Tags

, , , , , ,


Trisula Pamungkas

Trisula Pamungkas

Menjadi bagian dari “pasukan” yang mempunyai nama “mentereng” tentunya dapat menjadi salah satu kebanggaan diri. Apalagi saat mana pasukan itu menorehkan banyak kenangan positif, baik bagi diri sendiri maupun pasukan secara keseluruhan. Dan merasa diri menjadi salah satu “pemain” dalam pasukan tersebut adalah perasaan yang selalu terbawa hingga kini.

Sebenarnya ini masalah remeh temeh, tetapi tidak menjadi demikian bagi sebagian orang yang ikut mengalaminya. Dan, tersebutlah, nun di sana, Pasukan Trisula Pamungkas, sebutan nama bagi sekumpulan pramuka penggalang di Gugus Depan LT-A03 dan LT-A04, SMP Negeri 1 Metro.

Banyak peristiwa terjadi, banyak pengalaman tersaji, dan banyak kekuatan yang terbawa hingga kini.

Waktu yang hanya (kurang dari) tiga tahun menjalani, membuat banyak perbedaan yang tertanam hingga kini.

Hari ini, tanpa dinyana, saya bertemu dengan salah satu pembina pasukan Trisula Pamungkas. Ini terjadi saat mengikuti pertemuan dengan jajaran Kwarnas di Pusdiklatnas (dulu bernama Lemdikanas), Cibubur. Saat memasuki ruang pertemuan, saya melihat sebuah “standing banner” mengenai “puisi” yang disusun di Sibolangit (2009) berjudul Tangan-Tangan Putih. Tertampang disana nama: Joko Murshito. Nama yang tidak ‘kan terlupa… Sedikit meragukan prasangka, bahwa si empunya nama adalah orang yang sudah dikenal lama, ada foto terpampang di bagian bawah banner tersebut. Ah… tak salah lagi, ia adalah orang yang saya kenal… dan sudah tidak bertemu selama 25 tahun…!

Selesai acara pertemuan, dan setelah menunaikan Ashar di Masjid dalam komplek Pusdiklatnas, saya membernaikan diri menyambangi kantor Pusdiklatnas. Terlihatlah sosok tua yang masih segar, dan saya menjabat tangannya erat sambil bertanya: “Apa kabar Kak, apakah masih ingat saya..?”. Petunjuk yang saya ucapkan kemudian hanyalah: kita sudah tidak bertemu selama 25 tahun.

Sang Kakak menjawab: “Hartanto, kan..?”… Wow… masih ingat beliau…

Selanjutnya adalah ngobrol hangat di ruang kerjanya yang luas, rapi, dan adem, sambil kembali mengingat semua kejadian lama, kejadian 25 tahun lalu. Luar biasanya, beliau sangat ingat dengan detil peristiwa yang terjadi semasa saya menjadi “adik” beliau, dalam pasukan Trisula Pamungkas.

Salah satunya adalah “persaingan” penjualan jajan/makanan antara tim Trisula Pamungkas dengan “mbah Bardi”… haha…

Lima belas menit pertemuan, sejuta hal dibicarakan, dan pertemuan tersebut sempat diabadikan dengan foto berdua berlokasi di depan kantor kak Joko, Pusdiklatnas Pramuka. Beliau saat ini adalah Ka Pusdiklatnas, bertugas sejak tahun 2007.

Jika pembaca adalah bagian dari Pasukan Trisula Pamungkas, dan “hidup” pada jaman beliau malang melintang, masih ingatkah banyak peristiwa dengan beliau? Pernahkah push-up, squat jump, lari keliling lapangan, mengisi TKK, dll menjadi bagian dari memori “indah” yang tak terlupakan..? : D

Salam Pramuka..!!!

: )