Tags

, , , ,


screen htt140

Arsip tweet

Tweet pada twitter tidak semua sekedar tweet, ada kalanya merupakan kumpulan dari pemikiran sesaat, atau cerita kejadian tertentu, atau opini ringkas, atau hal lain lagi yang terasa “sayang untuk dibuang”. Untuk itu pada Oktober tahun lalu saya mencoba mengarsipkan secara manual, dengan meng-copypaste-kan tweet yang terdapat di twitter ke blog. Bisa dibaca pada Dokumentasi tweets berangkai.

Kurang kerjaan..? Sebagian akan berpendapat demikian. Sudah di-tweet kok dikumpulin lagi dalam blog… Kalau blog ya blog aja, kalau tweet ya tweet aja…

Demikianlah, twitter adalah micro-blogging, atau ngeblog ringkas yang sangat terbatas jumlah karakternya. Hal ini saya pergunakan karena terkadang tidak semua dapat dan harus dituliskan panjang lebar. Ada hal-hal yang cukup dicatatkan dalam beberapa kalimat. Disinilah salah satu fungsi micro-blogging.

Kembali ke masalah mengarsipkan tweet, usaha yang telah dirintis sejak Oktober itu ternyata mempunyai konsekuensi juga, yaitu kesabaran dalam mencari dan meletakkan kembali tweet sesuai dengan “tag”-nya (bertanda pagar “#” atau hashtag). Ini tentunya memerlukan waktu juga, sama dengan nge-blog biasa. Dan setelah sekian waktu berjalan, ternyata semakin berkendala dengan “tersedianya waktu” untuk mengarsipkannya.

Penggunaan third party untuk melakukan pengarsipan terasa kurang sreg juga.

Akhirnya ditemukan cara bagaimana membuat otomatis. Syaratnya cukup dengan punya server sendiri (maksudnya, hosting gitu), dan dapat mengendalikan WordPress.

Yang dilakukan kemudian adalah:

  • install WordPress, seperti biasa,
  • pilih themes yang sesuai,
  • kemudian unduh plugin “Ozh Tweet Archiver” (atau lainnya)
  • aktifkan plugin tersebut, isikan keterangan akun, kemudian plugin akan bekerja sendiri secara otomatis.

Semua “hashtag” dapat kita set menjadi “tag” pada WordPress, sehingga jika kita akan mencari tweet berangkai dengan hashtag tertentu maka tinggal isikan pada “Search” atau klik hashtag yang dimaksud.

Yang saya lakukan:

  • saya pilih theme P2 oleh Automattic, karena dapat diset seperti tampilan twitter, yaitu dengan menyembunyikan judul posting.
  • plugin yang telah diset sesuai dengan akun pada twitter biarkan bekerja hingga tuntas.
  • selanjutnya, plugin dapat kita set per sekian menit sekali untuk “menarik” tweet dari twitter ke wordpress kita, sehingga untuk selanjutnya semua tweet akan secara otomatis terarsipkan.

Maka jadilah arsip tweet yang lengkap, hadir pada wordpress kita sebagai postingan.

Terkait dengan “tag” yang berasal dari “hashtag” (“#”), ini memudahkan kita dalam menampilkan tweet berangkai pada hal tertentu.

Untuk mencobanya, sila mampir ke http://140.hartantosanjaya.name

Contoh pencarian:

  • Cerita mengenai perjalanan ke Cordoba: gunakan “#httcor” -> digunakan pada “Search” atau klik pada “Tag clouds”
  • Kembang api pergantian tahun: gunakan “#fireworks”
  • Beberapa tautan ke tulisan blogger lain: gunakan “#MustVisit”
  • Tweet dan foto tentang kuliner di Bogor: “#kulinerBogor”
  • dst…

Semoga berguna…

: )