Tags

,


Ramadhan 1431 H telah usai, saatnya menapaki bulan-bulan pembuktian. Hasil sebulan pelatihan dapatkah dipertahankan dan diaplikasikan, menjadi hal menarik yang perlu diperhatikan.

Beberapa yang saya rasakan segera terjadi pascapuasa:

Tiada lagi suara beduk dinanti saat senja.

Tiada lagi hidangan manis tersaji rapi di meja. Teh panas dan air putih pun tersimpan di almari kaca.

Semangat berkumpul di masjid saat maghrib telah direm kencang, karena keberadaan tajil telah hilang.

Ahya… Tebaran ustadz di berbagai stasiun TV tlah terbenam, tergantikan dengan sinetron yg menggemaskan.

Kultum menjelang adzan maghrib berubah teriakan makian atau tangisan para pengusung peran.

Iringan semarak ibu-ibu bermukena ke masjid tidak tampak lagi barisannya.

Suara amil masjid pun telah tenang, tak terdengar speaker menyalakan suara keramaian. Ramainya sunyi.

Pengunjung masjid berkurang positif bagai tertelan, terlihat sebagai grafik terjun bebas dari puncak kejenuhan.

Berkurangnya lalulintas yg melewati jalan setapak ke pintu masjid, akan kembali menyuburkan rerumputan yg hidup disana.

Shaf sholat Isya’ semakin pendek kedepan, mengurangi pemakaian karpet masjid dan meningkatkan kebersihan pemakaian.

Aliran listrik yg terbiasa terpakai tarawih, satu jam lamanya, akan terhemat sangat… seperti kran hidayah Nya…

Menyaksikan #imbtrans (Indonesia Mencari Bakat) terasa lebih bebas tanpa takut dicari oleh rekan-rekan di klub tarawih yg lugas.

Waktu makan malam dipercepat, yg biasanya setelah tarawih, digeser sebelum Isya’. Metabolisme malam diguncang.

Jam tidur pun ditarik, disesuaikan dengan waktu yg lega, tanpa menunggu sholat yg beraka’at tiga.

Hampir lupa, presenter di lemari kaca mulai meninggalkan kepuraannya menutup tubuhnya… kejujuran kembali terasa.

Toh kejujuran akan terlihat lebih segar, dari pada terpaksa berbusana sopan dan merasa pura-pura tegar.

Pascatengah malam menjadi lebih lengang, tiada teriakan dari speaker masjid dan kelompok pembangun malam. Sahur Off…!!!

Aroma nasi masak dan lauk pauk siap santap didini hari menghilang terserap mimpi malam yg hadir berselang. Sahur Off…!!!

Tidak ada kesulitan lagi mengganjal mata untuk bisa menghabisi sajian khas berselera. Sahur Off…!!!

Sepuluh menit sebelum adzan Subuh tetap sunyi senyap, tidak ada teriakan peringatan imsyak imsyak imsyak…

Melaksanakan sholat Subuh kini menjadi tantangan hebat, karna jeda sahur telah hilang sebagai pemberat.

Ah… sarapan kini menjadi kewajiban lagi… Tanpa sarapan akan terasa menyiksa badan saat perjalanan pagi.

Sampai jumpa Puasa tercinta, semoga ku diberi waktu menikmati ke-khas-an mu dgn keceriaan hati nan gembira.

…..

Bagaimana dengan anda..?

: )

*/ posting ini hasil dari Twitter @httsan pada 12 September 2010, dengan tagar #pascaPuasa.