Tags

, , , , , , , ,


La Mezquita CatedralMemasuki bangunan indah ini dari pintu di sisi barat daya, segera terasa aroma masjid yang sangat kental, terlihat dari bentuk tiang dan lengkung yang menghubungkan tiang-tiang tersebut. Bebatuan yang berasal dari jaman Romawi dan Gothic dari berbagai daerah di Eropa, dan juga yang berasal dari daratan Afrika utara masih tegak dengan indahnya membentuk tiang dan menjadi dasar banyak ornamen di dinding.

Dinding pada sisi baratdaya dan timurlaut dari bangunan ini adalah sisi yang telah diubah menjadi banyak kapel. Sedangkan bagian tengah dan sisi baratdaya masih dipakai untuk keperluan kegiatan gereja hingga kini.

MihrabSisi tenggara adalah sisi yang tepat menghadap ke qiblat terlihat masih utuh, yaitu mihrab atau tempat imam memimpin sholat. Kubah pada mihrab luar biasa indah. Tak pernah terpikir akan ada keindahan ornamen dalam bentuk simetris yang sulit dilukiskan dengan kata-kata terdapat pada kubah tersebut, dan ada sejak berabad yang lalu. Ruang imam masih berornamen asli, yang dihiasi oleh tulisan arab, berupa doa. Warna dominan pada ornamen adalah kuning keemasan dan hitam. Dari dinding sisi tenggara ini, pengunjung tidak dapat mendekat karena dibatasi oleh pagar besi tinggi berjarak sekitar 5 meter. Sehingga pengunjung tidak dapat melihat dari dekat sisi dalam ruang imam dan juga kubah mihrab secara tampak vertikal. Kondisi ini memang dibuat demikian untuk melindungi keindahan monumen dan juga menghormati kebiasaan muslimin yang tidak menginjak tempat sholat dengan alas kaki.

Kenangan di MuseumTapi tentunya ini mengundang rasa lain yang luarbiasa, yaitu kesedihan dan kehilangan. Karena gw merasa di dalam masjid, gw berada di mihrab, tapi tidak dapat melakukan sholat masjid seperti yang disunnahkan oleh nabi Muhammad SAW setiap kita memasuki masjid. Disebelah mihrab, terdapat ruang khusus menyimpan benda-benda berharga terbuat dari bermacam logam dan batuan, dan beberapa tulisan dalam bahasa arab yang terpahat pada lapisan batuan. Sayang sekali, karena tidak memiliki pengetahuan membaca tulisan dalam bahasa arab gundul (tanpa tanda baca) maka tulisan tersebut tidak diketahui bunyi dan artinya.

Banyaknya rombongan turis yang datang ke tempat ini tentunya menimbulkan keasyikan tersendiri bagi gw yang datang tanpa rombongan. Beberapa kali iseng mengikuti rombongan yang sedang berada di dekat mihrab, dan mendapat cerita yang beragam dari pembimbing turis tentang sejarah masjid Cordoba ini.

Turis di dalam Masjid? Dan dari ekspresi ataupun komentar spontan para turis terlihat bahwa sebagian besar mereka merasa aneh bahwa pernah ada kehidupan dan juga kebudayaan muslim daratan eropa jaman dahulu disaat daerah asal mereka masih dalam abad kegelapan. Sebagian lagi memang bertujuan untuk mengabadikan banyak gambar di seluruh bagian gedung dalam kamera photo dan kamera film mereka. Yang terakhir ini adalah mereka yang telah mengetahui lebih dulu asal muasal bangunan ini dan mengagumi arsitekturnya.

Tulisan ke-4 dari 5, tentang perjalanan Campillos – Cordoba.
Sebelum: La Mezquita-Catedral (3#5)
Berikut: Perjalanan Pulang (5#5)