Tags

, , ,


Orion Mars AldebaranSabtu dan Minggu yang cerah. Ini adalah 2 hari cerah pertama di awal tahun 2008, karena sejak malam tahun baru hujan gak ada abisnya turun di Bogor. Saat malam Minggu, sempat main ke halaman dan melihat angkasa, wow bersih banget langit Bogor. Langsung aja para krucil ribut ngajak neropong.

Wah betul juga, udah lama banget gak neropong angkasa…! Yang jelas sudah lebih dari setahun… Yup… lebih dari setahun sang teropong tidur di dalam koper..! Tapi malam Minggu lalu masih ragu untuk bongkar-bongkar koper.

Tapi saat malam Senin langit juga menantang, maka tantangan segera dijawab dengan membuka koper dan membangunkan teropong reflektor Luxor yang sudah tertidur lama. Tabung berwarna putih sepanjang sekitar 1 meter segera dikeluarkan dari peraduannya, begitu juga kaki-kakinya (tripod) dan lensanya (eye piece). Sekian lama gak menyentuh si Luxor, agak kagok juga saat merangkainya kembali. Setelah yakin siap, segera menuju ke lapangan voli depan rumah yang lumayan agak gelap, terlindung dari cahaya lampu-lampu rumah sekitar.

istirahat dari berburu bintangOya, sebelum bongkar koper tadi, ada satu lagi yang dilakukan. Memastikan obyek apa aja yang bisa dinikmati di langit dari lokasi di Bogor dan pada jam 9 malam (sesuai dengan jam saat itu). Segera buka StarCalc, perangkat lunak peta langit sederhana buatan Alexander E. Zavalishin (bisa diunduh gratis).

Dari peta langit yang sudah disesuaikan dengan tanggal dan jam (sesuai dengan komputer) dan posisi geografis (koordinat lintang-bujur) maka terlihat jelas bahwa saat itu di langit Bogor sedang melintas Planet Mars, Saturnus, dan Uranus.

Sayang sekali Saturnus masih sangat rendah, dekat dengan garis horison, jadi gak mungkin keliatan dari lokasi yang padat rumah ini. Sedangkan Uranus sudah pasti gak bisa keliatan dengan teleskop rumah. Jadi obyek planet yang bisa dilihat adalah Mars. Dan saat ini Mars “terletak” pada rasi Taurus.

Qila liat MarsBagaimana dengan bintang, rasi bintang, dan nebula..? Rasi bintang yang paling jelas terlihat adalah Orion. Jam sembilan malam ini dia berada tepat diatas ubun-ubun. Dan untuk menyaksikan Orion sangat tidak diperlukan teropong, tentunya. Sudut pandang yang kecil/sempit dari teropong memang bukan untuk melihat rasi bintang. Jadi sasaran teropong malam ini adalah Mars dan beberapa nebula indah di sekitar sabuk Orion.

Setelah siap di tengah lapangan voli, segera pencarian dimulai. Pertama yang dicari adalah planet Mars, dan karena cerahnya langit dan uniknya Mars (terlihat sebagai bintang dengan warna kemerahan) maka dengan cepat segera masuk dalam sudut pandang teropong. Dan segera Alta dan Qila, dan juga ibunya bergantian menikmati sang planet. Perputaran bumi terhadap sumbunya menyebabkan sang Mars terasa cepat berlalu dalam sudut pandang lensa.

Gantian ngintipDan setiap sang Mars “menyentuh pinggir lingkaran” pandangan pada lensa, maka posisi teropong harus disesuaikan lagi, dengan memutar tuas penyesuainya.

Setelah bosan, obyek berpindah ke daerah sabuk Orion. Di sana, dekat dengan tiga serangkai sabuk Orion, yaitu bintang Mintaka, Alnilam dan Alnitak, terdapat nebula.

Juga agak selatan dikit dari sabuk, ada bintang Nair al Saif, terdapat beberapa nebula seperti M42 dan M43 (ini bukan nomor Mikrolet di Jakarta lho, tapi nama Nebula).

Posisinya yang tepat diatas ubun-ubun menyulitkan pengaturan posisi teropong. Putar sana-sini, jengking sana-sini, nungging sana-sini, masih juga susah mengarahkan silinder putih ini ke arah vertikal. Dan tetep aja sasaran gak dapet sama sekali… akibatnya… wuah pegel leher…

Alta lagi liat MarsYa sudah, akhirnya teropong diarahkan ke Taurus, dengan bintang utamanya (alpha) bernama Aldebaran. Aldebaran dikelilingi banyak bintang dengan magnitudo sedang dan kecil, dan membentuk suatu pemandangan yang indah. Dulu ada rekan yang menyebut Aldebaran dan bintang2 di sekililingnya sebagai Bintang-7 (kayak merek obat sakit kepala) karena kalau dilihat dengan binokuler (teropong medan biasa) “sepertinya” jumlah bintangnya ada tujuh…

Sayang sekali, kuatnya cahaya dari rumah2 di sekitar memudarkan banyak obyek lain yang gak kalah menariknya.

Dan sangat jarang di Bogor bisa menikmati langit yang indah seperti kali ini…

Alhamdulillah, pemandangan angkasa akhirnya bisa juga dinikmati bersama…