Tags

, , , ,


Ramadhan BlogorCerita Ramadhan kali ini tentang pengalaman saya saat memasuki Ramadhan di negeri Belgia th 2005… Belgia, negeri “kecil” yang mempunyai luas lebih kecil dari Provinsi Lampung, Ramadhan 1426 H dialami di sana.

Saat itu tengah dalam tugas di kota Gent, salah satu kota terindah dgn bangunan2 tuanya di Eropa Barat. Memasuki Ramadhan, tdk lagi sempat mencari tahu dimana ada masjid atau komunitas muslim, untuk info Ramadhan. Antisipasi, langsung buka web islamicfinder.org lalu sesuaikan lokasi kota, dan print waktu sholat.

Awal Ramadhan saat itu blm pasti. Tapi karena berdekatan dg Belanda, maka saya segera kontak rekan di Enschede Belanda. Asumsi adalah posisi Enschede relatif gak jauh2 amat, shg kalau disana mulai 1 Ramadhan, maka di Gent pun demikian. Lepas maghrib, mendapat berita dari mas Trias melalui sms, bahwa esok hari (5 Oktober 2005) adalah 1 Ramadhan.

Ah ternyata ada problem yg muncul, karena saat tinggal di Gent adalah kos, dan baru sebentar, blm tau lokasi warung. Persiapan sahur malam pertama ini kagok juga. Ibu kos sdh tua dan sdh gak enak minta dibuatkan makanan, duh…

Okd, akhirnya mengandalkan makanan yg tersisa di kamar. Alhamdulillah, ada aqua, susu, apel, tomat, dan pisang. Menu sahur yg aneh dibandingkan di kampung halaman tentunya : ). Tapi itulah yg tersedia di malam pertama ini.

Saat sahur, maka segera disantaplah makanan yg ada di meja, sahur sendiri dalam dinginnya dini hari.

#Foto perjalanan – Menu sahur minimalis malam pertama Ramadhan di Belgia: http://j.mp/n1alVB

Hari pertama, alhamdulillah bisa dilewati dengan aman dan lancar jaya. Godaan pastilah ada terutama di kampus. Saat jam “coffee break” dan “lunch-time” di University sangatlah menggoda. Ini karena suhu udara dingiin…

Malam kedua persiapan sdh ok punya. Terutama adalah ibu kos sudah dikontak. Jatah “breakfast” diambil malam hari.

#Foto perjalanan – Menu makan sahur malam kedua yg lebih siap: http://j.mp/qjiOqW

Ada telur rebus setengah matang dua butir, roti dan jam buatan ibu kos, mi instan, jus, dan susu… manstaap… Energi diperlukan benar, karena suhu di luar sudah dibawah 10 derajat Celsius, sementara kegiatan banyak.

Dari tempat kos menuju kampus, University of Gent, sekitar 1 km yg ditempuh dengan berjalan kaki, perlu energi.

Rekan-rekan di kampus mengerti kalau saya sedang puasa, tapi ada yg selalu ditanyakan mereka… Pertanyaannya adalah: Kalau tidak makan seharian saya mengerti, tapi kalau tdk minum seharian apa kamu bisa? Tidak minum seharian bagi rekan2 saya masih belum bisa masuk akal, kok kuat sih? tanya mereka.

Menjawabnya tentunya bingung juga. Gimana ya… saya sudah melakukan ini sejak kecil, ya gak masalah amat kok…

Keterbatasan sebagai minoritas di negeri Belgia sangat terasa, tapi alhamdulillah dpt menjalankan puasa dg gembira.

Sekian dulu Cerita Ramadhan kali ini, akan dilanjutkan dg cerita2 lain di malam yg lain pula.

Salam… : )

*/ dari tweet tanggal 6 Agustus 2011  (arsip 140.hartantosanjaya.name)