Tags

,


Alta GPSSeorang senior pernah berkata: “Saya akan merasa sangat berdosa jika tidak mengenalkan anak saya akan lingkungan sekeliling, minimal dia mengenal taman dekat rumah dan mengetahui tetumbuhan yang ada disana…”. Demikian kira-kira yang terucapkan oleh Pak Cecep saat “memaksakan diri” mengantar saya sepulang dari diskusi data spasial di Jurusan Tanah IPB, tahun 2005. Suatu ungkapan yang sederhana tetapi cukup membekas dengan cukup jelas dalam ingatan.

Mengenal lingkungan bukan hanya berarti taman dan pepohonannya, tentunya. Tetapi juga sekaligus mengasah kemampuan mengenal keruangan. Dalam keseharian, kita dan keluarga secara otomatis, tanpa disadari, akan mengenal ruang. Dari mulai mengenal rumah kita sendiri hingga segala yang ada dan dilalui saat menuju ke sekolah, pasar, pertokoan, rumah teman, dan lain-lain.

Menyadari, menikmati, dan kemudian mengenal keruangan adalah hal mengasyikkan. Inilah yang jadi kegiatan akhir minggu disaat libur akhir pekan yang panjang kali ini.

Berbekal keinginan untuk “berpetualang”, suatu sebutan populer karena sering didengar dari beberapa acara TV (Jejak Petualang dan Bocah Petualang di Trans7, dll), Sabtu kemarin dimulailah bermain keluyuran dengan berjalan kaki. Kali ini hanya berdua dengan Alta, dengan pertimbangan si kecil, Qila, masih belum kuat untuk berjalan agak jauh apalagi diterik matahari pagi. Untuk kenikmatan dan daya tarik sendiri, sekalian juga mengenalkan alat bantu “sang petualang”, dibawalah GPS Garmin eTrex Legend-C. GPS ini adalah milik om Miki yang belum sempat dikembalikan… (halo Om, sori yah, GPS masih Alta pakai… he he…).

Jejak di VBIStart sekitar 08.30, gang kecil depan rumah adalah jalur pembuka. Penelusuran beberapa jalan yang belum pernah dilalui ternyata cukup mengasyikkan. Karena selalu tiba pada lokasi yang tidak terduga. Menyusuri jalan utama perumahan Vila Bogor Indah juga dilakoni. Akhirnya, sampailah waktu istirahat di warung kecil, Great, dan segera “isi bensin”. Alta ambil minuman kemasan kotak, saya ambil kemasan botol, dan juga camilan berupa permen. Nongkrong sebentar di depan warung, ambil napas, sambil minum yang langsung menyegarkan tenggorokan dan badan. Sambil nongkrong, pelajaran GPS dimulai… hehe… Beberapa tombol penting dipelajari Alta sambil melihat hasil tracking yang sudah dihasilkan. Gak lama perjalanan dilanjutkan. Dalam perjalanan ini juga keasyikan didapat, antara lain bagaimana membuat Waypoints pada beberapa titik penting seperti Masjid, Kantor Kelurahan, sekolah (SMP 19) dan juga gerbang perumahan. Semua dilakukan Alta dengan asyik dengan mengabaikan terik sinar matahari, yang masih menyehatkan badan terus membantu mengucurkan keringat dari tubuh. Sampai gerbang, pelajaran lain ditambah, yaitu bagaimana mengedit icon dan nama pada masing-masing waypoint yang sudah dibuat pada GPS. Icon masjid tidak ada… dan diganti dengan icon rumah. Sementara untuk icon SMP dan Kelurahan diganti dengan icon rumah dengan rupa yang berbeda. Asik…

Dari gerbang kembali ke rumah akhirnya naik ojek, dengan pertimbangan perjalanan dengan berjalan kaki sudah cukup melelahkan. Jarak tempuh sudah sekitar 2 km. Tapi karena keasyikan sedang dinikmati maka pada titik tertentu, di atas ojek, Alta masih memasukkan waypoint, salah satunya untuk menandakan simpang jalan dekat rumah sohib karibnya, si Faiz. Sampai rumah sekitar jam 10 dan nasi goreng yang disiapkan oleh sang Manajer Rumah sudah menunggu… mmmm… nikmat…

Minggu pagi, 08.00, petualangan dilanjutkan. Kali ini sasaran berbeda. Dari rumah jalan kaki, menyusuri jalan tikus, hingga tembus ke Jalan Raya Bogor-Cibinong yang berjarak sekitar 800 meter. Setiba di jalan Raya, mampir dulu ke Indomaret untuk beli bekal. Dua botol minuman dan kudapan segera masuk dalam tas Alta. Dan segera menunggu Angkot 08 (Citeureup – Ps Anyar) yang tempat duduk depan kosong, agar bisa terus aktifkan GPS yang sudah di-on-kan sejak dari rumah. Perjalanan di angkot cukup menarik karena terlihat jelas pergerakan angkot yang ditandai dengan garis dan panah pada layar GPS. Sampai Warung Jambu segera turun dari angkot. Ini permintaan Alta sendiri. Lalu menyeberang dan segera ambil waypoint di depan Plasa Jambu Dua.

Jejak hari-2Dari Plasa Jambu Dua, perjalanan dilanjutkan menyusuri Jalan A Yani menuju daerah Air Mancur. Beberapa waypoint direkam antara lain jembatan Ciliwung, SMPN 8 dan juga kantor Pertanian. Menyusuri trotoir yang tidak selalu rata, dimana beberapa bagiannya naik turun berundak, meningkatkan imajinasi tentang “petualangan naik-turun bukit” yang sering terlihat di acara Bolang si Bocah Petualang… hehe… Dan jarak tempuh yang sekitar 2 km dilalui dengan tidak terlalu terasa capeknya. Mmm… salah. Kerasa juga capeknya…

Perjalanan diakhiri dengan mampir di warnet pada ruko di daerah Air Mancur ini, sambil ngadem tentunya (karena ruangan ber-AC).

Alta segera buka situsweb kesukaannya, dimana dia bisa mengunduh game-game Flash supaya bisa direkam di flashdisk untuk dimainkan di rumah. Asik juga dia, surfing sambil ngganyem kudapan…

Saya sendiri segera kontrol email dan nulis cerita ini, sambil makan kudapan juga dooong…
: )