah bisa terjangkau atau masih dalam khayalan kami, mohon infonya…?

  20. prawira says:

    pak saya mahasiswa sedang skripsi tentang pemetaan fishing ground ikan Sardinella lemuru di selat bali. Dan kesulitan dalam meperoleh peta selat bali, bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan peta tersebut dalam bentuk soft copy?terima kasih

  21. #26 + #27. Herveda, sila kontak ke Pak Lino ya, alamat email ada di #8.

    #28 + #29. Peta selat bali..? maksudnya peta apa ya..? peta batas pantai atau peta daerah sebaran potensi ikan, atau peta batimetri/kedalaman, atau yang lain…? mungkin bisa coba kontak Pak Lino (sila baca #8). terimakasih.

  22. panggah says:

    bener banget komentar temen-temen diatas. rasanya nelayan kita masih jauh dari kata makmur. terlalu mnyedihkan untuk menjadi seorang nelayan, apalagi ditengah situasi kayak gini yang semuanya ga pasti. pesennya moga aja dkp mampu memberikan sedikit solusi yang kena sasaran, kalo sekedar informasi lewat internet kan ga semua nlayan tau internet, hanya mungkin yang kan membaca hanya dari kalangan civitas akademik, ya kayak saya ini

  23. judith says:

    halo,httsan.saya mahasiswa unpad bandung,mau bertanya dan meminta tolong:
    1. Apakah bapak punya data produksi perikanan teluk tomini periode 12 tahunan lengkap dengan jenis alat tangkapnya dan effortnya.misalnya bawal ditangkap dengan 2 alat tangkap, dgn hasil produksi masing2 sekian, kemudian alat tangkap …( misalnya purse seine) mempunyai hasil produksi .. dengan effortnya …. dan alat tangkap kedua…dgn effortnya…apakah ada pak atau data dari laut arafura juga boleh pak.saya minta tlg pak segera dikirimkan ke alamat email sya segera, sebagai data untuk skripsi saya.terimakasih

  24. #32. judith, maaf sekali, saya bukan orang kelautan. pekerjaan saya tidak terkait dengan kelautan dan perikanan. jadi tidak bisa kasih info yang anda cari…

  25. nyit-nyit says:

    hallo httsan, saya mau tanya gimana sih caranya untuk ngolah data noaa agar dapat hasil data spl, jujur saya masih awam, tetapi saya ingin mencobanya, barangkali httsan punya tutorial tentang itu mungkin bisa dikirimkan langsung ke e-mail saya, thanks before

  26. nyit-nyit maaf baru balas. untuk masalah formula bisa kontak langsung ke pak Lino atau bu Nani, email mereka ada di jawaban saya dibagian atas.

  27. Hai, teman-teman dan kawan-kawan seluruh indonesia khususnya dari perikanan coba kita jelajah ke daerah maluku utara di sana banyak potensi perikanan yang masih belum di kelola secara optimal dan terpadu. Makam, dari itu kami sarankan kepada teman-teman untuk ke maluku utara. by banapon yusuf

  28. endi says:

    assalamu alikum,,salam kenal ya..aku pengen nanya, ada nda tulisan atau penelitian mengenai GPS di Bidang perikanan tangkap yang anda punya, kalau ada tolong dong …dikirim ke e-mail saya…klo nda merepotkan..

  29. mas didit dan mas endi, maaf banget nih saya gak punya tulisan2 yang dimaksud.

    mas yusuf, betul kata anda. masih banyak PR kita semua untuk kelautan. pingin juga someday ke maluku utara.

  30. sore….
    ditengah lapar and dahaga..jalan-jalan liat blog tentang perikanan
    terseseat di blog ni…………mmmmm
    wah kayaknya saya bakalan sering-sering berkunjung ni…
    perikanan euy

  31. ali says:

    mas, kalo data kedalaman laut flores bisa di dapat dimana ya? klo untuk sst n clorofil dah ada tapi formatnya hdf, trus gimana olahnya?
    buat teman-teman yang tau mohon bantuannya…
    wslm.

  32. mbak nurul, terimakasih sudah mampir. sayang sekali blog ini bukan khusus perikanan. tapi jangan bosan dateng ya…

    mas ali, data kedalaman laut biasanya bisa kita dapatkan pada peta yang dikeluarkan Dishidros TNI AL (maaf mungkin namanya saat ini sudah berubah, bukan Dishidros lagi).

  33. dwi yudi says:

    Pak saya mahasiswa teknik sistem perkapalan ITS Surabaya, sedang mengerjakan tugas akhir tentang perancangan alat fishfinder.Mohon bantuan refrensi tentang komponen apa saja yang diperlukan dalam perancangan tersebut, mungkin semacam manual book dari alat fishfinder yang sudah ada.Terima kasih

  34. prawira says:

    peta sebaran ikan sardinella lemuru ato pelagis kecil pada bulan april-oktober. apakah ada informasi tentang kondisi oceanografi perairan selat bali, terutama mengenai kisaran suhu permukaan laut pada bulan april-oktober? jika ada mohon bantuannya untuk mendapatkan softcopy nya sebagai tambahan untuk penyusunan skripsi. situs informasi mengenai perikanan dan kelautan yang memiliki info terlengkap apakah ada?trima kasih

  35. B.A. Mulyono says:

    Pak Hartanto,

    Saya sedang melakukan studi tentang industri penangkapan ikan untuk itu saya perlu bantuan Bapak informasi tentang jenis kapal penangkap ikan modern yang ideal untuk dioperasikan di laut jawa dengan home base pelabuhan di Karawang. Maximum draft 4 meter. Selain info jenis kapal saya juga perlu informasi tentang harga kapal tersebut dengan kelengkapannya dengan umur maximum 3 tahun serta ship particular kapal yang dimaksud.
    Demikian saya sampaikan atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Regards,
    B.A.Mulyono.-

  36. cacul says:

    halo mas HTT.
    wah senang sekali saya baca blognya nih, jadi rame yang minta data dan beri komentar mengenai perikanan tangkap, walopun mas HTT bukan orang kelautan tapi bisa menyebarkan informasi jitu yg terkait dgn ikan.

    kita di kelautan IPB juga banyak studi tentang fishing ground, cuman mungkin masih jarang yah yang disosialisasikan, mungkin krn keterbatasan media dan waktu, salah satu kolega saya, Dr. Jonson L. Gaol, adalah salah satu yang banyak meriset mengenai lokasi fishing ground di selatan jawa, nanti sy coba menghubungkan sekiranya belum telat…

    Bravo mas HTT, btw kapan nih para cimpreng reuni lagi?

  37. Ismail says:

    saya taruna Sekolah Tinggi Perikanan asal Pontianak, saya bingung mencari data Potensi Perikanan Pontianak yang on-line lewat internet. karena sekarang saya berada di Bogor dalam masa kuliah. tolong pak dibantu.
    hubungi saya di no 085245009921. terima kasih

  38. mas httpsan ysh, mohon informasinya gps yang cocok buat nelayan kecil (kelas nelayan miyang) berapa kisaran harganya dan belinya dimana. dimana saya bisa mendapatkan peta perkiraan potensi ikan untuk daerah pantai utara jawa tengah.
    terima kasih, salam kenal.

    masjamal@kendal.

  39. masjamal, GPS yang cocok..? wah saya kurang tahu juga mas. Mungkin sekelas Garmin GPSMap 60CSX..? harga berkisar 4-5 jutaan?
    Untuk potensi ikan, sila coba layanan peta potensi ikan yang ada di tulisan diatas ya.

  40. ayung says:

    assalamualaikum httsan
    saya seorang anak nelayan dogol..apakah peta ini bermanfaat untuk mencari ikan demersal..karena ikan2 yang di tangkap kapal dogol adalah ikan jenis demersal(ikan dasar laut) bukan ikan jenis pelagis
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s