Tags

, , , , , , , , ,


Radar Cuaca Serpong - by Ardhi108

Stasiun Radar Cuaca Serpong

Sudah mulai memasuki bulan-bulan “kering” kok bicara hujan..? Itulah yang “terpaksa” dilakukan saat mendapat tugas untuk bermain dengan aplikasi radar cuaca.. he he..

Apa yang dimaksud dengan radar cuaca itu sendiri..?

Dari Wikipedia didapat keterangan:

A weather radar is a type of radar used to locate precipitation, calculate its motion, estimate its type (rain, snow, hail, etc.), and forecast its future position and intensity. (selengkapnya di Wikipedia)

Banyak sekali radar cuaca yang ada di muka bumi ini. Salah satunya ada di selatan Jakarta, yaitu di Serpong. Di sini terinstal Radar Cuaca berjenis Radar Doppler dengan sistem Band C pada frekuensi 5.32 GHz.

Radar Cuaca Serpong adalah radar cuaca yang digunakan untuk riset dan sedang dalam pengembangan, baik sistem yang sedang berjalan maupun aplikasinya dari data yang dihasilkan. Salah satu luaran yang sudah bisa dilihat adalah peta sebaran awan dan juga hujan (jika terjadi hujan tentunya) untuk kawasan yang cukup luas. Radius sapuan radar optimal yang diset pada Radar Cuaca Serpong sejauh 100 km. Ini cukup untuk menyapu kawasan Provinsi Banten (kecuali Ujung Kulon) di sebelah barat, dan kota Purwakarta di sebelah timur. Di selatan hingga sekitar 25 km selatan kota Sukabumi.

Untuk melihat hasil dari radar tersebut, dapat kita lihat melalui situs web dengan alamat http://www.rewarestore.jp/jakarta/radar.php.

Apa yang bisa didapat dari halaman web tersebut..? Hingga saya tulis “coretan” ini, pada web tersebut bisa kita dapatkan informasi mengenai:

  • Sebaran awan pada radius jangkauan radar, ditandai dengan warna yang menggambarkan besaran dBZ. Saat harga dBZ mencapai nilai 10, “biasanya” berarti hujan sudah turun. Semakin besar nilai dBZ berarti butir air yang memantulkan gelombang radar kembali juga semakin besar. (Arti dBZ sesungguhnya dapat dilihat di situs NOAA).
  • Dapat juga kita ketahui informasi Status Observasi, yaitu:
    • Waktu akuisisi data (dalam GMT+7),
    • Tipe yang dipakai yaitu Reflectivity,
    • Mode yang diaktifkan: Rain Observation, yang mempunyai luaran 8 parameter tetapi yang disajikan di situs hanya 2 saja yaitu Reflectivity dan Velocity. Selain mode Rain Observation ini bisa juga digunakan mode Composition, yang mempunyai 14 parameter. Mode Composition belum diaktifkan.
    • dan Elevation sapuan radar. Ada 18 tingkat elevasi (sudut antara garis horison dengan titik nadir) yang direkam yaitu mulai dari 1° hingga 81º. Tingkat elevasi yang bisa kita pilih (pengguna web) hanya dibatasi 3 tingkat saja, yaitu 1, 4.5, dan 23.8°.
  • Pada situs tersebut kita juga dapat melihat kondisi terakhir atau gabungan dari beberapa gambar dari kondisi beberapa waktu lalu sehingga kita bisa melihat pergerakan awan yang ada.
  • Jika kita aktifkan (dengan klik pilihan) pada tipe Reflectivity maka gambar yang tersaji akan menggambarkan sebaran awan/hujan, sedangkan jika kita aktifkan tipe Velocity maka akan kita lihat pergerakan relatif massa air terhadap posisi radar, dimana nilai (-) berarti massa bergerak mendekati radar dan jika (+) maka sebaliknya dalam satuan kecepatan m/s.

Bagaimana dengan resolusi temporal dari data ini..? Untuk mode Rain Observation maka data yang direkam dan diproses untuk 18 tingkat elevasi tadi membutuhkan waktu 6 menit. Ini berarti kita bisa memantau kondisi awan/hujan melalui situs web hampir setiap 6 menit (tergantung koneksi internet, karena browser kita akan ter-refresh otomatis dan ini berarti terjadi pengunduhan gambar baru yang memerlukan waktu tersendiri).

Jika mode Composition juga diaktifkan, maka waktu yang diperlukan adalah 12 menit untuk kedua mode sekaligus. Mode Composition menjanjikan data antara lain adalah profil vertikal dari angin. Ini tentunya sangat-sangat berguna dalam pemantauan cuaca yang cukup detil.

Kelemahan radar juga perlu diketahui, yaitu masih sangat terpengaruh dari kondisi topografi. Sehingga untuk daerah yang berundulasi atau bergunung maka akurasi hasil akan menurun.

Contoh hasil dari Radar Cuaca Serpong pada akuisisi 2 Juni 2008 – pukul 01:36 adalah sbb:

Radar Cuaca Serpong

Pengkajian dan penerapan Radar Cuaca ini sedang berlangsung atas kerjasama BPPT dan JAMSTEK JAMSTEC (Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology).

Jadi, pesan moralnya adalah: lihat situs web Radar Cuaca sebelum membawa payung.

Terimakasih untuk mas Ardhi yang sudah memberi kuliah tujuh menit tentang Radar Cuaca Serpong.