Tags

, , , , , , , ,


Penumpang City Cruises di dek

Penumpang City Cruises di dek

Berlayar di sungai Thames dengan bergaya, kira-kira itulah artinya judul leaflet yang saya terima dari petugas loket City Cruises.  Tepat sesuai jadwal, kapal merapat di dermaga Waterloo Millenium. Para calon peserta pelayaran segera berbaris rapi dan bergerak naik ke kapal. Hampir semua penumpang naik ke dek di bagian atap.

Cuaca lumayanlah. Agak berawan dengan suhu sekitar 12 derajat Celcius. Sinar matahari sesekali menembus barikade awan-awan yang setia menutup kota London sejak pagi. Yang kurang bersahabat adalah angin, sesekali terpaannya begitu kencang yang mampu menembus baju hangat atau jaket dan terasa tajam di kulit.

Oya, tulisan ini masih bagian dari The Series – London 2008.

Hungerford Bridge

Hungerford Bridge

Kapal mulai bergerak dari dermaga Waterloo (atau juga disebut dermaga London Eye, karena letaknya “di bawah” The London Eye) menuju ke arah Timur. Bersamaan dengan menjauhnya kapal dari dermaga, seorang Bapak Pemandu sorak turis segera tampil. Pembawaannya Inggris banget (ya iyala… hehe..). Si Bapak mengawali sapa dengan mencoba guyon, sayangnya hampir sebagian besar penumpang “gak ngeh” guyonnya, tapi justru disitulah lucunya dan yang membuat tawa semua orang. Si Bapak gak peduli dan segera bercerita tentang apa saja yang akan dilewati kapal selama dalam pelayaran ini. Lama pelayaran kapal berlunas ganda ini sekitar 30 menit sebelum menjemput (dan menurunkan) penumpang di dermaga Tower of London, dan bagi sebagian penumpang pelayaran akan dilanjutkan lagi selama 30 menit sebelum sampai dermaga paling ujung dari jalur pelayaran di sungai Thames ini, yaitu dermaga Greenwich. Operator kapal ini hanya dua orang, yaitu pak supir dan pak pemandu turis tadi.

Royal Festival Hall

Royal Festival Hall

Kapal melintas jembatan pertama yaitu Hangerford Bridge. Arsitekturnya bagus, perpaduan antara kuno (jembatan utama di bagian tengah) dan modern (jembatan untuk pejalan kaki di sisi kanan dan kiri jembatan utama). Setelah melewati jembatan ini, di sebelah kanan terdapat Royal Festival Hall.

Royal Festival Hall merupakan salah satu gedung penting di London. Gedung ini mempunyai 2900 tempat duduk, dan di gedung inilah The London Philharmonic Orchestra, orkestra kebanggaan London dan salah satu orkestra terkemuka dunia, selalu memainkan konsernya.

Panorama sekitar Millenium Footbridge

Panorama sekitar Millenium Footbridge, kubah St. Paul Cathedral dibagian kiri.

Kapal terus berjalan mendekati jembatan (lagi) yang bernama Millenium Footbridge. Di sisi kiri terlihat sebuah kapal dengan nama HMS President 1918 (yang menjadi salah satu tempat wisata juga) dan dikejauhan terlihat kubah dari St. Paul’s Cathedral dan beberapa gedung ternama lainnya.

Terdapat banyak sekali jembatan dan juga terowongan sepanjang sungai Thames ini. Sebagian besar jembatan mempunyai kisah “jaman perjuangan” saat Inggris terlibat Perang Dunia. Di lokasi ini juga, sebelum jembatan Footbridge,  terdapat terowongan bawah sungai untuk pengendara sepeda dan pejalan kaki.

The Tower of London

The Tower of London

Banyak lagi yang diceritakan si Bapak Pemandu, dan jika difilemkan suasana di dek kapal maka pasti akan terlihat seru. Si Pak Pemandu satu saat bercerita mengenai gedung atau sesuatu di kiri kapal, tak lama berganti cerita untuk hal lain di kanan kapal, dan terus berganti kiri kanan kiri kanan. Secara gak sengaja, saat melihat reaksi para penumpang, sempet senyum juga melihat mereka secara serempak menoleh ke kiri dan kemudian ke kanan dan ke kiri kembali. Pikir-pikir mirip lihat penonton bulu tangkis atau tenis yang duduk di sisi kanan-kiri lapangan, pandangan mata selalu mengikuti pergerakan bola berpindah-pindah lapangan…

Sungai Thames menjadi buku cerita yang sangat padat sehingga seluruh bagian sisi sungai seolah layak untuk diketahui semua detilnya oleh para turis.

HMS Belfast

HMS Belfast

Tak terasa hampir 30 menit sudah. Kapal mendekati salah satu pemberhentian, yaitu dermaga Tower Bridge, untuk menurunkan sebagian dan menaikkan sebagian penumpang. Sebelum merapat ke sisi kiri sungai, di sisi kanan dapat disaksikan mantan Kapal Perang kerajaan Inggris yang bernama HMS Belfast, yang telah menjadi museum apung juga, sama dengan HMS President yang telah terlewat tadi.

Berseberangan dengan HMS Belfast terdapat The Tower of London. Bangunan ini adalah istana kerajaan jaman dahulu, yang fungsinya selain sebagai istana raja juga sebagai benteng dan penjara. Menara London sering diidentifikasi dengan White Tower, benteng berbentuk persegi yang dibangun oleh William the Conqueror di tahun 1078. Namun, menara secara keseluruhan adalah kompleks beberapa bangunan yang terdiri dari dua cincin konsentris dari dinding dan parit pertahanan.

The Tower Bridge akan dilalui kapal tinggi

The Tower Bridge akan dilalui kapal tinggi

Penumpang dari dermaga Tower sudah turun dan naik. Kapal segera melanjutkan perjalanan ke arah Timur. Jembatan (lagi-lagi jembatan) yang pertama kali ditemui adalah The Tower Bridge. Jembatan ini adalah salah satu bangunan icon di kota London.

Bangunannya merupakan gabungan dari bentuk standar dan jembatan gantung. Kedua menara berfungsi sekaligus sebagai tempat mekanis yang mengendalikan naik-turunnya jembatan. Jembatan ini akan menaikkan bagian tengahnya saat mana ada kapal tinggi yang akan melintas.

Columbia Wharf

Columbia Wharf

Dari dermaga Tower menuju dermaga akhir kapal berjalan relatif lebih cepat daripada saat dari dermaga Waterloo menuju dermaga Tower. Hal ini karena memang jarak tempuh lebih jauh sementara waktu tempuh harus sesuai jadwal yaitu hanya 30 menit.

Rute paruh kedua ini juga tidak banyak gedung atau bangunan “yang patut diketahui turis”. Banyak terdapat dermaga milik kongsi-kongsi dagang dari berbagai negara ataupun “suku”. Mereka masing-masing mempunyai gedung yang khas (entah sebagai gudang atau kantor perdagangan mereka) dan dermaga sendiri.

Dermaga Greenwich

Dermaga Greenwich

Dan 30 menit perjalanan yang menempuh jarak sekitar 7 km pun segera berakhir. Di sisi kanan segera terlihat dermaga yang cukup untuk sekitar tiga buah kapal berjajar. Dermaga ini merupakan dermaga akhir dari perjalanan dengan kapal milik City Cruises ini, Dermaga Greenwich.

Kapal akan sandar selama 20 menit, dan akan segera kembali ke rute arah barat menuju Tower dan Waterloo.

Segera antri turun bersama penumpang lainnya dengan harapan besar segera dapat menemukan garis “batas dunia”…!!!

Greenwich… akhirnya…!!!

: )

album foto perjalanan: sila klik disini,
cerita ini masih bersambung, sila ikuti disini