Tags

, , , , , , , ,


hanggar separuhHanggar… mmm… bukan sih. Cuma ini memang tempat mbetulin pesawat yang nggak gitu besar. Disini ada berbagai alat perbaikan (ringan) untuk pesawat. Di tempat ini bisa disaksikan para ahli (montir?) ngoprek beberapa bagian pesawat. Dari yang kecil sekelas CESSNA 402 (atau bahkan ada pesawat yg lebih kecil lagi, gak tau namanya apa) sampai yang sekelas ATR 42 (pesawat buatan bareng Perancis dan Italia th 80an). Tempat ini ada di sisi barat Bandara Halim Perdana Kusuma.

Tugas kali ini memang mengawasi kesiapan tim udara dalam rangka perekaman data hyperspectral dengan menggunakan sensor HyMap. Pelaksanaan survey ini sendiri dapat diikuti catatan hariannya di-blog kegiatan: Lapstogo.

Kegiatan nongkrong di hanggar dimulai pukul 6:30 pagi. Saat semua tim sudah siap, dan kemudian tim perekaman berangkat dengan CESSNA 402B menuju lokasi, maka kemudian kelayapanlah sisanya, sambil nunggu pesawat kembali 3-4 jam kemudian.

periksa tekanan banBanyak hal baru yang dilihat, karena memang baru kali ini berada dan memperhatikan “bengkel” pesawat. Dan selain kegiatan bengkel, tentunya berbagai jenis pesawat ringan bisa juga dilihat. Dari yang masih segar bugar sampai yang tinggal tulang belulang. Sayang sekali gak punya buku tentang spesifikasi pesawat, jadi yang dilihat cuma “keanehan” bentuknya tanpa tahu sejarah kegemilangannya.

Tapi ternyata menjadi penunggu hanggar tidak terlalu membosankan. Hal ini karena ditemani oleh si hitam manis nan mungil, Canon Powershoot SX100IS. Hampir setiap sudut dijepret. Teriknya sinar matahari justru banyak manfaatnya untuk mencari sudut tembak yang baik.

santaiTeriknya sengatan matahari terkadang memaksa para pekerja untuk bersantai sejenak dan berlindung dalam bayangan sayap pesawat besar yang sedang parkir seperti jenis SHORT. SHORT adalah pesawat commuter buatan Irlandia Utara.

Hampir semua pesawat yang parkir di sekitar hanggar ini adalah pesawat yang berumur. Yang sudah melanglang buana ke berbagai pelosok nusantara. Mereka semua terlihat letih, seakan ingin segera terbaring dalam hanggar yang nyaman. Seakan sudah tidak sanggup lagi mengangkasa layaknya saat “usia muda” mereka dulu.

Beberapa yang terlihat segar adalah yang telah “dimandikan” dan diberi “baju baru” berupa cat yang mulus dan jok penumpang yang bagus. Tetapi kalau diperhatikan lebih detil pada perlengkapan di cockpit-nya maka terlihat keaslian jamannya.

Tetapi, kelihatannya, justru pesawat-pesawat berumur inilah yang masih banyak diandalkan, terutama untuk domestik daerah pelosok. Sedangkan yang berukuran kecil dipakai untuk survey foto udara, dan untuk pelatihan terbang para pilot muda. Terlihat beberapa yang sedang dipakai oleh siswa penerbang take-off dan landing tidak jauh dari hanggar ini.

Saat pagi hari memang menjanjikan sinar yang apik, tentunya jika cuaca cerah. Banyak efek cahaya yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan jepretan yang lumayan. Dengan sedikit bersembunyi dan berani menatap sinar, maka salah satu hasilnya adalah seperti yang dibawah ini. Sila klik pada gambar untuk mendapatkan gambar yang lebih besar melalui situs Flickr. Lumayan untuk dipasang sebagai wallpaper monitor…

: )

Facing the Sun