Tags

, , ,


Selamat DatangKembali ke Nangorak adalah saat kembali menikmati alam bersih dari polusi, bebas dari macet, dan saat mencuci mata melihat indahnya alam pegunungan. Awal Mei lalu adalah saatnya menikmati hal-hal mengasyikkan itu.

(Bagi yang belum tau dimana Nangorak, sila baca Wisata Agro di Nangorak Sumedang.)

Dimulai dengan menikmati Nasi Bakar di Cijambe, Subang, saat dalam perjalanan Jakarta – Sumedang. Kemudian menikmati pemandangan sesawahan sepanjang Cagak – Sumedang (ini pemandangan default di Jawa Barat, tapi gak pernah membosankan).

Kemudian sampailah di tanjakan Nangorak yang cukup tajam yang dirimbuni pepohonan, saat lepas dari kampung Nangorak, dan kemudian langsung terlihat pemandangan yang wow punya. Kali ini saya ingin membagi “mata” dengan menyajikan beberapa film hasil rekaman kamera dijital Sony (DSC-P73) yang setia menemai kemanapun pergi. Ini melengkapi pemandangan Nangorak saat berkunjung ke sana tahun 2005 yang lalu… (antara lain sila nikmati di Nangorak selintas sekejap).

Pada perjalanan kali ini, sesampai di Nangorak sudah sore hari. Ternyata suasana sore yang biasanya hujan dihari-hari yang lalu, hari ini, terang benderang. Kedamaian di bukit Nangorak terekam pada film berikut:

Setelah melewati malam hari yang mengasyikkan karena disuguhi oleh pak Dewa dan Mang Engkos ikan bakar plus sayur lodeh yang nikmat, suasana pagi hari gak kalah manstappppnya.

Suara alam khas daerah pegunungan nikmat terdengar…

Mendaki sedikit ke selatan, maka akan terlihat pemandangan sisi timur dari bukit Nangorak.

Maraknya upland agriculture yang banyak terlihat, bisa dinikmati juga di sisi timur bukit ini.

Kegiatan petani yang sedang membawa hasil pertaniannya, kebetulan, juga terekam. Para petani sedang mengemas kubis untuk dibawa ke kota.

Bagaimana kondisi tempat lain di Bukit Nangorak…? Sila lihat posting berikutnya tentang Nangorak: pemadangan sisi barat bukit, tempat pemancingan, dan juga rumah pohon yang menantang…!

: )