Tags

, , ,


Sajian pasar malam

Sajian pasar malam

Makanan. Dimana ada makanan, di sana ada keramaian. Eh, dimana ada keramaian, di sana ada makanan… Entahlah yang mana yang benar.

Saat menikmati malam-malam yang dingin di berbagai jalan kota Khon Kaen, akhirnya didapat juga tempat teramai, yaitu tempat makan, yang terletak di jalan Ruen Rom.

Jalan Ruen Rom terpotong sebagian, tepatnya dari persilangan dengan Jalan Na Mueang sampai ujung pertigaan dengan jalan Klang Mueang. Sepenggal jalan ini sengaja ditutup sebagai tempat berjualan berbagai macam barang. Disini bisa kita temui dari buah-buahan segar hingga siput, eh, seafood maksudnya, dari sepatu hingga beragam tas, dari CD musik hingga pakaian dalam. Semua tertata rapi dan menarik, tidak ada keseragaman bentuk tenda ataupun gerobak, yang seragam cuma satu: rapi. Kerapian ini cukup “menakjubkan” karena ini adalah pasar. Pasar yang buka hanya pada malam hari. Pasar yang tidak ada polisi pengawas yang akan berteriak jika ada ketidakrapian. Semua berjalan dengan seperti biasa dan tetap rapi. Kerapian ini menjadi luar biasa saat diperhatikan… ternyata lingkungan sepanjang pasar malam ini juga: bersih..!

Tidak ada sampah berserakan dan tidak ada becek mengganggu sepatu.

Penjualan makanan, apalagi makanan yang diolah ditempat, selalu menghasilkan sampah yang gampang terlihat berserak dimana-mana. Tapi tidak disini. Entahlah, kemana si sampah itu bersembunyi.

Pengunjung makan dan makan

Pengunjung makan dan makan

Dengan penerangan listrik (yang juga teratur rapi untaian kabelnya), tenda dan gerobak yang ada di jalan Ruen Rom ini menjadi daya tarik yang luar biasa. Terangan lampu ini bagaikan sinar yang mengundang “serangga malam” berkumpul. Terbukti dengan selalu hadirnya pengunjung baik di malam libur maupun malam hari biasa. Tua – muda, besar – kecil, lokal maupun turis, semua menikmati sajian disini.

Terasa nyaman saat menikmati makanan atau saat memilah barang yang diminati, karena juga tidak ada gangguan pengamen ataupun pengemis.

Makanan apa saja yang ada..?

Wuah banyak banget macamnya. Dimulai dari kue-kue kecil yang lucu bentuknya. Warna-warni kue “basah” sangat menggiurkan. Sebagian ada yang dimakan dengan ampas kelapa. Soal nama, entahlah… Dengernya aja susah, gak bisa diulang lagi…

Menimbulkan selera

Menimbulkan selera

Ada juga beragam roti kering, dengan berbagai bentuk.

Sate telor dengan berbagai bentuk juga ada. Telur puyuh dalam bentuk mata sapi juga tersedia.

Martabak..? wow ada… tentunya bukan martabak Terang Bulan seperti yang ada di Balikpapan. Ini adalah martabak telor antik, karena susah menyebutkannya.

Toge goreng..? ada juga. Tidak seperti yang biasa dijual di Bogor, dimana si toge sudah menjadi lembut karena digoreng mateng. Toge goreng ala Khon Kaen adalah toge yang digoreng “ala kadarnya”, sehingga rasanya masih kres kres saat dikunyah di mulut.

Nasi kuning dengan daging berkuah..? ini top banget. Kalo nggak nambah namanya belom bisa menikmati…

Minuman dari kedelai dan tahu..? ada juga. Disruput saat panas, wuah, nikmatnya. Apalagi saat udara lagi dingin seperti saat saya disana. Menikmati minuman ini sangat nikmat.

Meracik Som Tam

Meracik Som Tam

Tapi… yang paling top dari yang top adalah Som Tam. Kali ini namanya wajib hapal karena rasanya ruarr biasa. Som tam adalah rujak pepaya yang puedesss. Selain pepaya, isinya juga ada mangga dan beberapa buah/sayur lain. Saat melihat si mbak membuat/meracik som tam dengan cara mirip membuat rujak bebek, air liur gak bisa tertahan. Dan saat som tam mampir ke mulut, hanya dalam hitungan detik, keringat segera muncul di ubun-ubun.

Som tam dimakan dengan nasi ketan, dan demi keselamatan perut, maka saat diracik jangan lupa segera pesan untuk mengurangi cabe yang dipakai…

Bagi penggemar makan yang kriuk-kriuk saat dikunyah di mulut, ada kok, jangan khawatir. Makanan yang kriuk-kriuk, sila lihat gambar di bawah ini:

Dijamin kriuk-kriuk

All you can eat. Dijamin kriuk-kriuk.

Suasana pasar malam yang mengasyikkan dapat dilihat sebagian pada film berikut ini:

Beberapa taut menarik: