Tags

, , , , ,


JumatanJumat adalah hari khusus, dimana pada siang hari, saat matahari berada di puncak posisi hariannya (WIB), itulah saat sejenak berkumpul di rumah 4JJ1. Ini juga yang terjadi saat mblasak-mblusuk di daerah selatan Kabupaten Lombok Timur. Tepatnya di Kecamatan Jerowaru, pada Juli 2006.

Di sebuah Masjid yang hampir roboh di sebuah desa yang kering kerontang mampirlah saya dan rekan untuk sejenak menyejukkan muka di sumur umum, kemudian berniat menyejukkan hati di dalam ritual Jumat disiang nan panas ini.

Sumur umumDesa ini memang mempunyai sedikit sumber air, seperti halnya di beberapa desa disekitarnya. Satu sumur umum dipergunakan oleh banyak orang untuk bermacam kegiatan. Mandi, cuci, sumber air minum dan juga untuk keperluan berwudhu. Lokasi sumur sekitar 20 meter dari Masjid.

Selesai berbasuh air, segera menuju ke Masjid. Terlihat dari luar suatu kondisi bangunan yang menyedihkan. Genting yang menutupi puncak bangunan seolah takkan tertahan lagi oleh kayu ring penopangnya, dimana terlihat patah dibeberapa tempat. Jendela tertutup oleh gedek (anyaman bambu), mungkin memang belum pernah sempat terpasang kaca disana, pintu pun terlihat sudah tinggal terjatuh. Dinding berwarna putih lusuh.

Di bangunan yang mengenaskan inilah diselenggarakan ritual Jumat. Setelah adzan dikumandangkan maka khotib pun segera menuju mimbar. Terlihat khotib separuh baya, berkemeja putih, dan hanya mengenakan kopiah tanpa atribut bermacam-macam. Kemudian memimpin doa, mengambil dan membaca buku tebal nan kumal (seperti buku acuan materi khutbah) dan mulai memberikan khotbahnya. Satu dua kalimat pembuka adalah kalimat wajib dan standar untuk diucapkan disemua khotbah Jumat.

MasjidPerkiraan awal tentang khutbah adalah: selain berbahasa arab, pastilah bahasa lokal yang akan digunakan sebagai bahasa pengantar. Ini jamak ditemui di sekitar kampung tempat tinggal, di Bogor. Juga sering ditemui di banyak tempat di Jawa, sekalipun lokasi Masjid masih di sekitar kota. Jadi gak banyak berharap untuk bisa mengikuti pesan-pesan Jumat kali ini.

Tetapi kalimat-kalimat selanjutnya semakin menarik untuk disimak. Ternyata di daerah terpencil ini, yang digunakan sebagai bahasa pengantar khutbah adalah bahasa Indonesia..! Bukan hal ini saja yang mengagetkan. Isi dari khutbah pun luar biasa. Selain doa dan pujian, terucap juga tentang kehidupan aktual, tentang hak asasi manusia dan juga tentang demokrasi..!

Lokasi MasjidDari buku tebal nan kumal yang berada di tangan khotib, khutbah yang terucap terus mengalir dengan luas dan isinya bicara tentang kehidupan nyata… kondisi global dan bagaimana cara menyikapinya dengan bijak…

Kantuk yang biasanya datang kini sirna. Justru kesegaran yang luar biasa merasuk. Alhamdulillah, dari in the middle of nowhere justru suara kesegaranlah yang didapat. Ini pengalaman luar biasa. Sangat sangat jarang ditemui di Masjid lain di sekitar kampung tempat tinggal nun di Jawa bagian barat sana…