Tags

, , , , , , ,


Buckingham Palace

Buckingham Palace

Melangkahkan kaki keluar dari Hotel Rubens, menembus suhu yang tidak normal bagi penghuni katulistiwa, sekitar 10 derajat Celcius, adalah tantangan yang mengasyikkan. Peta kota sudah siap di tangan, dan sasaran pertama adalah obyek terdekat: Buckingham Palace.

Dari hotel segera menyusuri Buckingham Palace Road ke arah Utara, dan sekitar 450 meter sampailah di muka istana yang megah. Pagar tinggi yang berdiri kokoh memisahkan pengunjung dengan dinding istana sejauh 40 meter.

Halaman istana ini kosong melompong tidak ada benda atau tetumbuhan apapun. Bangunan yang digunakan pimpinan Kerajaan Inggris Raya sejak tahun 1837 ini terdiri dari 775 ruang, merupakan tempat tinggal Ratu Inggris saat ini. Dari pinggir pagar para turis hanya bisa menyaksikan goyangan penjaga berjambul (atau topi?) hitam, bentuk khas penjaga istana kerajaan. Di depan istana terdapat tugu peringatan Victoria.

img_6400

Penjaga istana

Dari istana segera menyusuri The Mall, arah Timur Laut, yang merupakan jalan besar menuju Admiralty Arch diujungnya. Sebelum jauh berjalan, mampir dulu ke “jaga monyet” di Stable Yard Road, dan sempat foto bareng dengan pengawal istana yang bertopi tinggi.

Para pengawal ini berdiri dengan menyandang senjata terbungkus rapi, dan yang khas tentunya adalah topi hitam nan tinggi. Beberapa turis yang minta foto bareng semet menggoda sang penjaga tetapi mereka bergeming. Mungkin jika ketahuan “beramah-tamah” dengan turis maka hukumanlah hadiahnya. Di dekat para pengawal ini terdapat seorang polisi yang juga mengawasi para turis di gerbang Stabe Yard Road ini. Berbeda dengan si penjaga, pak Polisi sangat ramah dan bersedia bercakap dengan para turis.

Perjalanan di The Mall menuju Admiralty Arch cukup menyenangkan karena sempat disuguhi iringan penjaga istana berkuda. Pasukan berkuda ini berseragam merah dengan topi logam kekuningan dengan kucir tinggi diatasnya. Kuda yang dinaiki guede-guede bangettt. Semua kuda berwarna hitam dengan warna putih pada ujung kaki, seolah sang kuda memakai kaos kaki.

Mendekati Admiralty Arch, belok kanan melalui Horse Guards Road, dan melintas gedung Horse Guard, yang merupakan bangunan para pengawal berkuda, dibangun pada 1751-1753. Saat keluar dari gerbang gedung ini, hujan turun. Walah repot. Untungnya gak lama, dan perjalanan dilanjutkan menuju arah Selatan melalui Whitehall Road. Setelah melintas Downing Street (tempatnya Perdana Menteri Inggris), segera belok kiri ke arah Timur. Disinilah letak Big Ben yang termashur dengan menara Jam-nya dalam lingkungan Palace of Westminster.

The London Eye

The London Eye

Perut yang laper, karena belum sarapan, memaksa mampir sejenak di minimarket seberang Big Ben. Setelah menyantap 2 keping roti sandwich isi ikan, perjalanan dilanjutkan menuju Westminster Bridge, gak jauh dari minimarket tersebut. Westminster Bridge Road yang melintas Westminster Bridge sangat ramai dilalui turis.

Tidak mengherankan karena dari jembatan ini pemandangan Big Ben dan juga sungai Thames sangat asik. Dari jembatan ini juga terlihat The London Eye, bangunan berbentuk seperti roda sepeda yang sangat besar dan dari ketinggian kabin yang ikut berputar (total ada 32 kabin atau kapsul) bisa melihat seluruh kota London (katanya, karena belum mencoba). Tinggi yang bisa dicapai penumpangnya untuk menyaksikan kota London adalah 135 meter.

Melintas Westminster Bridge, langkah kaki kemudian mendekat ke arah The London Eye, karena ingin tahu dari dekat sepeti apa sebenarnya bangunan kebanggaan London karya abad modern ini, yang mulai dioperasikan sejak bulan Maret tahun 2000. Dan… tiket yang cukup mahal menghalangi usaha mencoba menaiki kapsul berputar ini (kasian yah..). Tetapi, kekecewaan segera terobati sesaat setelah melihat adanya tour menyusuri sungai Thames.

Kapal Tour berlatar Big Ben

Kapal Tour berlatar Big Ben

City Cruises ini menjadi sangat menarik saat terlihat pada papan bahwa tour ini berujung di Greenwich..!!!

Tiket return segera dibeli seharga GBP 9.8 (saat membeli karcis maka pikiran tidak melakukan konversi mata uang, karena jika dilakukan maka pembelian karcis akan terhenti dan gagal, hehehe…).

Setelah tiket siap di tangan maka segera antri ke dermaga apung yang letaknya relatif di bawah The London Eye, menunggu kapal yang akan membawa menyusur sungai Thames.

Sambil menunggu jemputan, sempat ambil beberapa gambar Big Ben yang berdiri megah di seberang sana, juga beberapa foto The London Eye dari arah bawah. Lumayanlah, punya koleksi foto The London Eye dari beberapa sudut. Setidaknya bisa terekam dengan lebih jelas “benda canggih di London” yang belom sempat dinaiki ini…

: )

album foto perjalanan: sila klik disini,
cerita ini masih bersambung, sila ikuti disini