Tags

, , , , , ,


Police AcademyBerawal dari ajakan seorang rekan dalam pertemanan di Flickr (jejaring sosial dan tempat fotoblog) untuk “motret acara Police Academy Stuntman Show” di Ancol. Pesan yang mampir di inbox Flickr ini adalah dari masdm alias mas Deddy. Beliau ajak moto bareng diacara atraksi stuntman yang sedang manggung di Ancol sejak Mei lalu, dan katanya hingga Agustus nanti.

Apa sih Police Academy itu..? Salah satu Sekolah Kepolisian..? Kali ini, walaupun bernama “academy” tapi bukanlah sekolah melainkan kelompok stuntman untuk atraksi-atraksi menarik di atas kendaraan roda dua, tiga, dan empat.

Email dari masdm segera aja disambut gembira, karena ini ajakan yang menarik. Pertunjukan Police Academy di Pantai Carnaval Ancol adalah pertunjukan yang tidak membolehkan penontonnya untuk merekam dalam bentuk foto atau film. Jadi ajakan moto bareng dengan resmi, tanpa curi-curi kesempatan, tentunya menarik juga, selain atraksinya yang katanya heboh.

Penonton menungguSehari sebelum pertunjukkan, 13 Juni, masdm kontak saya via email dan kemudian kami janjian untuk ketemu di dekat loket masuk pada 14 Juni jam 16an.

Sabtu siang, berangkat dari Bogor dengan bawa pasukan krucil. Tepat jam 16.10, saya tiba di lokasi dan ketemu dengan mas Deddy yang sudah menunggu dengan mas Ezra (Flickr’ers juga, yg bawa senjata Konika Minolta Alpha-7) dan mas Bowo (dari marketing Ancol). Setelah ngobrol sebentar, jam 16.30 pintu gerbang dibuka, dan masuklah para penonton yang sudah ngantri dari tadi. Pintu masuk yang gak ada atapnya cukup merepotkan bagi pengunjung karena Sabtu sore ini hujan turun dengan betahnya. Gak terlalu deres tapi terus gak henti.

Alta, Qila, dan ibunya sudah masuk duluan untuk cari tempat duduk. Sementara saya dkk masih di luar. Kami, rombongan yang terdiri dari tiga pengunjung yang berbekal kamera, masuk dengan izin khusus. Mas Bowo yang mengantar dan mendampingi kami masuk, sejenak sebelum acara dimulai. Hujan masih mengguyur.

PersiapanSaat masuk arena, beberapa satpam langsung menghampiri kami, karena melihat kami “mengaktifkan” kamera (walau hanya kamera kecil/poket berlensa standar). Mas Bowo lah yang sibuk menerangkan dengan berbekal surat resmi yang menjelaskan kami adalah undangan yang boleh moto. Walah ngerasa spesial banget…

16.50 acara dimulai. Dibuka dengan perkenalan dari “Polisi” yang akan menjadi pengantar sepanjang acara (berbahasa Inggris), dan didampingi pembawa acara dalam bahasa Indonesia. Setelah bagian pembuka ini, kemudian acara mengalir dengan “seolah” melibatkan penonton dengan memanggil dua orang dari panggung penonton yang berbeda. Yang dipanggil adalah anggota tim mereka juga, yang kemudian ambil bagian dalam pertunjukan tsb. Semua dibawakan dalam nuansa komedi. Hujan masih turun…

Mobil nabrak dan berasapCerita dimulai dengan banyolan “penonton” yang tadi dilibatkan. Kemudian mulailah mengalir dan diawali dengan mobil polisi yang sedang diparkir di depan kantor polisi dikemudikan dengan ngaco (tapi asik) dan akhirnya nabrak garasi hingga “berasap”.

Lalu penjahat bermunculan, menguasai jalan raya. Kebut-kebutan mobil dan juga motor unjuk kehebohan. Jalan ceritanya gak terlalu tahu, soalnya sibuk dengan senjata di tangan berupa Canon Powershot SX100 IS. Hanya ngikuti obyek menarik yang berseliweran di depan mata.

Hujan masih terus turun…

Walau kebagian tempat di panggung VIP bagian paling depan, yang memudahkan untuk njepret gambar-gambar atraksi, tapi kendala alam lebih besar. Air hujan yang masuk ke arah tempat duduk sangat menghalangi kamera dalam tugasnya. Banyak sudut yang seharusnya bisa ditempati dalam mengambil banyak adegan menarik, sayang sekali, butir-butir air dari angkasa yang deras mampu menghalangi. Jadi banyak adegan yang luput dari rekaman si Canon hitam.

Berputar dengan poros pak PolisiBeberapa adegan dramatis yang menjadi unggulan tidak bisa ditampilkan dalam atraksi sore ini. Antara lain adalah atraksi “mobil berjalan miring”, dan motor yang melompati gedung. Adegan-adegan ini dinilai sangat berbahaya jika ditampilkan dalam kondisi lapangan yang licin karena hujan. Sayang sekali…

Penonton banyak yang kecewa, karena justru adegan-adegan unggulan itulah yang tunggu-tunggu. Rupanya, stuntman “kelas dunia” masih bisa ditaklukkan oleh hujan Jakarta. Salah satu gambar mengenai adegan ini dapat dilihat di pemberitaan Kompas.com tanggal 19 Mei 2008 lalu (sila klik disini).

Kejar-kejaran mobil, dan juga munculnya Bajaj (yup, betul, mereka tampilkan juga Bajaj, kendaraan paling top di Jakarta) merupakan acara yang penuh kejutan. Karena mobil-mobil dengan kecepatan tinggi muncul dengan tiba-tiba dari arah belakang “panggung” pertunjukan, kemudian dengan kecepatan tinggi berkejaran.

Hadir juga dalam atraksi ini sebuah “big foot” (atau monster truck..?) dan juga “helikopter”.

Moto di Police Academy

Film salah satu adegan dalam atraksi sore yang penuh dengan guyuran hujan itu adalah sbb:

(film diletakkan di Youtube, maaf bagi yang terblokir aksesnya, juga termasuk dari kantor saya, hehe…)

PenutupAtraksi penutup adalah 5 mobil yang masuk dalam formasi parkir dengan membalik arah, dengan kecepatan tinggi.

Plok-plok-plok tepuk penonton…

Lama acara sekitar 45 menit.

Acara selesai, masih juga hujan, lalu antri sejenak di toilet, lalu ngobrol lagi dengan mas Deddy, mas Ezra, dan mas Bowo di area souvenir yang bertenda, lalu setelah itu makan bakso (semoga bebas borak, formalin, dkk) dan pulang.

Krucil keliatan gembira.

Terimakasih untuk mas Deddy atas ajakannya, dan juga mas Bowo atas ijinnya njepret-njepret di arena Police Academy. Ditunggu ijin-ijin selanjutnya di arena yang sama… hehe… (masih sampe Agustus kan?)

Tentang Police Academy Stuntman Show dapat dilihat di Wikipedia (klik disini). Dan untuk keberadaannya di Indonesia (Ancol) dapat dilihat pada sirus Ancol (klik disini).