Tags

, , , , ,


Jangan Lupakan Tsunami, tulisan pada Masjid di Lampuuk, Satu-satunya bangunan di desa Lampuuk yang tersisa sesaat setelah Tsunami.

Jangan Lupakan Tsunami, tulisan pada Masjid di Lampuuk. Masjid ini satu-satunya bangunan di desa Lampuuk yang tersisa sesaat setelah Tsunami.

Hari Minggu, 26 Desember 2004, adalah hari yang tidak akan terlupakan bagi sebagian besar penduduk Indonesia pada umumnya, dan bagi semua insan manusia yang mempunyai hubungan khusus dengan Aceh pada khususnya.

Tanggal 1-4 Desember 2004 saya dan keluarga berada di Pulau Weh. Keluarga begitu menikmati keindahan pantai-pantai di Pulau Weh dan dunia bawah air di sekitar Pantai Iboih. Masih sangat segar dalam ingatan di kepala kami masing-masing kondisi alam yang menyenangkan itu, sehingga saat mana kejadian pada hari Minggu, 26 Desember, terdengar maka sangatlah mengejutkan.

Sepanjang waktu yang mencekam, saat mana belum ada kabar apapun dari Aceh, anak-anak saya selalu menanyakan kondisi pulau Weh. Saya pun sangat bertanya mengenai kondisi semua rekan yang berdomisili di Banda Aceh dan kota Sabang di Pulau Weh.

Beberapa tulisan saya terkait dengan kejadian ini, yang dilihat dari salah satu sudut sempit, yaitu:

Semoga kita semua diberi kekuatan dalam menerima Maha Karya dari Sang Pencipta, yaitu alam semesta yang sempurna, sebagai khalifah yang bijak. Bencana alam akan selalu ada, kesiapan kita bersama lebih dituntut daripada kita saling menuntut…

Sang Khalik telah memerintahkan kita: Bacalah