Tags

, , , , , , , , , ,


Masa depan

Masa depan pantai Tuwed, Bali

Sidik jari (fingerprints) adalah unik, hingga saat ini diketahui bahwa tidak ada sidik jari yang benar-benar sama. Keunikan ini dijadikan salah satu tanda pengenal manusia sebagai satu individu. Saat pengurusan di kepolisian atau imigrasi, untuk keperluan tertentu, kita harus merekamkan sidik jari kita pada dokumen. Kesepuluh jari diwarnai tinta kemudian dicapkan pada kertas.

Bagaimana dengan “individu” yang nonmanusia seperti bebatuan, air atau juga tumbuhan..? Metoda untuk identifikasi unik dari semua bahan yang ada yang digunakan saat ini antara lain adalah dengan merekam nilai spektralnya.

Untuk suatu “obyek dasar” seperti mineral maka perekaman spektral, untuk kemudian membuat hasil rekaman tersebut menjadi acuan dalam suatu pustaka spektral (spectral library), menjadi tidak terlalu sulit. Hal ini terutama jika dibandingkan dengan perekaman yang dilakukan terhadap “obyek nondasar” seperti tumbuhan, misalnya.

Pada tumbuhan, jika adanya perubahan kandungan kimia yang terjadi, walaupun pada jenis tumbuhan yang sama, maka nilai spektral yang dihasilkan akan berbeda. Bukan hanya itu, perubahan usia, perubahan cuaca, perubahan lingkungan hidup/habitat atau juga ekosistem akan mempengaruhi nilai spektral dari tumbuhan tersebut.

Banyaknya parameter yang dapat mempengaruhi hasil rekaman spektral tersebut menjadikan tingginya tingkat kesulitan membangun suatu pustaka spektral untuk tetumbuhan. Tetapi, sebaliknya, semakin banyak kondisi yang dapat terjadi sekaligus menandakan banyaknya informasi yang dapat diperoleh. Misal: daun kelapa sawit dapat dibedakan nilai spektral untuk kondisi perbedaan karena usia, perbedaan kesehatan, dan juga perbedaan cuaca setempat, misalnya.

Dalam rangka “mengemban tugas negara” ikut serta membangun pustaka spektral, dan juga sekalian menikmati keindahan alam dan hobi keluyuran di negeri tercinta, maka sampailah pada beberapa pengalaman perekaman spektral.

Pada paruh kedua tahun 2007 lalu, tepatnya pada bulan September, bareng dengan mbak Aya dari BRKP-BROK dan dibantu juga oleh mas Rangga, coba-coba merekam spektral beberapa jenis tanaman mangrove di estuari Perancak dan sekitarnya, selain itu juga di pantai Delod Berawah dan pantai Tuwed. Lokasi ini berada di pantai selatan Kabupaten Jembrana, Bali.

Lokasi studi

Lokasi studi

OceanOptics USB2000

OceanOptics USB2000

Perekaman kali ini berbekal spectrometer dari jenis OceanOptics USB2000, dan juga sebuah buku referensi dari Sozo (Kitamura, Sozo et,al., 1997, Handbook of Mangroves in Indonesia – Bali & Lombok, Ministry of Forestry Indonesia, Japan International Cooperation Agency (JICA), The International Society of Mangrove Ecosystems (ISME), ISBN:4-906584-04-7). USB2000 mempunyai julat detektor 200 – 1100 nm.

Sebelum perekaman, beberapa hal yang harus dilakukan adalah membuat disain survey. Hal ini dilakukan agar survey tepat sasaran dan dapat berjalan dengan efektif.

Hutan mangrove bukanlah tempat yang sempit dan aksesnya juga tidak selalu bisa dilalui dengan mudah. Dalam disain survey, dua hal yang dilakukan yaitu pemetaan mangrove secara umum, sehingga dapat ditentukan lokasi-lokasi jenis mangrove yang akan direkam, dan jalur akses yang optimal. Untuk keperluan ini diperlukan hari survey khusus yang dilakukan sebelum aktifitas perekaman. Yang kedua adalah memerhatikan waktu efektif perekaman yaitu pada jendela terbaik antara jam 10 hingga jam 14 dalam kondisi cuaca yang baik, cerah tanpa awan.

Dalam mengidentifikasi mangrove, yang perlu diperhatikan adalah “kunci” yang membedakan tiap spesiesnya. Kunci ini adalah: akar, daun, bunga dan buah, dan bentuk pohon. Semua ini bisa dibandingkan langsung apa yang ditemui di estuari ini dengan gambar dan keterangan yang ada pada buku referensi yang digunakan seperti telah disebut diatas.

Identifikasi mangrove

Identifikasi mangrove

Disain survey dilakukan oleh mbak Aya dalam waktu sehari penuh. Dengan pengetahuan awal yang baik mengenai lokasi dan spesies mangrove yang akan menjadi sasaran maka langkah perekaman dapat segera dilakukan. Medan estuari tidaklah nyaman. Walau telah dipilah-pilah oleh mbak Aya spesies apa dan dimana saja yang akan direkam tetap saja tingkat kesulitan cukup lumayan dalam menjangkaunya. Belum lagi dengan bawaan laptop yang cukup berat.

Proses pengukuran dilakukan dengan langkah-langkah seperti berikut:

  • Siapkan laptop dan pastikan koneksi dengan spektrometer telah terhubung baik.
  • Rekam referensi putih dan hitam
  • Rekam obyek sesuai kebutuhan

Yang dilakukan dalam merekam spektral dari suatu spesies adalah: perekaman dilakukan lebih dari satu kali, dimana posisi obyek harus bebas dari bayangan (bayangan dari alat atau perekam atau obyek lain yang menghalangi sinar matahari secara langsung). Perekaman spektral ini dilakukan lebih dari satu kali untuk satu spesies, dan dilakukan dari berbagai sudut. Sedangkan sudut alat terhadap bidang datar adalah 45 hingga 90 derajat. Pengukuran yang berulang dari berbagai sudut adalah untuk mengurangi efek BRDF (Bidirectional Reflectance Distribution Function).

Proses perekaman spektral mangrove semakin asik karena untuk lokasi Delot Berawah merupakan daerah pantai berpasiryang cukup indah, dan Tuwed juga demikian. Merekam sambil menikmati alam sekitar menjadikan pekerjaan di lapang tidak teralu terasa capeknya walau panas matahari memanggang…

Hasil perekaman di ketiga daerah tsb:

Perancak Estuary (13 species):
Acanthus ilicifolius, Aegiceras corniculatum, Avicennia alba, Avicennia marina, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra, Hibiscus tiliaceus, Nypa fruticans, Sonneratia alba, Excoecaria agalocha, Xylocarpus granatum, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata.

Delod Brawah (2 species):
Pandanus tectorius, Scaevola tacada.

Tuwed (6 species):
Ceriops decandra, Ceriops tagal, Spinifex littoreus, Osbornia octodonta, Sonneratia alba, Thespesia populnea.

Hasil untuk Ceriops decandra

Hasil untuk Ceriops decandra

Hasil sementara perekaman spektral spesies Ceriops decandra adalah seperti gambar diatas. Hasil ini merupakan hasil rerata dari semua hasil pada spesies tersebut. Ada beberapa hasil yang mempunyai anomali simpangan. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan pada saat perekaman, dan dapat dianggap noise yang dapat diabaikan atau tidak disertakan dalam perhitungan.

Beberapa slide dapat dilihat berikut ini:

Hasil yang ada memang belum matang dan ini tentunya akan dikembangkan lagi. Baik dari sisi prosedur pengukuran, pemrosesan hasil, dan juga pengumpulan data sample yang lebih banyak lagi.

Terimakasih untuk mbak Aya yang sudah menyiapkan survey ini dengan baik dan juga mas Rangga yang banyak membantu saat perekaman. Juga untuk Pak Berni, Bu Frida, Pak Lino, dan teman-teman lain di Perancak yang telah banyak membantu saat kegiatan ini berlangsung.

Kapan ke Perancak lagi ya… : )

If there are no mangrove, then the sea will have no meaning. It is like having a tree without roots, for the mangroves are the roots of the sea… (words of Thai fisher from Andaman coast – mangroveactionproject.org)