Tags

, , ,


Pulau Weh, terletak di “seberang” kota Banda Aceh, berkota Sabang, dan merupakan wilayah administrasi paling barat dan utara Indonesia… semua orang juga sudah tau… Beberapa rekan sudah berulangkali menginjakkan kaki di pulau ini, tetapi tentunya masih banyak yang belum pernah ke sana. Ada yang bertanya melalui email ataupun dalam obrolan mengenai bagaimana menuju ke sana, bagaimana dengan transportasinya, akomodasinya, de-el-el. Ada seratus macam pertanyaan, yang bisa dijawab dengan seribu macam jawaban… (lho…).

Kali ini saya ingin berbagi hasil pandangan berupa rekaman perjalanan. Rekaman ini tidak hanya dari satu perjalanan saja tetapi dari beberapa kali ke pulau ini, dan hanya dengan peralatan minimalis berupa kamera dijital Sony DSC-P73, yang mempunyai fasilitas MpegMovie. Untuk bisa menikmatinya, browser harus mempunyai plugin flashplayer.

Perjalanan dimulai dari pelabuhan laut Ulee Lheu di kota Banda Aceh. Dalam sehari terdapat 2x penyeberangan dengan menggunakan Kapal Cepat. Kalau tidak salah, jam keberangkatan adalah jam 10.00 (Kapal Pulo Rondo) dan jam 15.00 (Kapal Baruna Duta) dengan tarif VIP Rp. 75.000 (per Maret 2007).

Sampailah di Balohan. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit. Jika pada kondisi ombak yang “lumayan mengganggu” maka bisa lebih lama… sedikit… Kapal akan merapat di pelabuhan laut Balohan yang terletak di bagian Selatan Pulau Weh.

Pusat keramaian di kota Sabang adalah di Jalan Perdagangan. Disinilah pusatnya pertokoan, dan juga terdapat pasar tradisional. Sore dan malam hari banyak sekali kedai yang menjajakan berbagai makanan khas lokal maupun makanan nasional.

Di bagian Barat Laut kota Sabang terdapat pantai yang cukup bersih dan menjadi tempat berjalan-jalan sore sebagian penduduk kota. Pantai ini bernama Pantai Kasih. Di sepanjang pantai ini terdapat tempat duduk ataupun parkir mobil untuk penikmat yang merindukan suara debur ombak dan hembusan angin laut. Terdapat pula beberapa kedai yang menyajikan beragam makanan, dimana menu yang top antara lain adalah Mi Kepiting.

Jika berkesempatan naik ke Sabang Hill, yaitu bukit dimana terdapat Hotel Sabang Hill (bangunan sejak jaman penjajahan Belanda), maka akan terlihat pemandangan Teluk Sabang yang begitu indah. Dari sini juga bisa terlihat sisi lain dari Pulau Weh yang merupakan salah satu tempat wisata bawah laut terindah, Pantai Iboih.

Jika banyak waktu tersisa (ini gak mungkin, karena begitu banyak obyek keindahan di Pulau Weh), sempatkan main ke hutan di Jaboi yang terletak di Selatan pulau Weh, relatif dekat dengan Balohan. Hutan ini terletak di lereng gunung yang masih aktif, sesampai di puncak maka bau belerang akan terasa cukup menyengat.

Mengeksplorasi pulau kecil nan indah ini tidak akan ada waktu yang cukup. Sekalipun saatnya sampai untuk meninggalkan pelabuhan Balohan menuju ke Ulee Lheu… maka rasa ingin kembali akan terus terdengar…

Banyak lagi rekaman beberapa spot di pulau ini, mungkin lain kali akan disajikan juga…
: )