Tags

, , , , ,


tweet cordoba

Berkicau perjalanan di Cordoba

Mencoba menggunakan Twitter untuk menceritakan dan berbagi pengalaman yang telah lalu, ternyata asik juga. Hal ini kesamapaian saat Jumat 3 September malam, yaitu tepatnya dimulai jam 20:30. Supaya ber-judul, maka dipilihlah “Perjalanan di Andalusia mencari Masjid Cordoba”. Isinya adalah tentang pengalaman perjalanan mencari Masjid Cordoba saat menjalani KKN di daerah pedalaman Spanyol Selatan.

Yang pertama, selalu menghadirkan keasyikan tersendiri. Baik dari segi kesulitan memulai ataupun kesiapan materi dan bagaimana menghidupkan cerita. Karena ini sifatnya yang “langsung dinikmati pembaca” maka terasa sangat berbeda dibandingkan menulis kisah dalam blog biasa. Jika dalam blog semua kata dan kalimat masih bisa diedit dengan santai, maka dalam microblog kali ini waktu pengeditan per kata dan per kalimat hanya dalam hitungan detik.

Memulai selalu lebih sulit daripada melanjutkan, katanya. Dan benarlah, setelah kisah berhasil mengalir, maka dengan relatif mudah bisa dikembangkan dalam perjalanannya. Beberapa hal kecil yg selama ini terlupakan, mulai terbuka dalam ingatan, dan segera dituliskan. Konsentrasi yang perlu dijaga adalah benang merah antar-tweet. Karena ini sifatnya mengalir maka akan sangat terlihat jika antar-tweet ada yang gak nyambung. Juga kesesuaian jalan cerita dengan stock gambar (berupa foto) yang ada.

Penggunaan hash-tag (tagar, tanda pagar) sangat membantu baik dari sisi saya sebagai penulis maupun dari sisi pembaca. Apalagi yang menggunakan perangkat lunak pendukung, seperti TweetDeck misalnya. Dengan adanya tagar maka tweet yang muncul dilayar dapat difilter sesuai dengan tagar yang digunakan.

Beberapa kali tweet mengalami kesalahan tagar, dan ada yg disadari ada yg tidak. Untuk twet yg salah tagar dan disadari maka segera diganti dengan mengulangi tweet tsb dan menghapus yg salah. Hal ini saya lakukan agar pembaca (dan saya sendiri) yang menggunakan fasilitas filter bisa tetap mengikuti dengan benar.

Saya tidak tahu ada berapa rekan tweeps yang mengikuti kicauan saya tadi malam, ini bukanlah hal penting. Karna yang terpenting bagi saya adalah dapat mengawali pemakaian fasilitas microblog Twitter untuk berkisah dengan cara yang unik… : )

Bagi yang telah meluangkan waktu mengikuti, bahkan ada yang sampai selesai, sekitar jam 12:00 malam, saya ucapkan terimakasih. Jangan lupa masukannya ya, supaya lain kisah bisa lebih baik lagi.

Untuk yang ingin melihat arsipnya di Twitter, sila gunakan tagar #httcor, atau coba klik tautan ini.

Ohya, mohon maaf jika ada kesalahan informasi ataupun kesalahan ketik yang ada.

: )