Tags

, , , , , , , ,


Saat menjadi penggembira dalam suatu ekspedisi di Lombok Timur bulan Juli 2006, sempat mengunjungi banyak lokasi menarik. Coretan kali ini adalah mengenai lokasi penting yang “terlupakan”. Lokasi yang dimaksud adalah lokasi tugu TTG atau Titik Tinggi Geodesi.

TTG (Titik Tinggi Geodesi) adalah Titik diatas tanah yang tingginya diatas permukaan laut rata-rata ditentukan secara sipat datar teliti (Kamus Peristilahan Survey dan Pemetaan).

Di Kabupaten Lombok Timur mungkin ada sekitar 20-an TTG (dilihat sekilas pada indeks di Bakosurtanal), dan yang sempat dimampiri hanya beberapa titik. TTG yang terjenguk semua berada di lokasi pendidikan (halaman SD dan SMP), dengan berbagai kondisi.

Pelat keterangan pada sisi vertikal.TTG terlihat berbentuk kotak beton dengan tinggi tidak lebih dari setengah meter dari permukaan tanah, yang ditandai dengan pelat keterangan dan batangan logam di satu sisi vertikal dan pelat keterangan di sisi atas (horisontal). Pada pelat sisi vertikal tertulis “Jaring Kontrol Tinggi Geodesi, TTG [nomor kode TTG], Milik Negara, Dilarang Merusak dan Mengganggu Tanda ini, Pemetaan Nasional 1991”. Sedangkan pada pelat sisi horisontal yang terletak di bagian atas kotak beton ini bertuliskan “Jaring Gayaberat” diikuti angka kode (gak tau artinya apa), lalu tanda “+” yang menandakan posisi yang terukur adalah pada pertemuan/di tengah-tengah tanda “+” ini, lalu tulisan “Milik Negara, Dilarang Merusak dan Mengganggu Tanda ini, Pemetaan Nasional”.

Pelat keterangan pada sisi atas.Kondisi masing-masing tugu mini ini beragam, ada yang terawat dan tidak terawat (mirip kondisi kompor pada iklan di TV beberapa tahun lewat). Pada umumnya kerusakan dialami pada pelat di posisi horisontal atau yang terletak di bagian atas tugu. Bahkan ada yang sudah hilang sama sekali, dan terlihat “bocal-bacel”-nya permukaan yang menandakan terjadinya tindak kekerasan disini. Pada pelat yang masih utuh, pun, bekas tindak kekerasan juga terekam. Diduga adanya hantaman-hantaman benda tumpul dan tajam pada permukaannya (perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh labfor). Tugu-tugu naas ini kebetulan terletak pada tempat terbuka dan dekat dengan lokasi kegiatan orang banyak, seperti lapangan olahraga. Tetapi, syukurnya, ada juga yang masih utuh dan mulus kondisinya. Tugu yang beruntung ini berlokasi mojok di halaman dekat pagar dan bersemak sehingga tidak menarik untuk dikunjungi orang.

Apa sih pentingnya tugu TTG ini? Dari beberapa orang yang ditemui, kebetulan guru pada sekolah yang ketempatan tugu tersebut, semua tidak ada yang mengerti apa gunanya, apalagi pentingnya, tugu TTG ini. Bahkan ada yang berniat memindahkan (kalo bisa) tugu ini ke posisi lain karena menghalangi rencana pembangunan sekolah. Alamaaak…

Dengan berbekal pengetahuan dasar yang sedikit, rombongan penggembira ekspedisi berusaha memberi penjelasan apa maksud dan tujuan dibangunnya tugu TTG ini serta informasi apa saja yang sebenarnya direkam “pada” tugu ini. Juga diperlihatkan lembar keterangan TTG (didapat dari bag Kerangka Geodesi, Bakosurtanal, Rp. 25 ribu per lembar TTG) yang memuat berbagai informasi, termasuk sketsa lokasi. Pada sketsa terdapat gambar gedung sekolah dan posisi dimana tugu didirikan. Setelah mendengar penjelasan (dan semoga mengerti…), dan melihat sketsa, maka yang muncul adalah kebanggaan. Bangga karena sketsa sekolahnya terdapat dalam lembar keterangan nasional, dan menjadi lokasi penting yang diperhitungkan. Bahkan kemudian ada permintaan untuk memberikan penjelasan pada semua murid dan guru tentang pentingnya bangunan tugu mini tersebut (mungkin dengan bantuan bahan tulisan dan gambar, atau secara penyampaian langsung suatu saat kalau sempat mampir lagi ke lokasi-lokasi ini). Semoga rekan-rekan yang berkompeten bisa memenuhi harapan rekan guru ini, sehingga tugu mini TTG bisa terawat dengan sendirinya, tanpa perlu membuat anggaran khusus… : )

Tambahan (ditulis pada 10 Agustus 2006):

Dari kertas Deskripsi Tanda Tinggi Geodesi (demikian yang tertulis), yang dikeluarkan oleh Bidang Kerangka Geodesi – Pusat Geodesi dan Geodinamika Bakosurtanal, kita dapat mengetahui informasi apa saja yang terekam pada satu TTG. Informasi yang bisa dibaca adalah:

  1. Nomor Pilar, Nama Setempat, Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, (yang melakukan) Pengamatan, Tanggal Pasang, Jenis TTG (dua yang diketahui, yaitu Pilar Tinggi Biasa dan Pilar Tinggi Utama, mungkin ada yang lain lagi), Simpul (Simpul dan Bukan Simpul), Nomor Jalur, dan Jalur.
  2. Lintang dan Bujur (dalam derajat desimal, dengan 3 angka dibelakang koma/desimal), Tinggi (dalam meter, dengan 3 angka desimal), Standar Deviasi Tinggi (dalam milimeter, dengan 1 angka desimal).
  3. Bagian Keterangan yang terdiri dari Catatan, Datum Tinggi, Sistem Tinggi, dan Uraian Lokasi.
  4. Bagian sketsa yaitu Sketsa Umum dan Sketsa Detil.