Tags

, , ,


Mereka bukanlah mesin

Mereka bukanlah mesin

Saat mencoba melangkah lebih jauh pada tahapan yang berbeda, maka disinilah kegagapan biasanya terjadi. Perjalanan anak saat kelas enam Sekolah Dasar adalah contohnya. Beberapa hal terlihat begitu mudah dilakukan, tetapi ada banyak hal yang ternyata sulit diterapkan. Hal inilah yang saya alami saat anak saya memasuki masa kelas enam SD dan mencoba melangkah ke jenjang selanjutnya, Sekolah Menengah Pertama.

Saya mencoba menceritakan dan menuliskan dalam tiga buah tulisan singkat di Kompasiana, berupa pengalaman dan opini pribadi saat menjalani masa transisi pendidikan anak.

  • Tulisan pertama bertajuk “Provokator di depan Barisan“, menceritakan apa yang saya lakukan saat memompa semangat si anak dalam mencapai untuk menjadi (bagian) yang terbaik.
  • Berikutnya adalah “Mereka Bukanlah Mesin“, adalah strategi jangka menengah (setahun terakhir di SD) yang diterapkan dalam menyiasati waktu dan cara belajar,
  • Dan yang terakhir adalah “Ketika Cinta dan Anang di RSBI“, merupakan saat-saat “perjuangan akhir” dilaksanakan.

Yang saya ceritakan adalah kondisi “tidak ideal”, dimana peran anak dan orang tua harus seimbang dan bersama. Sangat mungkin tidak cocok diterapkan oleh pembaca.

Tetapi semoga ada satu-dua hal yang dapat diambil manfaatnya.

: )