Tags

, , ,


Ramadhan BlogorBulan yang penuh dengan kegiatan adalah Ramadhan, karna selain siang maka malam pun selalu ada agenda. Saya kan berbagi Cerita Ramadhan

Apa yg saya alami saat baru mengenal Ramadhan… terutama saat masa di Taman Kanak-Kanak..? Ingatan saat TK tiba-tiba muncul begitu saja saat ini. Ketika itu saya tinggal di kota Metro, Lampung. Rumah ortu ada di pinggir kota, jejaring PLN masih belum menjangkau, listrik memakai generator berbahan bkr bensin.

Sbg anak kecil, yg terpikir adalah senangnya. Ramadhan datang juga senang. Banyak pengalaman menarik. Dimulai saat sahur. Ini sebenarnya saat yg paling berat. Kulit tipis dimata terasa sangat sangat berat untuk diangkat. Malas luar biasa selalu datang saat dibangunkan sahur. Walau dalam hati ingin bangun segera karna ada rasa asiknya.

Asiknya dimana? Mmm jarang sekali dibolehkan bangun saat tengah malam, tapi bulan puasa justru harus bangun malam. Jadi ya begitulah, dalam hati ingin bangun, tapi mata berat rasanya. Walau akhirnya kalah juga rasa ngantuk itu.

Ortu punya berbagai cara untuk membangunkan. Dari mulai panggilan lembut, lain hari agak keras, kadang juga… Ada kalanya dibangunkan dengan menekan jempol kaki, wah ini mujarab, langsung bangun seger… hehehe…

Saat terbangun, penerangan seadanya. Generator listrik gak mampu untuk membuat benderang. Ini agak mengganggu.

Suasana yang riyep-riyep bisa mengayunkan kembali rasa kantuk. Karna itu bapak selalu mengharuskan: cuci muka..! :D Selesai cuci muka, langsung duduk bersama menghadap meja makan. Santapan sudah siap, ibu yg menyiapkan.

Kesukaan saya adalah telur rebus, tidak selalu ada di meja, kata ibu: harus mencoba lauk lain… ; ). Minum saat sahur yang wajib adalah segelas susu. Saat itu yang selalu dimunim adalah susu Ovaltine (bubuk dlm kaleng). Susu harus habis, dan biasanya saya minum sebelum makan dimulai. Kalau setelah makan maka cenderung gak bisa masuk.

Ada juga segelas teh manis, tapi ini gak wajib habis. Yang wajib habis kemudian adalah segelas air putih. Air putih adalah kekuatan pembersih, katanya. Jadi harus dihabiskan setelah makan… ini kata Bapak.

Setelah selesai sahur, ada momen yang selalu ditunggu-tunggu… bukan tidur lagi tapi… Bapak sering mengajak duduk-duduk di teras. Saya terkadang dipangku. Kami menikmati dinginnya udara dini hari.

Banyak bintang terlihat berkedip, kadang ada juga terdengar suara burung malam yg agak menakutkan… hehe… Duduk di teras, selain saya dan Bapak, juga Ibu dan kakak. Kami berempat saja, karena kakak2 saya tinggal di lain kota.

Momen kebersamaan ini selalu teringat lekat. Walau Bapak bukan orang yg suka bicara, tapi selalu mengajak ke suasana… Suasana alam, suatu yang selalu saya sukai sampai sekarang… suasana alam… keindahan alam… Selesai duduk di teras beberapa waktu, kami masuk kembali, dan jika waktu Subuh masih jauh, saya tidur lagi.

Dini hari itu tidak banyak yang bisa dilakukan, saat itu, karena terbatasnya bahan bakar genset, segera listrik mati…

Suasana sahur yang selalu saya ingat sampai kini, kesederhanaan dan keindahan alam…

Sekian dulu Cerita Ramadhan kali ini, besok atau lusa akan coba cerita lagi…

Selamat menikmati Ramadhan…! : )

*/ dari tweet tanggal 1 Agustus 2011 (arsip 140.hartantosanjaya.name)